Alamuddien dan Widi Adyani pimpin PCPM dan PCNA Godean periode 2023-2027

Godean, Pdmsleman.Or.Id Dengan tema “Mencetak kader militan untuk Muhammadiyah Godean Berkemajuan.” Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Godean pada Ahad 25 Februari 2024 mengadakan pengukuhan pimpinan baru masa bakti 2023-2027 di Gedung Ampiteter 8, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dalam sambutan oleh ketua panitia Alamuddien Asyrozi, S.Pd sekaligus ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Godean yang baru, menyampaikan bahwa dengan semangat Al Qur’an  surat Ali Imron 104, “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Selain itu disampaikan oleh A’am, sapaan akrab Alamuddien Asyrozi, S.Pd bahwa dengan semangat Paglima Jendral Soedirman juga digelorakan untuk semangat menjadi kader yang militan. Pengukuhan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sleman. Dalam pengukuhan tersebut dikukuhkan ketua PCPM Godean yang baru yakni Alamuddien Asyrozi, S.Pd beserta 35 personil. Dalam sambutan setelah pengukuhan disampaikan oleh Prakasa Radya Sulendra, S.T.  bahwa “ pasca gelaran pemilu kita berkumpul menjadi satu kembali untuk menjadikan Pemuda Muhammadiyah Godean akan mampu menorehkan sejarah untuk betul-betul menjadi kader yang militan setelah calon senator kita Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. InsyaAllah lolos sebagai senator di Senayan sebagai anggota DPD RI mewakili Yogyakarta. Teruslah menjadi bagian Muhammadiyah yang lebih semangat dan program PCPM kedepan lebih bermanfaat”. Sedangkan ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah Godean yang baru yakni Widi Adyani dan 42 personil telah dikukuhkan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah Kabupaten Sleman Hadir dalam pengukuhan ini para alumni Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah Godean diantaranya Haris Darmawan yang saat ini menjadi ketua PCM Godean. Dalam sambutan dan motivasinya Haris Darmawan menyampaikan bahwa hari ini pemuda-pemudi harus bersikap kritis yang  nantinya kelak akan menggantikan penerus-penerus Muhammadiyah. Muhammadiyah kedepan tidak bisa dilakukan sendiri tapi bersama-sama sehingga kemajuan bersama membentuk generasi militan. “ Alhamdulillah kita memiliki senator baru dan dapat dipetakan dari hasil di TPS  kantong-kantong dan yang terus menjadi garapan Muhammadiyah sehingga menjadi tempat dakwah kedepan. Untuk itu harus terus saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran”. Hadir juga tokoh masyarakat yakni Harda Kiswaya yang memberikan motivasi untuk terus belajar dan wajib dekat dengan Allah dan diniatkan untuk mengabdi dengan ikhlas. Semoga kedepan dapat memajukan roda organisasi dengan baik sehingga akan muncul pemimpin lebih baik lagi. Acara dilanjutkan dengan talk show alumni ketua-ketua Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Godean. Kontributor  H. Wahdan Arifudin  S.PD PCM Godean, MPI PDM SLeman

Loading

BANDA NEKAD

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 2) Awalnya, saya babar blas nggak paham. Saya belum pernah sekalipun terlibat dalam urusan kepanitiaan dalam pemilihan umum. Ups, salah ding. Pernah jadi panitia KPPS di TPS 02 di dusun saya, Jetis Depok, Sendangsari, Minggir. Itu sudah lama sekali. Mungkin 10 atau 15 tahun lalu, saya lupa. Sekian tahun kemudian … Bertempat di Masjid Al Umar Parakan Wetan. Ketika itu ada acara Pengukuhan Pengurus dan anggota Majelis PCM Minggir. Selepas acara, bertiga (pak Ngadimin, saya dan Mas Antok), kami ngobrol sambil menunggu selesai totalnya acara. “Ini kita diamanahi pimpinan PDM, untuk segera membentuk TPC (Tim Pemenangan Cabang) DPD Syauqi”, kata pak Ngadimin. “Mangga kita langsung saja pilih dan tentukan”, sambungnya. Akhirnya, langsung ditentukan. TPC Syauqi Minggir, ketuanya : H. Ngadimin, S.Pd. M.Pd. Sekretaris : M. Sugiyanto dan Bendahara : Dwi Sumartono. Maka, dikirimkanlah ketiga nama tersebut ke TPD Sleman. Di atas namakan koordinator TPC SQ Minggir. Belakangan, terjadi pergeseran tugas. Bendahara dipegang Mas Antok. Dan saya, lebih fokus ke administrasi dan kesekretariatan. Beberapa pekan kemudian, TPD meminta perwakilan TPC SQ Minggir untuk mengirim 3 nama sebagai wakil untuk dijadikan saksi SQ. Mas Antok mengirimkan 3 nama : Saya, Fajarudin dan Jemingin. Beberapa hari kemudian, ada undangan dari TPD untuk mengikuti Bimtek Saksi. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Yang bisa hadir : hanya saya seorang. Fajarudin tidak bisa datang. Bersamaan ada kegiatan. Jemingin juga ada kegiatan. Mantenan. Di undangan dituliskan : sebaiknya saksi membawa laptop. Masalahnya, saya gak punya lap top. Pun, waktu itu HP saya juga rusak. Lengkaplah sudah. Apakah saya mundur ? No way ! Pantang ! Bonek !. Saya pinjam HP nya istri saya. Sampai di lokasi, saya clingak ckinguk. Sama sekali tak ada yang saya kenal. Pas giliran bimtek, semua mulai mengeluarkan bawaannya. Lap top dan HP. Ternyata, HP yang saya bawa memorinya terbatas. Tidak bisa untuk menginstal aplikasi Relawan Syauqi. Akhirnya, ya sudah. Saya hanya duduk manis. Sambil bolak balik menyeruput kopi panas. Habis segelas, tambah lagi. Demikian seterusnya. Sampai selesai acara. Esok harinya, ketika ketemu mas Antok. “Piye hasile bimtek wingi ?”, tanyanya. “Panas tur legi. Mantab”, jawab saya. ” Lhah ! …. Apane sing legi ?”, sergahnya. “Kopine !” “Piye ta ?” “Lha bimteknya pakai HP. Atau lap top. HP ku rusak. HP ne bojoku memorine ora mencukupi. Dadi ya ming meneng wae aku “, jelas saya. Salahe milih aku. Wong jelas aku ora nduwe HP. Malah dikon melu Bimtek”. Ancen bonek tenan arek iku. Minggir, 19 Februari 2024. pukul 12.06 WIB. Bertepatan dg selesainya Rekap Suara di Aula Kecamatan Minggir. (Uwik DS)

Loading

Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan PCNA Turi Periode 2022-2026

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi pada Ahad  18 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Turi, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Turi, Mahasiswa UAD serta AUM seKapanewon Turi. Acara pelantikan ini diikuti oleh seluruh calon kepengurusan PCNA Turi yang telah disusun oleh formatur. Perwakilan dari PDNA Sleman yakni Mafrudlatun Nikmah, S.Pd selaku ketua 2 PDNA Sleman dan Meita Fitrianawati, M.Pd. selaku  ketua departeman PITD, secara resmi mengukuhkan seluruh anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Turi dengan terlebih dahulu melakukan pembacaan surat keputusan pengukuhan. Dalam hal ini ditetapkan Dyah Harumming Kinanthi S.IP.,M.A. sebagai ketua Umum, Desy Dwi Susanti, S. Pd. Sebagai Sekretaris Umum, Erni Wulandari sebagai Bendahara Umum, dan para ketua departemen beserta jajaran anggotanya sebagai Struktural dalam PCNA Turi periode 2022-2026. “ Terdapat harapan besar seluruh anggota yang terganti dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk kemaslahatan umat khususnya untuk generasi muda di Kapanewon Turi” kata Dyah selaku ketua. Keanggotaan PCNA Turi periode 2022-2026 yang dikukuhkan saat ini terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu. Kepengurusan kali ini diharapkan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik, berkolaborasi dengan lebih mesra, menjalin komunikasi yang lebih baik lagi, sehingga dari segala keilmuan yang PCNA Turi saat ini miliki dalam saling bekerjasama dan bertukar informasi, saling bantu membantu, ingat mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama. Setelah kegiatan pengukuhan selesai dijalankan dilanjutkan dengan serah Terima jabatan dari pengurus terdahulu. Besar harapan semoga para pengurus PCNA Turi periode 2022-2026 dapat mengemban amanah ini dengan baik dan kedepannya akan mengedepankan persatuan dan kekompakan. Ketua PCNA Turi periode sebelumnya Miftahul Janah, S. Pd. Menyampaikan , “ Alhamdulillah kami telah menyelesaikan amanah dan tugas dengan apik, sebelum kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan telahmelakukan Laporan Pertanggung Jawaban selama periode yang diemban”. Acara dilanjutkan dengan pembahasan setiap departemen untuk menyusun program kerja selama periode mendatang baik meliputi proker jangka panjang maupun jangka  pendek. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama yang disponsori penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi. Reportase  Miftahul Janah, S. Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MARWAH

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 1)Seorang saksi TPS tiba-tiba mengangkat tangan. Dia, seorang ibu muda. “Pak Dwi. Dari penjelasan njenengan tadi, berarti kami juga harus ikut kampanye nggih ?, tanyanya. “Ya betul Ibu. Nanti semua saksi Syauqi akan dibekali dengan 1 berkas DPT (Data Pemilih Tetap) sesuai TPS nya masing masing. Dari DPT itu nanti Njenengan bisa membacanya. Memilih dan kemudian memilah. Kira kira mana yang berpotensi untuk memilih Syauqi”, jelas saya. “Golek tiyang pinten niku Pak ?”, tanya seorang Bapak. “Minggir niku angsal target 5.300 suara. Dibagi 117 TPS. Dados rata rata per TPS niku = 45 suara. Dibulatkan 50 suara”, sambung saya. ” Waduh. Abot niku Pak Dwi !”, sergah Bapak tadi. “Lha kok saget abot Pak ?”, tanya saya. “Lha wong kampunge kula niku kathah sing mboten kenal Muhammadiyah je”, jelasnya. “Tenang mawon Pak. Sami nggen kula. Kampunge kula niku 90 % penduduke Katholik. Tapi, kula yakin Insha Allah angsal. Bismillah”, jelas saya. “Tapi Pak, biasanya orang orang itu akan bertanya : ana amplope ora ? Duwite pira ?”, sergah Ibu yang pertama tadi. “Nggih leres niku Pak”, tambah yang lain. Untuk beberapa saat, saya sempat tercekat. Tapi kemudian, “Sampai sejauh ini, kami di TPC SQ Minggir belum bisa menjawab hal tersebut nggih Bu”, jelas saya. Saya lalu mempersilakan Bapak Ketua TPC SQ Minggir untuk memberikan penjelasan. Pak H. Ngadimin dengan lugas lalu berkata : “Ibu bapak, Mbak dan Mas saksi Syauqi semua. Bismillah, kita niatkan semua ini sebagai ibadah karena Allah SWT. Dan ini adalah ikhtiar kita sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah. Ini adalah jihad Muhammadiyah”, terangnya. “Kita ini mengajak untuk mencari wakil kita. Wakil dari Muhammadiyah untuk duduk di DPD RI. Dan kita tidak pakai amplop ataupun duit”, jelas pak Ketua. “Bilang saja terus terang. Kalau ada yang tanya : endi amplope ? Atau, pira duite ?. Jawab saja : ora ana amplope. Ora ana duite”, sambungnya. “Saya kembali mengingatkan. Bahwa amplop itu adalah termasuk suap. Dalam ajaran agama kita, yang menyuap dan yang menerima suap nanti sama sama masuk neraka”, pungkasnya. “Begitu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?” tanya pak ketua. Sejenak ruangan hening. Saya menangkap ada nuansa ragu di antara mereka. “Bapak Ibu, Mas Mbak. Anda semua gak perlu bimbang. Njenengan sedaya pede mawon”, jelas saya. “Kula yakin. Panjenengan sedaya niki rak nggih asline Minggir ta nggih ?. Lahir, alit, ageng, ngantos sak niki rak nggih teng Minggir ta. Dados panjenengan sedaya tamtu sampun kenal kalih tangga kiwa tengene. Njenengan mestine saget metani si A, si B, si C dan seterusnya”, jelas saya. “Lha nanti kalau tidak ada amplopnya, terus senjata kita apa Pak Dwi ?”, tanya seorang pemudi. “Begini. “Pertama”, Anda semua nanti akan kami beri berkas DPT, sesuai TPS masing masing. “Kedua”, Anda akan disangoni Alat Peraga Kampanye (APK). Bentuknya : kalender, stiker, fotonya Pak Syauqi dan ada beberapa yang lain. Nanti APK itu bisa Anda bawa. Lalu kasihkan ke orang orang yang dijadikan target”, jelas saya. “APK itu boleh Anda bawa. Stok APK sangat cukup untuk kebutuhan Anda semua. Jadi Anda tidak usah ragu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?”, tanya saya. Tiba tiba, seorang Ibu perwakilan dari Aisyiyah mengangkat tangan. ” Insha Allah nanti sekoci Aisyiah juga akan ambil peran Pak Dwi. Dan perlu diketahui dari sekian banyak saksi Syauqi ini beberapa adalah juga Tim Sekoci Aisyiyah. Jadi nanti kita akan bantu untuk kampanye ke jamaah kita”, jelasnya. “Matur nuwun sanget Ibu. Atas bantuan dan dukungannya”, jelas saya.* Itu adalah gambaran suasana sebelum bimtek saksi Syauqi di Wisma Ngloji, sepekan sebelum Pemilu. Alhamdulillah. Di saat saat yang genting, selalu saja ada jalan keluar. Di banyak kesempatan, peran Ibu memang tidak bisa dianggap kecil. Barangkali, perannya tidak nampak. Tapi keberadaanya sungguh dirasakan. Inilah ikhtiar kita bersama. Untuk menunjukkan Marwah Muhammadiyah.(*) Minggir, 18 Februari 2024.Uwik DS.

Loading

Baitul Arqam Purnasiswa, Kaderisasi Dan Penguatan Nilai Ideologi 132 Siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok

Depok. Pdmsleman.Or.Id Keberadaan perguruan Muhammadiyah merupakan bagian ikhtiar persyarikatan dalam mencerdaskan anak bangsa sekaligus mencetak karakter unggul serta akhlakul karimah para peserta didik yang ada. Semenjak diinisiasi langsung oleh KH. Ahmad Dahlan pada 1912, sekolah-sekolah Muhammadiyah memiliki empat fungsi, yakni sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan, pelayanan Masyarakat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, serta fungsi kaderisasi. Dalam menjalankan fungsi kaderisasi dan memperkuat nilai ideologi para siswa, SMP Muhammadiyah 3 Depok menyelenggarakan Baitul Arqam Purnasiswa pada Kamis-Jum’at, 15-16 Februari 2024 bertempat di Youth Center DIY yang diikuti oleh 132 siswa kelas IX. Kegiatan ini juga menjadi launching program kerja Baitul Arqam Purnasiswa sebagai program baru unggulan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Sleman yang langsung dibuka sekaligus oleh Ketua PDM Sleman,  Harjaka, S.Pd., S.Ag., M.A yang dalam amanatnya memberikan motivasi pada siswa, “ melalui sabda Rasulullah akan perintah untuk menjadi seorang berilmu, penuntut ilmu, penyimak ilmu atau pecinta ilmu”. Hal tersebut senada dengan pesan Sri Maryani, M.Pd. sebagai perwakilan Majelis Dikdasmen PDM Sleman untuk bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan perkaderan selama dua hari satu malam  tersebut yang berisi materi keIslaman, ke-Muhammadiyahan, leadership, Achiement Motivation Training (AMT) serta sarasehan bersama pimpinan Angkatan Muda Muhammadiyah di Kecamatan Depok. “BA Purnasiswa ini merupakan edisi perdana serta diharapkan kedepan dapat dilangsungkan pula pada siswa kelas IX SMP/MTs Muhammadiyah maupun kelas XII SMA/MA Muhammadiyah”, pungkas   Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman dalam sambutannya. Kontributor Hendro Sucipto, M.Pd, Ketua MPKSDI PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading