SEBUAH TANTANGAN

Catatan kecil.__ Jumat, 1 Maret 2024. Bertempat di Masjid Assyifa PDM Sleman, TPD SQ Sleman telah mengadakan Forum Kunsiroh. Dengan pembicara utama, calon DPD utusan Muhammadiyah. Yakni : Ir. Ahmad Syauqi Soeratno. Forum Kunsiroh ini juga dihadiri oleh Ketua TPW SQ DIY, Ketua TPD SQ Sleman, Ketu PDM Sleman, Ketua PDA Sleman, seluruh Ketua PCM se-Sleman, seluruh ketua PCA se-Sleman, seluruh Ketua TPC SQ se -Sleman, Sekoci Aisyiyah dan sejumlah relawan. Di awal acara, ketua TPD SQ Sleman : Kang Darojad mengatakan bahwa : “up date perolehan suara SQ di Sleman, sampai saat ini sebesar : 114.534 suara”. Perolehan ini melebihi ekspektasi. Target untuk TPD Sleman hanya sebesar 94.000 suara. Ini adalah buah dari kerja keras dari semua pihak. Yang tak kenal lelah. Mulai dari jauh hari sebelum pemungutan sampai di akhir rekap suara di Kabupaten. “Berkaca kepada hasil perolehan dari DPD yang lalu, sebetulnya kami di TPD ini sempat khawatir juga. Apakah perolehan suara SQ bisa mencapai target ?”, katanya. “Bahkan, beberapa hari sebelum pencoblosan, terutama di H-3 sampai H – 1, sempat berhembus isu. Ada sebuah survey yang menempatkan SQ itu berada di posisi 5 atau 6”, sambungnya. “Kami kemudian introspeksi ke dalam. Mencoba ngobrol di internal TPD. Ditemukan bukti bahwa : kabar itu tak jelas sumbernya. Siapa yang melakukan survey. Dan apa motifnya”. “Kesimpulannya, isu itu rasah digagas. Tetap fokus kepada sistem yang sudah disepakati dan sekarang sudah berjalan”, ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh pembicara kedua. Yakni : Ir. Asnan Latif, selaku Ketua TPW SQ DIY. Ir. Asnan Latif mengatakan bahwa : “perolehan suara SQ di Sleman yang begitu tinggi itu tak akan diperoleh tanpa sebuah kerja keras yang luar biasa dari semua pihak”. “Ini adalah sebuah pencapaian yang istimewa. Jauh lebih tinggi dibanding perolehan suara DPD periode sebelumnya. Yang hanya mendapat 49 ribuan”, tambahnya. “Ini adalah bukti adanya konsolidasi dari semua komponen warga Muhammadiyah. Baik PDM, PDA, PCM, PCA, PRM, PRA, Sekoci Aisyiyah, saksi dan relawan”, sambungnya. Atas keberhasilan peningkatan yang luar biasa ini kita perlu melakukan refleksi. Bagai mana caranya ? “Pertama”, dengan bersyukur kepada Allah. Keberhasilan ini semata mata adalah nikmat dari Allah SWT. Tanpa ridha dan anugerahNya, semua ini tak akan kita bisa capai. Sekalipun segala kemampuan telah kita kerahkan. “Kedua”, kenikmatan atau keberhasilan ini sesungguhnya adalah ujian. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam Surat Az Zumar 49 : “Maka apabila manusia ditimpa bencana dia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan nikmat Kami kepadanya dia berkata, “Sesungguhnya aku diberi nikmat ini hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui”. Maka, sudah sepantasnyalah jika kita kemudian melakukan kedua cara refleksi itu. Pada sesi akhir Forum Kunsiroh, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno memberikan sambutan. Kembali, Ir. Syauqi menyampaikan bahwa. keberhasilan TPD Sleman yang telah mendapatkan 114.532 suara adalah keberhasilan dari seluruh warga Muhammadiyah Sleman. Tidak boleh ada klaim sepihak bahwa pihaknyalah yang paling besar dalam memberikan kontribusi atas keberhasilan ini. “Kendati masih belum resmi dan final, tetapi secara umum kita sudah mendapatkan data. Bahwa total suara Syauqi di seluruh DIY adalah berkisar 390 ribu suara”, jelas Ir. Syauqi. Lebih lanjut, Ir. Syauqi menambahkan bahwa semua elemen warga Muhammadiyah DIY :“pertama”, wajib bersyukur atas capaian ini. “kedua”, ke depan, Muhammadiyah harus bisa menjawab tantangan atas persoalan yang dihadapi warga. Bagaimana cara kita menjawab tantangan itu ? Strateginya kita harus bersama sama dalam barisan dan shof yg rapat dan rapi. Dengan barusan yang rapat dan rapi itu Insya Allah kita akan bisa membangun bangunan yg kokoh dan kuat. Bangunan yang bukan hanya sebagai tempat perlindungan, namun juga bisa memberikan manfaat bagi warganya. Hmmm …..,Ternyata kerja belum selesai.(*) Minggir, 5 Maret 2024.Selepas Dzuhur. Uwik DS.

Loading

Kunjungan PDM Sleman dan 25 Kepsek SMP Muhammadiyah se-Sleman ke Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru

JAKarta, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangkaian kegiatan CB (Capacity Building) ke Jakarta dan Olympicad ke-7 di Bandung yang cukup menarik diawali ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Rabu, 6 Maret 2024. Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran menjadi kekuatan dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah di Kebayoran Baru terdiri dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 9 dan SMA Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dalam satu komplek di Jalan Limau Bendi Kebayoran Baru Jakarta Selatan selain itu PCM juga mengelola 1 Rumah Sakit Taman Puring. Semua menjadi satu managemen PCM Kebayoran Baru. Menurut Kepala Sekolah Ahmad Saifuddin, S.Pd bahwa kurikulum sesuai kebutuhan dan pembiasaan di komplek Limau Bendi terdiri dari tiap hari dimulai jam 6.45 WIB berupa menyanyikan Indonesia Raya, Mars Sang Surya dan Mars SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk siswa SD berupa Sholat Duha. Sementara untuk SMA wudhu dari rumah kemudian sholat duha di kelas masing-masing. “Adanya tamu menjadi berkah dari tamu tersebut ” tambah Ahmad Saifuddin. Dalam sambutannya Drs. H. Abdul Kasri wakil ketua PDM Sleman menyampaikan rasa gembira karena dapat bersilaturahmi. Harapannya membawa berkah bagi kita semua terkhusus bagi 25 SMP Muhammadiyah se-Sleman untuk dapat diterapkan di Sleman. Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kebayoran Baru Ahmad Said Matondang, ME, Sy banyak membuat tawa dan canda dalam menyampaikan “Konsep dan Strategi Sekolah Muhammadiyah Unggul dan Mencerahkan.” Ahmad Said Matondang sebelumnya juga guru SD dan kepala sekolah Muhammadiyah menyampaikan bahwa dengan pelayanan yang prima atau service excellen dimulai tahun 2017 dari 1325 siswa saat ini menjadi 2.543 siswa di Komplek ini terdiri dari SD Muhammadiyah 5, SMP Muhammadiyah 9 dan SMP Muhammadiyah 3 Jakarta. Ketiga sekolah ini dikelola oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran dimana tiap selasa koordinasi rutin dengan sekolah. Bahwa sekolah Muhammadiyah itu harus memantaskan diri dalam pelayanan, jika pelayanan 5 menit bisa kenapa harus ditunda, selain itu juga inovasi sekolah, dan branding. Selanjutnya Ahmad Said Matondang memberi kiat dan prinsip agar sekolah itu unggul dan berkemajuan yakni: memiliki ruh Islami, misi dakwah dan tajdid, keikhlasan dari pimpinan dan kader, sistem modern, adaptif terhadap perubahan dan rahmatan lil alamiin. Selanjutnya segenap peserta diajak berkeliling melihat proses pembelajaran interaktif dan menarik serta penampilan tiap ruang dan sudut sekolah yang tertata rapi, kelas ber-ac, bahkan ada music corner, GOR bulutangkis dan futsal di komplek Jalan Limau Kebayoran Baru satu komplek dengan Uhamka Jakarta Selatan. Reportase H. Wahdan Arifudin S.PD, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman

Loading

Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah Ke-2, Angkat Tema Shalat Lail dan Permasalahannya  

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Tabligh PDM Sleman telah menyelenggarakan Kursus Intensif Mubaligh Muhammadiyah (KIMM). Bertempat di Ruang Lab SMK Muhammadiyah 2 Sleman, pada hari Sabtu  2 Maret 2024 mulai pukul 08.30 hingga 11.30 diiikuti oleh 60 peserta dari berbagai cabang se-Kabupaten Sleman. Acara KIMM ini menghadirkan Ustadz Asep Shalahuddin, S. Ag., M.Pd.I. dari MTT PP Muhammadiyah. Yang mendasari program ini, adanya fakta di lapangan, bahwa produk-produk pemikiran persyarikatan seperti: HPT, Fatwa Tarjih dan lainnya, semestinya telah tersosialisasi dengan baik di kalangan warga Muhammadiyah. Namun sering muncul pertanyaan dari warga Muhammadiyah mengenai masalah penting tertentu, sedangkan masalah itu telah ada jawabnya di dalam produk-produk persyarikatan tersebut. Untuk itu perlu forum kajian keislaman dalam format kursus singkat, serta dilakukan secara intensif dan berkala. “ Lewat kursus ini peserta diajak mengkaji suatu topik keislaman secara utuh dan tuntas, untuk kemudian disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah serta umat Islam pada umumnya”. Demikian disampaikan oleh ketua Majelis Tabligh PDM Sleman, Wildan Wahied, SHI. Secara khusus, KIMM juga bertujuan untuk memahamkan para mubaligh terhadap masalah keislaman yang menjadi kekhasan manhaj Muhammadiyah. Misalnya masalah hisab haqiqi wujudul hilal, shalat Tarawih 4-4-3, shalat iftitah dalam pengamalan di bulan Ramadhan. Sementara itu Ustadz Asep dalam makalah yang berjudul “Shalat Lail dan Permasalahannya”, serta power point (PPt), Ustadz asal Garut ini menuturkan bahwa shalat lail disebut juga tahajjud, witir, qiyamu lail ataupun qiyamu Ramadhan. Adapun mengenai jumlah rakaat sholat lail, 11 rakaat. Berdasarkan hadits Riwayat Abu Salamah bin Abdirrahman Ketika bertanya kepada ‘Aisyah. Sedangkan mengenai urutan rakaat, ada 10 cara (Tanya Jawab Agama 3, 107-115). Yang umum 4-4-3. Ustadz Asep mengingatkan kepada takmir masjid binaan Muhammadiyah “ agar di saat memulai Ramadhan tak hanya mengumumkan kegiatan Ramadhan saja, namun yang lebih penting menjelaskan tata cara pelaksanaan shalat lail ataupun shalat tarwih”. Dimulai dengan shalat iftitah yang ringan tetapi bukan cepat, boleh sendiri maupun berjamaah. Kemudian shalat tarwih yang dilakukan dengan tetap tumakninah dan diselingi istirahat. Setelah ceramah, acara dilanjutkan tanya jawab dan foto bersama. Mengenai materi kajian pada KIMM 3 yang akan datang di saat menghadapi Idul Adha, peserta boleh mengusulkan topik masalah yang perlu dikaji. Reportase Suwandi (SWD) Majelis Tabligh PDM Sleman.  M. Ridwan Sekretariat PDM Editor  Arief  Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MALAM SERIBU KISAH

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 13). Sore sudah berganti malam. Adzan Isya sudah lewat beberapa saat. Kami masih fokus di Posko Wisma Ngloji. Tetap dengan kekuatan penuh. Tiba-tiba, di group saksi SQ Minggir ada barita masuk. “Kalau mau nyerahkan hasil salinan C1 kemana ya ?”, tanya seorang saksi. Saya segera menjawab : “Ke Posko Ngloji. Serahkan ke kordesnya masing masing. Setelah menerima salinan C1 hasil, kordes akan menyerahkan uang transport saksi”. Tiba tiba, Mas Fathan memberitahu saya : “Pak Dwi, nyuwun sewu. Mohon sekalian disampaikan ke saksi. Bahwa salinan C1 hasilnya, sebelum diserahkan ke Ngloji harus sudah ditandatangani oleh KPPS serta seluruh saksi DPD di TPS yang bersangkutan”. “Oke. Mas. Makasih”, jawab saya. “Satu lagi Pak. Bahwa salinan C1 yang ditanda tangani itu jumlahnya 3 lembar”, sambung Mas Fathan. Maka, buru buru, saya segera memberikan pengumuman di Group saksi SQ Minggir, terkait dengan hal tersebut. Waktu terus merangkak. Tim IT dan kordes Sendangarum nampak sudah mulai melakukan pengecekkan ulang. Tanda bahwa di tim mereka, pekerjaannya sudah hampir rampung. Tapi, masih ada beberapa tim di ranting lain yang masih sibuk. Salah satunya justru di ranting Sendangmulyo. Yang adalah tim bagian saya dan Raihan. “Ada kendala apa Mas ?”, tanya saya ke Mas Fathan. “Ini masih ada 3 orang saksi yang sama sekali belum kirim data dan foto C Plano Pak”, jelasnya. “Saksinya sudah dihubungi kah ?”, tanya saya. “Mas Raihan sudah beberapa kali WA dan nelpon saksinya. Tapi tidak terhubung”, jelasnya. Di Tim Sendangmulyo inilah satu satunya tim yang merupakan tim dengan kerjasama antara guru dan murid. Mas Fathan adalah guru TI di SMAN Seyegan. Dan Raihan adalah muridnya. Raihan sudah lulus tahun lalu. “Apakah opsi terakhir sudah ditempuh ?”,:tanya saya. “Wah maaf Pak. Kayaknya saya tidak ada teman yang menjadi KPPS di TPS tersebut”, jelasnya. “Oke… Oke… Kalau gitu, kita akan turun ke TPS tersebut”, kata saya. Maka, saya dan Raihan, terpaksa turun. Meluncur ke TPS yang bermasalah tersebut. Tak butuh waktu lama, kami sampai lokasi. Raihan menemui saksi Syauqi di TPS. Mereka terlibat perbincangan. Saya berada di kejauhan. Nampak, Raihan agak kewalahan. Sayapun mendekat. Ikut dalam pembicaraan. Ternyata, si saksi tidak membawa HP. “Nembe kula chas Pak !”, katanya. Saya langsung jelaskan ke bapak saksi : “Njenengan mangkih, langsung kondur mawon. Mendhet HP ne. Lajeng, nika lembaran C1 Plano nika sing ditempel teng ngajeng nika, mang foto. Terus mang kirim teng nggene HP ne Mas Raihan niki nggih”. “O nggih Pak. Matur nuwun. Mangkih kula pendhete”, sambungnya. “Sak estu lho Pak nggih ! Kula tengga !”, tegas saya. Kamipun meluncur pulang. Balik ke posko Ngloji. Waktu terus merambat. Tak bisa dihadang, walaupun sesaat. Semakin malam. Tiba tiba, di Group saksi SQ Minggir,“Mohon info. Ini ternyata salinan C1 hasilnya belum bisa kami dapatkan. Kata panitia, nanti diberikan ke saksi, menunggu penghitungan suara selesai semua”, kata seorang saksi. Dan, setelah itu, Group Saksi SQ Minggir bertambah riuh. Banyak saksi yang memberikan komentar senada. “Pak Dwi, mohon kebijakannya. Kalau seperti itu, kami bisa nunggu sampai tengah malam ini”, sela seorang saksi. “Sampai Subuh, bisa bisa belum selesai ini Pak !”, kata yang lain lagi. Saya segera tanggap. Saya berikan pengumuman di Group saksi SQ : “Terkait dengan pengumpulan salinan C1, Posko Ngloji akan buka 24 jam. Nanti akan ada petugas yang berjaga”. Tiba tiba, kordes Sendangrejo, Mas Nur Sahid menghampiri saya. “Pak, ini ada beberapa saksi kami, yang sampai dengan saat ini masih nunggu salinan C1. Kasusnya sama dengan yang lain. Mereka belum dikasih salinannya”, katanya. “Maksud saya begini Pak. Berhubung beberapa saksi kami, terutama yang ibu ibu dan yang sepuh sepuh itu, mereka kalau nunggu sampai tengah malam atau bahkan pagi besok, kan kasihan”. “Ini kami hanya menyampaikan usulan yang datang dari mereka. Apakah boleh, misalnya mereka malam ini pulang dulu. Dan salinan C1 nya baru akan diambil besok pagi. Lalu, akan diserahkan ke Ngloji besok pagi juga”. Setelah mendengarkan usulan Mas Nur Sahid itu, saya lalu berdiri. Berjalan menyeberang ke ruang sayap Utara. Tempat para senior kordes dan ketua TPC berada. Saya sampaikan masukan dari mas Nur Sahid itu. Semua senior kordes mendukung. Dan menyepakati. Bahwa : Berbekal hasil kesepakatan dengan senior kordes dan ketua TPC tersebut, sayapun segera menelpon Mas EnKa. Panjang lebar saya ceritakan kepadanya. Mas EnKa juga menyetujui kesepakatan itu. Saya sempat membaca suasana Group Saksi SQ Minggir. Nadanya tetap sama. Mereka menginginkan ada kebijakan. Berbekal tambahan informasi itu, maka saya segera putuskan untuk mengumumkan kesepakatan antara semua tim TPC SQ. “Mohon maaf nggih Bapak Ibu, Mas Mbak saksi SQ. Kami tidak bisa memberikan kebijakan, seperti yang Anda semua harapkan. Sampai saat ini, kami masih berpegang pada kebijakan TPD. Bahwa salinan C1 nya harus ditandantangani dulu. Baru kemudian diserahkan ke Posko”. “Berdasarkan usulan dari beberapa saksi sendiri serta kesepakatan dengan seluruh anggota TPC SQ Minggir, maka kami putuskan : Posko Ngloji akan ditutup pada pukul 24.00. Sehingga penyerahan salinan C1 maksimal akan dilayani sampai jam 24.00”. “Selanjutnya, Ngloji akan dibuka kembali besok pagi”.(*) Minggir, 25 Feb. 2024Selepas pulang dari sawah. Uwik DS.

Loading

Kunjungan Balasan Delegasi Guru Besar Kluang Johor Malaysia ke Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sebanyak 29  personil dan guru besar Kluang Johor Malaysia melakukan lawatan balasan ke Sleman Yogyakarta diterima Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa malam, 27 Februari 2024 mereka di bawah pimpinan Guru Besar Tuan Johadi bin Parco disambut dan diterima dengan hangat dalam Gala Dinner International School Colaboration. Acara ini digelar atas inisiasi BKS (Badan Kerjasama Sekolah) SMP Muhammadiyah se-Sleman dan  Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman serta Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih atas kerjasama antar sekolah di SMP Muhammadiyah se-Sleman dengan Sekolah di Kluang Johor Malaysia. “ Hal ini akan menjadikan kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman karena saling menerapkan dan mengisi demi kemajuan pendidikan di Sleman”. Ketua BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman Hendro Sucipto, S.Ag, M.Pd  menyampaikan ucapan terima kasih sehingga acara ini dapat berjalan atas dukungan berbagai pihak baik teman-teman 25 kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman yang hadir semua pada malam itu juga Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman serta Pemkab Sleman. Acara kunjungan ke Kluang Johor beberapa waktu lalu bulan November 2023 ke SK Tunku Mahmood 2 sekaligus menjalin kerjasama di bidang pengembangan pendidikan. “ “Selanjutnya semoga SMP Muhammadiyah se-Sleman Insya Allah sekolah unggulan”, pungkas Hendro Sucipto. Acara dihadiri juga ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Ag, S.Pd, MA dan segenap jajarannya, yang menyampaikan gembira dan senang namun sekaligus rasa deg-degan karena menyambut para guru besar atau profesor jika di Indonesia ternyata guru besar itu kepala sekolah. Kedepan semoga semakin maju kerjasamanya.  Selain itu juga hadir kepala Dinas Pendidikan Sleman Drs. H. Ery Widaryana, M.M dan segenap jajarannya serta ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman H. Surakhmad, S.Pd dan jajarannya. Juga hadir perwakilan BKS SD dan SMA/K Muhammadiyah se-Sleman. Kehadiran tamu guru besar atau rombongan kepala sekolah dari Kluang Johor Malaysia disambut dengan lagu-lagu oleh perwakilan kepala sekolah SMP Muhammadiyah se-Sleman di bawah koordinasi  Hasanuddin Salimi, M.Pd yang juga ketua Lembaga Seni dan  Budaya PDM Sleman. Acara menjadi meriah setelah pidato dari Guru besar Kluang Johor yakni Johadi Bin Parco yang cukup memahami perjuangan dari Kyai Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan juga pesan-pesan Kyai Ahmad Dahlan untuk “Hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Tuan Johadi juga tak kalah ikut menyumbang lagu pada kesempatan malam itu. Acara ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. Reportase H. Wahdan Arifudisn S.Pd  KS SMPM 1 Tempel , MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Rutin Masjid Uswatun Hasanah Godean, Hadirkan Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M.

Godean, Pdmsleman.Or.Id Pengajian Rutin tiap Rabu Pon di Masjid Uswatun Hasanah 21 Februari 2024 malam terasa beda karena dihadiri oleh calon senator Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta yakni Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. yang memberikan tausyiah. Menurut Haris Darmawan selaku ketua Pimpinan Muhammadiyah Godean yang mendapat kehormatan sambutan oleh takmir menyampaikan bahwa, “ bulan Romadhan sudah tinggal 20 hari harus kita sambut dengan gembira seraya berdoa semoga kita dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini”. Selain itu Masjid Uswatun Hasanah nanti menjadi tuan rumah pengajian buka puasa tiap Jum’at yang diadakan Majelis Tabligh PCM Godean  pada Jum’at ketiga Ramadhan tanggal 29 Maret 2024. PCM Godean juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang sudah mendukung dan mensukseskan calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Dapil D.I. Yogyakarta yakni Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. , semoga Syauqi nantinya terus diberi kesehatan dalam mengemban amanah dan menyuarakan aspirasi masyarakat di Senayan sebagai anggota DPD RI.  Dalam pengajian ini Ir. H. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. menyampaikan bahwa “ puasa Ramadhan merupakan kewajiban bagi orang-orang beriman sebagaimana tertuang dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 183 agar menjadi orang bertaqwa. Selama sebulan menjadi tempat berlatih untuk menjadi orang bertaqwa, mentaati perintah dan menjauhi larangan. Manfaat berpuasa diantaranya kita bisa lebih sehat, disiplin dan tertib. Pada akhirnya kita menjalani puasa itu insya Allah dosa kita dihapuskan sebagaimana bayi. Jadi menjaga niat itu penting untuk menjalani puasa. Derajat takwa tertuang dalam Ali Imron ayat 133. Yakni mereka yang menginfakkan di kala luang dan sempit. Untuk itu jangan disia-siakan bulan Ramadhan Pengajian ini merupakan pengajian pertama setelah pemilu 14 Februari 2024, untuk itu kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan keikhlasan ibu bapak jamaah masjid Uswatun Hasanah. InsyaAllah dengan dukungan keikhlasan ibu bapak maka akan menjadi barokah. Masjid Uswatun Hasanah terletak di   Pirak Bulus Sidomulyo Godean Sleman, adapun ketua takmir adalah Najib Mabruri, S. Hut. Masjid Uswatun Hasanah sendiri terletak di   Pirak Bulus Sidomulyo Godean Sleman.   Reportase  H. Wahdan Arifudin S.Pd   Sekretaris PCM Godean, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading