Azman Latif Mengapresiasi Usaha Relawan, Saksi, dan Pemilih

Sleman Ketua Tim Pemenangan Wilayah Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, MM untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Azman Latief memberikan apresiasi pada penyelenggaraan Pemilu serentak yang digelar pada Rabu (14/2). “Kami memberikan apresiasi kepada semua relawan, dan saksi yang telah berusaha dengan optimal untuk mendukung, dan menyukseskan pencalonan Ahmad Syauqi Soeratno mulai dari pencalonan sampai dengan pemilihan dengan berbagai usaha maksimal,” ujarnya. Azman menambahkan bahwa kerja kolektif dan gotong royong dari semua tingkatan menjadi energi positif untuk membawa aspirasi masyarakat. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para pemilih yang telah memberikan kepercayaan kepada Ahmad Syauqi Soeratno. Tentu kami memberikan apresiasi penyelenggara pemilu, baik KPU, Banwaslu dengan segenap perangkatnya di semua tingkatan terutama di TPS,” tambah Azman lagi. Sebagaimana release yang diterima redaksi pada Kamis pagi. Ahmad Syauqi Soeratno adalah calon anggota DPD RI dari DIY yang dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan. Memiliki kompetensi dan jejak rekam yang bagus, Ahmad Syauqi Soeratno menjadi salah satu kandidat yang diharapkan banyak pihak mampu menyuarakan aspirasi warga DIY. “Setelah pemilihan, kita perlu menjaga suara yang didapatkan Ahmad Syauqi Soeratno sampai titik terakhir. Jaga kesehatan, mari bergadengan tangan bersama menjaga suara yang diamanahkan warga DIY, bersama para relawan dan saksi,” tutupnya. (fj)

Loading

Pemimpin dalam Islam

Nur Rohman سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari tak pernah ditahan untuk seorang manusia pun, selain untuk Yusya’ di hari ketika ia hendak menaklukan Baitul Maqdis”. [H.r. Ahmad]. Setalah kita pelajari, Yusa’ merupakan murid dari nabi Musa As. Namanya adalah Yusya’ bin Nun bin Ifrosun bin Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim As. Ia melanjutkan perjuangan Nabi Musa dan Nabi Harun As dalam pembebasan Baitul Maqdis dari kelompok dzalim. Waktu itu, peperangan tidak bisa terelakkan, dan peperangan pun terjadi. Tepatnya hari jum’at, kita tahu bahwa Yusa’ bin Nun dan pengikutnya berasal dari Bani Israil, maka sesuai syariat yang diturnkan melalui Nabi Musa As, Bani Isral diperintahkan untuk berhenti beraktivas pada hari sabat (Sabtu). Karena peperangan yang tidak kunjung berakhir, maka dipastikan bahwa pasukan Yusya’ bin Nun akan kalah. Hingga waktu Ahsar pun tiba, lalu Yusya’ bin Nun berkata kepada Matahari. ‘Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!’ Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya.” [H.r. Muslim] Terdapat beberapa hal yang perlu kita ketahui dari pembentukan pasukan Yusya’ bin Nun dalam pembebasan Baitul Maqdis. Di sana terdapat tiga syarat utama untuk menjadi pasukan Yusya’ bin Nun. Ini kita ambilkan dari H. r. Muslim: Salah satu dari nabi telah melakukan perang suci. Ia berkata kepada kaumnya: “ Barangsiapa yang telah menikahi seorang perempuan dan berkehendak untuk bercampur dengannya namun belum terlaksana; lalu mereka yang sedang membangun rumah namun belum menegakkan atap rumahnya; juga mereka yang telah membeli kambing-kambing dan unta-unta yang hamil dan menunggu kelahirannya, mereka itu tidak akan ikut (untuk berperang) bersamaku.” [H.r. Muslim] Dapat kita petik pelajaran dari keempat hadits dan kitab Ibnu Kathir serta kitab as-Sa’di, bahwa untuk mendapatkkan sesuatu yang besar hati kita tidak boleh tertawan pada kecintaan hidup di dunia. Hal ini juga terbukti dari banyak sejarah, salah satunya adalah pembebasan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih. Rasulullah SAW bersabda: “Konstaninopel itu pasti dibebaskan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” [H.r. Bukhari] Konstantinopel itu merupakan kota yang luar biasa. Kota ini di ujung pulau dikelilingi tiga sisi lautan; selat Bosphorus, laut Marmara, dan selat Tanduk. Daratannya, dikelilingi oleh dinding yang tingginya 30 meter, lebarnya 9 meter, dan dilindungi parit sepanjang 7 meter. Begitu luar biasanya Konstaninopel ini, hingga Napoleon Bonaparte -seorang pemimpin militer dan kaisar Prancis- pernah mengatakan; “Andaikata dunia ini merupakan suatu negara, maka Konstaninopel inilah yang layak menjadi ibukotanya. Banyak pemimpin yang mendengar hadits Rasulullah di awal, maka banyak pemimpin yang tergoda untuk membebaskan Konstantinopel dan membawa Islam masuk ke Konstaninopel. Tercatat dalam sejarah, Sulaiman bin Abdul Malik gagal, Abu Ayub al-Anshari gagal, Harun al-Rasyid gagal, Sultan Yazid I gagal, dan Sultan Murad II gagal. Lalu lahirlah seorang anak, namanya Muhammad. Dia mengazamkan dalam hatinya, bahwa dia ingin membebaskan Konstaninopel. Dia kumpulkan 40.000 anak untuk dilatih ilmu fisik, agama, dan perang dalam upaya penaklukan konstantinopel. Untuk meruntuhkan dinding Konstantinopel, dia menciptakan sebuah senjata yang mampu melemparkan sebuah peluru yang beratnya 700 kg. 21 tahun dia menjadi pemimpin negara Islam waktu itu. Ketika dia menjadi khalifah, tahun 1453, Muhammad al-Fatih membawa 250.000an pasukan dan 400 kapal perang di usianya yang masih 21 tahun untuk membebaskan Konstantinopel. Dari sebelah Barat, Selatan, Utara pasukan Muhammad al-Fatih harus melawan pasukan darat dan laut Konstantinopel. 14 hari perang tidak ada tanda-tanda kemenangan, kemudian sebagian dari pasukannya berkata: “Sudahlah Muhammad al-Fatih, kita menyerah saja, kita pulang saja, dan kita serang di lain waktu”. Namun apakah Muhammad al-fatih menyerah? Tidak. Jadi, kunci pertahanan Konstantinopel itu karena lautannya dikelilingi oleh rantai, sehingga kapal-kapal Muhammad al-Fatih tidak bisa melewatinya. Apa yang dilakukan oleh pemuda usia 21 tahun ini? Muhammad al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk memindahkan 70 kapal perang dari selat Borphorus menuju selat Tanduk melalui gunung Galatai yang panjangnya 3 mil. Jadi bayangkan! 70 kapal perang ditarik dengan tenaga manusia, menaiki sebuah gunung dalam waktu satu malam, hingga Umar Ostuna dalam kitabnya Ustmani Tarikhi mengatakan: “Kalian tidak pernah melihat, dan tidak pernah mendengar sesuatu yang luar biasa seperti ini. Muhammad al-Fatih telah membuat bumi menjadi lautan, dan dia telah menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak gunung sebagai pengganti gelombang lautan. Sungguh, kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan Alexander Agung. 29 Mei 1453, akhirnya takbir pun membahana dilangit Konstantinopel. Kesokan harinya, Muhammad al-Fatih mengumpulkan pasukannya untuk persiapan sholat Jum’at. Salah satu sholat Jum’at yang panjang panjang dalam sejarah, 6 KM. Dia ingin memilih pasukan terbaik untuk menjadi imam sholat. Dia meminta seluruh pasukannya untuk berdiri, kemudian bertanya; “wahai pasukanku, siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat wajib semenjak akil baligh silahkan duduk.” Tidak satu pun pasukannya duduk. Pertanyaan kedua; ”wahai pasukanku siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat rawatib semenjak akil baligh silahkan duduk.” Sebagian pasukannya mulai duduk. Dan pertanyaan terakhir: ”wahai pasukanku siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat malam semenjak akil baligh silahkan duduk.” Seluruh pasukan duduk, kecuali Muhammad al-Fatih. Tidak sulit bagi Allah untuk memenangkan pemimpin sebelumnya, tapi mengapa Allah memilih Muhammad al-Fatih? Mungkin Allah ingin menunjukan kepada kita, dulu pernah hidup seorang pemuda, yang dia menjaga kedekatannya dengan Allah. Dan dia membuktikan Q.S Muhammad ayat 7. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ Semoga pelajaran dari dua sosok di atas menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT dan memberikan gambaran bagaimana seharusnya kita membekali generasi kita dan juga generasi selanjutnya. Penulis Nur Rohman, Guru produktif SMKMUH2Turi Peserta DIklat Jurnalistik MPI 2024

Loading

Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana SMK Muhammadiyah 2 Sleman

Sleman, Pdmsleman.or.id Sabtu  10 Februari 2024 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang beralamat di Jl. D. Ronggowarsito No. 2, Medari  Jetis, Caturharjo Sleman Kabupaten Sleman. Acara ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebanyak 50 peserta dari 18 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Sleman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Sleman, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) Sleman juga ikut serta mendukung acara ini. “Pelatihan ini ditujukan untuk institusi sekolah, di mana tak jarang bencana terjadi saat jam sekolah berlangsung, Kami berharap peserta dapat melakukan rencana tindak lanjut agar seluruh sekolah yang terlibat dapat mengimplementasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam kegiatan di sekolah” kata Prof. Zahrul Mufrodi, ketua tim PKM UAD yang juga ketua PCM Sleman ini. Tim PKM UAD yang dipimpinnya, bersama dengan anggota tim Afan Kurniawan, S.T, M.T; Dholina Inang Pambudi, M.Pd; dan Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc, berkomitmen untuk menyelamatkan sesama dan semesta di tengah ancaman bencana melalui kegiatan ini. Selain penguatan kapasitas terkait mitigasi kebencanaan, pada acara tersebut juga disampaikan informasi terkait deteksi dan pencegahan kecelakaan yang memungkinkan terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sekolah-sekolah untuk menghadapi bencana dengan lebih siap dan terkoordinasi. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak terkait, diharapkan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dapat terus ditingkatkan untuk melindungi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman, Source Mahmudi K.

Loading

Aisyiyah Minggir, Membangun Organisasi Perempuan Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan Melalui Pelatihan Administrasi

Minggir, Pdmsleman.Or.Id Organisasi Aisyiyah, yang dikenal sebagai sebuah wadah perempuan berkemajuan, menegaskan tekadnya untuk menggerakkan organisasi melalui berbagai kegiatan sesuai dengan hasil musyawarah program Rapat kerja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan pada hari Jumat, 28 Rajab 1445 H, bertepatan dengan 9 Februari 2024, di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Hj. Ras Haryani, dalam laporan panitia, menyatakan bahwa “ acara ini diikuti oleh 52 anggota pimpinan dari cabang dan ranting. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar anggota memahami tata aturan yang berlaku dalam organisasi Aisyiyah dan mengimplementasikannya dalam kegiatan organisasi”. Selanjutnya, Hj. Hanik Rosyada M.Pd Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, memberikan motivasi kepada peserta bahwa anggota pimpinan Aisyiyah memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui laporan. “ Mari kira bersama-sama membangun frekuensi dan persepsi yang sama dalam menjalankan administrasi organisasi sebagai salah satu indikator dari keteraturan organisasi”. Atika Nalattamma, wakil sekretaris Aisyiyah Sleman, menjelaskan secara rinci materi Kesekretariatan, termasuk tata aturan persuratan, logo, stempel, pengkodean, dan pengarsipan. Sementara itu, Dwi Putriyanti, Bendahara Aisyiyah Sleman, memaparkan materi Keuangan dengan cermat, termasuk contoh lembar keuangan dan cara membukukan serta melaporkan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehingga dialog dan interaksi berlangsung aktif hingga menjelang waktu Dhuhur. Kontributor  Hj. Hanik R M.Pd, PDA Sleman  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pemkab Sleman Resmikan Gedung Baru SMP Muhammadiyah 2 Prambanan: Investasi Pendidikan untuk Generasi Unggul

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menggelar acara peresmian Gedung SMP Muhammadiyah 2 Prambanan pada Rabu, 7 Februari 2024 yang terletak di Jalan Raya Piyungan Prambanan Sumberharjo Prambanan Sleman ini yang merupakan bantuan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Bupati Kustini menyampaikan “ rasa terima kasihnya kepada sekolah-sekolah di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang telah berperan aktif dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sleman. Dia mengakui kontribusi besar mereka dalam mencerdaskan generasi muda”. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widayana, mengungkapkan harapannya bahwa pembangunan gedung baru ini akan memotivasi guru dan siswa untuk lebih berprestasi dalam mencapai cita-cita pendidikan mereka. Diharapkan semangat baru ini akan memperkuat upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini. Nampak hadir pula segenap jajaran Muspikap Prambanan, Lurah Sumberharjo, PCM PCA Prambanan, tokoh Muhammadiyah setempat, Ketua Dikdasmen PDM Sleman H. Surahmat. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Prambanan, Dwi Wahyuningsih, menyatakan harapannya bahwa “ gedung baru ini akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah mereka. Dengan semangat belajar yang ditingkatkan, ia berharap akan lahir generasi muda yang berkualitas, baik dalam aspek spiritual maupun akademis”. Peresmian gedung baru ini merupakan langkah penting dalam investasi pendidikan di Sleman. Melalui upaya bersama antara pemerintah dan lembaga pendidikan, diharapkan akan lahir generasi yang Tangguh dan berakhlak mulia.

Loading

Haedar Ungkap Nilai Inklusif dan Keteladanan Memaknai Isra Miraj

Buletinsleman.ComKetua Umum Pimpinan Pusat Haedar Nashir mengatakan, Isra miraj merupakan satu kesatuan dengan kerisalahan Nabi Muhammad membawa ajaran Islam. Yakni berislam yang damai, toleran, ukhuwah, dan menebar segala benih kebaikan sebagaimana risalah Nabi akhir zaman. “Jauhi hal-hal yang menimbulkan masalah dan kerusakan dalam kehidupan. Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam,”tutur Haedar pada Kamis (8/2). Haedar juga mengungkapkan, bahwa dengan isra dan miraj juga kaum muslimin harus mengembangkan kecerdasan yang murni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan segala potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam memahami segala ciptaan-Nya, serta melahirkan peradaban yang utama bagi kehidupan di alam semesta ini. “Menjadi insan pembangun dan bukan insan perusak kehidupan. Jadilah pembelajar dan pemakmur kehidupan yang merahmati semesta. Nabi Muhammad hadir dengan risalahnya membangun al-Madinah al-Munawwarah, peradaban yang cerah-mencerahkan,” jelas Haedar.Selain itu, Isra miraj menurut Haedar memiliki nilai inklusif bagi kehidupan kemanusiaan dan semesta yang terjabarkan dalam tiga makna. Makna pertama, makna kekuasaan. Isra Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha mengandung pesan di atas pencapaian ketinggian ilmu manusia masih ada kekuatan ilahiyah.“Isra Miraj menunjukkan di balik kekuasaan manusia yang bersifat duniawi ada kekuasaan Allah, kekuasaan Tuhan yang bersifat ruhaniyah-ilahiyah atau divine power atau kekuasaan yang sakral,” tegas Haedar.Haedar menerangkan, siapapun baik itu manusia, sekelompok manusia, organisasi bahkan negara, lebih jauh lagi antar negara yang memiliki kekuasaan duniawi. “Jangan salah gunakan kekuasaan karena di balik kekuasaan duniawi ada divine power, ilahi, sakral Allah SWT,”tegas Haedar.Di atas langit masih ada langit, manusia seyogyanya dengan kekuatan yang dimiliki tetap rendah hati, tidak menyalahgunakan. Perang, penistaan, kezaliman dan segala kesewenangan terjadi karena ada kekuasaan manusia lepas dari kekuasaan ketuhanan. Kedua, diwajibkannya ibadah salat bagi Muslim dalam peristiwa Isra Miraj. Menurut Haedar, ibadah salat memiliki dua dimensi pesan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan manusia dengan manusia lainnya (habluminannas). “Salat dan ibadah dalam Islam punya dimensi habluminannas, memberi hubungan yang baik, damai dan manfaat bagi kehidupan. Sehingga, semakin banyak yang beribadah dengan baik semakin baik kehidupan antar manusia, baik dengan lingkungan dan alam,”papar Haedar. Haedar turut mengajak umat menjadikan Isra Miraj dengan buah dari salat membangun relasi kemanusiaan semakin baik, tapi juga relasi ketuhanan yang semakin dekat. Sehingga manusia semakin damai dengan langit dan semakin damai dengan bumi. “Artinya, bangun kehidupan yang lebih baik, adil, damai, tentram, aman, makmur serta hidup maju bersama, sehingga kehidupan menjadi penuh makna,” papar Haedar.Ketiga, dijalankannya dua risalah nabi setelah Isra Miraj. Dua risalah itu menyempurnakan ahlak beserta risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dua risalah ini mengandung makna Islam yang membangun peradaban sekaligus keadaban. Haedaar berpesan kepada umat dan pimpinan umat untuk meneladani Nabi dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam berdakwah secara hikmah dan uswah hasanah disertai amaliah nyata yang mencerdaskan dan mencerahkan akal budi dan akhlak utama. “Jauhi hal-hal yang meresahkan, menebar kebencian, amarah, dan membawa perpecahan. Berbangsa pun mesti menebar kebaikan dan mencegah keburukan dengan cara-cara dakwah yang baik untuk menunjukkan teladan utama,”tegas Haedar. Jika berjuang menegakkan etika, lanjut Haedar, tampilkan dengan etika yang luhur. Agenda utama umat Islam Indonesia sebagai mayoritas justru dalam menampilkan akhlak mulia disertai keteladanan serta maju dalam berbagai aspek kehidupan sebagai Khaira Ummah. Maka itu, tokoh dan organisasi keagamaan harus bawa Islam betul-betul jadi rahmat semesta bukan hanya retorika dan ujaran, tapi dalam tindakan dan keteladanan. Umat beragama, tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan harus bisa menunjukkan. “Sebagaimana Nabi Muhammad dengan uswah hasanah bahwa pilihan tentang kebenaran, tentang kebaikan dan tentang kepatutan hidup itu harus menjadi pancaran keberagamaan kita,” tutup Haedar.

Loading

Poskestren MBS: Wujud Amal Usaha Muhammadiyah di Bidang Kesehatan Bagi Seluruh Warga Pondok

MBS Sleman, Pdmsleman.Or.Id Poskestren atau Pos Kesehatan Pesantren merupakan amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan. Melayani para santri dan warga pondok pesantren yang membutuhkan pemeriksaan dan perawatan. Poskestren MBS terbagi menjadi dua area, yaitu di asrama santri putra dan asrama putri. Kepala Bagian Kesehatan MBS, Ustadzah Vani Anindya, Amd. Kep bertugas dengan dibantu oleh dokter serta Santri Husada. Perekrutan Santri Husada sendiri dipilih langsung oleh IPM Bagian Kesehatan.  “Santri yang terpilih menjadi Santri Husada berasal dari IPM dan dikhususkan untuk santri kelas XI. Proses perekrutannya sendiri diserahkan langsung oleh kader IPM Bagian Kesehatan pada periode kepengurusan sebelumnya,” tutur Nikhayatun Ni’mah, Ketua Santri Husada, santriwati SMA MBS Prambanan Sleman, ketika diwawancarai. Poskestren memiliki program-program yang menunjang untuk kesehatan warga pondok pesantren. Seperti screening kesehatan dan aksi gizi untuk para santri rutin dilaksanakan oleh Puskesmas Prambanan. Sementara itu, Santri Husada membantu dalam hal pengkondisiannya. “Santri yang terpilih sebagai Santri Husada harus memiliki komitmen yang kuat. Kami harus sigap setiap waktu. Jika ada santri yang sakit di waktu malam hari, maka kami harus segera memberikan pertolongan dan membawanya ke poskestren untuk mendapatkan penanganan segera,” lanjut Nikha, sapaan akrab santriwati yang kini duduk di bangku kelas XI IPS 3 ini pada Kamis siang. Secara lebih lanjut, Nikha juga menegaskan bahwa santri yang memiliki keinginan untuk bergabung dengan Santri Husada, tidak terbatas pada latar belakang jurusan MIPA. Bagi teman-teman santri yang ingin menjadi bagian dari Santri Husada tetapi berada di jurusan IPS, tetap bisa bergabung, seperti dirinya yang sudah bergabung sejak bulan Juni 2023 hingga sekarang.             Apabila ada santri yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka dokter atau perawat yang bertugas akan memberikan rujukan ke rumah sakit yang telah menjalin kerja sama dengan pondok, seperti RS PDHI. Poskestren sendiri juga telah memiliki layanan ambulan sehingga lebih memudahkan akomodasi ketika butuh pelayanan segera ke rumah sakit. Sebagai wujud dari amal usaha Muhammadiyah, Poskestren MBS juga bekerja sama dengan bagian konseling At Tanwir. Jika terdapat santri yang mengalami masalah psikis, maka akan diarahkan untuk konseling di At Tanwir. Sebab masalah kesehatan santri tak selalu berkaitan dengan fisik, namun ada juga psikis. Permasalahan psikis yang dimaksud seperti kesulitan untuk beradaptasi di lingkungan pondok atau mengalami kesulitan belajar. Adanya Poskestren di pondok pesantren ini sangatlah membantu. Sehingga santri bisa segera mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang layak. Dokter dan perawatnya pun bekerja dengan profesional. Keberadaan Poskestren MBS membuat para orang tua/ wali santri tidak perlu was-was. Jika anak mereka sakit, maka bisa segera berobat ke Poskestren secara gratis. Tentunya dengan adanya amal usaha Muhammadiyah bagian kesehatan sangat diperlukan untuk selalu siap sedia melayani warga pondok pesantren. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P. dari SMP MBS Sleman Peserta Diklat Jurnalitik Berkemajuan 2024 Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gebyar Milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dan Strategi Memperkenalkan Sekolah Secara Luas

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor  : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024

Loading

Pelatihan Pajak MEBP PDM Sleman

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Menjelang batas akhir pelaporan SPT Tahunan. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MEBP PDM) Kabupaten Sleman mengadakan Pelatihan Pajak secara khusus pada Selasa, 6 Februari 2024.  Bertempat di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman. Pelatihan ini dibersamai oleh Pembicara yang juga Konsultan & Praktisi Pajak Arif Nurman Hakim, SE., Ak., BKP, CA dari Tax House Mitranata Yogyakarta. Ketua MEBP PDM Sleman Anton Nugroho dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “Menjelang deadline wajib pajak pribadi di bulan Maret dan wajib pajak badan di bulan April. Selaku Majelis di Muhammadiyah Sleman yang membidangi urusan bisnis dan ekonomi, kami punya kewajiban untuk mengedukasi jamaah.” “Jangan sampai karena ketidaktahuan kita. Kita harus mengeluarkan biaya hanya untuk bayar denda keterlambatan pajak”, pungkas Anton. Arif Nurman Hakim mengawali diskusi dengan menyatakan bahwa saat ini pemasukan negara lebih dari 60% ditopang oleh pajak. Sehingga, mau tidak mau, setiap warga negara Indonesia, apapun profesinya, karyawan ataupun pengusaha harus melek pajak. Arif memaparkan secara panjang lebar tentang pentingnya pelaporan pajak bagi para pengusaha, apa resikonya bila tidak melapor. Bahkan juga aturan-aturan terbaru tentang pajak, terutama kebijakan terbaru pemadanan NIK dan NPWP. “Dengan kebijakan terbaru 2024, pemadanan NIK di KTP dengan NPWP. Setiap dari kita tidak akan mungkin lari dari pajak”, tegas Arif. Arif menutup materinya dengan menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus lebih serius dalam soal perpajakan. “Dinamika perpajakan itu tidak lagi hanya urusan karyawan atau pengusaha. Bahkan, Sekolah Muhammadiyah, Kampus Muhammadiyah pun hari ini darurat melek pajak”, pungkas Arif. Reportase Muhammad Zulfi Ifani (MEBP PDM ٍSleman) Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peran Aisyiyah Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Di Pemilu 2024

Turi, Pdmsleman.Or.Id   ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita dalam Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Muhammadiyah. Risalah Perempuan Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah tahun 2022 menempatkan perempuan memiliki kesempatan luas sekaligus penting sebagai aktor perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang Majelis Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan hak asasi manusia.    Pemilu merupakan  salah satu upaya untuk menjaga nilai-nilai itu dengan cara ‘Aisyiyah menjaga jarak dengan partai politik manapun. Tetap menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik, dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.     Namun dalam menerapkan program ternyata mengalami beberapa permasalahan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi terdapat stereotype  bahwa perempuan sangat tidak setara disandingkan dengan laki-laki dalam kegiatan berpolitik, bahkan  partisipasi para kaum perempuan dalam politik sangat rendah. Namun di sisi yang lain, anggota Aisyiyah yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ekonomi yang cukup,  berpandangan bahwa perempun harus ikut berpartisipasi dalam politik untuk menentukan perwakilannya atau pemimpinnya. Partisipasi politik menandakan sikap dan peran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan politik dan dapat mengubah masyarakat yang semula apatis menjadi aktif. Permasalahan perbedaan persepsi di kalangan anggota Aisyiyah merupakan hal yang serius perlu dilakukan solusinya. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum terkait dengan peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024. Demikian disampaikan oleh Septi Nur Wijynti, SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang bertujuan untuk meningkat peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024 ibu–ibu ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum bertempat di Masjid Darul Falah Kembangarum Turi yang diikuti sekitar  80 orang dari semua Ranting ‘Aisyiyah yang berada di wilayah PCA Turi pada Ahad 4 Februari 2024.. Nara sumber yang juga anggota Tim Pelaksana Yulianta Saputra, S.H.MH. dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan partisipasi perempuan dalam politik sangat diharapkan dalam mensukseskan pemilu 2024. Partisipasi perempuan merupakan kegiatan sukarela kaum perempuan yang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah/public policy). Upaya yang dilakukan dengan melalui cara antara lain pertama, Pendidikan politik dari keluarga, kedua, mendorong keterlibatan dalam organisasi, ketiga, advokasi terhadap Perempuan pentingnya Perempuan terlibat dalam dunia politik, dan keempat, mempersiapkan anak Perempuan dari dini untuk mengenal politik. Pada akhir kegiatan, Tim Pelaksana menyerahkan buku pedoman pemilu dan poster persuasi untuk mengajak Masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu 2024. PRA Donokerto I Turi menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan UIN Sunan Kalijaga. serta mengharapkan sosialisasi yang telah diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu menyukseskan pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Loading