“Aisyiyah Cabang Tempel Kerja Bareng UMY Gelar Sarasehan Antisipasi Bullying

Tempel, Pdmsleman.Or.id Bullying atau perundungan telah menjadi fenomena yang berkembang pesat dalam masyarakat. Dalam catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari bulan Januari – Agustus 2023, terdapat 2.355 kasus perundungan. Mirisnya adalah, 861 kasus terjadi dalam lingkungan Pendidikan (sekolahan). Jika dibiarkan, baha aksi perundungan akan menjadi gunung es, dan sangat membahayakan bukan saja pada masa depan para remaja, bahkan juga membahayakan jiwa mereka. Menyikapi hal ini, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel, Kabupaten Sleman, berupaya untuk merespon secara lebih aktif. PCA Tempel, bekerjasama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar acara diskusi dan sarasehan yang bertajuk Antisipasi Perundungan di Kalangan Remaja pada Ahad 4 Februari 202. Dalam diskusi yang dipandu oleh Wahyuni Kartikasari (ketua tim), menghadirkan seorang akademisi sekaligus psikolog Ruhyani Zaenuddin S. Psi., M.Si, dengan paparan menarik dan dipenuhi dengan antusiasme para peserta. Para peserta yang umumnya para guru dan pegawai ini beberapa kali menanyakan hal berkait dengan perundungan. Sementara itu, sebagai seorang ahli, Ruhyani Zaenuddin menekankan pada tiga hal penting. Pertama adalah pendeteksian terhadap aksi aksi perundungan yang medianya semakin beragam, termasuk melalui media sosial. Kedua adalah pentingnya pada rehabilitasi dan pendapingan terhadap korban yang harus dilakukan dengan hati-hati. “ Dan yang terpenting adalah menjaga agar diri kita tidak terlibat dalam perundungan itu, karena acap kali kata-kata yang kita ucapkan kepada anak, kepada siswa, justru merupakan bagi dari perundungan”. Ketua PCA Tempel, Banun Rohyatiningsih menyambut gembira kolaborasi ini, “ mengingat pihak yang paling dekat dengan kelompok remaja ini adalah ibu, dan ibu lah yang mempunyai kesempatan paling dekat untuk melalukan deteksi dan pengawasan terhadap tindakan perundungan”. Pihaknya berharap Kerjasama dengan UMY dapat dilanjutkan lagi untuk masa mendatang dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.

Loading

Pelatihan Jurnalistik: Bekal Menghadapi Perubahan Era Literasi Menuju Digitalisasi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi atau MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar pelatihan jurnalistik pada Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan pelatihan bertempat di Aula PDM Sleman yang menjadi satu area dengan gedung RS PKU Muhammadiyah Sleman. Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari SD, SMP, maupun instansi Muhammadiyah lainnya. Kegiatan dibuka dengan launching novel karya H. Ashari, S.IP yang berjudul “Rembulan di atas Bukit Khayangan”. Menariknya, novel tersebut dijadikan sebagai doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari materi pelatihan. Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua pemateri yang sudah ahli di bidangnya. Sebagai pemateri pertama ada Fajar Dwi Putra, S.PT., M.Si, selaku Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang menyampaikan materi tentang ‘Kuatnya Arus Informasi dan Dasar-dasar Jurnalistik Berkemajuan’. Konsep mundur ke depan yang diadaptasi dari Jepang menjadi pembuka pada pelatihan jurnalistik berkemajuan 2024. “Jurnalistik adalah kegiatan yang terdiri dari berpikir, aktivitas, dan evaluasi,” paparnya ketika menerangkan pengertian jurnalistik kepada para peserta. Selain itu, juga mengajak para peserta untuk aktif. Tak jarang melontarkan pertanyaan dan beberapa peserta pun saling menimpali jawaban. Termasuk memberikan praktik langsung untuk menulis naskah menggunakan pointer, sehingga lebih terstruktur dan runtut dalam menulisnya. Ada tiga jenis berita yang dibedakan berdasarkan sifat dan jam tayangnya. Pertama, Hard News merupakan berita yang bersifat keras dan harus segera tayang. Kedua, Straight News berupa berita yang sifatnya berdasarkan waktu dan update karena jika tidak segera dipublikasi, maka beritanya menjadi basi. Ketiga, Soft News yang bersifat informatif dan bisa tayang kapan saja. Kegiatan jurnalistik tak lagi hanya berupa naskah cetak seperti koran. Namun, telah berkembang dalam bentuk tulisan di media online seperti website. Untuk itu, kode etik jurnalistik tetap harus diperhatikan dalam menulis naskah. Lanjut sebagai pemateri kedua, Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd., selaku anggota MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah/ Manager Pusat Data, Penelitian, dan Jurnal Suara Muhammadiyah. Beliau memaparkan materi yang bertema ‘Membentuk Opini Melalui Media Web’. Sebagai pembuka, menampilkan jurnal video Trik Menulis di Website. Memasuki perubahan literasi ke digitalisasi tidak bisa dipungkiri masyarakat lebih dominan pada sumber berita yang disajikan dalam bentuk video. Hal itu ditandai dengan kemunculan kreator konten yang semakin bertambah jumlahnya. Tak hanya itu, media online yang update menyajikan berita di kanal YouTube pun banyak dinantikan. Artinya, perubahan perilaku masyarakat ini mengajak pegiat literasi untuk lebih kreatif dan menyajikan tampilan website yang disertai dengan video agar lebih menarik. Sebagai penutup dalam pelatihan jurnalistik, poin penting dalam menulis naskah/ berita adalah menerapkan kaidah Search Engine Optimization (SEO). Sebuah tulisan yang memperhatikan aturan ini, maka akan lebih besar membuka peluang kanal website berada di laman pertama mesin pencari Google. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P dari SMP MBS Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengelolaan Minyak Jelantah Yang Aman Dan Bermanfaat Di PRA Donokerto I, Turi

Turi, Pdmsleman.Or.id Setiap aktivitas manusiadalam kehidupan sehari-hari hampir selalu menghasilkan limbah. Salah satu limbah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari adalah used cooking oil (UCO) atau minyak goreng bekas (jelantah), yaitu minyak goreng yang telah dipanaskan berulang kali. Setelah digunakan berkali-kali, minyak jelantah biasanya dibuang ke tanah atau air, yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Permasalahan jelantah juga terjadi pada rumah tangga ibu–ibu anggota ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ranting ‘Aisyiyah Donokerto I, pemecahan permasalahana agar minyak jelantah tidak dibuang sembarangan maka perlu dilakukan pengelolaan yang baik.  Hal ini mengundang Ir. Agus Nugroho Setiawan, MP sebagai Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk memberikan Solusi akan hal ini. Sebagaiama Nampak pada  program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan ibu–ibu ‘Aisyiyah Donokerto I, Turi dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi berbagai produk yang bermanfaat yang diikuti 30 orang pada Sabtu 3 Februari 2024.  Sementara itu anggota Tim Pelaksana lainnya apt. Perdana Priya Haresmita, M. Pharm. Sci dari Universitas Muhammadiyah Magelang mengatakan “ minyak jelantah apabila dikonsumsi terus menerus dapat membahayakan tubuh karena mengandung asam lemak jenuh yang sangat tinggi sehingga dapat memicu berbagai penyakit”. Penggunaan minyak jelantah dalam waktu tertentu berdampak pada kesehatan akibat deposisi sel lemak yang terjadi di usus halus, pembuluh darah, jantung, dan hepar. Setelah mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang dampak penggunaan minyak jelantah, selanjutnya dilakukan pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin jelantik dan sabun cuci tangan dengan trainer Sherin Nawang Nauroh Nazhifah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Sherin menyampaikan minyak jelantah dapat diolah menjadi berbagai macam barang yang bermanfaat dan aman bagi manusia, antara lain lilin jelantah aromaterapik (lilin jelantik), sabun cair untuk cuci tangan, sabun mandi batangan, dan sebagainya. Dalam pembuatan lilin jelantik, minyak jelantah dengan bantuan bahan kimia kalium hidroksida (KOH) dapat bercampur dengan air, kemudian ditambahkan dengan esense sesuai kesenangan misalnya bau lavender, melati, kopi, dan sebagainya. Setelah semua bercampur, selanjutnya dituangkan dalam gelas atau mangkok dan diberi sumbu dari benang untuk dipadatkan sampai membentuk lilin aromaterapi. Peserta kegiatan ibu–ibu ‘Aisyiyah dari PRA Donokerto I dan PCA Turi mengikuti dan mencermati teknis pembuatan secara baik sehingga saat melakukan praktik sendiri berhasil membuat lilin jelantik dan sabun cair untuk cuci tangan dari minyak jelantah dengan hasil yang sangat memuaskan. Sherin juga menyampaikan potensi ekonomi dari produk yang dihasilkan tersebut karena dapat dipasarkan kepada Masyarakat umum sehingga dapat memberikan pemasukan bagi ‘Aisyiyah. Pada akhir kegiatan, Ketua PRA Donokerto I Septi Nur Wijayanti menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan Unimma, serta mengharapkan wawasan dan keterampilan yang diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu mengurangi kerusakan lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.

Loading

PCM PCA Sleman  Gelar Parenting Mendidik Anak di Era Digital  

Sleman, Pdmsleman.Or.id PCM Sleman, PCA Sleman dan Majelis Tabligh PCM Sleman telah mengadakan serangkaian kegiatan Parenting Serentak pada hari Sabtu – Ahad, 3 – 4 Februari 2024 yang diikuti oleh seluruh orangtua/wali di PAUD – SD MI / Muhammadiyah se – cabang Sleman di beberapa titik. Parenting di GOR Pangukan dihadiri oleh orangtua wali dari SD Muhammadiyah Sleman, SD Muhammadiyah Domban 4, KB – TK Panggeran, KB – TK ABA Sleman Kota, RA dan MI Al Muttaqien. Acara diawali dengan pentas seni yang dibawakan anak-anak dari TK dan SD dilanjutkan pembacaan Kalam illahi dan menyanyikan lagi Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars Aisyiyah. Sambutan disampaikan oleh ketua PCM Sleman Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M. T., IPM., dan perwakilan kepala sekolah, Muh. Tontowi. Parenting bertemakan Mendidik Anak di Era Digital ini dengan narsum Septiyati Purwandari, M. Pd. dosen dari UNIMMA dan pengurus Aisyiyah Ranting Sendangadi Sleman. Titik kedua pelaksanaan kegiatan Parenting Terpadu bertempat di SD Muhammadiyah Mantaran. Dihadiri orangtua wali dari SD Muhammadiyah Sleman, TK ABA MAntaran dan TK ABA Murangan. Narasumber kegiatan parenting ini adalah Dr. Nur Chalimah, S. Pd., M.Pd. (Dosen UNY – PAUD Dasmen PC Sleman) dengan tema Mendidik Anak di Era Digital. Kegiatan di SD Muhammadiyah Mantaran ini dihadiri juga oleh bapak M. Afnan Hadikusumo (Anggota DPD RI 2019 – 2024). Di KB – TK ABA Firdaus juga menjadi titik ketiga kegiatan parenting terpadu dengan tema Deteksi Tumbuh Kembang Anak (DDTK) bersama dr. Purwaningsih Budi Astuti, Sp. S. Kegiatan Parenting Terpadu juga di adakan di TK ABA Kendangan, Caturharjo pada hari Ahad, 4 Februari 2024 bersama ustadz Mudo Kridho Ambardi dengan dihadiri orangtua TK ABA Kendangan dan Ibu – Ibu Aisyiyah Ranting Caturharjo. Kontributor Dewi Novita PCA Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rapat Kerja Daerah PD IPM Sleman Periode 2023/2025, Revitalisasi dan Penguatan Profil Pelajar sebagai Pioneer Kemajuan Peradaban.

Depok, Pdmsleman.Or.id Sabtu, 3 Februari 2023 bertempat di SD Muhammadiyah Condongcatur berlangsung Rapat Kerja Daerah PD IPM ( Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) Sleman Periode 2023/2025 angkat tema “ Revitalisasi dan Penguatan Profil Pelajar sebagai Pioneer Kemajuan Peradaban”. Kegiatan ini diikuti peserta Pembina IPM, Perwakilan Pimpinan Ranting dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Hadir pula tamu undangan – Drs. Muhammad Afnan Hadikusumo,  H. Arief Sulistyo, S.E.PDM Sleman  dan Naufal Labiba Wildan Ketua Umum PW IPM DIY. Dalam Rakerda ini digelar pemaparan program kerja PD IPM Sleman serta tatidakpan balik, masukan, diskusi dari pembina IPM, Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting. Ketua Umum PD IPM Sleman Nail Anfasa Fadla  dalam sambutan dengan mengusung tagline baru untuk periode 2023/2025: Pelajar Digdaya.  Dengan harapan dapat metidakmbarkan pelajar yang memiliki semangat, kegigihan, dan kemampuan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi. Harapan forum Rakerda sebagai sarana untuk menjalin komunikasi, merekatkan ukhuwah, dan memperkuat sinergi antara Pimpinan Daerah dengan pembina IPM, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Ranting. Ketua Umum PW IPM DIY memerikan apresiasi untuk sebuah pencapaian yang besar PD IPM Sleman yang sdh membangun cabang baru di awal periode di Moyudan, karena Sleman dengan 49 ranting menjadi PD IPM dengan jumlah ranting terbanyak se-DIY, itu merupakan suatu kemajuan untuk membangkitkan kembali cabang-cabang yang telah mati. Arief Sulistyo PDM  Sleman dalam sambutannya  memaparkan kandungan surah Al-Insyirah dan penerapannya dalam berorganisasi, utamanya ber-IPM. Afnan Hadikusomo DPD RI dari Yogyakarta menekankan “ jika mau sukses menghadapi tantangan zaman jadilah orang yang dermawan, karena di organisasi tidak bakal jadi kalau kita tidak dermawan”. Sifat ini membuat kita disukai banyak orang, dalam islam juga diajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit, jadi tidak ada alasan untuk tidak bersedekah, jika banyak harta dengan harta, jika tidak  bisa dengan tindakan (ringan tangan) dan kalo masih belum bisa kita bisa bersedekah dengan mendoakan. Kedua itu sabar (meredam amarah), dalam islam kita diajarkan untuk sabar artinya kita, segala sesuatu itu butuh proses (sabar) kalau kita tidak sabar maka berantakan semua apa yang sudah direncanakan. oleh karena itu sabar itu penting bagi seorang pemimpin yang menentukan tidakan apa yang akan kita ambil selanjutnya. jadi bersabarlah, karena dalam islam juga diajarkan untuk bersabar. Mudah memaafkan. jangan terlalu ber larut dalam kebencian, kita diajarkan agar saling memaafkan diantara manusia, agar tetap terjalin hubungan, memaafkan itu penting, karena kalau tidak maka masalahnya akan bertabah terus. maka dari itu mudahlah memaafkan meskipun kita yang (tidak salah) berlapanglah dada agar urusan kita dilancarkan. Ditengah perubahan zaman yang sudah sangat pesat, kita dituntut untuk menyesuaikan. banyak habityang dulu itu sangat jarang dilakukan (tabu) tapi sekarang lumrah. IPM harus peduli dengan persoalan-persoalan umat, ibarat anak-anak muda adalah anak panah yang menjadi tombak atau ujung masa depan bangsa dan terus didalam perjuangan syiar Muhammadiyah terlebih syiar Islam. Reportase Nail Anfasa  PD IPM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Jurnalistik Berkemajuan MPI PDM Sleman, Semesta Digital – Unggul Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.Or,id Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan 2024 di gelar pada Sabtu 3 Februari 2024 bertempat di Aula PDM Sleman, Sawahan Sleman. Ketua PDM yang membidangi Majelis MPI Eko Sumardiyanto  dalam kesempatan membuka Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan 2024, atas Kerja sama MPI PDM, Dikdasmen PNF Sleman dengan Tim PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Sekitar 75 peserta pelatihan ini juga disuguhkan launching Novel Penguat Diri “ Rembulan diatas Bukit Khayangan”  karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi yang juga anggota MPI.  “ PDM Sleman menyambut baik kegiatan ini, harapannya web resmi PDM Sleman semakin berwarna dengan semakin banyak tulisan dan targetnya satu hari minimal satu berita bisa dimunculkan dan juga mewarnai wacana baik di internal media Muhammadiyah maupun media umum “. Fajar Dwi Putra S.PT., M.Psi. Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dan mantan produser ADI TV Yogyakarta ini mengupas tema “ Kuatnya arus informasi dan dasar-dasar jurnalistik Berkemajuan”  yang memberikan dasar tentang jurnalistik dan pemahaman yang benar dan cara mengolah informasi menjadi sebuah berita yang menarik dan layak dibaca serta berbagai peluang yang bisa diraih di dunia jurnalistik. Sementara Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd. salah seorang Redaktur Suara Muhammadiyah berbagi pengalaman bagaimana  Membentuk opini melalui media web dengan berbagai cara-caranya. Acara ini disampaikan dengan penuh semangat dan respon yang bagus dari peserta dengan mengajukan berbagai pertanyaan tentang jurnalistik, beruntung bagi beberapa peserta aktif mendapat doorprize berupa buku Novel langsung dari pengarangnya dan juga cinderamata dari panitia. Ketua MPI PDM Sleman Arief Hartanto didampingi H. Wahdan Arifudin berharap dari acara ini akan dilahirkan para pewarta syiar Islam berkemajuan di masing-masing amal usaha Muhammadiyah, Ortom dan para peserta diberikan PR untuk membuat satu reportase terkait pelatihan  dan selanjutnya dengan berbagai kiprah kegiatan lain. Acara ini bisa berlangsung sukses berkat peran dari segenap pengurus MPI PDM Sleman, Pamuji Subekti S.Si, RR Afiati Fatimah M.Pd, team SMK Muh1 Sleman dan kantor sekretariat PDM. https://drive.google.com/drive/folders/1AihaWzFZHnniL3SynXyWEMKQqWF5T7eP?usp=sharing

Loading

Warga ‘Aisyiyah Harus Bijak Memilih, Pendidikan Politik bagi Pimpinan Aisyiyah se Cabang Tempel Sleman

Tempel, Pdmsleman.Or.id Tanggal 14 Februari 2024, bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD I dan DPRD II. “Warga ‘Aisyiyah harus bijak dalam menentukan pilihannya; dan untuk dapat memilih dengan bijak perlu mencari informasi tentang kandidat yang akan dipilih”. Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP ‘Aisyyah Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si di depan pengurus dan pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Tempel Sleman. Lebih lanjut Bu Tri, panggilan akrabnya, warga Aisyiyah harus menggunakan hak politiknya dengan baik, sebaiknya tidak golput. Pandangan dan posisi Muhammadiyah tentang peran politiknya mengacu pada khittah Ujungpandang 1971, khittah Denpasar 2002 dan diperkuat dengan pernyataan Dar al Ahdi wa Syahadah dalam muktamar Makassar 2015. Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan salah satu partai politik, tidak berafiliasi dengan organisasi politik, namun menjaga jarak dan hubungan yang sama dengan semua partai politik. Muhammadiyah memberikan kebebasan pada warganya yang ingin terjun dalam politik praktis. Muhammadiyah berperan aktif dalam pembangunan bangsa. Oleh karenanya jangan heran jika berdiaspora kader Muhammadiyah itu tersebar dalam banyak partai politik. “ Bagaimana ibu-ibu menjadi mendorong pemilu yang berkeadaban?”,  Bu Tri menyampaikan bahwa ibu- ibu Aisyiyah sebaiknya sebelum nanti nyoblos di bilik, kenali dulu calon calon yang akan dicoblos. Carilah nama nama yang sesuai dengan hati nurani. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang kandidat yang akan dipilih di daerah pemilihan. Ibu-ibu juga harus menghindari calon calon yang menggunakan politik uang dalam segala bentuknya, karena itu adalah bentuk dari suap. Siapa yang menyuap dan yang disuap sama -sama dilarang dalam agama. Di era digital ini, harus hati-hati dengan hoaks pemilu. Membaca berita-berita pemilu baik melalui media sosial maupun portal berita online harus hati-hati karena bermunculan buzzer yang menyebar hoaks. Ibu-ibu Aisyiyah harus menhghindari jangan sampai terjebak menjadi penyebar hoaks, berita yang tidak benar disebar-sebarkan di whatsapp. Sekum PP Aisyiyah menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan yang bertajuk Pendidikan Politik bagi Pimpinan Aisyiyah se Cabang Tempel Sleman (2/2/2024). Kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi Tim Pengabdian Masyarakat UMY dan Pimpinan Cabang Aisyiyah Tempel. Menurut ketua pelaksana, Sugeng Riyanto, “ kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan politik bagi warga ‘Aisyiyah. Pertama, untuk memberikan wawasan dan kesadaran bahwa politik itu penting, jadi bagus kalau ada kader ‘Aisyiyah yang tertarik dalam dunia politik. Kedua, agar warga ‘Aisyiyah bijak dalam menentukan pilihan dan tentu mensukseskan pemilu 2024”. Dan yang penting bahwa mengawal kandidat yang telah dipilih pasca pemilihan adalah penting; agar eksekutif dan legislatif menjalankan mandat Pemilu 2024 dengan amanah.

Loading

MPKSDI Ajak PCM se-Sleman Jadi Penggerak Roda Kaderisasi dalam PID

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman telah menyelenggarakan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada Jum’at-Sabtu (2-3/2). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Kalasan dan diikuti sebanyak 42 peserta, dengan 17 di antaranya berasal dari ortom. Materi yang dibagikan di antaranya Bedah SPM dan Arah Kebijakan Perkaderan Muhammadiyah, Keinstrukturan: Teoretis dan Aplikatif, Teknik Kajian Ayat (Fathul Qulub), Teknik Pengelolaan Outbound dan Ice Breaking, Teknik FGD dan Active Learning, dan Teknik Evaluasi Perkaderan. Dalam penutupan yang dilaksanakan pada akhir kegiatan, Master of Trainer, Sugeng, menyampaikan bahwa kegiatan PID secara umum berjalan dengan lancar, dirinya mempertegas tentang kedisiplinan yang menjadi poin evaluasi kali ini sehingga beberapa kegiatan pun perlu disesuaikan agar kembali sesuai jadwal, tetapi hal ini tidak mengurangi kekhidmatan selama pelaksanaan PID. Sugeng menyampaikan tiga poin yang menjadi rencana tindak lanjut dari PID kali ini, yakni “ Pertama, menjadi instruktur yang siap ditugaskan oleh MPKSDI PDM Sleman; kedua, menyelenggarakan Baitul Arqam di masing-masing Cabang, dan; ketiga, menghidupkan Angkatan Muda Muhammadiyah”. Hendro Sucipto, S.Th.I., M.Pd., Ketua MPKSDI PDM Sleman, menyampaikan terima kasih kepada para peserta atas antusiasme dan komitmen mengikuti kegiatan PID dari awal hingga akhir. “Tanpa adanya komitmen Bapak-Ibu, kegiatan ini tidak dapat utuh sebagaimana saat ini,” ujarnya. Hendro mengulang kembali salah satu poin dalam rencana tindak lanjut, yakni kaderisasi di tingkat Cabang dan Ranting. Salah satu indikator tumbuhnya proses perkaderan adalah adanya Angkatan Muda Muhammadiyah, seperti Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah. Ia juga memaparkan harapan MPKSDI agar PCM turut mendukung menjadi penggerak dalam proses kaderisasi. “Harapannya, Bapak-Ibu siap menjadi Instruktur Daerah yang solid untuk terlibat dalam kesuksesan perkaderan di Sleman. Sebab, salah satu ruh perkaderan adalah adanya perkaderan formal, salah satunya Baitul Arqam,” ujarnya. Instruktur Daerah ini nantinya akan diberikan dalam bentuk sertifikat atau syahadah, dengan pelaksanaan poin-poin tindak lanjut yang sudah disepakati akan menjadi ukuran keberhasilan para peserta dalam PID. Selanjutnya, ia juga menyampaikan tentang target yang disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY mengenai penambahan kader di masing-masing daerah se-DIY sebesar 20.000 kader. Harapannya, PCM se-Sleman dapat mendukung PDM Sleman untuk bersedia bekerja sama dalam rangka kesuksesan perkaderan di Kabupaten Sleman. “Kita juga perlu meneguhkan kembali, bahwa instruktur adalah percontohan dalam sebuah persyarikatan. Karena kita yang mengajak dan memberikan penguatan perkaderan,” tegasnya. Kontributor Hendro Sucipto MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Syiar Melalui Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 3 Pebruari 2024 MPI PDM ( Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah ) Sleman bertempat di Aula gedung PDM Sleman menggelar Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan. Awal kegiatan yang inovatif untuk majlis di PDM Sleman yang baru saja melaksanakan Rakerpim bulan Januari 2024 di SD M Condongcatur. Pelatihan Jurnalisrik Berkemajuan dilaksanakan atas Kerja sama MPI PDM Sleman dengan TIM PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Acara ini mendapat respon positif dari ORTOM dan AUM  terbukti diikuti oleh sekitar 75 peserta. Nara sumber dari pelatihan ini juga expert sesuai bidang yang dikaji. Fajar Dwi Putra,S.PT, M.Psi dari UAD menggelorakan semangat Kuatnya Arus Informasi dan  Dasar Jurnalistik, Muarif,S.Pd.I,  M.Pd membedah upaya untuk Membentuk Opini melalui Media. Pelatihan secara resmi di buka oleh Eko Sumardianto, M.Pd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Setelah resmi dibuka dilanjutkan dengan launching buku Rembulan diatas Bukit Kahyangan karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi. H.Surahmat, M.Pd selaku ketua Majlis Pendidikan PDM berharap “ acara ini menginspirasi peserta untuk menggiatkan Literasi setiap hari. Saling memotivasi untuk gemar menulis dan kegiatan di lembaga pendidikan di wilayah Sleman saatnya untuk dipublikasikan” Kontributor   : Hj. Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman

Loading