Forum Pengelola Ambulance Muhammadiyah Sleman Ikuti Pelatihan BHD ( Bantuan Hidup Dasar)  Pemula di PKU Muhammadiyah Gamping

SLEMAN,  Pdmsleman.Or.id Masjid Kyai Sujak di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, menjadi saksi dari antusiasme sekitar 100 pengemudi dan crew ambulance Muhammadiyah yang hadir pada Hari Ahad, 24 September 2023. Mereka berkumpul untuk mengikuti pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk pemula yang diadakan oleh RS PKU Muhammadiyah Gamping. Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 tersebut diikuti oleh sekitar seratus pengemudi ambulance dari berbagai Titik Layanan Muhammadiyah Sleman. Mereka hadir dengan semangat tinggi untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama di lapangan. Menurut H. Darojat NA mewakili PDM Sleman dan selaku koordinator FORPAM (Forum Pengelolai Ambulance Muhammadiyah ) Sleman, pelatihan BHD ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka kepada masyarakat. “Kami sering berada di garis depan dalam situasi darurat. Pelatihan ini akan membantu kami dalam memberikan pertolongan yang lebih efektif dan profesional,” ungkap Darojat. Sementara Direkur RS PKU Gamping Dr. Faesol menyampaikan, “ sinergi dengan AmblanceMu harus senantiasa ditingkatkan dengan PKU Muhammadiyah Gamping dalam berkhidmat untuk kemanusiaan di Sleman “. Acara pelatihan BHD pemula ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi para pengemudi ambulance Muhammadiyah Sleman. Materi yang diajarkan meliputi teknik-teknik dasar BHD seperti CPR (Cardiopulmonary Resuscitation), penanganan luka, dan tindakan pertama pada kecelakaan. Puspito, salah seorang perawat IGD,   RS PKU Muhammadiyah Gamping yang menjadi instruktur dalam pelatihan ini, menjelaskan mengenai Sistem penanggulangan Gawat Darueat Terpadu, “Kami berharap para peserta dapat menguasai keterampilan BHD ini dengan baik sehingga dapat memberikan bantuan yang cepat dan tepat saat dibutuhkan.” Sementara materi gawat darurat kekinian disampaikan oleh dr. Eka Yoga Wiratama , meliputi kasus digigit ular, patah tulang dll dilanjutkan  praktek stabilisasi pasien serta restutitusi jantung pasien. Selain itu ambulanceMU ditempelkan stiker one way di kaca belakang ambulanMu se Sleman dengan tujuan untuk sosialisasi dan sukses Syauqi Soeratno calon DPD RI dari Muhammadiyah DIY. Pelatihan BHD pemula ini mendapatkan dukungan penuh dari RS PKU Muhammadiyah Gamping dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengemudi ambulance dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat Sleman. Reportase Darojat NA, Juang Mahrom FORPAM PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

HIDIMU Sleman Gumregah Berkemajuan

Pdmsleman.Or.Id        Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) DPD Kab Sleman  hari   Ahad (24-9-2023) mengadakan Musyda  yang pertama. Pada musyda kali ini menindaklanjuti dari hasil Musywil Hidimu DPW Prop. DIY 2023. Musyda HIDIMU Sleman ini termasuk urutan kedua, setelah HIDIMU Bantul menyelenggarakan hal yang sama pada beberapa waktu yang lalu. Pada kesempatan ini, ketua HIDIMU DIY dalam sambutan tertulis yang disampaikan oleh Bendahara HIDIMU DPW   Waluyo mengatakan bahwa, “ dalam kondisi terbatas, kaum disabilitas juga punya kelebihan, bisa mandiri, punya kompetensi seperti insan yang lain, maka pemberdayaan disabilitas harus mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, termasuk kaum disabilitas”. Sementara itu, Wakil Ketua PDM Drs. AS. Ardani memberikan motivasi, bahwa masyarakat muslim itu perlu ukhuwah islamiyah, termasuk kaum disabilitas. “ HIDIMU hadir untuk mewadahi warga disabilitas Muhammadiyah yang ingin berdaya dan berkemajuan”.  Untuk itu, lanjutnya,  “diperlukan syarat yakni taaruf, saling mengeenal sesama anggota; tafahum, saling memahami kebutuhan dan kondisi sesame  dan) ta’awun, yaitu saling menolong kepada sesama. Di HIDIMU, kita akan bisa kumpul, kenal, faham dan slaling menolong kepada sesamac. Semua ini merupakan bentuk amal sholih yaitu amal  yang nyata, sebagai wujud keimanan kita. Manfaat berorganisasi adalah model kerja yang tertata. Dan ini merupakan sebuah kebaikan. “Di HIDIMU menjadi wadah dan kiprah kaum disabel  agar berdaya, tertata, dan dpt meninggalkan kemaksiatan, lanjutnya,” lanjutnya Dari Musyda ini telah berhasil memilih kepengurusan HIDIMU DPD Sleman Peeiode 2022 – 2027 dengan Ketua  Sudaryanti, Sektretaris Wildan, Bendahara  Yuliana, dan Suwarni, Bid Pemberdayaan: Muryati. Di akhir acara, ketua MPKS PDM Sleman menyampaikan bahwa,  Musyda ini menjadi titik awal kebangkitan kaum disabilitas Muhammadiyah Sleman yang selama tidak ada kegiatan. HIDIMU ini akan lebih berdaya dengan membangun jaringan, baik pemerintah maupun swasta. “Jangan sampai kaum disabel dimarginalisasi oleh keadaan, Meski tidak utuh, kita tetep ampuh”, pesan Wahyu Purhantara, menutup kegiatan Musyda ini. Rep: yu Poer MPKS PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan PCM Kalasan: Langkah Menuju Islam Berkemajuan

Kalasan, Pdmsleman.Or.id Kalasan, Sleman – Pada Senin, 18 September 2023, sebuah prosesi pengukuhan yang bersejarah digelar di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Prosesi ini adalah bagian dari langkah penting dalam mewujudkan visi Islam Berkemajuan. Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pembinaan dan Pengembangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan resmi diumumkan dengan Ketua H. Sunandar, S.psiSkretaris ; Iswanto. MPD Prosesi pengukuhan dimulai dengan pembukaan acara dan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh H. Sutriyanta,ST.,MM dari PDM Sleman, yang kemudian diikuti oleh ikrar pengukuhan yang dibacakan oleh Drs. H. Irfan Haris. Drs. H. Irfan Haris, selaku Ketua PDM Sleman, kemudian menyerahkan secara simbolis SK PCM Kalasan kepada pengurus yang baru. Momen bersejarah ini disambut dengan ucapan selamat dan salam perkenalan antara pimpinan PDM, pengurus PCM Kalasan, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, H. Irfan Haris menggarisbawahi pentingnya tugas pemimpin Muhammadiyah di semua tingkatan. Ia menyebutkan bahwa tugas ini adalah amanah berat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, membumikan risalah Islam berkemajuan bukan sekadar jargon, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus diwujudkan. Risalah Islam Berkemajuan (RIB), yang dihasilkan pada Muktamar 48 Muhammadiyah di Surakarta, bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah. Namun, H. Irfan Haris menekankan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam wawasan Islam Berkemajuan, yaitu redefinisi, reorientasi, dan reaktualisasi. Prosesi pengukuhan PCM Kalasan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan misi Muhammadiyah dalam memperbaharui dan menguatkan pemahaman Islam yang berkemajuan. Dengan semangat yang penuh, pengurus PCM Kalasan periode 2022-2027 siap untuk berkontribusi dalam membumikan risalah Islam Berkemajuan dan menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan Muhammadiyah di Kalasan. Reportase : Sutriyanta, H Irfan Haris PDM Sleman EDitor : Arief Hartanto, MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Alat Menyebarkan Islam Agama Tauhid

Pdmsleman.or.id H. Harjaka. S.Pd MA , Ketua PDM Sleman Muhammadiyah yang dirintis  oleh KH. Ahmad Dahlan terus melangkah. Muhammadiyah bukanlah agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat. Berikut macam-macam tauhid dan penjelasannya: 1. Rububiyah Macam-macam tauhid yang pertama adalah Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (Az-Zumar 39:62). Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Namun pengakuan seseorang terhadap Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam, karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89) Contoh perilaku sehari–hari adalah : a. Tidak merasa hebat , sombong dan takabur. b. Bersyukur bila mendapat nikmat baik yang disangka maupun tidak disangka. c. Introspeksi diri dan bersabar bila mendapat ujian 2. Uluhiyah Macam-macam tauhid yang kedua adalah Uluhiyah. Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (‘Al ‘Imran 3:18) Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyah-Nya. Hal ini berarti mengesakan Allah SWT dalam segala macam ibadah yang kamu lakukan, seperti salat, doa, nazar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut ,dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kamu harus memaksudkan tujuan dari semua ibadah tersebut hanya kepada Allah SWT semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad 38:5) Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta. Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan. 3. Asma wa Sifat Macam-macam tauhid yang ketiga adalah Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: “Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah.” Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Perilaku seorang akan berbuat maksiat, walaupun tidak ada yang mengawasi karena yakin bahwa Allah melihat apa yang manusia lakukan. Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.id Pengukuhan Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Tempel yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bertempat di Aula Darul Ulum SMK Muhammadiyah Tempel pada Ahad  17 September 2023. Acara berlangngsung dengan rangkaian Pra Acara   Panembromo dari PCM dan PCA Tempel kemudian Pembukaan serta Gema wahyu illahi oleh Afif Naufal sertra menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars Aisyiyah. Sambutan dari Ketua PCM Tempel  Samsul Alam, M.Si  “ Alhamdulillah Musycab Muhammadiyah  dan Aisyiyah Tempel sudah berjalan lancar dan kondusif, sehingga menghasilkan keputusan yang baik”.    Harapan kepada pengurus untuk dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan ikut berperan dalam menjadikan masyarakat Tempel yang berkemajuan. Prosesi pengukuhan PCM dilakukan oleh PDM dan PCA oleh PDA sementara Majelis dan Lembaga PCM oleh PCM dan Majelis dan Lembaga PCA oleh PDA. Dalam Peneguhan ideologi oleh PDM H. Harjaka  menyampaikan “ Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam”. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat.  Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an (Az-Zumar 39:62). Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk korban gempa Maroko yang pada kali itu spontan KL Lazismu Tempel dibantu kader TS Cabang Tempel terkumpul sementara Rp 2.010.000,- Reportase Samsul Alam MSi PCM Tempel Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan dan Raker PCM Sleman dan PCA Sleman periode 2022-2027.

Sleman,Pdmsleman.or.id Bertempat di SMK Muh 1 Sleman berlangsung Pengukuhan dan Raker PCM Sleman dan PCA Sleman periode 2022-2027. Hadir selain PCM dan PCA Sleman terpilih, dari PDM Sleman H.Nasirun dan H. Arif Mahfud MPd I , sedangkan dari PDA Sleman hadir dra. Hj. Hanik Rosyada, MAg dan    Retno Safitri MAg. Nampak hadir pula Panewu Sleman Joko Susilo SP, MSi dan Forkompinda Sleman serta tamu undangan lainnya dari LDII, MTA, MWC NU Sleman dan KUA Sleman. Panewu Sleman dalam sambutannya mengatakan, Muhammadiyah dalam gerakan selalu membangun untuk kepentingan umat disamping sebagai dinamisator untuk taraf hidup yang lebih baik. “Seperti sekarang ini masalah sampah menjadi masalah bersama. Bagaimana Muhammadiyah bisa hadir.” Tandas  Joko Susilo. Sementara dari PDM Sleman menyampaikan tentang 5 sikap atau karakter Muhammadiyah berupa Karakter Islam Berkemajuan yang disampaikan oleh H. Nasirun. Sementara ketua PDA Sleman Hanik Rosyada menyampaikan adanya beberapa tambahan majelis diantaranya Majelis Budaya, ditambah olahraga, Majelis dikdasmen ditambah Paud. Hanik mengajak Muhammadiyah PCM Sleman dalam kegiatannya sebaiknya selalu menggandeng PCA Sleman. Agar program kerja dapat seiring sejalan. Setelah Sertijab dilanjuntukan dengan rapat kerja dan sidang pleno hasil raker. Reportase H. Ashari SIP PCM Sleman MP PDM Sleman

Loading

Musyran PRM Sidoagung Godean

Godean, Pdmselan.Or.id Ahad pagi ini, (17/9) bertempat di SD Muhammadiyah Sangonan 3, Genitem, Sidoagung Godean diadakan Musyawarah Ranting Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidoagung. Dalam sambutan Ketua PCM Godean, Haris Darmawan menyampaikan beberapa hal diantaranya Pimpinan Cabang Muhammadiyah  Godean berbahagia pada siang ini, karena PRM-PRA Sidoagung sedang melaksanakan musyawarah ranting, satu tahapan yang mesti dilalui ada penyelenggaraan musyawarah. Nikmat yang luar biasa pada saat ini, adalah nikmat iman, islam dari itulah kita mengenal Muhammadiyah, tentu kita berharap dapat mengambil peran yang lebih dari masa yang lalu. Menegaskan kembali esensi QS Ali Imran ayat 104, segolongan yang menyeru kebaikan yaitu Al Islam, serta hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhi hal-hal yang mendekatkan kita dari Allah. Muhammadiyah berdiri atas prakarsa seorang tokoh yang luar biasa, yang sudah berkembang 1 abad lebih. Muhammadiyah harus terus tegak berkembang memberikan kemaslahatan kepada umat. “ Muhammadiyah diharapkan menjadi “muflihun” atau keberuntung untuk kita raih. Kita perlu lebih mengenal Muhammadiyah, merupakan Gerakan Islam, tidak boleh stagnan, semua ortom dan pimpinan harus bergerak dinamis. Jika stagnan maka dipertanyakan makna gerakan yang sesungguhnya”. Islam menawarkan wasathiyah tetapi mendasari konsep irfani, bayani dan burhani dalam menjalankan aktifitas kehidupan. Memahami dalil perlu dengan tekstual serta mengembangkan secara konteksual dalam kehidupan beragama. Muhammadiyah tegak dan jelas dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan berpedoman dari AD ART Muhammadiyah. Sehingga harapannya memberikan kontribusi positif. Diharapkan menginisiasi lahirnya PM dan NA sehingga dapat memberikan peran yang lebih, generasi muda energinya banyak maka perlu saluran yang baik dan positif demi kemajuan bangsa. Musyran merupakan bentuk pertanggung jawaban kosekuensi kita sebagai seorang pemimpin, bukan soal keren-keren an tetapi ada pertanggung jawabannya Amanat dari Musypimwilsus terkait tahun 2024 agar tetap kondusif saling menghargai, Muhammadiyah diharapkan menampilkan atau mengajukan putra terbaiknya untuk sukses DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. Selanjutnya Amanat Lurah Sidoagung  Edy Utomo menyampaikan beberapa hal diantaranya, “ atas nama pemerintah Kalurahan Sidoagung mengucapkan selamat atas terselenggaraanya Musyran PRM Sidoagung. Muhammadiyah sebagai pelopor maupun penggerak, merupakan gerakan, fungsi Muhammadiyah adalah menggerakkan bukan sekedar organisasi, tetap harus ada gerakan”. Selanjutnya generasi akan berganti, Muhammadiyah juga merupakan gerakan perkaderan, harapannya kaderisasi dapat dihidupkan kembali. Potensi pemuda sangat baik dan bagus, maka jika Muhammadiyah tetap eksis tidak ada pilihan lain regenerasi harus dihidupkan, dengan mengaktifkan PM dan NA. Kita tidak pesimis dalam memulai sbuah gerakan, perlu ada usaha fundamental untuk memulai mengaktifkan kembali  generasi muda. Kita mulai dalam berbuat kebaikan, tentunya untuk menghidupkan kepedulian warga Muhammadiyah mengaktifkan generasi terbaik. Mari kita menjadikan diri menjadi umat pilihan berdasarkan Ali Imran ayat 10. Dimulai dari masing-masing keluarga dan jamaah. Ada tiga pilar : keimanan harus dibangun untuk semakin kuat dan kokoh. Janji Allah pasti jika suatu masyarakat iman maka Allah akan menurunkan rahmatnya, moral yang baik akan menjadi landasan kehidupan. Akhlak dalam menjalani aktifitas. Menjelang tahun politik harus menjaga kondusifitas. Reportase H. Wahdan A S.PD PCM Godean MPI PDM Sleman

Loading

PDM Sleman Mengikuti Workshop Penyusunan Tafsir Ringkas Ayat Ideologis dan Dakwah

Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka merespon kebutuhan mubaligh Muhammadiyah akan adanya tafsir Al Quran tematik yang ringkas, Majelis Tabligh (MT) PWM DIY menginisiasi penyusunan buku Tafsir Ringkas Ayat-Ayat Ideologis dan Dakwah. Kegiatan ini diawali dengan penyelenggaraan workshop selama satu hari, pada hari Sabtu, 16 September 2023, di gedung Tabligh Institute, Tirtonirmolo, Bantul, diikuti oleh para utusan dari Majelis Tabligh PDM dan mubaligh Muhammadiyah se-DIY. Tak ketinggalan, PDM Sleman turut mengirim tiga orang utusan, yaitu Drs. Suwandi, M.Pd.I, M. Taufiq, Lc., dan M. Wildan Wahied, SHI. Ketiganya merupakan anggota Majelis Tabligh (MT) PDM Sleman. Dalam sambutannya, Miftahul Haq, SHI, MSI, selaku Panitia sekaligus Ketua MT PWM DIY mengatakan, “ workshop tersebut merupakan kegiatan awal yang akan dilanjutkan dengan penulisan tafsir tematik oleh seluruh peserta workshop. Diharapkan, Januari 2024 nanti tulisan-tulisan tersebut dapat diterbitkan dalam bentuk buku sebagai pedoman praktis bagi para mubaligh Muhammadiyah”. Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Chirzin dan Dr. Ustadzi Hamzah sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Muhammad Chirzin yang merupakan anggota tim tafsir Al Quran Kemenag mengatakan, “para mubaligh Muhammadiyah membutuhkan model buku tafsir yang ringkas dan berisi, tematik, serta aktual dengan persoalan kekinian”. Menurutnya pula, untuk membedakan tafsir Muhammadiyah itu dengan buku tafsir lainnya, diharapkan tafsir ringkas ini nantinya juga mengetengahkan pendapat para ulama tafsir Muhammadiyah, seperti Hamka, KH Ahmad Azhar Basir maupun KH Djarnawi Hadikusumo. Selanjutnya Muhammad Chirzin menjelaskan langkah-langkah dan metode penyusunan tafsir ringkas tematik tersebut. Sedangkan Dr. Ustadzi Hamzah memaparkan salah satu contoh model tafsir ringkas yang dapat menjadi pedoman bagi para mubaligh, yaitu Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az-Zuhaili. Menurutnya, kitab tafsir itu ringkas dan sistematis, karena selain menjelaskan makna kalimat, tafsir itu menekankan pada maksud ayat serta pelajaran yang dapat diambil dari ayat tersebut. Ustadzi juga mengetengahkan contoh penafsiran terhadap Surah Ali Imran 110 yang menyebut umat Islam sebagai khairu ummah (umat terbaik). Dijelaskan, predikat sebagai umat terbaik itu tidak akan datang dengan sendirinya, melainkan baru dicapai jika umat Islam memenuhi syarat dan prasyarat yang dibutuhkan, yaitu amar ma’ruf nahi munkar yang dilandasi dengan keimanan. Dalam kegiatan tersebut peserta dibimbing melakukan praktek langsung menyusun tulisan yang berisi tafsir ringkas. Diawali dengan mengelompokkan ayat-ayat Al-Quran secara tematik, memilah ayat-ayat pilihan, kemudian menulis penjelasan singkat terkait ayat-ayat yang dipilih dengan merujuk pada beberapa kitab tafsir. Pada workshop tersebut, utusan dari PDM Sleman terlibat aktif dan tampak antusias mengikuti setiap kegiatan hingga berakhirnya acara. Liputan: Wildan Wahid S.Ag Majelis Tabligh PDM Sleman Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading