Godean, Pdmsleman.Or.Id Dampak musim kemarau yang berkepanjangan telah membawa krisis air bersih di beberapa dusun di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean. Dalam upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak, Muhammadiyah Godean bekerjasama dengan KL Lazismu Godean memberikan bantuan air bersih yang sangat dibutuhkan. Pada Sabtu, 3 November 2023, acara simbolis penyerahan air bersih dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dari Muhammadiyah Godean. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan penderitaan warga dusun Jering VII dan Bantut Sidorejo. Dalam acara tersebut, turut hadir anggota Lazismu (Darojat, Lilik, Robingun, dan Afifah), perwakilan PCM Dani dan Najib, Kepala Dukuh Bantut, Kamituwo Sidorejo, serta Babinkamtipnas. Hingga hari Senin, 7 November 2023, sudah terkirim sebanyak 10 tangki air yang mendukung 41 Kepala Keluarga. Bantuan yang diberikan telah memberikan bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak di saat musim kemarau yang berkepanjangan ini. Muhammadiyah Godean beserta mitra terus berupaya keras untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat setempat terpenuhi. Upaya mereka menjadi contoh nyata kekuatan aksi kolektif dan komitmen untuk mendukung mereka yang membutuhkan di tengah krisis seperti ini. Reportase H. Darojat NA Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Batang, Pdmsleman.or,Id (Ringkasan Studi Tiru MPW PDM Sleman dan MPW PCM se Kabupaten Sleman ke Ponpes Modern Tazakka) Pada hari Ahad, 5 November 2023, rombongan studi tiru yang berjumlah sekitar 30 orang berangkat dari Masjid AsyS yifa PDM Sleman pada pukul 04.30 dan tiba di Ponpes Tazakka yang berada di Sidayu, Bandar, Cendono, Sidayu, Kec. Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah sekitar pukul 09.30. Rombongan MPW dipimpin oleh Ustadz Nasirun dari PDM Sleman, diterima oleh 3 orang pimpinan Pondok (Ustadz Anang berhalangan hadir, karena menghadiri acara di Ponpes Gontor). Berikut ini beberapa insight yang diperoleh dari studi tiru: 1. Kader Ustadz untuk menjadi ulama seperti Ustadz Anang 2. Kader membangun jaringan (dalam dan luar negeri) 3. Manajerial 4. Entrepreneur 5. Akademik 6. Supporting Yang paling sulit adalah menciptakan Leader, Oleh karenananya, fokus Ustadz Anang adalah menciptakan leader Pondok yang akan menjamin keberlangsungan pondok bahkan setelah para pendirinya sudah tidak ada. FISIK , Sebagian besar bangunan fisik di Tazakka adalah dari Wakaf. Dimana Wakaf Uang, wakaf melalui uang. Yang didukung dengan ZIS. JARINGAN , Lazis dan Nazhir Wakaf Tazakka mendapat izin resmi sekitar tahun 2018, yang hampir berdekatan. Kekuatan program fundariising, didukung oleh Program Pembinaan Donatur serta inovasi dalam penghimpunan menjadi kunci utama. Program Fundariising Tazakka, semula mengandalkan kenclengan dan sumbangan ritel, kemudian atas arahan Ustadz Anang, dilakukan inovasi penghimpunan lazis dan wakaf berbasis Sistem dan Teknologi. Saat ini, sudah dibuat sistem informasi terintegrasi yang menjadikan Tazakka sebuah ekosistem keuangan Cashless, transparan, akuntabel. Transaksi keuangan di Tazakka, baik dari orang tua santri, toko, santri, sampai laporan hasil studi santri, sudah terintegrasi dalam sistem IT dan bahkan sistem IT ini telah diwakafkan oleh Tazakka untuk bisa diimplementasikan di pesantren lainnya. Tazakka juga membangun jaringan di luar negeri melalui para penerima beasiswa Tazakka, maupun jaringan para pendiri, diantaranya di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Umul Quro’ di Arab Saudi. Tazakka memiliki beberapa amal usaha yang semuanya mensupport Pondok diantaranya Toko Tazakka, Koperasi Siswa. Tazakka memiliki keunikan yaitu makanan bagi para siswa di support oleh istri-istri guru dan pegawai ponpes yang diatur sedemikian rupa dan di integrasikan dalam sistem IT. Disampaikan oleh pengurus pondok, bahwa meskipun jumlah donatur pondok tidak banyak, namun dari yang tidak banyak itu kontribusinya bisa maksimal. Kolaborasi ZIS dan Wakaf digunakan untuk membiayai kegiatan pondok. Sehingga biaya pendidikan ponpes, tidak terlalu memberatkan ortu santri. Sekilas tentang sistem IT terintegrasi. Siswa tidak boleh membawa HP dan uang cash tidak digunakan dalam transaksi sebagai gantinya adalah siswa memiliki kartu siswa yang berfungsi sebagai kartu belanja. Melalui kartu siswa ini, santri bisa belanja dengan pagu/batasan Rp 300.000 per pekan, dan ada yang unik yakni mereka memiliki pagu meminjamkan uang kepada teman yang butuh, sebesar Rp 50 rb per minggu. Seluruh transaksi keuangan santri ter simpan dalam server cloud dan internal di ponpes. Termasuk history belanja, infaq, wakaf, kiriman uang orang tua. Biaya SPP 300.000 Rupiah, uang makan 600.000 Rupiah per bulan, bisa di bayar bertahap oleh orang tua santri dan emuanya tercatat dalam sistem. Kekuatan merancang dan mengimplementasikan program fund raising Tazakka merupakan kunci sukses dalam mewujudkan cita-cita 2045 Tazakka. Tazakka memiliki maket / miniatur ponpes selama tahun2 mendatang. Gedung dan sarana prasarana lainnya. Prinsip dalam pembangunan fisik adalah Harus Selesai, namun Tidak Boleh Selesai/ berhenti, maksudnya, misal tahun ni target membangun 1 gedung, maka harus selesai terbangun dan dilanjutkan untuk pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2030 Tazakka memiliki cita-cita melahirkan 10 Doktor, 30 Magister, 60 Sarjana sebagai visi kaderisasi dalam bidang sains, teknologi, studi Islam, dan kesehatan. Program pembinaan Donatur ziswaf, juga menjadi kunci sukses dalam fundariising, sebagai contoh wakaf temporer untuk gedung A selama 5 tahun, setelah 5 tahun dana wakaf seharusnya dikembalikan, namun karena ada program lain misal pembangunan gedung B, maka dengan melaksanakan pembinaan donatur, sebagian besar donatur gedung A akan ikut lagi menjadi Donatur di gedung B. Bisa dengan uang yang sama, atau malah nambah tapi ada juga yang butuh untuk dikembalikan. Kekuatan Visi, diterjemahkan dalam program-program, dan didukung dengan laporan pelaksanaan yang berkesinambungan, membuat lembaga ZISWAF Tazakka terus menjadi kepercayaan para donatur. Kuncinya adalah Profesional Akuntanbilitas dan Amanah. 4 Program Lazis Tazakka: Demikian yang saya sampaikan. Semoga bisa ada manfaatnya untuk kita semua. Salam takzim Reportase Agung Prast MPW PCM Ngaglik Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Randusongo (PRM Randusongo) Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Provinsi DIY telah melaksanakan Musyawarah Ranting (Musyran) pada hari Ahad 5 November 2923 bertempat di RM Sido Mampir, Sleman. Musyawarah Ranting memutuskan sejumlah 11 orang pimpinan yaitu: 1. Trapsi Haryadi, S.IP., M.IP. 2. Sarwoto Ari Rasto 3. Suratno 4. Arinanto Nugroho, S.E. 5. Sudarmaji 6. Riyanto DW 7. Aris Suranto 8. Aziz Yon Haryono, S.T., M.T. 9. Teguh Santoso 10. Anton Mulyatno, S.H. 11. Warjono, S.Pd. Dalam forum musyawarah secara mufakat memberikan amanah kepada saudara Trapsi Haryadi, S.IP., M.IP. untuk memimpin PRM Randusongo untuk periode 2023-2028. Dengan diselenggarakanya Musyran ini seluruh peserta berharap terpilih Pimpinan Ranting Muhammadiyah Randusongo yang kapabel, terpercaya, dan amanah dalam melanjutkan dinamika organisasi yang semakin beragam tantangannya terutama di tingkat masyarakat akar rumput / grass root. Ketua PCM Turi Drs Bambang Rahmanto menyampaikan “ Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam yang maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada perseorangan dan Masyarakat”. Ketua PRM Randusongo terpilih memberikan kata pembuka dalam Musyran yaitu perlunya penguatan pemahaman ke-Islaman dimulai dari ranah individu, keluarga, dan masyarakat. “ Pemahaman ke-Islaman yang baik kemudian didorong dapat menebarkan nilai rahmatan lil ‘alamin bagi sekitar”. Tantangan zaman dan perkembangan dunia global begitu cepat dan memasuki berbagai sendi kehidupan. Salah satu hal yang perlu dilakukan di tingkatan ranting adalah penguatan nilai di lingkungan keluarga dan melakukan langkah konkret untuk menghadapi tantangan tersebut. Reportase Trapsi Haryadi PRM Randusongo Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Pakem, Pdmsleman.Or.Id Salah satu tolok ukur peningkatan mutu pendidikan adalah terwujudnya pembangunan karakter dan kompetensi peserta didik. Penguatan karakter menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era abad 21. Nilai-nilai inilah yang harus tertanam di lingkungan masyarakat, terutama di lingkungan satuan pendidikan, khususnya di ngkat sekolah dasar yang menjadi fondasi awal dalam pembentukan karakter. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan merupakan salah satu instrumen untuk penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Untuk menyukseskan Gerakan Nasional tersebut, SD Muhammadiyah Pakem berupaya untuk mengedukasi peserta didik dengan agenda kegiatan yang dikemas apik dan mudah diterima oleh para siswa. Senin pagi 6 November 2023 di halaman sekolah ada apel pagi bertema deklarasi anti bullying dan kekerasan sekolah diikuti 534 peserta didik dan 42 guru karyawan. Setelah dibuka oleh bagian kesiswaan Muharam Bagaskara Ahada dilanjutkan dengan arahan dan dongeng yang disampaikan oleh Kepala Sekolah, Rr.Afiati Fatimah, S.Pd. M.Pd yang dalam kali itu “ mengisahkan dua tokoh dalam fabel sederhana dengan menggunakan media boneka kelinci dan membawakan pesan anti perundungan bagi siswa”. Sebagaimana disampaikan Ari Fitri Utami Humas SD MUPA kepada Arief Hartanto siang ini. Kemudian dua orang siswa maju membaca 5 butir deklarasi anti perundungan yang ditirukan oleh semua warga sekolah yang berbunyi : Sekolah menyiapkan papan berbingkai yang dikemas rapi, semua warga sekolah membubuhkan cap warna-warni atau tanda tangan sebagai wujud komitmen bersama mewujudkan sekolah yang nyaman. Kegiatan ini juga didukung oleh semua guru untuk menyisipkan dalam materi Hizbul Wathan dimana anak diajari gerak lagu anti perundungan. Reportase Ari Fitri Utami SD MUPA, RR Afiati Fatimah M.MPd MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman
Godean, Pdmsleman.Or.Id Outing Class SD Muhammadiyah Sangonan 1 ke JCM, Masjid Suciati dan SKE. Hari Jum’at 3 November 2023 siswa kelas 3 dan 4 SD Muhammadiyah Sangonan I belajar di tempat yang berbeda. Biasanya belajar di kelas, kali ini pembelajaran dilakukan di Jogja City Mall. Memenuhi undangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sleman untuk menyaksikan festival dongeng Nusantara. Dongeng kali ini dikemas dalam bentuk wayang dengan pendongeng pak Bagong. Acara ini harapan dari sekolah untuk anak-anak semua adalah “ Belajar itu bisa dimanapun dan kapanpun, melalui wayang anak-anak bisa lebih mencintai dongeng Nusantara dan dengan kisah di dongeng maka anak-anak dapat mengambil pelajaran yg baik untuk diterapkan dalam kehidupan.” Ungkap Siti Zakiyah, S.T. selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sangonan 1 yang beralamat di Sangonan Sidorejo Godean Sleman. Setelah selesai menyaksikan pertunjukan dongeng, perjalanan kami lanjutkan ke masjid Suciati untuk melaksanakan sholat Jum’at. Ini praktik pembelajaran untuk anak-anak. Tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Meskipun sedang berkegiatan Setelah menunaikan sholat Jum’at pembelajaran dilanjutkan di Sindu Kusuma Edupark. Di sana anak-anak bebas berenang. Seperti yg diwasiatkan rosululloh untuk mengajarkan kepada anak-anak berenang, memanah dan berkuda. “Bismillah, besar harapan sekolah, anak-anak akan tumbuh menjadi muslim yang kuat, kreatif, mandiri dan berkemajuan.” Pungkas Bu Kepala Sekolah yang sering disapa bu Zaki. Reportase H. Wahdan A Spd. MPI PDM Sleman, PCM Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Dr. Triwahyuni Sukesi, S.Si, MPH* Kehidupan modern seringkali membawa kita di hadapan berbagai tantangan yang melibatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial anak-anak. Di tengah situasi yang semakin kompleks ini, penting bagi kita untuk merenung tentang peran penting ketahanan keluarga dalam membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang cerah. Data menunjukkan bahwa gangguan mental emosional remaja di Indonesia meningkat dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen, sebuah angka yang mengkhawatirkan. Ini hanyalah salah satu contoh nyata yang menggarisbawahi pentingnya ketahanan keluarga dalam merespons permasalahan ini. Meningkatnya Masalah Kesehatan Mental Pada tahun-tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam angka gangguan mental pada remaja. Dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen merupakan lonjakan yang signifikan. Ini berarti hampir 10 persen remaja Indonesia menghadapi masalah mental yang memengaruhi kesejahteraan mereka dan perkembangan masa depan. Angka ini membawa kita kepada pertanyaan kritis: Mengapa gangguan mental semakin merajalela, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi tantangan ini? Salah satu solusi yang muncul adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai dasar yang kuat untuk membimbing anak-anak melewati masa-masa sulit ini. Ketahanan keluarga, dalam berbagai aspeknya, adalah pondasi penting untuk menghadapi permasalahan kesehatan mental dan sosial ini. Tantangan Kesehatan Fisik Selain gangguan mental, tantangan kesehatan fisik seperti Kurang Energi Protein (KEP) dan stunting juga tetap menjadi permasalahan serius, terutama di daerah-daerah seperti Yogyakarta. Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021 mencatat sekitar 8,50 persen balita mengalami KEP dan 9,83 persen mengalami stunting. Masalah kesehatan balita bukan hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi. Di tengah kenyataan ini, ketahanan keluarga memegang peran yang tak tergantikan dalam menyediakan kondisi yang memungkinkan anak-anak untuk berkembang secara fisik yang sehat. Keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi dapat memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan. Ini tidak hanya penting untuk pertumbuhan fisik anak, tetapi juga untuk memberikan mereka peluang dalam hal perkembangan mental dan sosial. Ketahanan Keluarga: Pondasi Masa Depan Anak-anak Ketahanan keluarga bukanlah konsep yang abstrak; ia adalah tanggung jawab nyata yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam memahami peran ketahanan keluarga, ada empat aspek penting yang harus kita pertimbangkan: Dengan membangun ketahanan keluarga dalam aspek-aspek ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Ketahanan keluarga adalah kunci untuk memberikan anak-anak peluang terbaik dalam menghadapi tantangan masa depan dan mencapai potensi sejati mereka. Bersama-sama, kita dapat membantu mereka mengukir masa depan yang cerah dan sukses di Indonesia yang kita cintai. Dalam menghadapi krisis kesehatan mental dan gizi yang mengancam, mari berkomitmen untuk membangun keluarga yang kuat, yang akan mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi mendatang. *Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si.,MPH. Divisi SAMARA Majlis Pembinaan Kesejahteraan Sosial pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman
Godean, Pdmsleman.Or.id Pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2023, SD Muhammadiyah Sidomulyo menjalani proses akreditasi yang penuh arti dalam perjalanan pendidikan mereka. Proses evaluasi ini dipimpin oleh dua asesor berkompeten, yaitu Dra. Supadmi Takarini, MA dan Drs. Pagi Nurwanto, M. Pd. Kedatangan kedua asesor ini disambut meriah oleh seluruh warga sekolah. Siswa-siswi SD Muhammadiyah Sidomulyo menyambut para asesor dengan penampilan yang apik dari drumband sekolah. Hal ini mencerminkan semangat dan kebanggaan mereka terhadap sekolah mereka dalam menghadapi proses akreditasi. Selain komite sekolah, proses akreditasi ini juga dihadiri oleh tokoh penting dalam masyarakat sekitar, seperti Bapak Dukuh Gancahan VII. Kehadiran beliau di acara ini menunjukkan dukungan dan perhatian masyarakat terhadap pendidikan di wilayah ini. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Godean, Bapak Roni Elistanto, S. Pd., turut hadir dalam proses akreditasi ini. Kehadiran beliau memberikan perspektif yang lebih luas dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di SD Muhammadiyah Sidomulyo. Dalam acara pembukaan akrefdtasi, asesor Dra. Supadmi Takarini, MA menyampaikan kedatangan asesor ke SD Muhammadiyah Sidomulyo untuk bersilaturahmi dan untuk memotret serta mencocokkan data yang ada, bukan untuk menghakimi. Pada acaranya penutupan akreditasi asesor Dra Supatmi Takari, MA memberikan kesan luar biasa untuk kekompakan dan kerja sama seluruh warga sekolah SD Muhammadiyah Sidomulyo. Dan pesan nya semoga SD Muhammadiyah Sidomulyo menjadi sekolah yang lebih berkualitas lagi. Dalam acara penutupan akreditasi, Kepala Sekolah Ery Chusniawati, S. PdI menyampaikan kesannya bahwa akreditasi tidak semenakutkan yang dibayangkan, dengan asesor yang santun santun dan ramah ramah, image asesor yang menakutkan itu sirna. Dan harapannya akreditasi SD Muhammaduyah Sidomulyo memperoleh A. Proses akreditasi ini merupakan momen penting dalam perjalanan sekolah, di mana kualitas pendidikan dan pelayanan kepada siswa dievaluasi secara menyeluruh. Hal ini sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan berkontribusi positif dalam pembangunan bangsa. Semua pihak yang terlibat dalam proses akreditasi ini berharap bahwa hasil dari evaluasi ini akan menjadi landasan untuk perbaikan dan pengembangan lebih lanjut di SD Muhammadiyah Sidomulyo. Proses ini adalah bukti nyata komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan berkualitas dan menjadi lembaga pendidikan yang berdampak positif pada masyarakat setempat. Reportase Wahdan Arifudin H. S.Pd MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Jakarta, Pdmsleman.Or.id Tanggal 28 Oktober 2023 merupakan hari bersejarah dalam perwakafan di Muhammadiyah. Dalam Rapat Kerja Nasional MPW PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center Muhammadiyah meluncurkan platform “wakafmu” sebagai tols untuk melakukan akselerasi dan lompatan dalam pemanfaatan harta wakaf, khususnya melalui penghimpunan wakaf uang dan/atau wakaf melalui uang. Setelah berganti nomenklatur menjadi Majelis Pendayagunaan Wakaf, Muhammadyah melangkah maju tidak “sekedar” menerima dan mengadministrasi harta benda wakaf, melainkan berorientasi lebih kepada pendayagunaan wakaf sebagaimana amanat UU No 41 tahun 2004. Apakah selama ini tidak mendayagunakan Wakaf? Tentu tidak demikian, selama ini Muhammadyah telah mendayagunakan wakaf dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial bahkan ekonomi. Platform wakafmu didedikasikan untuk membuka lebih luas masyarakat berwakaf uang secara berjama’ah. Buya Amirsyah Tambunan selalu Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadyah dalam sambutan peluncuran platform ini, “ optimis wakafMU akan mampu segera menyusul lazisMU dalam penghimpunan dana Wakaf uang. Bahkan beliau memasang target 1 milyar dalam setahun pertama. Agung Nugraha, utusan MPW PDM Sleman, yang mengikuti kegiatan Rakernas menyambut positif platform tersebut dan siap segera mensosialisasikan ke daerah, Ia mengatakan “ PDM Sleman masih memiliki beberapa asset tanah wakaf yang belum dimanfaatkan, melalui platform wakafMU diharapkan mampu memberikan fasilitasi dan memberi kesempatan kepada banyak orang untuk berwakaf tanpa harus menunggu kaya sehingga dapat mempercepat pemanfaatan tanah wakaf agar segera dapat mengalirkan pahala baik yang berwakaf tanah maupun wakaf uang, imbuhnya”. (ran). Reportase RA Nugraha MPW PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman