Majelis Dikdasmen PNF PDM Sleman Informasi Penerimaan Pegawai ( GTTP/KTTTP) Sekolah Di Bawah Naungan Muhammadiyah Sleman

Loading

Bantuan Air Bersih Muhammadiyah Godean pada Musim Kemarau Panjang di Sidorejo

Godean, Pdmsleman.Or.Id Dampak musim kemarau yang berkepanjangan telah membawa krisis air bersih di beberapa dusun di Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean. Dalam upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak, Muhammadiyah Godean bekerjasama dengan KL Lazismu Godean memberikan bantuan air bersih yang sangat dibutuhkan. Pada Sabtu, 3 November 2023, acara simbolis penyerahan air bersih dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan dari Muhammadiyah Godean. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan penderitaan warga dusun Jering VII dan Bantut Sidorejo. Dalam acara tersebut, turut hadir anggota Lazismu (Darojat, Lilik, Robingun, dan Afifah), perwakilan PCM Dani dan Najib, Kepala Dukuh Bantut, Kamituwo Sidorejo, serta Babinkamtipnas. Hingga hari Senin, 7 November 2023, sudah terkirim sebanyak 10 tangki air yang mendukung 41 Kepala Keluarga. Bantuan yang diberikan telah memberikan bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang terdampak di saat musim kemarau yang berkepanjangan ini. Muhammadiyah Godean beserta mitra terus berupaya keras untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat setempat terpenuhi. Upaya mereka menjadi contoh nyata kekuatan aksi kolektif dan komitmen untuk mendukung mereka yang membutuhkan di tengah krisis seperti ini. Reportase H. Darojat NA Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MPW Rakernas dan Majelis Mata Air

Jogja, Kamis 26 Oktober 2023. Pukul delapan malam kami meluncur menuju Jakarta melalui Solo. Kami bertujuh warga Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) dengan beragam latar belakang. Pertama, Pak Ari yang sebelumnya ketua MPK Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM). Kedua, Mas Untung yang sebelumnya juga di MPK dan Biro Organisasi PPM. Ketiga, Mbak Eny yang sebelumnya bersamaku di Lazismu. Keempat, Pak Jarot ketua MPW PWM DIY. Kelima dan keenam, dua anak muda Yeyen dan Tiara staf MPW PWM DIY yang masih kuliah S-2. Kami disatukan mobil Hiace milik UMY yang membawa kami. Sungguh sebuah sinergi yang manis. Dengan cara ini kami hemat biaya 3/4 dibanding naik KA. Apalagi dibanding naik pesawat terbang. Dengan cara ini pula kegembiraan dalam kebersamaan menyertai kami sepanjang perjalanan. Sekitar pukul tujuh pagi kami sudah menikmati pagi yang cerah di kantor PPM, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta. Rakernas MPW diselenggarakan pada Jumat-Ahad, 27-29 Oktober 2023. Awalnya direncanakan di UMS-Solo. Kebetulan Pak Ari anggota Dewan Pakar MPW adalah dosen senior di UMS. Ternyata UMS sudah menjadi tuan rumah Rakernas beberapa Majelis-Lembaga. Pilihan kedua Asrama Haji Pondok Gede-Jakarta. Kebetulan juga Dirjen PHU Kemenag yang membawahi Asrama Haji adalah Bendahara Umum PPM yang membawahi MPW PPM. Ternyata tidak ada kesesuaian waktu. Untungnya Bank Indonesia sedang menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF). Ketua MPW Buya Amirsyah berhasil mensinergikan Rakernas dengan agenda-agenda ISEF. Maka Rakernas diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) lokasi ISEF. Peserta diinapkan di Hotel Millenium. Maka kali ini MPW boleh berbangga. Rakernas Majelis yang dikenal kaya asset tapi miskin cash flow ini berlangsung di lokasi sangat prestisius di ibukota. Pembukaan Rakernas berlangsung di Assembly Hall JCC yang megah. Nampak hadir Ketum PPM Prof Haedar Nashir, Bendum PPM Hilman Latief, Wakil ketua MPR Hidayat Nur Wahid, dan Direktur Bank Indonesia Juda Agung. Acara diawali lagu Indonesia Raya dan Sang Surya yang selalu menggetarkan. Lalu ditampilkan Kembang Kemayoran tarian yang rampak yang mencerminkan kekompakan yang dinamis oleh siswa SMA Muhammadiyah 3 Kebayoran-Jakarta. Lebih menggetarkan lagi firman Allah yang dibacakan qari Nefra Rizki, salah satu pimpinan MPW. “… Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata terhadapnya. Ketahuilah Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (Albaqarah 267). Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai… (Ali-Imran: 96).” Selanjutnya Mashuri Masyhuda, Sekretaris MPW PPM, menyampaikan laporan sebagai Ketua Panitia. Sebelum Pembukaan Rakernas dilaksanakan “TOT SIMAM dan Manajemen-Akuntansi Wakaf.” Sebelum TOT juga terselenggara dua seri Pra-Rakernas. Seri-1 pada 15 Oktober bertema “Sertifikasi dan legalitas Aset Wakaf Muhammadiyah.” Pematerinya Pak Budi Pahlawan (Wakil Ketua MPW PPM) dan tim MPW Jawa Timur. Acara ini diikuti lebih 450 peserta. Seri-2 berlangsung 22 Oktober dengan tema “Akselerasi Pendayagunaan Wakaf untuk Penguatan Ekonomi Ummat dan Bangsa.” Acara ini diisi Prof Raditya Sukmana (Dewan Pakar MPW) dan Prof. Moh Hakimi dari UKM Malaysia. Pada sesi ini juga dilakukan sosialisasi mekanisme advokasi dan pelaporan asset wakaf Muhammadiyah berpotensi sengketa dan yang belum atas nama Persyarikatan. Sebagai moderator aku memandu dua acara online ini dari Pusat Syiar Digital Kantor PPM, Jalan Cikditiro-Jogja. Sambutan Ketua MPW PPM disampaikan Buya Amirsyah Tambunan. Buya Amirsyah menyampaikan Rangkaian Rakernas sudah berjalan sukses. Dengan Rakernas MPW ingin menguraikan berbagai permasalahan perwakafan di Persyarikatan yang dihadapi agar memberi kontribusi pada pendayagunaan wakaf. Salah satu masalah adalah nazir yang dimiliki banyak yang tidak kompeten. Singapura yang kecil, misalnya, memiliki 130 Triliun asset wakaf. Indonesia yang besar seakan tidak memiliki apa-apa. Bahkan BWI saja baru mengelola satu rumah sakit mata. Perwakafan dalam Persyarikatan berputar pada persoalan tata kelola. Terutama masalah nazir itu. Maka diperlukan penguatan tata kelola wakaf. Baik manajemen maupun kelembagaan. Dalam hal ini diperlukan lembaga sertifikasi-LSP. Lembaga ini diharapkan menggodog SDM guna optimalisasi pendayagunaan wakaf ke depan. Pada sisi lain percepatan memerlukan lompatan. Untuk itu MPW melakukan perjanjian dengan pihak-pihak terkait. Ketum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengucapkan selamat atas Rakernas ini. Diharapkan dalam acara ini bisa ditentukan langkah-langkah untuk menjalankan keputusan Muktamar. Sehingga tidak perlu banyak teori apalagi membuat program baru. Tentu setiap akhir periode ada masalah klasik soal wakaf. Bahwa potensi yang kita miliki tidak terkelola dengan baik dan tidak optimal produktif. PPM menamai majelis ini Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) dengan harapan ada proses kerja sistematik mendayagunakan potensi wakaf yang besar itu. Maka tugas utama MPW adalah menyelesaikan agenda-agenda potensial yang menjadi masalah rutin dan klasik terkait lahan-lahan wakaf Persyarikatan. Memang masalah ini begitu pelik. Silahkan dayagunakan wakaf dengan berbagai program, termasuk akselerasi wakaf produkti. Meski sudah banyak yang sudah kita kelalola dengan baik dan memberi kemanfaatan pada Persyarikatan kita. Tetapi pada saat yang sama perlu ada organ nazir yang bisa mengkapitalisasi pontensi wakaf. Dalam hal ini MPW tidak bisa langsung sigap karena memiliki agenda-agenda yang bersifat birokratis. Syukur kalau MPW bisa menjalankan langsung. Dulu Lazismu direvitalisasi sehingga terjadi lompatan penghimpunan. Demikian juga dengan MDMC. Agenda lainnya adalah merevitalisasi MPW Wilayah, Daerah, dan Cabang. Perkembangan mereka tahun pertahun perlu dipantau. Pada sisi lain Muhammadiyah merupakan organisasi yang memilili kapasitas kuat berdasar kemandirian. Untuk itu MPW harus terkoneksi dengan Majelis lain guna membangun kapasitas organisasi pada level unggul. Kita ingin organisasi sebagai instrumen yang mudah, dinamis, progresif, dan menjadikan Muhammadiyah unggul dalam berbagai aspek. Dengan demikian bisa dibangun berbagai amal usaha dari Aceh sampai Papua dengan mandiri. Kalau MPW ingin akselerasi atau berlari kencang tentu kita dukung. Tetapi jangan pula karena terlalu melihat ke depan lupa potensi yang dimiliki. Dalam hal ini jangan mudah menyimpulkan hal-hal yang artifisial. Apalagi melakukan kritik tanpa berbuat sesuatu. Jangan hanya lega hanya dengan menulis di medsos. Sedangkan banyak pihak luar takjub pada apa yang kita miliki. Mereka tidak membayangkan sebuah organisasi nirlaba bisa memiliki potensi sebesar ini. Itu bersumber dari ethos sedikit bicara banyak bekerja. Tetapi kita juga tidak boleh lengah. Di tengah dinamika baru kini ada banyak organisasi yang memiliki kemampuan konglomerasi yang kuat. Mereka bisa membuat sesuatu yang lebih baik. Juga kekuatan dari luar negeri atau lembaga baru yang memiliki kemampuan serupa. Kalau kita tidak meningkatkan kapasitas kelola maka kita bisa menjadi lambat dan berada di zona nyaman. Lalu kita akan mulai dikalahkan mereka. …

Loading

Belajar Sukses Barokah Berjamaah dari Ponpes Modern Tazakka

Batang, Pdmsleman.or,Id (Ringkasan Studi Tiru MPW PDM Sleman dan MPW PCM se Kabupaten Sleman ke Ponpes Modern Tazakka) Pada hari Ahad, 5 November 2023, rombongan studi tiru yang berjumlah sekitar 30 orang berangkat dari Masjid AsyS yifa PDM Sleman pada pukul 04.30 dan tiba di Ponpes Tazakka yang berada di Sidayu, Bandar, Cendono, Sidayu, Kec. Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah sekitar pukul 09.30. Rombongan MPW dipimpin oleh Ustadz Nasirun dari PDM Sleman, diterima oleh 3 orang pimpinan Pondok (Ustadz Anang berhalangan hadir, karena menghadiri acara di Ponpes Gontor). Berikut ini beberapa insight yang diperoleh dari studi tiru: 1. Kader Ustadz untuk menjadi ulama seperti Ustadz Anang 2. Kader membangun jaringan (dalam dan luar negeri) 3. Manajerial 4. Entrepreneur 5. Akademik 6. Supporting Yang paling sulit adalah menciptakan Leader, Oleh karenananya, fokus Ustadz Anang adalah menciptakan leader Pondok yang akan menjamin keberlangsungan pondok bahkan setelah para pendirinya sudah tidak ada. FISIK , Sebagian besar bangunan fisik di Tazakka adalah dari Wakaf.   Dimana Wakaf Uang, wakaf melalui uang. Yang didukung dengan ZIS. JARINGAN , Lazis dan Nazhir Wakaf Tazakka mendapat izin resmi sekitar tahun 2018, yang hampir berdekatan. Kekuatan program fundariising, didukung oleh Program Pembinaan Donatur serta inovasi dalam penghimpunan menjadi kunci utama. Program Fundariising Tazakka, semula mengandalkan kenclengan dan sumbangan ritel, kemudian atas arahan Ustadz Anang, dilakukan inovasi penghimpunan lazis dan wakaf berbasis Sistem dan Teknologi. Saat ini, sudah dibuat sistem informasi terintegrasi yang menjadikan Tazakka sebuah ekosistem keuangan Cashless, transparan, akuntabel. Transaksi keuangan di Tazakka, baik dari orang tua santri, toko, santri, sampai laporan hasil studi santri, sudah terintegrasi dalam sistem IT dan  bahkan sistem IT ini telah diwakafkan oleh Tazakka untuk bisa diimplementasikan di pesantren lainnya. Tazakka juga membangun jaringan di luar negeri melalui para penerima beasiswa Tazakka, maupun jaringan para pendiri, diantaranya di Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Umul Quro’ di Arab Saudi. Tazakka memiliki beberapa amal usaha yang semuanya mensupport Pondok  diantaranya  Toko Tazakka, Koperasi Siswa.  Tazakka memiliki keunikan yaitu makanan bagi para siswa di support oleh istri-istri guru dan pegawai ponpes yang diatur sedemikian rupa dan di integrasikan dalam sistem IT. Disampaikan oleh pengurus pondok, bahwa meskipun jumlah donatur pondok tidak banyak, namun dari yang tidak banyak itu kontribusinya bisa maksimal. Kolaborasi ZIS dan Wakaf digunakan untuk membiayai kegiatan pondok. Sehingga biaya pendidikan ponpes, tidak terlalu memberatkan ortu santri. Sekilas tentang sistem IT terintegrasi. Siswa tidak boleh membawa HP dan uang cash tidak digunakan dalam transaksi sebagai gantinya adalah siswa memiliki kartu siswa yang berfungsi sebagai kartu belanja. Melalui kartu siswa ini, santri bisa belanja dengan pagu/batasan Rp 300.000 per pekan, dan ada yang unik yakni mereka memiliki pagu meminjamkan uang kepada teman yang butuh, sebesar Rp 50 rb per minggu. Seluruh transaksi keuangan santri ter simpan dalam server cloud dan internal di ponpes. Termasuk history belanja, infaq, wakaf, kiriman uang orang tua. Biaya SPP 300.000 Rupiah,  uang makan 600.000 Rupiah per bulan, bisa di bayar bertahap oleh orang tua santri dan emuanya tercatat dalam sistem. Kekuatan merancang dan mengimplementasikan program fund raising Tazakka merupakan kunci sukses dalam mewujudkan cita-cita 2045 Tazakka. Tazakka memiliki maket / miniatur ponpes selama tahun2 mendatang. Gedung dan sarana prasarana lainnya. Prinsip dalam pembangunan fisik adalah Harus Selesai, namun Tidak Boleh Selesai/ berhenti, maksudnya, misal tahun ni target membangun 1 gedung, maka harus selesai terbangun dan dilanjutkan untuk pembangunan pada tahun-tahun berikutnya. Tahun 2030 Tazakka memiliki cita-cita melahirkan 10 Doktor, 30 Magister, 60 Sarjana sebagai visi kaderisasi dalam bidang sains, teknologi, studi Islam, dan kesehatan. Program pembinaan Donatur ziswaf, juga menjadi kunci sukses dalam fundariising, sebagai contoh  wakaf temporer untuk gedung A selama 5 tahun, setelah 5 tahun dana wakaf seharusnya dikembalikan, namun  karena ada program lain misal pembangunan gedung B, maka dengan melaksanakan pembinaan donatur, sebagian besar donatur gedung A akan ikut lagi menjadi Donatur di gedung B.  Bisa dengan uang yang sama, atau malah nambah tapi ada juga yang butuh untuk dikembalikan. Kekuatan Visi, diterjemahkan dalam program-program, dan didukung dengan laporan pelaksanaan yang berkesinambungan, membuat lembaga ZISWAF Tazakka terus menjadi kepercayaan para donatur. Kuncinya adalah Profesional Akuntanbilitas dan Amanah. 4 Program Lazis Tazakka: Demikian yang saya sampaikan. Semoga bisa ada manfaatnya untuk kita semua. Salam takzim  Reportase  Agung Prast  MPW PCM Ngaglik Editor   Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Trapsi Haryadi, S.IP., M.IP. Kembali Pimpin PRM Randusongo Donokerto Turi Sleman

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Randusongo (PRM Randusongo) Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Provinsi DIY telah melaksanakan Musyawarah Ranting (Musyran) pada hari Ahad 5 November 2923 bertempat di RM Sido Mampir, Sleman. Musyawarah Ranting memutuskan sejumlah 11 orang pimpinan yaitu: 1.            Trapsi Haryadi, S.IP., M.IP. 2.            Sarwoto Ari Rasto 3.            Suratno 4.            Arinanto Nugroho, S.E. 5.            Sudarmaji 6.            Riyanto DW 7.            Aris Suranto 8.            Aziz Yon Haryono, S.T., M.T. 9.            Teguh Santoso 10.         Anton Mulyatno, S.H. 11.         Warjono, S.Pd. Dalam forum musyawarah secara mufakat memberikan amanah kepada saudara Trapsi Haryadi, S.IP., M.IP. untuk memimpin PRM Randusongo untuk periode 2023-2028. Dengan diselenggarakanya Musyran ini seluruh peserta berharap terpilih Pimpinan Ranting Muhammadiyah Randusongo yang kapabel, terpercaya, dan amanah dalam melanjutkan dinamika organisasi yang semakin beragam tantangannya terutama di tingkat masyarakat akar rumput / grass root. Ketua PCM Turi Drs Bambang Rahmanto menyampaikan “ Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan Gerakan Islam yang maksud gerakanya ialah Dakwah Islam dan Amar Ma’ruf nahi Munkar yang ditujukan kepada perseorangan dan Masyarakat”. Ketua PRM Randusongo terpilih memberikan kata pembuka dalam Musyran yaitu perlunya penguatan pemahaman ke-Islaman dimulai dari ranah individu, keluarga, dan masyarakat. “ Pemahaman ke-Islaman yang baik kemudian didorong dapat menebarkan nilai rahmatan lil ‘alamin bagi sekitar”. Tantangan zaman dan perkembangan dunia global begitu cepat dan memasuki berbagai sendi kehidupan. Salah satu hal yang perlu dilakukan di tingkatan ranting adalah penguatan nilai di lingkungan keluarga dan melakukan langkah konkret untuk menghadapi tantangan tersebut. Reportase   Trapsi Haryadi  PRM Randusongo Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Deklarasi Anti Perundungan di Smupa (SD Muhammadiyah Pakem) Diikuti 534 Peserta Didik Dan 42 Guru Karyawan

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Salah satu tolok ukur peningkatan mutu pendidikan adalah terwujudnya pembangunan karakter dan  kompetensi peserta didik. Penguatan karakter menjadi kunci utama untuk menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan era abad 21. Nilai-nilai inilah yang harus tertanam di lingkungan masyarakat, terutama di lingkungan satuan pendidikan, khususnya di ngkat sekolah dasar yang menjadi fondasi awal dalam pembentukan karakter. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Satuan Pendidikan merupakan salah satu instrumen untuk penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan. Untuk menyukseskan Gerakan Nasional tersebut, SD Muhammadiyah Pakem berupaya untuk mengedukasi peserta didik dengan agenda kegiatan yang dikemas apik dan mudah diterima oleh para siswa. Senin pagi 6 November 2023 di halaman sekolah ada apel pagi bertema deklarasi anti bullying dan kekerasan sekolah diikuti 534 peserta didik dan 42 guru karyawan.  Setelah dibuka oleh bagian kesiswaan Muharam Bagaskara Ahada dilanjutkan dengan arahan dan dongeng yang disampaikan oleh Kepala Sekolah, Rr.Afiati Fatimah, S.Pd. M.Pd yang dalam kali itu “  mengisahkan dua tokoh dalam fabel sederhana dengan menggunakan media boneka kelinci dan membawakan pesan anti perundungan bagi siswa”. Sebagaimana disampaikan Ari Fitri Utami Humas SD MUPA kepada Arief Hartanto siang ini. Kemudian dua orang siswa maju membaca 5 butir deklarasi anti perundungan yang ditirukan oleh semua warga sekolah yang berbunyi : Sekolah menyiapkan papan berbingkai yang dikemas rapi, semua warga sekolah membubuhkan cap  warna-warni atau tanda tangan sebagai wujud komitmen bersama mewujudkan sekolah yang nyaman.  Kegiatan ini juga didukung oleh semua guru untuk menyisipkan  dalam materi Hizbul Wathan dimana anak diajari gerak lagu anti perundungan. Reportase Ari Fitri Utami SD MUPA, RR Afiati Fatimah M.MPd MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Belajar Dengan Menyenangkan, SD Muhammadiyah Sangonan Gelar Outing Class

Godean, Pdmsleman.Or.Id Outing Class SD Muhammadiyah Sangonan 1 ke JCM, Masjid Suciati dan SKE. Hari Jum’at 3 November 2023 siswa kelas 3 dan 4 SD Muhammadiyah Sangonan I belajar di tempat yang berbeda. Biasanya belajar di kelas, kali ini pembelajaran dilakukan di Jogja City Mall.  Memenuhi undangan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Sleman untuk menyaksikan festival dongeng Nusantara. Dongeng kali ini dikemas dalam bentuk wayang dengan pendongeng pak Bagong. Acara ini harapan dari sekolah untuk anak-anak semua adalah “ Belajar itu bisa dimanapun dan kapanpun, melalui wayang anak-anak bisa lebih mencintai dongeng Nusantara dan dengan kisah  di dongeng maka  anak-anak dapat mengambil pelajaran yg baik untuk diterapkan dalam kehidupan.” Ungkap Siti Zakiyah, S.T. selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sangonan 1 yang beralamat di Sangonan Sidorejo Godean Sleman. Setelah selesai menyaksikan pertunjukan dongeng, perjalanan kami lanjutkan ke masjid Suciati untuk melaksanakan sholat Jum’at.  Ini praktik pembelajaran untuk anak-anak. Tidak ada alasan untuk meninggalkan sholat. Meskipun sedang berkegiatan Setelah menunaikan sholat Jum’at pembelajaran dilanjutkan di Sindu Kusuma Edupark. Di sana anak-anak bebas berenang. Seperti yg diwasiatkan rosululloh untuk mengajarkan kepada anak-anak berenang, memanah dan berkuda. “Bismillah, besar harapan sekolah, anak-anak akan tumbuh menjadi muslim yang kuat, kreatif, mandiri dan berkemajuan.” Pungkas Bu Kepala Sekolah yang sering disapa bu Zaki. Reportase H. Wahdan A Spd. MPI PDM Sleman, PCM Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Mengukir Masa Depan Cerah: Pentingnya Ketahanan Keluarga Dalam Membentuk Anak-Anak Yang Unggul Di Indonesia

Dr. Triwahyuni Sukesi, S.Si, MPH* Kehidupan modern seringkali membawa kita di hadapan berbagai tantangan yang melibatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial anak-anak. Di tengah situasi yang semakin kompleks ini, penting bagi kita untuk merenung tentang peran penting ketahanan keluarga dalam membimbing anak-anak kita menuju masa depan yang cerah. Data menunjukkan bahwa gangguan mental emosional remaja di Indonesia meningkat dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen, sebuah angka yang mengkhawatirkan. Ini hanyalah salah satu contoh nyata yang menggarisbawahi pentingnya ketahanan keluarga dalam merespons permasalahan ini. Meningkatnya Masalah Kesehatan Mental Pada tahun-tahun terakhir, Indonesia telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam angka gangguan mental pada remaja. Dari 6,1 persen menjadi 9,8 persen merupakan lonjakan yang signifikan. Ini berarti hampir 10 persen remaja Indonesia menghadapi masalah mental yang memengaruhi kesejahteraan mereka dan perkembangan masa depan. Angka ini membawa kita kepada pertanyaan kritis: Mengapa gangguan mental semakin merajalela, dan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi tantangan ini? Salah satu solusi yang muncul adalah memperkuat ketahanan keluarga sebagai dasar yang kuat untuk membimbing anak-anak melewati masa-masa sulit ini. Ketahanan keluarga, dalam berbagai aspeknya, adalah pondasi penting untuk menghadapi permasalahan kesehatan mental dan sosial ini. Tantangan Kesehatan Fisik Selain gangguan mental, tantangan kesehatan fisik seperti Kurang Energi Protein (KEP) dan stunting juga tetap menjadi permasalahan serius, terutama di daerah-daerah seperti Yogyakarta. Profil kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2021 mencatat sekitar 8,50 persen balita mengalami KEP dan 9,83 persen mengalami stunting. Masalah kesehatan balita bukan hanya soal gizi, tetapi juga berkaitan dengan kondisi sosial dan ekonomi. Di tengah kenyataan ini, ketahanan keluarga memegang peran yang tak tergantikan dalam menyediakan kondisi yang memungkinkan anak-anak untuk berkembang secara fisik yang sehat. Keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi dapat memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan. Ini tidak hanya penting untuk pertumbuhan fisik anak, tetapi juga untuk memberikan mereka peluang dalam hal perkembangan mental dan sosial. Ketahanan Keluarga: Pondasi Masa Depan Anak-anak Ketahanan keluarga bukanlah konsep yang abstrak; ia adalah tanggung jawab nyata yang dapat kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam memahami peran ketahanan keluarga, ada empat aspek penting yang harus kita pertimbangkan: Dengan membangun ketahanan keluarga dalam aspek-aspek ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Ketahanan keluarga adalah kunci untuk memberikan anak-anak peluang terbaik dalam menghadapi tantangan masa depan dan mencapai potensi sejati mereka. Bersama-sama, kita dapat membantu mereka mengukir masa depan yang cerah dan sukses di Indonesia yang kita cintai. Dalam menghadapi krisis kesehatan mental dan gizi yang mengancam, mari berkomitmen untuk membangun keluarga yang kuat, yang akan mewariskan nilai-nilai penting kepada generasi mendatang. *Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si.,MPH. Divisi SAMARA Majlis Pembinaan Kesejahteraan Sosial pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman

Loading