#viral Hikmah #Isra’Mikraj Kajian Rutin Ahad Kliwon 18 Feb 2024 PCM Turi Oleh DR. Junaidi #trending

Muhammadiyah Turi

Loading

MARWAH

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 1)Seorang saksi TPS tiba-tiba mengangkat tangan. Dia, seorang ibu muda. “Pak Dwi. Dari penjelasan njenengan tadi, berarti kami juga harus ikut kampanye nggih ?, tanyanya. “Ya betul Ibu. Nanti semua saksi Syauqi akan dibekali dengan 1 berkas DPT (Data Pemilih Tetap) sesuai TPS nya masing masing. Dari DPT itu nanti Njenengan bisa membacanya. Memilih dan kemudian memilah. Kira kira mana yang berpotensi untuk memilih Syauqi”, jelas saya. “Golek tiyang pinten niku Pak ?”, tanya seorang Bapak. “Minggir niku angsal target 5.300 suara. Dibagi 117 TPS. Dados rata rata per TPS niku = 45 suara. Dibulatkan 50 suara”, sambung saya. ” Waduh. Abot niku Pak Dwi !”, sergah Bapak tadi. “Lha kok saget abot Pak ?”, tanya saya. “Lha wong kampunge kula niku kathah sing mboten kenal Muhammadiyah je”, jelasnya. “Tenang mawon Pak. Sami nggen kula. Kampunge kula niku 90 % penduduke Katholik. Tapi, kula yakin Insha Allah angsal. Bismillah”, jelas saya. “Tapi Pak, biasanya orang orang itu akan bertanya : ana amplope ora ? Duwite pira ?”, sergah Ibu yang pertama tadi. “Nggih leres niku Pak”, tambah yang lain. Untuk beberapa saat, saya sempat tercekat. Tapi kemudian, “Sampai sejauh ini, kami di TPC SQ Minggir belum bisa menjawab hal tersebut nggih Bu”, jelas saya. Saya lalu mempersilakan Bapak Ketua TPC SQ Minggir untuk memberikan penjelasan. Pak H. Ngadimin dengan lugas lalu berkata : “Ibu bapak, Mbak dan Mas saksi Syauqi semua. Bismillah, kita niatkan semua ini sebagai ibadah karena Allah SWT. Dan ini adalah ikhtiar kita sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah. Ini adalah jihad Muhammadiyah”, terangnya. “Kita ini mengajak untuk mencari wakil kita. Wakil dari Muhammadiyah untuk duduk di DPD RI. Dan kita tidak pakai amplop ataupun duit”, jelas pak Ketua. “Bilang saja terus terang. Kalau ada yang tanya : endi amplope ? Atau, pira duite ?. Jawab saja : ora ana amplope. Ora ana duite”, sambungnya. “Saya kembali mengingatkan. Bahwa amplop itu adalah termasuk suap. Dalam ajaran agama kita, yang menyuap dan yang menerima suap nanti sama sama masuk neraka”, pungkasnya. “Begitu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?” tanya pak ketua. Sejenak ruangan hening. Saya menangkap ada nuansa ragu di antara mereka. “Bapak Ibu, Mas Mbak. Anda semua gak perlu bimbang. Njenengan sedaya pede mawon”, jelas saya. “Kula yakin. Panjenengan sedaya niki rak nggih asline Minggir ta nggih ?. Lahir, alit, ageng, ngantos sak niki rak nggih teng Minggir ta. Dados panjenengan sedaya tamtu sampun kenal kalih tangga kiwa tengene. Njenengan mestine saget metani si A, si B, si C dan seterusnya”, jelas saya. “Lha nanti kalau tidak ada amplopnya, terus senjata kita apa Pak Dwi ?”, tanya seorang pemudi. “Begini. “Pertama”, Anda semua nanti akan kami beri berkas DPT, sesuai TPS masing masing. “Kedua”, Anda akan disangoni Alat Peraga Kampanye (APK). Bentuknya : kalender, stiker, fotonya Pak Syauqi dan ada beberapa yang lain. Nanti APK itu bisa Anda bawa. Lalu kasihkan ke orang orang yang dijadikan target”, jelas saya. “APK itu boleh Anda bawa. Stok APK sangat cukup untuk kebutuhan Anda semua. Jadi Anda tidak usah ragu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?”, tanya saya. Tiba tiba, seorang Ibu perwakilan dari Aisyiyah mengangkat tangan. ” Insha Allah nanti sekoci Aisyiah juga akan ambil peran Pak Dwi. Dan perlu diketahui dari sekian banyak saksi Syauqi ini beberapa adalah juga Tim Sekoci Aisyiyah. Jadi nanti kita akan bantu untuk kampanye ke jamaah kita”, jelasnya. “Matur nuwun sanget Ibu. Atas bantuan dan dukungannya”, jelas saya.* Itu adalah gambaran suasana sebelum bimtek saksi Syauqi di Wisma Ngloji, sepekan sebelum Pemilu. Alhamdulillah. Di saat saat yang genting, selalu saja ada jalan keluar. Di banyak kesempatan, peran Ibu memang tidak bisa dianggap kecil. Barangkali, perannya tidak nampak. Tapi keberadaanya sungguh dirasakan. Inilah ikhtiar kita bersama. Untuk menunjukkan Marwah Muhammadiyah.(*) Minggir, 18 Februari 2024.Uwik DS.

Loading

Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana SMK Muhammadiyah 2 Sleman

Sleman, Pdmsleman.or.id Sabtu  10 Februari 2024 tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Pelatihan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah 2 Sleman yang beralamat di Jl. D. Ronggowarsito No. 2, Medari  Jetis, Caturharjo Sleman Kabupaten Sleman. Acara ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas dalam mitigasi kebencanaan, khususnya di lingkungan pendidikan. Sebanyak 50 peserta dari 18 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, turut hadir dalam acara tersebut. Tidak hanya itu, perwakilan dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Sleman, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum Sleman, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah (PCM dan PCA) Sleman juga ikut serta mendukung acara ini. “Pelatihan ini ditujukan untuk institusi sekolah, di mana tak jarang bencana terjadi saat jam sekolah berlangsung, Kami berharap peserta dapat melakukan rencana tindak lanjut agar seluruh sekolah yang terlibat dapat mengimplementasikan Satuan Pendidikan Aman Bencana dalam kegiatan di sekolah” kata Prof. Zahrul Mufrodi, ketua tim PKM UAD yang juga ketua PCM Sleman ini. Tim PKM UAD yang dipimpinnya, bersama dengan anggota tim Afan Kurniawan, S.T, M.T; Dholina Inang Pambudi, M.Pd; dan Oktomi Wijaya, S.KM, M.Sc, berkomitmen untuk menyelamatkan sesama dan semesta di tengah ancaman bencana melalui kegiatan ini. Selain penguatan kapasitas terkait mitigasi kebencanaan, pada acara tersebut juga disampaikan informasi terkait deteksi dan pencegahan kecelakaan yang memungkinkan terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya sekadar memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan selama kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sekolah-sekolah untuk menghadapi bencana dengan lebih siap dan terkoordinasi. Dengan kerja sama antar lembaga dan pihak terkait, diharapkan upaya mitigasi bencana di lingkungan pendidikan dapat terus ditingkatkan untuk melindungi siswa, guru, dan masyarakat sekitar. Reportase  Arief Hartanto MPI PDM Sleman, Source Mahmudi K.

Loading

Haedar Ungkap Nilai Inklusif dan Keteladanan Memaknai Isra Miraj

Buletinsleman.ComKetua Umum Pimpinan Pusat Haedar Nashir mengatakan, Isra miraj merupakan satu kesatuan dengan kerisalahan Nabi Muhammad membawa ajaran Islam. Yakni berislam yang damai, toleran, ukhuwah, dan menebar segala benih kebaikan sebagaimana risalah Nabi akhir zaman. “Jauhi hal-hal yang menimbulkan masalah dan kerusakan dalam kehidupan. Nabi diutus untuk menyempurnakan ahklak mulia dan menjadi rahmat bagi semesta alam,”tutur Haedar pada Kamis (8/2). Haedar juga mengungkapkan, bahwa dengan isra dan miraj juga kaum muslimin harus mengembangkan kecerdasan yang murni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan segala potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam memahami segala ciptaan-Nya, serta melahirkan peradaban yang utama bagi kehidupan di alam semesta ini. “Menjadi insan pembangun dan bukan insan perusak kehidupan. Jadilah pembelajar dan pemakmur kehidupan yang merahmati semesta. Nabi Muhammad hadir dengan risalahnya membangun al-Madinah al-Munawwarah, peradaban yang cerah-mencerahkan,” jelas Haedar.Selain itu, Isra miraj menurut Haedar memiliki nilai inklusif bagi kehidupan kemanusiaan dan semesta yang terjabarkan dalam tiga makna. Makna pertama, makna kekuasaan. Isra Miraj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha mengandung pesan di atas pencapaian ketinggian ilmu manusia masih ada kekuatan ilahiyah.“Isra Miraj menunjukkan di balik kekuasaan manusia yang bersifat duniawi ada kekuasaan Allah, kekuasaan Tuhan yang bersifat ruhaniyah-ilahiyah atau divine power atau kekuasaan yang sakral,” tegas Haedar.Haedar menerangkan, siapapun baik itu manusia, sekelompok manusia, organisasi bahkan negara, lebih jauh lagi antar negara yang memiliki kekuasaan duniawi. “Jangan salah gunakan kekuasaan karena di balik kekuasaan duniawi ada divine power, ilahi, sakral Allah SWT,”tegas Haedar.Di atas langit masih ada langit, manusia seyogyanya dengan kekuatan yang dimiliki tetap rendah hati, tidak menyalahgunakan. Perang, penistaan, kezaliman dan segala kesewenangan terjadi karena ada kekuasaan manusia lepas dari kekuasaan ketuhanan. Kedua, diwajibkannya ibadah salat bagi Muslim dalam peristiwa Isra Miraj. Menurut Haedar, ibadah salat memiliki dua dimensi pesan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (habluminallah) dan manusia dengan manusia lainnya (habluminannas). “Salat dan ibadah dalam Islam punya dimensi habluminannas, memberi hubungan yang baik, damai dan manfaat bagi kehidupan. Sehingga, semakin banyak yang beribadah dengan baik semakin baik kehidupan antar manusia, baik dengan lingkungan dan alam,”papar Haedar. Haedar turut mengajak umat menjadikan Isra Miraj dengan buah dari salat membangun relasi kemanusiaan semakin baik, tapi juga relasi ketuhanan yang semakin dekat. Sehingga manusia semakin damai dengan langit dan semakin damai dengan bumi. “Artinya, bangun kehidupan yang lebih baik, adil, damai, tentram, aman, makmur serta hidup maju bersama, sehingga kehidupan menjadi penuh makna,” papar Haedar.Ketiga, dijalankannya dua risalah nabi setelah Isra Miraj. Dua risalah itu menyempurnakan ahlak beserta risalah Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Dua risalah ini mengandung makna Islam yang membangun peradaban sekaligus keadaban. Haedaar berpesan kepada umat dan pimpinan umat untuk meneladani Nabi dalam segala aspek kehidupan. Termasuk dalam berdakwah secara hikmah dan uswah hasanah disertai amaliah nyata yang mencerdaskan dan mencerahkan akal budi dan akhlak utama. “Jauhi hal-hal yang meresahkan, menebar kebencian, amarah, dan membawa perpecahan. Berbangsa pun mesti menebar kebaikan dan mencegah keburukan dengan cara-cara dakwah yang baik untuk menunjukkan teladan utama,”tegas Haedar. Jika berjuang menegakkan etika, lanjut Haedar, tampilkan dengan etika yang luhur. Agenda utama umat Islam Indonesia sebagai mayoritas justru dalam menampilkan akhlak mulia disertai keteladanan serta maju dalam berbagai aspek kehidupan sebagai Khaira Ummah. Maka itu, tokoh dan organisasi keagamaan harus bawa Islam betul-betul jadi rahmat semesta bukan hanya retorika dan ujaran, tapi dalam tindakan dan keteladanan. Umat beragama, tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan harus bisa menunjukkan. “Sebagaimana Nabi Muhammad dengan uswah hasanah bahwa pilihan tentang kebenaran, tentang kebaikan dan tentang kepatutan hidup itu harus menjadi pancaran keberagamaan kita,” tutup Haedar.

Loading

Gebyar Milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dan Strategi Memperkenalkan Sekolah Secara Luas

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor  : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024

Loading

Peran Aisyiyah Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan Di Pemilu 2024

Turi, Pdmsleman.Or.Id   ‘Aisyiyah sebagai organisasi wanita dalam Muhammadiyah yang mempunyai maksud dan tujuan yang sama dengan Muhammadiyah. Risalah Perempuan Berkemajuan yang merupakan keputusan Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah tahun 2022 menempatkan perempuan memiliki kesempatan luas sekaligus penting sebagai aktor perubahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satu gerakan ‘Aisyiyah dalam bidang Majelis Hukum dan HAM bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hukum dan hak asasi manusia.    Pemilu merupakan  salah satu upaya untuk menjaga nilai-nilai itu dengan cara ‘Aisyiyah menjaga jarak dengan partai politik manapun. Tetap menjaga kedekatan yang sama dengan semua partai politik, dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.     Namun dalam menerapkan program ternyata mengalami beberapa permasalahan yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan ekonomi. Di satu sisi terdapat stereotype  bahwa perempuan sangat tidak setara disandingkan dengan laki-laki dalam kegiatan berpolitik, bahkan  partisipasi para kaum perempuan dalam politik sangat rendah. Namun di sisi yang lain, anggota Aisyiyah yang mempunyai latar belakang pendidikan dan ekonomi yang cukup,  berpandangan bahwa perempun harus ikut berpartisipasi dalam politik untuk menentukan perwakilannya atau pemimpinnya. Partisipasi politik menandakan sikap dan peran masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan politik dan dapat mengubah masyarakat yang semula apatis menjadi aktif. Permasalahan perbedaan persepsi di kalangan anggota Aisyiyah merupakan hal yang serius perlu dilakukan solusinya. Oleh karena itu sangat penting dilakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum terkait dengan peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024. Demikian disampaikan oleh Septi Nur Wijynti, SH, MH dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam pembukaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, yang bertujuan untuk meningkat peran Aisyiyah dalam partisipasi politik di pemilu 2024 ibu–ibu ‘Aisyiyah Cabang Turi. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyuluhan hukum bertempat di Masjid Darul Falah Kembangarum Turi yang diikuti sekitar  80 orang dari semua Ranting ‘Aisyiyah yang berada di wilayah PCA Turi pada Ahad 4 Februari 2024.. Nara sumber yang juga anggota Tim Pelaksana Yulianta Saputra, S.H.MH. dari UIN Sunan Kalijaga mengatakan partisipasi perempuan dalam politik sangat diharapkan dalam mensukseskan pemilu 2024. Partisipasi perempuan merupakan kegiatan sukarela kaum perempuan yang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik dengan jalan memilih pemimpin negara secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah/public policy). Upaya yang dilakukan dengan melalui cara antara lain pertama, Pendidikan politik dari keluarga, kedua, mendorong keterlibatan dalam organisasi, ketiga, advokasi terhadap Perempuan pentingnya Perempuan terlibat dalam dunia politik, dan keempat, mempersiapkan anak Perempuan dari dini untuk mengenal politik. Pada akhir kegiatan, Tim Pelaksana menyerahkan buku pedoman pemilu dan poster persuasi untuk mengajak Masyarakat berpartisipasi dalam Pemilu 2024. PRA Donokerto I Turi menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Tim Pelaksana dari UMY dan UIN Sunan Kalijaga. serta mengharapkan sosialisasi yang telah diperoleh dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dapat diterapkan oleh ibu–ibu ‘Aisyiyah sehingga ikut membantu menyukseskan pemilu 2024 dengan menggunakan hak pilihnya secara cerdas.

Loading

Pelatihan Jurnalistik: Bekal Menghadapi Perubahan Era Literasi Menuju Digitalisasi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi atau MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar pelatihan jurnalistik pada Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan pelatihan bertempat di Aula PDM Sleman yang menjadi satu area dengan gedung RS PKU Muhammadiyah Sleman. Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari SD, SMP, maupun instansi Muhammadiyah lainnya. Kegiatan dibuka dengan launching novel karya H. Ashari, S.IP yang berjudul “Rembulan di atas Bukit Khayangan”. Menariknya, novel tersebut dijadikan sebagai doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari materi pelatihan. Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua pemateri yang sudah ahli di bidangnya. Sebagai pemateri pertama ada Fajar Dwi Putra, S.PT., M.Si, selaku Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang menyampaikan materi tentang ‘Kuatnya Arus Informasi dan Dasar-dasar Jurnalistik Berkemajuan’. Konsep mundur ke depan yang diadaptasi dari Jepang menjadi pembuka pada pelatihan jurnalistik berkemajuan 2024. “Jurnalistik adalah kegiatan yang terdiri dari berpikir, aktivitas, dan evaluasi,” paparnya ketika menerangkan pengertian jurnalistik kepada para peserta. Selain itu, juga mengajak para peserta untuk aktif. Tak jarang melontarkan pertanyaan dan beberapa peserta pun saling menimpali jawaban. Termasuk memberikan praktik langsung untuk menulis naskah menggunakan pointer, sehingga lebih terstruktur dan runtut dalam menulisnya. Ada tiga jenis berita yang dibedakan berdasarkan sifat dan jam tayangnya. Pertama, Hard News merupakan berita yang bersifat keras dan harus segera tayang. Kedua, Straight News berupa berita yang sifatnya berdasarkan waktu dan update karena jika tidak segera dipublikasi, maka beritanya menjadi basi. Ketiga, Soft News yang bersifat informatif dan bisa tayang kapan saja. Kegiatan jurnalistik tak lagi hanya berupa naskah cetak seperti koran. Namun, telah berkembang dalam bentuk tulisan di media online seperti website. Untuk itu, kode etik jurnalistik tetap harus diperhatikan dalam menulis naskah. Lanjut sebagai pemateri kedua, Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd., selaku anggota MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah/ Manager Pusat Data, Penelitian, dan Jurnal Suara Muhammadiyah. Beliau memaparkan materi yang bertema ‘Membentuk Opini Melalui Media Web’. Sebagai pembuka, menampilkan jurnal video Trik Menulis di Website. Memasuki perubahan literasi ke digitalisasi tidak bisa dipungkiri masyarakat lebih dominan pada sumber berita yang disajikan dalam bentuk video. Hal itu ditandai dengan kemunculan kreator konten yang semakin bertambah jumlahnya. Tak hanya itu, media online yang update menyajikan berita di kanal YouTube pun banyak dinantikan. Artinya, perubahan perilaku masyarakat ini mengajak pegiat literasi untuk lebih kreatif dan menyajikan tampilan website yang disertai dengan video agar lebih menarik. Sebagai penutup dalam pelatihan jurnalistik, poin penting dalam menulis naskah/ berita adalah menerapkan kaidah Search Engine Optimization (SEO). Sebuah tulisan yang memperhatikan aturan ini, maka akan lebih besar membuka peluang kanal website berada di laman pertama mesin pencari Google. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P dari SMP MBS Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Rapat Kerja Daerah PD IPM Sleman Periode 2023/2025, Revitalisasi dan Penguatan Profil Pelajar sebagai Pioneer Kemajuan Peradaban.

Depok, Pdmsleman.Or.id Sabtu, 3 Februari 2023 bertempat di SD Muhammadiyah Condongcatur berlangsung Rapat Kerja Daerah PD IPM ( Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah ) Sleman Periode 2023/2025 angkat tema “ Revitalisasi dan Penguatan Profil Pelajar sebagai Pioneer Kemajuan Peradaban”. Kegiatan ini diikuti peserta Pembina IPM, Perwakilan Pimpinan Ranting dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Hadir pula tamu undangan – Drs. Muhammad Afnan Hadikusumo,  H. Arief Sulistyo, S.E.PDM Sleman  dan Naufal Labiba Wildan Ketua Umum PW IPM DIY. Dalam Rakerda ini digelar pemaparan program kerja PD IPM Sleman serta tatidakpan balik, masukan, diskusi dari pembina IPM, Pimpinan Cabang, Pimpinan Ranting. Ketua Umum PD IPM Sleman Nail Anfasa Fadla  dalam sambutan dengan mengusung tagline baru untuk periode 2023/2025: Pelajar Digdaya.  Dengan harapan dapat metidakmbarkan pelajar yang memiliki semangat, kegigihan, dan kemampuan yang luar biasa dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi. Harapan forum Rakerda sebagai sarana untuk menjalin komunikasi, merekatkan ukhuwah, dan memperkuat sinergi antara Pimpinan Daerah dengan pembina IPM, Pimpinan Cabang, dan Pimpinan Ranting. Ketua Umum PW IPM DIY memerikan apresiasi untuk sebuah pencapaian yang besar PD IPM Sleman yang sdh membangun cabang baru di awal periode di Moyudan, karena Sleman dengan 49 ranting menjadi PD IPM dengan jumlah ranting terbanyak se-DIY, itu merupakan suatu kemajuan untuk membangkitkan kembali cabang-cabang yang telah mati. Arief Sulistyo PDM  Sleman dalam sambutannya  memaparkan kandungan surah Al-Insyirah dan penerapannya dalam berorganisasi, utamanya ber-IPM. Afnan Hadikusomo DPD RI dari Yogyakarta menekankan “ jika mau sukses menghadapi tantangan zaman jadilah orang yang dermawan, karena di organisasi tidak bakal jadi kalau kita tidak dermawan”. Sifat ini membuat kita disukai banyak orang, dalam islam juga diajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit, jadi tidak ada alasan untuk tidak bersedekah, jika banyak harta dengan harta, jika tidak  bisa dengan tindakan (ringan tangan) dan kalo masih belum bisa kita bisa bersedekah dengan mendoakan. Kedua itu sabar (meredam amarah), dalam islam kita diajarkan untuk sabar artinya kita, segala sesuatu itu butuh proses (sabar) kalau kita tidak sabar maka berantakan semua apa yang sudah direncanakan. oleh karena itu sabar itu penting bagi seorang pemimpin yang menentukan tidakan apa yang akan kita ambil selanjutnya. jadi bersabarlah, karena dalam islam juga diajarkan untuk bersabar. Mudah memaafkan. jangan terlalu ber larut dalam kebencian, kita diajarkan agar saling memaafkan diantara manusia, agar tetap terjalin hubungan, memaafkan itu penting, karena kalau tidak maka masalahnya akan bertabah terus. maka dari itu mudahlah memaafkan meskipun kita yang (tidak salah) berlapanglah dada agar urusan kita dilancarkan. Ditengah perubahan zaman yang sudah sangat pesat, kita dituntut untuk menyesuaikan. banyak habityang dulu itu sangat jarang dilakukan (tabu) tapi sekarang lumrah. IPM harus peduli dengan persoalan-persoalan umat, ibarat anak-anak muda adalah anak panah yang menjadi tombak atau ujung masa depan bangsa dan terus didalam perjuangan syiar Muhammadiyah terlebih syiar Islam. Reportase Nail Anfasa  PD IPM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading