LPCRPM PDM Sleman Gelar Pemantapan PCM dan PRM Menghadapi Pemilu 2024, Optimalisasi Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Peran Kebangsaan di Kabupaten Sleman DIY  

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Program awal  LPCRPM (Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting, Pembinaan Masjid)  Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman adalah pemantapan PCM dan PRM menghadapi pemilu 2024 di gelar di Convention Hall Gedung Erwin Santosa lantai 4 RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu, 23 September 2023 dengan mengangkat Tema: “optimalisasi Pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam Peran Kebangsaan di Kabupaten Sleman DIY “ Dalam sambutan ketua LPCRPM PDM Sleman, US. Prawoto, S.Ag. M.KM menyampaikan bahwa “ jika kita sungguh-sungguh insya Allah target program kita terpenuhi bahkan melebih”i. Selain itu meski di cabang dan ranting sudah punya strategi. Kita menghadirkan dari wilayah dan daerah serta dari cabang Minggir, Moyudan dan Gamping untuk memberikan materi terkait prestasi yang bagus dalam pemilihan DPD RI 5 tahun lalu. Dalam sambutan PDM Sleman disampaikan oleh H. Nasirun bahwa “ program LPCR yang utama adalah: pertama, setiap cabang harus memiliki masjid Muhammadiyah Unggulan. Kedua,  tiap cabang harus miliki toko-Mu unggulan. Ketiga, tiap cabang harus memiliki AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) unggulan”. Dalam hal kebangsaan disampaikan pula paparan dari Dr. Sapardiyono, menyampaikan paparan menarik dengan tema Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan. Peran kebangsaan Di bidang politik warga Muhammadiyah dengan menggunakan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. Muhammadiyah bersikap netral-aktif terhadap semua kekuatan politik, warga Muhammadiyah harus aktif berpartisipasi politik dan tidak boleh bersikap apolitis “Warga Muhammadiyah harus mengedepankan etika dalam melakukan aktivitas politik warga muhammadiyah dalam melakukan aktivitas politik harus berorientasi pada kepentingan umum, bukan kepentingan diri sendiri dan golongan artikulasi politik warga Muhammadiyah harus menunjukkan sikap politik moderat”. Bagaimana menghadapi pemilu 2024? Adalah dengnan memberikan penyadaran bahwa pemilu adalah peristiwa rutin 5 tahunan. Muhammadiyah memposisikan sikap netral dan menjaga kedekatan yang dengan semua kontestan. Warga Muhammadiyah sudah cerdas, memilih berdasarkan track record dan siapa calon yang darah Muhammadiyah-nya lebih kental. Beberapa poin penting tentang Pemilu, Definisi kampanye: Kampanye Pemilu adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan Pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu dengan penetapan DPD: 4 Oktober sd 3 November 2023. H. Harjaka, S.Pd., S.Ag. MA Ketua PDM Sleman dalam Posisi Kebangsaan Dakwah Muhammadiyah pada Pemilu 2024 menyampaikan beberapa hal, Hari kimat sebagai penanda akhir zaman, wajah manusia dalam kondisi pucat karena akan berada dalam kondisi seperti orang yang lelah, dikarenakan kemanapun bergerak hanya dijumpai api. Sebagai warga Muhammadiyah jangan sampai kita dikhawatirkan dalam ayat tersebut, yaitu bingung dan lelah dengan hal-hal yang semu. Masuk menjadi anggota Muhammadiyah tidak hanya sekedar membuat “kartu Muhammadiyah” tetapi harus berniat memperjuangkan Islam. Harus sungguh-sungguh dalam mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya secara Istiqomah. QS Fushshilat ayat 30 : orang yang mengaku benar-benar beriman harus mengucap (qoulun),  amalun (diamalkan) niatun (niat),  wa sunnatun (dan sesuai sunnah. Jika orang yang beriman sudah mengucap tapi tidak mengamalkan maka termasuk orang yang munafik,  Jika orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan tetapi tidak niat karena Allah maka termasuk orang yang Kufur. Jika ada orang yang beriman sudah mengucap, mengamalkan, sudah berniat tetapi tidak sesuai Sunnah maka termasuk Ahli Bid’ah.  Kemajuan dan perkembangan teknologi atau fasilitas bukan masuk dalam istilah bid’ah hasanah, melainkan merupakan kemajuan zaman. Tidak ada istilah bid”ad hasanah, bid’ah tetaplah bid’ah. Di muhammadiyah harus Istiqomah fil aqidah : tidak boleh dicampur dengan syirik dan TBC dan stiqomah fil ibadah : jika ada perintah dilaksanakan, jika larangan dijauhi.  Istiqomah fil ma’isyah atau rejeki, istiqomah fil akhlaqul karimah, adab sopan santun unggah ungguh harus dipertahankan. Istiqomah fil silatir rohimah (persatuan), istiqomah fi siyasah (politik) agama akan hancur karena 3 perkara : a. Orang ahli agama tetapi fajir (pelo, tidak konsisten) b. Pemimpin yang semena-mena c. Mujtahidun jahilun (mujtahid kurang referensi dalam menentukan hukum).  Berusaha memperoleh hasil maksimal dalam mengamankan suara untuk Syauqi Soeratno untuk DPD Dapil DIY. Reportase : H. Wahdan Arifudin PCM Godean, MPI PDM Sleman Editor   : Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman

Loading

Tugas Pimpinan  Muhammadiyah itu Berat

H. Irfan Haris  PDM Sleman Pdmsleman.Or.Id مَآ ءَاتَيۡنَٰكُم بِقُوَّةٖ وَٱذۡكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ } [Surat Al-Baqarah: 63] Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.” Tugas Kita sebagai pimpinan  Muhammadiyah disegala tingkatan itu  berat  , amanah yang harus di lakukan  dalam membumikan risalah Islam berkemajuan tidak sekedar jargon. Membumikan risalah islam berkemajuan, Risalah Islam Berkemajuan yang dihasilkan pada Muktamar 48  Muhammadiyah di Surakarta bukan barang baru di  Muhammadiyah. Namun demikian, Risalah Islam Berkemajuan (RIB) sekurangnya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan dan menjadi kebaruan dalam wawasan Islam Berkemajuan. Tiga hal itu meliputi redefinisi, reorientasi, dan reaktualisasi. ketiga kebaruan tersebut bukan sekedar kata tanpa makna dan berdiri di ruang hampa. Kebaruan tersebut, merupakan struktur landasan pemikiran dan gerakan yang dibangun oleh  Muhammadiyah dalam menyongsong masa depan.  Muhammadiyah sebagai pengalaman intersubjektif,  membutuhkan rumusan arah gerak dan berpikir sebagai pijakan bersama. “Islam Berkemajuan itu adalah bentuk pikiran sikap dan tindakan yaitu merangkaikan pengalaman atau experience di masa lalu untuk dasar melakukan uji coba atau experiment untuk meraih harapan ekspektasi di masa depan.” Harapan atau ekspektasi di masa depan yang diinginkan oleh  Muhammadiyah dapat ditemukan dalam maksud dan tujuan  Muhammadiyah, yaitu “menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.” Risalah Islam Berkemajuan, merupakan bagian dari usaha PP  Muhammadiyah mengkonstruksi wawasan atau konsep Islam Berkemajuan itu sendiri. contohkan, misalnya Pak AR Fachruddin menyebut Islam Berkemajuan sebagai Islam yang gagah, pemurah dan bukan peminta-minta. “Terjemahan Islam Berkemajuan ini kompleks, sebagian dari kompleksitas itu dalam Risalah Islam Berkemajuan.” Islam Berkemajuan juga dapat dimaknai sebagai bentuk atau transformasi dari semangat Al Ma’un untuk mengagungkan dakwah dan tajdid dalam kehidupan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal. “Agama Islam yang bercorak maju dan mencerahkan diusung  dari pandangan keagamaan yang bersumber pada Al Qur’an dan Assunnah dengan mengembangkan ijtihad di tengah kehidupan dunia modern di abad ke 21 yang komplek.” Secara lebih opersional , Islam Berkemajuan yang dipedonami oleh  Muhammadiyah merupakan agama yang membawa dan menyampaikan benih-benih kebaikan, kesejahteraan, keadilan, kemakmuran dan kehidupan yang dinamis. Sebagai warga  Muhammadiyah yg diberi tugas dan amanah menggerakkan warga  Muhammadiyah dan warga islam pada umumnya , sebagai pimpinan  kita wajib menyiapkan diri dengan  tafaquh fiiddiin , kuat amaliyah nya, luas pemahamaman Alqur an dan Assunahnya  , selalu membangun keteladanan diri dan keluargannya. Sehingga bisa menjadi contoh di lingkungannya . Salah satu contoh untuk membanghn pribadi yang sesuai RIB , kita punya target mengkaji Alqur an dan Al hadis  secara rutin, menghafalkan ayat ayat Allah,  dan ketika kita memberikan kajian rutin di lingkungan  Muhammadiyah sudah saatnya  kita banyak mengemukakan ayat ayat tazqirah dari Al qur an dan Aassunah , sehingga qolbun kita menjadi tersiram dg ayat ayat Allah tersebut. InsyaaAllah kalau kita tertib melakukan kajian kajian dg dalil Naqli, generasi muda kita akan mulai senang ngaji di lingkungan  Muhammadiyah. Materu H. Irfan Haris  PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan PCM Kalasan: Langkah Menuju Islam Berkemajuan

Kalasan, Pdmsleman.Or.id Kalasan, Sleman – Pada Senin, 18 September 2023, sebuah prosesi pengukuhan yang bersejarah digelar di Aula SD Muhammadiyah Kadisoka. Prosesi ini adalah bagian dari langkah penting dalam mewujudkan visi Islam Berkemajuan. Dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan pimpinan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pembinaan dan Pengembangan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalasan resmi diumumkan dengan Ketua H. Sunandar, S.psiSkretaris ; Iswanto. MPD Prosesi pengukuhan dimulai dengan pembukaan acara dan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh H. Sutriyanta,ST.,MM dari PDM Sleman, yang kemudian diikuti oleh ikrar pengukuhan yang dibacakan oleh Drs. H. Irfan Haris. Drs. H. Irfan Haris, selaku Ketua PDM Sleman, kemudian menyerahkan secara simbolis SK PCM Kalasan kepada pengurus yang baru. Momen bersejarah ini disambut dengan ucapan selamat dan salam perkenalan antara pimpinan PDM, pengurus PCM Kalasan, serta tamu undangan. Dalam sambutannya, H. Irfan Haris menggarisbawahi pentingnya tugas pemimpin Muhammadiyah di semua tingkatan. Ia menyebutkan bahwa tugas ini adalah amanah berat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, membumikan risalah Islam berkemajuan bukan sekadar jargon, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus diwujudkan. Risalah Islam Berkemajuan (RIB), yang dihasilkan pada Muktamar 48 Muhammadiyah di Surakarta, bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah. Namun, H. Irfan Haris menekankan bahwa terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam wawasan Islam Berkemajuan, yaitu redefinisi, reorientasi, dan reaktualisasi. Prosesi pengukuhan PCM Kalasan ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan misi Muhammadiyah dalam memperbaharui dan menguatkan pemahaman Islam yang berkemajuan. Dengan semangat yang penuh, pengurus PCM Kalasan periode 2022-2027 siap untuk berkontribusi dalam membumikan risalah Islam Berkemajuan dan menjalankan amanah ini dengan sepenuh hati. Semoga langkah ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan Muhammadiyah di Kalasan. Reportase : Sutriyanta, H Irfan Haris PDM Sleman EDitor : Arief Hartanto, MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Alat Menyebarkan Islam Agama Tauhid

Pdmsleman.or.id H. Harjaka. S.Pd MA , Ketua PDM Sleman Muhammadiyah yang dirintis  oleh KH. Ahmad Dahlan terus melangkah. Muhammadiyah bukanlah agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat. Berikut macam-macam tauhid dan penjelasannya: 1. Rububiyah Macam-macam tauhid yang pertama adalah Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an yang berbunyi: “Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.” (Az-Zumar 39:62). Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Namun pengakuan seseorang terhadap Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam, karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?’” (Al-Mu’minun: 86-89) Contoh perilaku sehari–hari adalah : a. Tidak merasa hebat , sombong dan takabur. b. Bersyukur bila mendapat nikmat baik yang disangka maupun tidak disangka. c. Introspeksi diri dan bersabar bila mendapat ujian 2. Uluhiyah Macam-macam tauhid yang kedua adalah Uluhiyah. Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (‘Al ‘Imran 3:18) Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyah-Nya. Hal ini berarti mengesakan Allah SWT dalam segala macam ibadah yang kamu lakukan, seperti salat, doa, nazar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut ,dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kamu harus memaksudkan tujuan dari semua ibadah tersebut hanya kepada Allah SWT semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu “Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.” (Shaad 38:5) Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta. Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Berdoa kepada Allah, meminta kepada Allah, melibatkan Allah dalam semua aktivitas kita. Tidak mendatangi dukun, tidak mempercayai ramalan. 3. Asma wa Sifat Macam-macam tauhid yang ketiga adalah Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Imam Syafi’i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: “Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah.” Contoh dalam kehidupan sehari-hari : Perilaku seorang akan berbuat maksiat, walaupun tidak ada yang mengawasi karena yakin bahwa Allah melihat apa yang manusia lakukan. Editor : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.id Pengukuhan Pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Tempel yang dilakukan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman bertempat di Aula Darul Ulum SMK Muhammadiyah Tempel pada Ahad  17 September 2023. Acara berlangngsung dengan rangkaian Pra Acara   Panembromo dari PCM dan PCA Tempel kemudian Pembukaan serta Gema wahyu illahi oleh Afif Naufal sertra menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya dan Mars Aisyiyah. Sambutan dari Ketua PCM Tempel  Samsul Alam, M.Si  “ Alhamdulillah Musycab Muhammadiyah  dan Aisyiyah Tempel sudah berjalan lancar dan kondusif, sehingga menghasilkan keputusan yang baik”.    Harapan kepada pengurus untuk dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan ikut berperan dalam menjadikan masyarakat Tempel yang berkemajuan. Prosesi pengukuhan PCM dilakukan oleh PDM dan PCA oleh PDA sementara Majelis dan Lembaga PCM oleh PCM dan Majelis dan Lembaga PCA oleh PDA. Dalam Peneguhan ideologi oleh PDM H. Harjaka  menyampaikan “ Muhammadiyah bukan agama, namun Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang selalu mendakwahkan kebenaran agama khususnya Islam jadi Muhammadiyah hanyalah merupakan alat saja untuk menyebarkan agama tauhid yaitu Islam”. Menurut ibnu Taimiyah, tauhid dijabarkan menjadi 3 bagian, yaitu Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma wa sifat.  Rububiyah. Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an (Az-Zumar 39:62). Uluhiyah dapat diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang dzohir (terlihat) maupun batin. Itu artinya kamu beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Asma Wa Sifat. Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur’an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta’thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan). Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma’ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan Penggalangan Dana Kemanusiaan untuk korban gempa Maroko yang pada kali itu spontan KL Lazismu Tempel dibantu kader TS Cabang Tempel terkumpul sementara Rp 2.010.000,- Reportase Samsul Alam MSi PCM Tempel Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Musyawarah Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Ganggong: Menuju Kemajuan Muhammadiyah

Turi,Pdmsleman.or.id Pada hari Ahad, 17 September 2023, Gedung TPA Al Hikmah Ganggong Bangunkerto Turi Sleman menjadi saksi dari kegiatan bersejarah, yakni Musyawarah Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Ganggong. Acara yang diselenggarakan ini memiliki agenda utama yang sangat penting, yaitu pemilihan pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah Tur periode 2022 – 2027. Dalam semangat memajukan Muhammadiyah, tema yang diangkat dalam musyawarah kali ini adalah “Wujudkan Muhammadiyah Berkemajuan”. Tema ini menjadi landasan bagi peserta musyawarah untuk merumuskan program-program yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Ketua Cabang Muhammadiyah Turi, Drs. Bambang Rahmanto, memberikan sambutan yang penuh harapan. Beliau berharap agar musyawarah ini akan memberikan dampak yang baik bagi masyarakat sekitar Ranting Ganggong dan bagi para pengurus yang terpilih, yaitu menjadi pengurus yang berdedikasi, ikhlas, dan mampu memajukan Muhammadiyah. Musyawarah ini juga telah menghasilkan susunan pengurus baru untuk PRM Ganggong. H. Darmojo dan Marjono terpilih sebagai Ketua, sementara M. Arif Rahman dan Irkham Budi S menjabat sebagai Sekretaris. Marwadi dan Agus Widodo ditunjuk sebagai Bendahara. Susunan pengurus ini diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi mewujudkan visi Muhammadiyah yang lebih maju dan berkemajuan. Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, Musyawarah Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Ganggong ini diharapkan akan membawa berkah bagi perkembangan Muhammadiyah di wilayah ini serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya. Semoga tema “Wujudkan Muhammadiyah Berkemajuan” dapat diwujudkan dalam tindakan nyata yang mendukung kemajuan organisasi ini. Reportase Marwadi PRM Ganggong Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan dan Raker PCM Sleman dan PCA Sleman periode 2022-2027.

Sleman,Pdmsleman.or.id Bertempat di SMK Muh 1 Sleman berlangsung Pengukuhan dan Raker PCM Sleman dan PCA Sleman periode 2022-2027. Hadir selain PCM dan PCA Sleman terpilih, dari PDM Sleman H.Nasirun dan H. Arif Mahfud MPd I , sedangkan dari PDA Sleman hadir dra. Hj. Hanik Rosyada, MAg dan    Retno Safitri MAg. Nampak hadir pula Panewu Sleman Joko Susilo SP, MSi dan Forkompinda Sleman serta tamu undangan lainnya dari LDII, MTA, MWC NU Sleman dan KUA Sleman. Panewu Sleman dalam sambutannya mengatakan, Muhammadiyah dalam gerakan selalu membangun untuk kepentingan umat disamping sebagai dinamisator untuk taraf hidup yang lebih baik. “Seperti sekarang ini masalah sampah menjadi masalah bersama. Bagaimana Muhammadiyah bisa hadir.” Tandas  Joko Susilo. Sementara dari PDM Sleman menyampaikan tentang 5 sikap atau karakter Muhammadiyah berupa Karakter Islam Berkemajuan yang disampaikan oleh H. Nasirun. Sementara ketua PDA Sleman Hanik Rosyada menyampaikan adanya beberapa tambahan majelis diantaranya Majelis Budaya, ditambah olahraga, Majelis dikdasmen ditambah Paud. Hanik mengajak Muhammadiyah PCM Sleman dalam kegiatannya sebaiknya selalu menggandeng PCA Sleman. Agar program kerja dapat seiring sejalan. Setelah Sertijab dilanjuntukan dengan rapat kerja dan sidang pleno hasil raker. Reportase H. Ashari SIP PCM Sleman MP PDM Sleman

Loading

Musyran PRM Sidoagung Godean

Godean, Pdmselan.Or.id Ahad pagi ini, (17/9) bertempat di SD Muhammadiyah Sangonan 3, Genitem, Sidoagung Godean diadakan Musyawarah Ranting Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sidoagung. Dalam sambutan Ketua PCM Godean, Haris Darmawan menyampaikan beberapa hal diantaranya Pimpinan Cabang Muhammadiyah  Godean berbahagia pada siang ini, karena PRM-PRA Sidoagung sedang melaksanakan musyawarah ranting, satu tahapan yang mesti dilalui ada penyelenggaraan musyawarah. Nikmat yang luar biasa pada saat ini, adalah nikmat iman, islam dari itulah kita mengenal Muhammadiyah, tentu kita berharap dapat mengambil peran yang lebih dari masa yang lalu. Menegaskan kembali esensi QS Ali Imran ayat 104, segolongan yang menyeru kebaikan yaitu Al Islam, serta hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah serta menjauhi hal-hal yang mendekatkan kita dari Allah. Muhammadiyah berdiri atas prakarsa seorang tokoh yang luar biasa, yang sudah berkembang 1 abad lebih. Muhammadiyah harus terus tegak berkembang memberikan kemaslahatan kepada umat. “ Muhammadiyah diharapkan menjadi “muflihun” atau keberuntung untuk kita raih. Kita perlu lebih mengenal Muhammadiyah, merupakan Gerakan Islam, tidak boleh stagnan, semua ortom dan pimpinan harus bergerak dinamis. Jika stagnan maka dipertanyakan makna gerakan yang sesungguhnya”. Islam menawarkan wasathiyah tetapi mendasari konsep irfani, bayani dan burhani dalam menjalankan aktifitas kehidupan. Memahami dalil perlu dengan tekstual serta mengembangkan secara konteksual dalam kehidupan beragama. Muhammadiyah tegak dan jelas dalam berdakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan berpedoman dari AD ART Muhammadiyah. Sehingga harapannya memberikan kontribusi positif. Diharapkan menginisiasi lahirnya PM dan NA sehingga dapat memberikan peran yang lebih, generasi muda energinya banyak maka perlu saluran yang baik dan positif demi kemajuan bangsa. Musyran merupakan bentuk pertanggung jawaban kosekuensi kita sebagai seorang pemimpin, bukan soal keren-keren an tetapi ada pertanggung jawabannya Amanat dari Musypimwilsus terkait tahun 2024 agar tetap kondusif saling menghargai, Muhammadiyah diharapkan menampilkan atau mengajukan putra terbaiknya untuk sukses DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. Selanjutnya Amanat Lurah Sidoagung  Edy Utomo menyampaikan beberapa hal diantaranya, “ atas nama pemerintah Kalurahan Sidoagung mengucapkan selamat atas terselenggaraanya Musyran PRM Sidoagung. Muhammadiyah sebagai pelopor maupun penggerak, merupakan gerakan, fungsi Muhammadiyah adalah menggerakkan bukan sekedar organisasi, tetap harus ada gerakan”. Selanjutnya generasi akan berganti, Muhammadiyah juga merupakan gerakan perkaderan, harapannya kaderisasi dapat dihidupkan kembali. Potensi pemuda sangat baik dan bagus, maka jika Muhammadiyah tetap eksis tidak ada pilihan lain regenerasi harus dihidupkan, dengan mengaktifkan PM dan NA. Kita tidak pesimis dalam memulai sbuah gerakan, perlu ada usaha fundamental untuk memulai mengaktifkan kembali  generasi muda. Kita mulai dalam berbuat kebaikan, tentunya untuk menghidupkan kepedulian warga Muhammadiyah mengaktifkan generasi terbaik. Mari kita menjadikan diri menjadi umat pilihan berdasarkan Ali Imran ayat 10. Dimulai dari masing-masing keluarga dan jamaah. Ada tiga pilar : keimanan harus dibangun untuk semakin kuat dan kokoh. Janji Allah pasti jika suatu masyarakat iman maka Allah akan menurunkan rahmatnya, moral yang baik akan menjadi landasan kehidupan. Akhlak dalam menjalani aktifitas. Menjelang tahun politik harus menjaga kondusifitas. Reportase H. Wahdan A S.PD PCM Godean MPI PDM Sleman

Loading