SMP Muhammadiyah 1 Gamping Tandatangani MOU Program “Character Based Muhiga – Sekarini School (CBM – SS)”.

Gamping, Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Gamping mengukir sejarah baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerhati Pendidikan pada Jum’at 2 Agustus 2024. Acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari unsur PCM Gamping, guru dan karyawan, komite sekolah, siswa, serta orang tua. Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis SMP Muhammadiyah 1 Gamping untuk memperkuat kolaborasi dengan pihak eksternal dalam rangka mengembangkan program pendidikan yang lebih inovatif dan berkualitas. Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pendidikan karakter yang sebelumnya telah dijalankan oleh SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Pendidikan karakter dianggap sebagai komponen penting dalam pembentukan kepribadian dan moral siswa, yang tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai moral dan etika. Program ini diberi nama “Character Based Muhiga – Sekarini School (CBM – SS)”. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Gamping, Watini, S.Pd.Si, menyampaikan, “Kami menyambut baik kerja sama ini, sekolah menerapkan dan mengembangkan penyelenggaraan pendidikan dengan berbasis Karakter Positif (Akhlak). Pendidikan karakter sebagai fondasi utama yang kami tanamkan kepada siswa dalam membentuk pribadi yang unggul. Dengan adanya program ini, kami berharap dapat mengembangkan program yang lebih komprehensif dan efektif, lebih menguatkan implementasi kurikulum ISMUBA, melalui pembiasaan karakter positif sehingga dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berwawasan luas serta dapat mengimplementasikan program-program pendidikan karakter secara lebih sistematis dan terarah, serta diharapkan capaian Rapor Pendidikan sekolah pada aspek Karakter lebih meningkat. Acara dilanjutkan dengan pemaparan program “Character Based Muhiga – Sekarini School (CBM – SS) oleh Dr. Ir. Samiyanto, M. Sc. Mulai dari latar belakang, konseptualisasi, kerangka pikir implementasi Program CBM-SS, tahap persiapan, pelaksanaan, dan monev. Kerangka konsep Program CBM-SS sebagai (1) sikap perilaku yang telah menjadi kebiasaan (konsisten) pada seseorang, (2) sikap perilaku tersebut memberikan manfaat bukan saja kepada dirinya sendiri tetapi juga pihak lain, (3) Sikap-perilaku tersebut memilki arti penting; yang bersangkutan mengetahui pentingnya sikap-perilaku tersebut dan menjadi bagian dari tata nilai (sesuatu yang diyakini) dalam kehidupannya, (4) sikap-perilaku, kebiasaan, dan tata nilai yang ada disadari sebagai bagian dari perwujudan iman kepada Allah SWT. Pentingnya Pembiasaan Sikap-Perilaku; Internalisasi Tata Nilai; dan Keteladanan dalam proses membangun Karakter yang Postitif dan Kuat. Sementara itu, perwakilan dari pemerhati pendidikan, Ir. Rhohan Fauzi Mochtar dan Drg. Endang Rukmini menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat berkontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih positif. “Kami berkomitmen untuk mendukung SMP Muhammadiyah 1 Gamping dalam mengembangkan program Character Based Muhiga – Sekarini School (CBM – SS). Melalui pelatihan, workshop, dan pendampingan, kami akan membantu sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam setiap aspek. Selain penandatanganan MoU, acara ini juga diisi dengan diskusi panel yang membahas berbagai isu pendidikan terkini khususnya pendidikan karakter, peserta terlihat sangat antusias dan aktif dalam acara tersebut. Penandatanganan MoU ini juga disambut baik oleh Majelis Dikdasmen, PNF dan Pontren PCM Gamping. Salah satu perwakilan Majelis, Husnan Wadi, S.H.I, MPI., mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Kami sangat mendukung inisiatif ini. Pendidikan karakter sangat penting bagi perkembangan siswa. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi mereka.” Acara ini diakhiri dengan penandatanganan MoU oleh Watini, S.Pd.Si dan Drg. Endang Rukmini, disaksikan oleh seluruh tamu undangan. Penandatanganan ini menandai awal dari perjalanan panjang yang diharapkan akan membawa perubahan positif dalam sistem pendidikan di SMP Muhammadiyah 1 Gamping. Dengan adanya MoU ini, SMP Muhammadiyah 1 Gamping berharap dapat menjadi pelopor dalam pendidikan karakter serta menunjukkan komitmen kuatnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan budi pekerti yang luhur, berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global. Reportase Watini, S. Pd. Si. – Tomy Antoro, S. Pd SMPM 1 Gamping Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Khotbah Jumat, MENCEGAH PEREDARAN MIRAS ADALAH WAJIB

Sleman, Pdmsleman.Or.Id الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ثُمَّ الَّذِي حَرَّمَ عَلَيْنَا الخَمْرَ، وَجَعَلَهُ رِجْسًا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ، لِمَا فِيهِ مِنْ أَضْرَارٍ عَظِيمَةٍ تُفْسِدُ العَقْلَ وَتُدَمِّرُ النَّفْسَ وَالمجْتَمَعَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ. أَيُّهَا المؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ فَوْزٌ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ هِيَ رَأْسُ كُلِّ خَيْرٍ. عِبَادَ اللَّهِ، يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأَنْصَابُ وَالأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون–  المائدة: 90 Ma’asyiral hadlirin yang dirahmati Allah! Peredaran minuman keras—atau yang biasa disebut miras—khususnya di Yogyakarta belakangan makin menjamur dan memprihatinkan banyak kalangan. Miras merupakan minuman mengandung alkohol yang ternyata telah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat di provinsi yang Islami dan terpelajar seperti Yogyakarta ini. Tentu peredaran dan penjualan minuman beralkohol ini perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak, terutama sekali aparat pemerintah, karena sangat membahayakan generasi umat. Kesehatan jasmani maupun rohani terancam. Konsumsi miras juga bertentangan dengan nilai-nilai sosial, moral, agama, dan seluruh aspek perikehidupan masyarakat. Allah SWT tegas melarang umat Islam mengonsumsi miras dalam surah Al-Maidah: 90, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” Miras jelas masuk kategori khamar. Dalam hadis, Rasulullah SAW memperingatkan kita tentang bahaya miras. Beliau bersabda: كُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ، وَمَا أَسْكَرَ مِنْ كُلِّ شَرَابٍ فَحَرَامٌ (رواه مسلم) “Setiap yang memabukkan adalah haram, dan setiap minuman yang dapat memabukkan adalah haram.” (HR. Muslim) Kaidah fikih juga menyatakan: مَا أَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ “Apa yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya pun haram.” Ma’asyiral mustami’in yang diberkahi Allah! Miras diharamkan karena mudaratnya sangat besar. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman telah menyatakan sikap tegas terhadap maraknya peredaran dan penjualan miras. Meski Kabupaten Sleman sudah memiliki peraturan daerah terkait miras, kenyataannya banyak pelanggaran terjadi yang dilakukan oleh penjual/pengedar miras. PDM Sleman mendesak Bupati Sleman untuk serius melakukan pengendalian terhadap peredaran dan penjualan miras di Sleman. Juga mendesak DPRD Sleman untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 8 Tahun 2019 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol serta Pelarangan Minuman Oplosan. Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran miras membuat para pengusaha merasa leluasa untuk membuka outlet tanpa khawatir akan sanksi yang tegas. Selain itu, kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang bahaya mengonsumsi miras di masyarakat juga turut berkontribusi pada meningkatnya jumlah outlet tersebut. Ma’asyiral muslimin yang dibagahiakan Allah! Kita wajib menentang maraknya outlet-outlet miras melalui berbagai cara. Menentang kemungkaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kemungkaran membawa dampak buruk tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi masyarakat. Dalam Islam, setiap Muslim diperintahkan untuk melakukan amar makruf nahi mungkar, yaitu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ — آل عمران: 104 “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran 104). Mengonfirmasi ayat di atas, Rasulullah SAW bersabda dalam hadis shahih: مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ (رواه مسلم) “Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan (mengingkari dengan hati) itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Mencegah peredaran dan penjualan miras harus dilakukan sejak sekarang. Jangan menunggu nanti. Dalam kaidah fikih disebutkan: الدَّرْءُ أَسْهَلُ مِنَ الرَّفْعِ “Menghindari kerusakan lebih mudah daripada memperbaikinya.” “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar, “Sedia payung sebelum hujan.” Outlet miras di Yogyakarta bukan satu atau dua. Dengan demikian, penolakan harus lebih kuat disuarakan. Muslim yang tidak menentang kemungkaran atau mendiamkannya berarti ikut serta dalam kemungkaran tersebut. Hal ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW: إِذَا عُمِلَتِ الخَطِيئَةُ فِي الأَرْضِ كَانَ مَنْ شَهِدَهَا فَكَرِهَهَا كَمَنْ غَابَ عَنْهَا وَمَنْ غَابَ عَنْهَا فَرَضِيَهَا كَمَنْ شَهِدَهَا (رواه أبو داود) “Jika suatu kesalahan dilakukan di muka bumi, maka siapa saja yang menyaksikannya dan membencinya adalah seperti orang yang tidak hadir menyaksikannya; dan siapa saja yang tidak hadir menyaksikannya tetapi meridainya, maka dia seperti orang yang hadir menyaksikannya.” (HR. Abu Dawud). Dalam kaitan itu, ulama kemudian merumuskan kaidah yang sangat bagus: الرَّاضِي بِالْمَعْصِيَةِ شَرِيكٌ فِي الْمَعْصِيَةِ “Orang yang meridhai kemaksiatan adalah bagian dari kemaksiatan itu.” Kaidah lain yang senada dengan itu adalah: السَّاكِتُ عَنِ الْحَقِّ شَيْطَانٌ أَخْرَسُ “Orang yang diam dari kebenaran adalah setan bisu.” Sekali lagi, mencegah peredaran miras adalah wajib, karena peredaran miras itu termasuk kemungkaran. Mendiamkan kemungkaran sama dengan menyetujuinya. Padahal kemungkaran akan merusak tatanan moral dan spiritual masyarakat. أَكْتَفِي بِهَذِهِ الْكَلِمَةِ, وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، وَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ KHOTBAH KEDUA الحمدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلَى مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ الْخَلْقِ وَالْمُرْسَلِينَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.  أيُّهَا المُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ، فَقَالَ جَلَّ وَعَلا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَاجْعَلْ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِينَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ وَالغِنَى. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ. أَقِيمُوا الصَّلَاةَ! Sleman, 28 Juli 2024 / 22 Muharram 1446 M. Husnaini, S.Pd.I., M.Pd.I., Ph.D. Dosen Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Daerah Istimewa Yogyakarta

Loading

Musyker PCM Tempel di SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Bersama Menuju Masyarakat Tempel Berkemajuan

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dengan mengambil tema, “Bersama menuju masyarakat Tempel berkemajuan”,  Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel menggelar acara Musyawarah Kerja Cabang/Musykercab pada Ahad, 28 Juli 2024 di SMP Muhammadiyah 1 Tempel Jalan Tempel-Seyegan KM 5,5 Gendol, Sumberrejo, Tempel, Sleman.  Acara dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, seluruh majelis PCM Tempel, PCA Tempel, PM dan NA Tempel, PRM dan PRA Sumberrejo, Kokam Tempel serta Kepala sekolah dan Guru karyawan SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, H. Samsul Alam, M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran segenap hadirin bahwa kita harus terus mendukung AUM/Amal Usaha Muhammadiyah di Tempel diantaranya SMP Muhammadiyah 1 Tempel yang kita gunakan untuk Musykercab ini. Semoga semaikin maju dan berkembang. Aamiin. Dalam sambutan dan pembukaan oleh ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA menyampaikan bahwa  “Musykercab yang dilaksanakan PCM Tempel ini kita apresiasi sebaik-baiknya kenapa? Sesungguhnya yang kita tulis itu yang kita kerjakan dan apa yang kita kerjakan harus kita tulis. Mudah-mudahan dalam musykercab ini dapat berjalan baik, berkemajuan dan mencerahkan. Muhammadiyah berkemajuan itu adalah memiliki 5 ciri pokok.” Pertama, Muhammadiyah tetap bertauhid dengan benar yakni tauhid ada tiga Rububiyah, Uluhiyah dan Asma wasifat. Rububiyah, artinya yakin tidak ada Rabb yang disembah kecuali Allah, Uluhiyah, yaitu tauhid yang benar-benar tidak ada ilah selain Allah, Allah adalah mengesakan seluruh bentuk ibadah kepada Allah, Asma wasifat, bahwa Allah itu mempunyai nama-nama dan sifat yang sangat baik perlu kita manifestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ciri Kedua, Wasathiyah, maknanya jangan sampai bermakna harus ikut beribadah dengan agama lain tapi wasathiyah sesuai tuntunan Islam. Ciri ketiga melaksanakan agama yang rahmatan lil alamiin, kita harus menjaga kelestarian dan kekompakan dengan warganya. Ciri keempat, Muhammadiyah berkeyakinan bahwa dalam Islam harus ada gerakan ijtihad dan tajdid/pembaharuan dalam metodologi. Ciri kelima, Muhammadiyah tetap berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunah. Sementara itu Sekretaris PCM Tempel H. Supardi, M.Pd menyampaikan pokok-pokok hasil Musykercab Muhammadiyah Tempel yang berlangsung dari pagi sampai jelang Ashar sebagai berikut: 1. Pendataan dan optimalisasi pemanfaatan tanah wakaf 2. Intensifikasi iuran organisasi 4. Optimalisasi penggalangan  LAZISMU dan peremajaan AmbulanMu 5. Intensifikasi kajian Islam warga Muhammadiyah dan pengembangan masjid 6. Revitalisasi pondok pesantren 7. Pendirian  BUMM Tempel 8. Peningkatan mutu pendidikan dasar Muhammadiyah di Tempel Semoga dengan berpegang teguh pada hasil-hasil Musykercab Muhammadiyah Tempel dapat menjadikan Muhammadiyah di Tempel lebih berkemajuan dan selalu mendapat ridho Allah SWT. Aamiin. Bravo PCM Tempel !!! Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd, KS SMPM 1 Tempel, MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Dukung Kampanye Go Green, PDPM Sleman Berbagi Tumbler Gratis ke Siswa SD dan SMP

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya mengurangi sampah botol plastik sekali pakai, PDPM Sleman melakukan kegiatan yang sangat positif dengan membagikan tumbler kepada siswa sekolah dasar dan SMP. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kampanye Go Green di lingkungan sekolah. Pada Rabu, 17 Juli 2024, Ketua PDPM Sleman, Prakasa Radya Sulendra, menyerahkan tumbler secara simbolis kepada siswa di SMP Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh Eko Sumardiyanto, senior PDPM Sleman yang saat ini menjadi Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, dan Kepala Sekolah SMP Musela Amin Darojat. “Kami berharap dengan membagikan tumbler ini, siswa dapat membawa bekal minum saat ke sekolah dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” kata Prakasa Radya Sulendra. “InsyaAllah, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkelanjutan dalam mendukung kampanye Go Green dan gerakan berbagi.” Selain membagikan tumbler, kegiatan ini juga diisi dengan materi tentang organisasi oleh Eko Sumardiyanto, kewirausahaan oleh Prakasa Radya Sulendra, serta motivasi oleh Irfan Yanuar Arifin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah. Dengan demikian, PDPM Sleman telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kampanye Go Green dan mengurangi sampah botol plastik sekali pakai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama.

Loading

Sarasehan Pendidikan Di SMP Muhammadiyah 1 Tempel

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, pada hari Jumat, 12 Juli 2024 SMP Muhammadiyah 1 Tempel mengadakan acara Sarasehan Pendidikan di ruang pertemuan sekolah setempat. Acara tersebut mengangkat tema “Peningkatan Layanan, Sinergitas dan Kualitas Pembelajaran Kurikulum Merdeka dan Ismuba di Era Digital”. Acara ini menghadirkan Abdullah Mukti, S.Ag., M.Pd., wakil sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pemateri dalam acara ini serta diikuti oleh seluruh guru, karyawan dan staf  SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Dalam sambutannya Kepala sekolah Wahdan Arifudin, S.Pd. menyampaikan “ rasa terima kasih atas kerjasama dan perhatian segenap guru dan karyawan terlebih dengan kehadiran   Abdulah Mukti, S.Ag, M.Pd sebagai narasumber luar biasa dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menyempatkan waktu untuk berbagi pengalaman, kiat sukses selama memimpin sekolah dan terus berkiprah memajukan sekolah Muhammadiyah di segenap penjuru Indonesia”.  Tema yang diambil tentang pelayanan atau service exelence, membangun sinergi dan kualitas pembelajaran terasa sangat penting di tengah-tengah persaingan sekolah yang semakin kompetitif baik sekolah negeri maupun swasta saat ini. Sarasehan sendiri merupakan wadah kegiatan untuk berdiskusi ataupun bertukar pikiran antar pihak yang bertujuan untuk membahas permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian mencari solusi dari kendala-kendala yang terjadi. Abdullah Mukti menyampaikan ” di dalam lingkup Pendidikan, Pelayanan is “everything”, sehingga pelayanan sangat berpengaruh pada perubahan kualitas sekolah”. Terkait layanan harus menumbuhkan kepercayaan, yang terpenting untuk diwujudkan ada tiga hal yakni, membangun citra sekolah (Image Building); membangun kepercayaan (Trust Building); dan lembaga perwalian (Trust Institution). Dengan memberika pelayanan yang terbaik, sehingga dapat mewujudkan keberhasilan sekolah. Sinergitas dan Kualitas Pembelajaran dapat ditingkatkan melalui hal-hal kecil seperti dimulai dengan kebersihan dan kerapian sekolah. Dalam meningkatkan kualitas Pendidikan juga harus didasari dengan mindset, karena mindset merupakan kepercayaan yang akan menentukan reaksi dan pemaknaan seseorang terhadap situasi. Dalam mewujudkan perubahan dapat dicapai melalui tips berikut, a) harus punya mimpi untuk kedepannya (Dream); harus yakin (Believe); berdoa dan lakukan (Pray & Will). Dalam peningkatan layanan, sinergitas dan kualitas Pendidikan dapat diupayakan dengan berbagai hal. Terutama peranan Kepala Sekolah sebagai innovator yang artinya Kepala Sekolah sebagai penentu untuk bergerak dalam melakukan perubahan. Namun, tidak hanya Kepala Sekolah saja akan tetapi  berbagi peran antar Guru, Staf, dan karyawan harus senantiasa menciptakan ide atau hal-hal baru yang menarik dan ciptakan sigmentasi sekolah. Dalam era digital saat ini sekolah harus melakukan promosi yang tidak pernah berakhir (Never Ending Job Promoting). Dengan adanya perkembangan digital pada masa kini akan lebih memudahkan dalam melakukan promosi sekolah dengan memanfaatkan sosial media TikTok dan Instagram agar lebih banyak mencapai ketertarikan seseorang. Dengan adanya Sarasehan Pendidikan ini bertujuan dapat memotivasi guru dan dapat memberikan solusi dalam upaya meningkatkan kualitas layanan sekolah. Upaya yang menjadikan sekolah itu hebat dapat dimulai dari hal-hal kecil terlebih dahulu. Semoga dengan upaya yang dilakukan dapat memberikan kemudahan dan kelancaran dalam menuju SMP Muhammadiyah 1 Tempel berkembang pesat dan menjadi MUTESA JAYA. -Ayu Tri Utami, S.Pd., Guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel

Loading

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah Gelar Khutbah Taaruf Perdana

Seyegan, Pdmsleman.Or.Id Rabu 10 Juli 2024 menjadi penanda baru bagi Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah di Margoagung Seyegan merayakan Khutbah Taaruf perdana, menandai dimulainya tahun ajaran baru. Acara bertema “Membangun Sinergisme antara Santri, Wali Santri, dan Pondok Pesantren” ini dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, Panewu Kapanewon Seyegan, pimpinan PCM Seyegan, lurah Margoagung, serta orang tua/wali santri dan tamu undangan lainnya. Khutbah Taaruf ini juga menjadi momen penyambutan 23 santri baru yang terdiri dari santri jenjang SMP, SMK, dan perguruan tinggi. Para santri akan mengikuti pembelajaran di sekolah umum dan kepondokan. Dalam sambutannya, H. Arif Sulistyo SIP selaku PDM Sleman menegaskan peran penting pesantren di tengah kondisi zaman yang memprihatinkan saat ini. “Pesantren adalah pilar esensial dalam pendidikan yang tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya. Konsep pendidikan holistik di pesantren, selain mengembangkan ilmu pengetahuan, juga menyemaikan akhlak dan adab santri melalui muamalah sehari-hari. Sementara itu, Panewu Kapanewon Seyegan menyambut baik kehadiran Ponpes Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib di wilayah Seyegan. “Ponpes ini diharapkan dapat meningkatkan sektor SDM dan ekonomi di Seyegan. Semoga putra-putri warga Seyegan juga dapat menjadi santri di sini,” harapnya. Direktur Pondok, Ustadz Santoso, menjelaskan hakikat khutbah taaruf dan pondok, “ meskipun Pondok Tahfidz belum memiliki lahan sendiri, ia menekankan bahwa selalu ada jalan untuk harapan dan ikhtiar yang baik. Mengirim anak ke pesantren diibaratkan seperti memindahkan anak pohon pisang dari induknya agar dapat tumbuh maksimal di tempat yang subur”. Istilah “titip” kepada pesantren memiliki makna mendalam. TITIP adalah akronim dari Tega, Ikhlas, Tawakkal, Ikhtiar, dan Percaya. Orang tua harus tega berpisah dengan anak, ikhlas melepaskan mereka, bertawakkal kepada Allah, terus berikhtiar memenuhi kebutuhan anak, dan memiliki kepercayaan penuh terhadap pesantren. Pada akhir khutbah taaruf, dilakukan penyerahan al-Qur’an secara simbolik kepada santri baru oleh Direktur Pondok, disaksikan oleh semua hadirin. Acara ini menunjukkan komitmen Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ali Bin Abi Thalib Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi bangsa yang beriman, kuat, dan berilmu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan menjadikan kita semua istiqomah dalam menyiapkan generasi yang memiliki keimanan yang kokoh, fisik yang kuat, dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Sebagaimana tayang di lansir dari

Loading