Peran KOKAM Sleman Kawal Syiar Muhammadiyah Sleman Expo #1

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Daerah Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam mendukung agenda besar persyarikatan berupa perhelatan akbar Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, jajaran KOKAM Sleman menginstruksikan pengamanan penuh guna memastikan kelancaran acara yang menjadi pusat perhatian warga Muhammadiyah di Bumi Sembada tersebut. Agenda yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Januari 2026, ini dipusatkan di Sleman City Hall (SCH). Sebagai garda terdepan dalam pengamanan dan pelayanan Muhammadiyah, KOKAM mengambil peran strategis dalam menjaga ketertiban serta kenyamanan para pengunjung dan peserta expo. Komandan KOKAM Sleman, Pupud Purnomo, secara resmi menginstruksikan kepada seluruh jajaran anggota KOKAM di wilayah Kabupaten Sleman untuk terjun langsung membantu Pengamanan (PAM) selama kegiatan berlangsung. Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan organisasi dalam mengawal marwah persyarikatan. “Mohon untuk seluruh anggota KOKAM se-Kabupaten Sleman untuk bisa membantu PAM dalam kegiatan Muhammad Sleman Expo #1. Kehadiran kita sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap rangkaian acara berjalan dengan tertib dan kondusif,” tegas Pupud Purnomo dalam keterangannya, Sabtu (10/1). Selain fokus pada area pameran di Sleman City Hall, tugas besar menanti pada hari terakhir rangkaian acara. Pada hari Minggu, 11 Januari 2026, ribuan warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah memadati Lapangan Denggung, Sleman, untuk mengikuti agenda “Senam Bahagia Muhammadiyah ‘Aisyiyah”. “Untuk kegiatan Senam Bahagia di Lapangan Denggung, dibutuhkan minimal 60 personel KOKAM yang bertugas khusus di area tersebut. Fokus kita adalah pengaturan arus massa dan pengawalan jalannya acara agar tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta,” tambah Pupud. Mengenai ketentuan teknis di lapangan, pimpinan KOKAM menetapkan penggunaan atribut resmi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Seluruh personel diwajibkan mengenakan Pakaian Dinas Siaga (PDS) KOKAM Lengkap atau menyesuaikan dengan kondisi lapangan, dengan kewajiban utama mengenakan sepatu demi menjaga profesionalisme dan performa saat bertugas. Keterlibatan KOKAM dalam Muhammadiyah Sleman Expo #1 ini bukan sekadar tugas pengamanan, melainkan manifestasi dari semangat Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). MSE #1 sendiri merupakan ajang unjuk kekuatan ekonomi, pendidikan, dan kreativitas warga Muhammadiyah Sleman, sehingga stabilitas di lokasi acara menjadi prioritas utama. Dengan koordinasi yang solid antar-cabang dan ranting di bawah komando KOKAM Daerah Sleman, diharapkan perhelatan perdana expo ini sukses secara penyelenggaraan dan memberikan dampak luas bagi syiar Islam berkemajuan. Pupud menutup instruksinya dengan pesan semangat bagi para personel yang bertugas di lapangan. “Naṣrun mina-llāhi wa fatḥun qarīb, wa baśyiri-l-mu’minīn,” pungkasnya.  Rep & Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Ahmad Syauqi Soeratno, Muhammadiyah Sleman Expo Wujud Syiar Kemajuan  

Sleman, pdmsleman.Or.Id Tokoh nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., anggota DPD RI menghadiri perhelatan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1 yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH). Kehadiran Syauqi tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga memberikan pesan mendalam mengenai posisi strategis Muhammadiyah di ruang publik dan pentingnya keberlanjutan amal usaha. Dalam testimoninya di hadapan ribuan pengunjung, Syauqi Soeratno menekankan bahwa “Expo” bukan sekadar pameran biasa, melainkan sebuah bentuk “eksposisi” atau upaya menampilkan posisi Muhammadiyah kepada dunia luar. Menurut Syauqi, MSE menjadi wadah bagi sekolah-sekolah, amal usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Ia menegaskan bahwa menampilkan kemajuan ini adalah bagian dari syiar Islam yang berkemajuan. “Ekspo ini menampilkan posisi kita (Muhammadiyah) ke eksternal. Ini penting untuk syiar, bukan untuk ria atau sombong. Syiar itu maknanya empat: dakwah, berbagi ilmu, berbagi jejaring, dan berbagi manfaat,” ujar Syauqi. Ia merasa bangga melihat Sleman City Hall seolah-olah menjadi “milik” Muhammadiyah dan Aisyiyah Sleman selama kegiatan berlangsung. Selain mengapresiasi pameran, Syauqi juga mengajak warga Muhammadiyah yang hadir untuk berpartisipasi dalam agenda besar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, yakni pembangunan gedung kantor PDM yang baru. Ia mengemas ajakannya dengan gaya yang relevan bagi pengunjung mal. “Bagi Bapak Ibu yang rajin ke mal, itu baik-baik saja. Tapi pastikan investasi akhirat tetap jalan. PDM Sleman sedang memiliki program pengadaan tanah untuk gedung kantor. Jika belanja di mal dapat diskon, sisihkan diskonnya untuk investasi tanah ini. Satu meter hanya Rp750.000,” ajaknya .Ia menyebut partisipasi ini sebagai investasi yang tidak akan lekang oleh waktu karena akan terus bermanfaat bagi persyarikatan. Syauqi juga menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam membantu akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan wali murid di area parkir yang berterima kasih karena anak mereka mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia mengungkapkan bahwa Muhammadiyah saat ini proaktif mengawal program beasiswa dari pemerintah, seperti PIP untuk siswa sekolah dan KIP Kuliah untuk mahasiswa. “Bersyukurlah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. Kita punya petugas yang bertugas mencari informasi beasiswa agar biaya pendidikan tidak lagi menjadi beban berat bagi orang tua,” ungkapnya . Suasana formal berubah menjadi hangat dan haru ketika panitia memberikan kejutan ulang tahun kepada Syauqi Soeratno yang genap berusia 55 tahun tepat pada hari tersebut. Diiringi lagu “Selamat Ulang Tahun” dari grup band Jamrud, Syauqi menerima simbolis hadiah berupa senjata tradisional sebagai kiasan untuk terus berjuang dalam dakwah dan menyampaikan aspirasi masyarakat . “Saya tidak menyangka sama sekali. Terima kasih atas doanya. Semoga kita semua, khususnya warga Sleman, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” tutur Syauqi. Kehadiran Syauqi Soeratno di MSE #1 mempertegas pesan bahwa Muhammadiyah harus terus hadir di tengah masyarakat dengan membawa solusi nyata, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pemberdayaan umat. Rep  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Sarasehan Pendidikan Bersama Staf Khusus Mendikdasmen: Guru Harus Kompeten dan Sejahtera

 Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, telah diselenggarakan Sarasehan Pendidikan bersama Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengangkat tema “Pendidikan bermutu untuk Semua”. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan para pendidik, kepala sekolah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Majelis dikdasmen dan PNF dan pemerhati pendidikan, dari PAUD, TK ABA, SD, SMP, SMA/K se-Kabupaten Sleman bertempat di Sinta Hall, Sleman City Hall, Denggung Sleman Yogyakarta pada Jum’at 9 Januari 2026 dalam rangkaian kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo #1 tanggal 9-11 Januari 2026 Dalam sarasehan tersebut, Staf Khusus Menteri Dikdasmen RI, Arif Jamali Muis, M.Pd menegaskan bahwa kompetensi guru merupakan kunci utama keberhasilan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang seimbang. “Guru hari ini harus adaptif terhadap perubahan zaman, dimana kita menghadapi era algoritma dan AI sehingga guru mampu adaptif  memanfaatkan teknologi, serta menjadi teladan dalam karakter dan akhlak bagi murid” tegasnya dalam pemaparan yang di pandu oleh moderator Hasanuddin Salimi, M.Pd. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas tantangan dunia pendidikan kedepan, penguatan literasi dan numerasi yang masih rendah, serta peran guru dalam membentuk generasi berkarakter di tengah perkembangan digital. “Tema utama menteri pendidikan adalah pendidikan bermutu untuk semua. Islam berkemajuan memiliki ciri berpedoman tauhid, tapi tauhid yang menggerakkan. Seorang pendidik akan gelisah melihat perkembangan mutu menurun, jumlah murid juga turun. Berbicara tentang mutu maka ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diwujudkan bersama yang menjadi esensi sarasehan ini yakni: Pertama, guru harus kompeten dan sejahtera. Seorang guru harus mampu beradaptasi dengan situasi kekinian. Anak-anak kita jika belajar pytagoras bisa tetapi jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kurang adaptif. Saat ini era algoritma sehingga seorang guru harus mampu menghadapi perubahan. Perubahan itu dimulai dari kelas. Transformasi itu akan terlihat di masa yang akan datang, dan tergantung apa yang dilakukan guru saat ini. Kedua, Pembelajaran harus bermakna dan adaptif. Bagama cara mengajarkan teologi Al Maun oleh Kyai Ahmad Dahlan, dimana diajarkan sampai 3 bulan. Sebelumnya wal asri 7 bulan pertemuan dan ini menjadikan kebermaknaan atau sudahkah implementasi ajaran Kyai Dahlan dapat diterapkan secara bermakna, berkesadaran dan menggembirakan. Ketiga, Fasilitas harus memadahi sehingga program revitalisasi gedung kelas, dan fasilitas pendukung terus dilakukan Keempat, Pendidikan itu harus ada kolaborasi agar paradigma kita itu fastabiqul khoirot terus dilakukan Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik. Selanjutnya dalam diskusi disampaikan beberapa penanya yang mencoba mengkritisi program baik itu tentang kesejahteraan guru, kebijakan guru P3K, guru paruh waktu dan lain-lain. Menurut Apung Syaifuddin, M.Pd selaku sekretaris BKS SMP Muhammadiyah se-Sleman menyampaikan bahwa : “upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah sedikit banyak membantu dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua dan berharap peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dan menjadi tugas kita bersama.” Ujar Apung yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kalasan Disisi lain menurut Yudi Megawanto selaku peserta  menyampaikan bahwa “Upaya pendidikan bermutu untuk semua apakah benar-benar sudah menjawab tantangan dan permasalahan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman dimana tugas utama pendidik atau guru adalah memberikan nilai-nilai, moral, akhlaq yg mendasar bagi murid sudah menjadi tugas dan fungsi pokok seorang guru? Harapannya terus dilakukan dan berproses untuk mewujudkan guru yang kompeten dengan memperhatikan fungsi pokok guru, tutur Yudi yang merupakan kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Minggir. “Guru janganlah hanya mengejar kesejahteraan dan karir, tetapi dia juga adalah kurir Tuhan untuk anak-anak didiknya” tambah Didik. Sarasehan ini diharapkan menjadi ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama bahwa guru yang kompeten adalah fondasi utama terciptanya pendidikan yang bermutu untuk semua dan berkeadilan. Bravo Pendidikan Muhammadiyah Sleman. Maju bersama dan bersama-sama  maju. #mse, #pdmsleman, #muhammadiyah, #pdasleman, Rep  H. Wahdan Arifudin S.Pd  KS SMPMuh 2 Godean   MPI PDM Sleman Editor   Arief Hartanto MPI PD Sleman

Loading

PCM Tempel Gelar Pengajian, Launching AmbulansMu Unit 2, dan Pawai Akbar Milad Muhammadiyah ke-113

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel menggelar rangkaian kegiatan Pengajian Akbar, peluncuran AmbulansMu Unit 2, serta Pawai Akbar dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113. Kegiatan berlangsung pada Ahad, 21 Desember 2025, sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Lapangan Cemoro, Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman. Agenda ini menjadi wujud konsistensi Muhammadiyah Tempel dalam dakwah, penguatan layanan sosial, dan pengembangan pendidikan. Ketua PCM Tempel, H. Syamsul Alam, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Tempel dikemas secara terpadu agar memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat luas. “Milad Muhammadiyah tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus menghadirkan kemanfaatan. Launching AmbulansMu Unit 2 ini merupakan komitmen Muhammadiyah Tempel dalam memperkuat layanan kesehatan dan kemanusiaan,” ujarnya. Pengajian Akbar menghadirkan penceramah Dr. H. Khoirudin Basori, M.Si., yang menekankan pentingnya tajdid dan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam berkemajuan. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah harus terus adaptif terhadap tantangan zaman. “Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan, membebaskan, dan memberdayakan umat melalui amal usaha yang nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan social serta pentingnya berbagi kepada yang membutuhkan, didasari dgn keikhlasan dan mengharap ridho Allah serta istiqomah artinya beramal dlm kondisi apapun lapang maupun sempit.,” tuturnya. Acara ini dihadiri sejumlah tamu undangan Ketua PDM Sleman H. Harjaka serta dari unsur pemerintah dan Forkopimkap, di antaranya Panewu Tempel Dakiri, S.Sos., M.Si., Kapolsek Tempel, Danramil Tempel, Lurah Sumberrejo, perwakilan Puskesmas Tempel 1 dan 2, serta UPT Pendidikan Kapanewon Tempel. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi yang kuat antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam pembangunan masyarakat. Ribuan peserta dari berbagai unsur persyarikatan turut ambil bagian, meliputi PCM, PRM, PCA, PRA, AUM se-Cabang Tempel, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, IPM, Hizbul Wathan, Tapak Suci, hingga Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Kebersamaan lintas ortom ini memperlihatkan soliditas organisasi dalam menggerakkan dakwah dan kegiatan sosial. Pawai Akbar menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian publik. Peserta pawai berasal dari seluruh Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan di Tempel, mulai dari Kelompok Bermain (2 sekolah), TK ABA (13 TK), SD Muhammadiyah (10 sekolah), SMP Muhammadiyah (1 sekolah), hingga SMK Muhammadiyah (2 sekolah). Iring-iringan pawai berlangsung tertib dan meriah, menampilkan kreativitas pelajar serta semangat bermuhammadiyah sejak usia dini. Rute pawai meliputi Cemoro Ke Utara Banjarharjo  Jlapan Plotengan Krasakan Pasar Tempel Kromodangsan Sedogan Gondanglegi Kantongan Soko Tegal Soko Wetan Ngabean Kadisono Mangkudranan Molodono Tempel Banjo Tempel Jlegongan Kragan Pringapus Karanggawang Jetis Rebobkng Lor Blimbingan Mancasan Batang Bandung Pertigaan Ngino Kemusuh Gendol Finis Cemoro. Selain itu, rangkaian kegiatan juga diramaikan dengan Bazar UMKM Aisyiyah yang menampilkan produk-produk lokal warga persyarikatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat oleh PAshmina  NA Tempel. Kegiatan ini mempertegas peran Aisyiyah dalam pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan keluarga.  Rep  Samsul Alam  PCM Tempel Rep editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Trending! Pertama di DIY: Ortom SD MBS Resmi Dilantik

Prambanan, Pdmsleman.Or.Id SD MBS untuk pertama kalinya menyelenggarakan Apel Akbar dan Pelantikan Organisasi Otonom (Ortom) pada bulan Oktober di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen SD MBS dalam membina kader persyarikatan Muhammadiyah sejak dini. Acara tersebut tak hanya dihadiri oleh Pelantik dan Saksi Pelantik, tetapi turut hadir pula perwakilan wali murid dan seluruh siswa kelas 4 hingga kelas 6 yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Suasana apel berlangsung khidmat dan inspiratif.   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman selaku pembina apel menyampaikan pesan dari Ali bin Abi Thalib: “Jika kamu benar-benar beriman kepada Allah, maka jadilah orang yang berilmu (Kun ‘Aliman)”. Dalam pesannya agar siswa SD MBS menjadi anak yang pintar dengan cara memperhatikan pelajaran, mencintai kegiatan sekolah, dan menaati tata tertib. Di akhir amanat,   Harjaka menyampaikan nasihat berbahasa Jawa, “Padang rembulane, jembar kalangane,” yang berarti otak dan pikirannya masih luas serta perjalanan belajarnya masih panjang. Setelah pelaksanaan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan tiga organisasi otonom (Ortom) di lingkungan SD MBS. Ketiga organisasi tersebut adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Junior, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Cilik. Sebanyak 14 murid, terdiri atas 7 putri dan 7 putra, resmi dilantik sebagai pengurus IPM Junior. Ketua terpilih, Ananda Zahra Asysyifa Humairabersama jajaran pengurusnya dilantik oleh Ipinawati Alifia Maheswari dari PCIPM Kapanewon Prambanan. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd. selaku Kepala SD MBS serta   H. Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A. selaku PDPM Kabupaten Sleman Sebanyak 20 murid, terdiri dari 10 putra dan 10 putri, dikukuhkan sebagai Dewan Pengenal HW SD MBS. Ananda Muhibba Mumtaz Muhammadi dipercaya sebagai Komandan Putra, sedangkan Ananda Aqila Najla Prameswari sebagai Komandan Putri. Pelantikan dilakukan oleh Ramanda Anna Yaskuri dari Kwartir Cabang HW Kapanewon Prambanan.   H. Surakhmad, S.Pd. selaku Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sleman, Ustaz Agus Yulianto selaku Dikdasmen PCM Kapanewon Prambanan, dr. H. Omar Indroyono selaku PCM Kapanewon Prambanan, serta Ustaz Rahmat Susanto, S.Pd. selaku Wapim I Bidang Pendidikan PPM MBS Yogyakartahadir sebagai saksi. Sebanyak 10 putra bergabung dalam pasukan KOKAM Cilik SD MBS.Komandan terpilih,  Ananda Fathan Al Farabi bersama pasukan dilantik oleh   Eko Priyantoro, S.Kom. dari PCM Kapanewon Prambanan.   Prakasa Radya Sulendra, S.T. selaku PDPM Kabupaten Sleman dan   Aiptu Yusup B.,S.H. selaku Ps. Panit Binmas Polsek Kapanewon Prambananhadir sebagai saksi. Salah satu momen istimewa dari kegiatan ini adalah pelantikan IPM Junior SD MBS yang menjadi IPM tingkat SD pertama di wilayah DIY. Usai pelantikan, dilaksanakan penandatanganan berita acara dan pembacaan ikrar oleh para pelantik dan pengurus ortom SD MBS, sebagaimana dituturkan Noviana Widyaningrum, S.Pd. pada Kamis 20 November 2025. Ustazah Rizana Avida, S.T., S.Pd., selaku Kepala SD MBS, menyampaikan bahwa kehadiran ortom di SD MBS merupakan wadah belajar berorganisasi dan pembentukan karakter kepemimpinan. “Melalui ortom, para siswa diajarkan tanggung jawab dan kedisiplinan agar mampu menjadi pionir teladan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya. Beliau juga berharap para pengurus ortom dapat menjadi kader Muhammadiyah yang cerdas secara intelektual dan kuat secara spiritual, sehingga siap mengemban amanah umat dan bangsa di masa depan. Rep : Noviana Widyaningrum, S.Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Hari Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni Tahunan, Mandat Sejarah yang Harus Terus Diperjuangkan

YOGYAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam Pidato Kebangsaan memperingati 80 Tahun Indonesia Merdeka pada Ahad (15/08) menyampaikan optimisme sekaligus refleksi mendalam mengenai perjalanan bangsa. Haedar menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan mandat sejarah yang harus terus diperjuangkan agar tujuan luhur pendiri bangsa dapat terwujud. “Alhamdulillah dalam perjalanan 80 tahun Indonesia Merdeka, terdapat banyak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Politik, Ekonomi, kehidupan Beragama, dan dimensi kehidupan lainnya memberi banyak harapan bagi masa depan Indonesia,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda, generasi milenial, dan generasi Z adalah harapan bangsa untuk membawa estafet perjuangan Indonesia di era baru kehidupan postmodern abad ke-20 yang sarat kompleksitas.Haedar mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya berani melakukan perubahan mendasar menuju pemerintahan yang lebih bersih, efisien, dan bebas korupsi. “Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pengembangan sumberdaya manusia yang berkualitas, mendorong para pengusaha besar agar peduli bangsa, memihak sepenuhnya rakyat kecil, menegakkan kedaulatan bangsa, serta terobosan kebijakan lainnya berbasis Asta Cita,” kata Haedar. Haedar berharap langkah dan political will Presiden benar-benar membawa angin segar bagi bangsa. Menurutnya, arah kebijakan tersebut harus diwujudkan demi Indonesia yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini menekankan bahwa keberanian politik presiden tidak boleh berhenti di tataran wacana, melainkan harus diikuti sepenuhnya oleh kementerian dan institusi pemerintahan terkait. “Yang terpenting, seluruh kementerian dan institusi pemerintahan hingga ke daerah mengikuti satu irama, sehingga memberi jalan dan harapan baru bagi masa depan Indonesia yang lebih berkemajuan setelah 80 tahun merdeka,” ucap Haedar. Pidato kebangsaan ini juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang dan penuh pengorbanan. Haedar mengingatkan para elite yang kini berada di pemerintahan agar menjadikan amanat konstitusi sebagai pedoman utama. Mandat rakyat, menurutnya, bukanlah sarana untuk memperkaya diri, tetapi untuk mengabdi. “Khusus bagi para petinggi negeri di seluruh struktur pemerintahan, jadikan Indonesia merdeka sebagai mandat untuk mengabdi sepenuh hati dalam menjalankan perintah Konstitusi. Lindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan sepenuh tanggungjawab untuk memberi dan bukan meminta,” tuturnya. Di tengah tantangan global yang kian kompleks, Haedar menegaskan bahwa komitmen politik yang berorientasi pada rakyat kecil dan pembangunan sumberdaya manusia menjadi kunci. Ia mengajak untuk menjadikan kemerdekaan bukan hanya simbol, melainkan gerak nyata menuju Indonesia maju. “Mari wujudkan Indonesia yang ‘Bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju’ sebagaimana tema hari ulang tahun kemerdekaan ke-80 tahun ini,” kata Haedar.

Loading

Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY di UAD Yogyakarta, Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Rektor UAD Yogyakarta digelar Stadium  General Sekolah Ideologi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang militan dan tercerahkan dengan mengangat tema “ Dari kelas ke Gerakan :Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan”. Prof. Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD menyampaikan  dalam sambutan, “ Kegiatan ini dalam rangka membentuk kader kader persyarikatan tentu kami sangat mendukung untuk mengawal persyarikatan Muhammadiyah. Treatment secara formal mungkin Sekolah ideologi angkatan pertama  hendaknya terus dikembangkan tidak hanya bagi kepala sekolah tapi untuk diaspora di Muhammadiyah di masa yang akan datang”. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. juga menyampaikan bahwa “ sekolah Ideologi ini kita upayakan dengan kesungguhan agar kepemimpinan Muhammadiyah di DI Yogyakarta bisa diupayakan meningkat. Selain upaya Yogyakarta sebagai mercusuar Muhammadiyah tetapi juga dalam kuantitas meningkat”. Sekolah Ideologi ini sebagai penguat pilar dan peneguh di Muhammadiyah, angkatan pertama ini sebagai pilot projek yang tidak boleh gagal. Setahun kedepan diharapkan memiliki perwira perwira yang akan menjaga aspek aspek kualitas tapi juga kuantitas. Dengan DPT di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sekitar 400 ribu saja yang ke Muhammadiyah dan masih terus diperjuangkan dan mewujud dalam kehidupan. Maka representasi harus lebih banyak kuantitas. Mampu menghadirkan sosok kader satu tahun kedepan bahwa alumni nanti memiliki kader yang berkarakter kemajuan dan memiliki wajah bagi 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kepada Prof Haedar Nashir kita punya harapan yang lebih karena beliau tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga internasional. Terimakasih kepada UAD Yogyakarta, kepada MPKSDI atau Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumberdaya Insani PWM Daerah Istimewa Yogyakarta” Prof. Dr. Haedar Nashir sebagai keynote speecs dalam sekolah Ideologi Muhammadiyah ini menyampaikan  beberapa hal diantaranya bahwa “ sekolah Ideologi Muhammadiyah ini tidak hanya penting tetapi sangat penting. Ideologi itu suatu cita-cita dan strategi untuk mencapainya. Didalamnya ada system”. Hal pertama, faham agama,  yakni faham keislaman yakni konstruksi nilai, ajaran yang akan kita amalkan dalam kehidupan. Tarjih memformulasikan agama sebagai suatu pedoman yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai petunjuk untuk keselamatan dunia dan akhirat. Muhammadiyah merespon dinnul Islam bukan hanya sebagai perintah dan larangan tetapi sebagai irsyaddah. Berarti pelajari secara luas Al Quran dan hadist. Pelajari di Tarjih Muhammadiyah dan Tafsir At Tanwir. Sehingga banyak pimpinan Muhammadiyah hanya belajar hitam dan putih saja. Orang Muhammadiyah dalam memahami dengan pendekatan bayanni atau verbal, tarjih memahami tidak hanya satu pendekatan tetapi dengan bayanni, burhani dan irfani. Secara lengkap bisa dipelajari dan dicermati dalam putusan-putusan tarjih Muhammadiyah. Sehingga lahirlah Islam berkemajuan, bukan sebagai mahzab tetapi perspektif atau pandangan keislaman.  Pungkas Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si Dalam stadium general ini disematkan jas bagi peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah angkatan pertama oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Serta dihadiri oleh rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah atau Unisa Yogyakarta serta ratusan undangan perwakilan dari PDM, PDA, serta kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rep  H. Wahdan Ariffudin S.Pd  KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Ribuan Warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman Hadiri Syawalan DAN Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji 2025

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Sekitar 6000 warga Muhammadiyah Kabupaten Sleman memadati kompleks Masjid Agung Sleman Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan sempat memacetkan jalan Parasamya Beran Sleman serta memenuhi sejumlah kantong parker seperti di komplek DPRD Sleman, Pemda Sleman, Pengadilan Agama, Balai DIklat Transmigrasi dan lainnya. Hal ini dikarenakan gelaran acara Silaturrahmi Syawal dan Mangayubagyo Calon Jama’ah Haji Muhammadiyah Sleman1446 H pada hari Sabtu, 26 April 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsureorganisasi Muhammadiyah, Aisyiyah dan Ortom termasuk anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sleman, Anggota DPD RI Ir. Ahmad Syauqi Soeratno MM serta perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kabupaten Sleman dan segenap Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman, KOKAM, PDPM/NA juga dari PCNU Sleman, Sekda Sleman , Forkopimda Sleman, Jajaran Polresta Sleman dan Dandim serta sejumlah anggota DPRD Sleman Respati A Sasangka yang juga calon jama’ah haji bimbingan KBIHU Aisyiyah Sleman,  Nampak juga DPRD DIY H. Muhammad Yazid, S.Ag . Sofyan Setyo D ST, Raden Inoki AP S.Ag. Salah satu agenda penting dalam acara ini adalah mangayubagyo calon jamaah haji Muhammadiyah Kabupaten Sleman tahun 2025 yang tergabung dalam KBIHU Aisyiyah Sleman sejumlah 210 calon Haji. Acara dibawakan dengan dinamis oleh duo Irfan selaku MC serta dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur’an oleh Ust Yusuf Ramadhan. Berikutnya pidato Iftitah Ketua PDM dan Ikrar Syawal oleh H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag., MA yang intinya saling ikrar memaafkan di bulan peningkatan setelah sebulan berpuasa Ramadhan. Selanjutnya disampaikan pengumuman Hasil Lomba Pidato Songsong Ramadhan melalui Channel Youtube Muhammadiyah Sleman sebagai salah satu bentuk pendekatan dakwah melalui media yang digagas oleh Majelis Pustaka dan Informasi PDM Sleman serta Sosialisasi PKU Muhammadiyah Sleman yang telah beroperasi resmi dan siap membantu kesehatan warga Sleman oleh dr. Syafiqulatif. Ayahanda Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag  dari PWM DIY  “Misi dakwah amar makruf nahi munkar Persyarikatan Muhammadiyah selama ini mampu diwujudkan dengan kekuatan sumber daya dan kader yang menjunjung tinggi ketiga nilai-nilai ukhuwah, tasamuh dan husnudzan  dimna ini bisa terlihat bahwa Cabang dan ranting yang kuat pasti ditopang oleh sumberdaya dan kader yang kuat”. Sambutan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, Drs. Susmiarto MM menandaskan “ Pemerintah Daerah Sleman  mengajak masyarakat warga Muhammadiyah Sleman untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam membangun daerah, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan dimana sudah banyak terbukti kiprahnya untuk Sleman yang lebih baik”. Sementara Inti dari acara pengajian akan disampaikan oleh Ustadz KH. M. Jazir ASP. dai kondang yang identik dengan Masjid Jogokaryan Yogyakarta yang fenomenal. “  Awal pendirian Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan adalah untuk menggapai surga Allah, sosok cerminan manusia sepi ing pamrih rame ing gawe, ikhlas  karena ingin menggapai ridho dan surganya Allah. Adapun simbol Muhammadiyah berupa matahati adalah atas usulan santri nya Ahmad Dahlan  A Sangidu  dimana matahari simbol keikhlasan,  bagai sang surya menyinari  kepada siapapun tanpa harap kembali itulah contoh keikhlasan yang menjadi ciri orang Muhammadiyah”. Sosok Sudirman  guru Muhammadiyah tulen yang akhirnya menjadi Panglima Besar TNI pernah berkata “ cukuplah kita para pemimpin saja yang menderita  rakyat tidak boleh menderita,  sekali lagi ini wujud keihklasan yang nyata”. Inilah keteladanan jadi warga Muhammadiyah untuk harus selalu ikhlas,  Ikhlas berkorban mensyiarkan Muhammadiyah   untuk menggapai jannatun naim serta  keikhlasan harus dilandasi ilmu yang benar. Sedangkan pesan untuk para calon haji  dipesankan untuk ikhlaskanlah niat haji hanya karena Allah semata. Disela acara juga digelar pemeriksaan kesehatan dari PKU Muhammadiyah Sleman, pembuatan Nomor Baku Muhammadiyah serta tampilan berbagai Sekolah Muhammadiyah se-Sleman dengan segenap kreatifitas dan karyanya yang disambut antusias para jama’ah. Reportase & Editor  Arief Hartanto, Foto Dok M. Afif  MPI PDM SLeman

Loading

Tryout dan Baksos SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Sabtu Pagi yang cerah 22 Februari 2025 di kampus SMP Muhammadiyah 2 Godean yang beralamat di Sembuh Lor Sidomulyo Godean Sleman telah sukses dan lancar digelar kegiatan pengabdian masyarakat dan sukses SPMB (SistemPenerimaan Murid Baru) 2025 berupa Tryout dan Bakti Sosial. Acara Tryout diikuti oleh 521 siswa kelas 6 SD/MI se Sleman Barat dan sekitarnya.Adapun peringkat tertinggi diraih dengan skor 89, 44 atas nama Surya Prasetya Kusuma Aryanta dari SD N Susukan Margokaton Seyegan. Dalam acara bakti sosial diserahkan secara simbolis kepada 3 orang perwakilan orang tua didampingi siswa dari 27 orang tua/wali kelas 6 yang mendapat undangan khusus untuk menerima paket baksos. Acara digelar mulai jam 07.00 sampai jelang Adzan Dzuhur. Dengan rangkaian setelah siswa mengerjakan soal tryout berbasis literasi numerasi dilanjutkan pentas unjuk siswa dan gelar karya P5 yang menampilkan kreasi cukup menarik yakni kreasi pakaian yang terbuat dari bahan plastik bungkus aneka warna dikombinasi bahan lain yang cukup mendapat aplaous dari hadirin siswa dan orang tua kelas 6 SD/MI, Ditampilkan juga praktek kewirausahaan dari masing-masing perwakilan kelas 7, 8 dan 9 yang menjual produk berbagai olahan dan minuman sehat. Menurut ketua Panitia Khalida Puspita, S.Pd peserta terdiri dari 521 siswa kelas 6 SD/MI melampaui target yang ditetapkan yakni 500. Acara full doorprize dan juga uang pembinaan, sertifikat dan piala bagi 3 peringkat terbaik tryout serta hadiah utama berupa TV dan 2 sepeda. Selanjutnya dalam sambutan Wahdan Arifudin, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas kerjasama segenap pihak baik guru karyawan, siswa, orang tua, komite sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan Majelis Dikdasmen dan PNF serta para sponsor yang turut mendukung acara ini. “Ini adalah ajang pengabdian masyarakat terutama bagi siswa SD/MI untuk mengasah dan melatih kemampuan soal berbasis literasi numerasi. Selain itu juga dikemas dengan baksos berupa pemberian paket baksos untuk 27 perwakilan orang tua siswa kelas 6 SD/MI. Semoga dengan sinergi semua pihak dapat bermanfaat bagi kita semua dan mendapat ridho Allah dalam mengemban amanah di sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean ini”. Dalam sambutan ketua PCM Godean Haris Darmawan menyampaikan petikan Surat An Nisa ayat 9, Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. “Bekal yang penting dari kita adalah membekali dengan ilmu. Menjadi tanggung jawab kita adalah membekali bersama-sama anak-anak kita ke depan harus lebih baik. Masa depan bukan soal duniawi tapi ukhrowi untuk menyiapkan masa depan untuk keselamatan akhirat. Karena anak sholih yang mendoakan orang tua itulah yang penting. Untuk itu melalui SMP Muhammadiyah 2 Godean sebagai solusi untuk mendidik anak-anak menjadi sholih dan sholihah bahkan di sekolah ini ada siswa yang sudah hafal juz 30 dan baru saja di wisuda oleh PDM Sleman belum lama ini”. Haris Darmawan mengajak untuk jangan meninggalkan generasi yang lemah serta dengan bakti sosial inipun menjadi sesuatu yang seiring dengan ghiroh Muhammadiyah untuk selalu berbagi dan bertaawun.” pungkasnya “Sukses untuk SMP Muhammadiyah 2 Godean dan barokah selalu. Aamiin. Pengirim : Humas SMP Muhammadiyah 2 Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading