Turi, Pdmsleman.Or.Id Ahad 7 Juli 2024 sore bertepatan 1 Muharram 1446 H Ranting Aisyiyah Aisyiyah Wonokerto 2 Turi menyemarakkan Milad Aisyiyah ke 107 dengan mengadakan Jalan Sehat dengan peserta sekitar 300an peserta. Kegiatan ini digelar di halaman Masjid Ash Sholeh diawali dengan pembukaan acara dengan MC dibawakan oleh Ayu dari NA dan Rizqi dari PM setempat. Hj. Sri Wulanti, S.Pd selaku Ketua Ranting Aisyiyah Wonokerto 2 menyampaikan “ selamat datang serta terima kasih atas partisipasi dan semangat luar biasa dari para peserta mengikuti kegiatan jalan sehat kali ini dalam rangka Milad Aisyiyah 107 ”. Jalan sehat kali ini dimulai dari halaman majid Ash Sholeh diawali dengan pengibaran bendera start dengan sebelumnya diawali dengan doa, Adapun rute yang diambil mengelilingi kampung Garongan Wonokerto dengan suasana santai. Setelah perjalanan yang penuh suasana keakraban akhirnya para peserta finish Kembali di lokasi halaman masjid Ash Sholeh, kemudian peserta menyerahkan kupon untuk mengambil snack dan undian doorprize. Disela suasana tersebut Hj. Kusmiyati S.Pd dari PDA Sleman memberikan penguatan “betapa Aisyiyah di 107 tahun usia semakin mengokohkan dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta, hal ini terwujud salah satunya dalam kegiatan jalan sehat kali ini dan juga dengan berbagai aspek dakwah di bidang ekonomi, Kesehatan, olah raga dll”. Acara ini dihadiri segenap pengurus dan simpatisan Aisyiyah, Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah dan nasyatul Aisyiyah se wonokerto 2, Takmis Masjid Ash Sholeh, Al Huda ojok, Al Hidayah Projayan, Mushola Al Hidayah Garongan serta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan ini juga diadakan pemeriksaan dan penyuluhan Kesehatan untuk para peserta oleh Dosen Universitas Muhammadiyah Magelang, harapannya dengan mengetahui kondisi ini diharapkan dapat mencegah penyakit sejak dini dan tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat. Suasana semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize, tidak besar nilainya tapi keakraban yang ditimbulkan sangat terasa, para peserta jalan sehat juga berharap kegiatan semacam ini bisa sering dilakukan selain untuk Kesehatan juga menjadi jalinan silaturahmi yang sangat terasa sebagai bentuk dakwah yang mengena di masyarakat Garongan Projayan Pojok dan sekitarnya. Reportase Hj. Kusmiyati S.Pd Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Momentum Tahun baru Hijriyah 1446 bertepatan Ahad 7 Juli 2024 dimanfaatkan dengan kajian ketarjihan oleh PDM Sleman melalui Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Sleman dengan dihadiri Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, Majelis Tarjih dan Majelis Tabligh PDM Sleman serta Majelis Tabligh dan Ketarjihan PDA Sleman, perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Sleman. Sebagaimana kita ketahui bahwa awal Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriyah diwarnai perbedaan. Meski pemerintah dalam kalendernya menetapkan Tahun Baru Islam jatuh pada Ahad (7/7/2024), Nahdlatul Ulama justru menetapkannya pada Senin (8/7/2024). Sementara mulai tahun ini Muhammadiyah meninggalkan kriteria Wujudud Hilal dan beralih ke Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). Dalam paparan awal yang disampaikan oleh Dr. Oman Fathurrahman, M.Ag (Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah) menyampaikan bahwa “ Kalender Islam penting untuk meningkatkan citra Islam di dunia yang selama ini berbeda”. Bahkan di Indonesia ini ada 4 jenis perbedaan lebaran yakni, An Nadzir di Gowa, Naksabandiyah di Padang Pariaman, Muhammadiyah dan pemerintah. Bahkan lebaran lalu di Panggang Gunungkidul ada Jamaah Aolia mengadakan Sholad Idul Fitri lebih dulu 2 hari dari pada Muhammadiyah dan pemerintah Kendala menggunakan kalender hijriyah global tunggal ini ternyata tidak dari luar tapi dari dalam kita sendiri. Kalender ini berbeda dengan wujudul Hilal. Secara sederhana prinsip utama dari Kalender Hijriyah Global Tunggal adalah satu hari satu tanggal di seluruh dunia seperti halnya kalender masehi. Nanti diharapkan tidak ada lagi perbedaan, namun di Indonesia masih ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Sebenarnya Muhammadiyah tidak berbeda dengan pemerintah tetapi pemerintah yang berbeda dengan Muhammadiyah karena menentukan tanggal lebih awal dari pada pemerintah. Dalam sambutannya ketua PDM Sleman H. Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, menyatakan bahwa pertemuan ini diprakarsai oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Sleman dengan materi sosialisasi kalender global. Menurut Harjaka jika menggunakan wujudul hilal itu bersumber Al Qur’an. “Jadi kita jelas sekali bahwa 1 Muharram ini hari ini Ahad, bertepatan dengan 7 Juli 2024 dan hal ini berbeda dengan tetangga sebelah yang 1 Muharram besok Senin 8 Juli 2024. Hidup ini urap atau gudangan dan hal ini tidak masalah karena berbeda. Warga Muhammadiyah itu mencerahkan dan menggembirakan. Jika kita ditanya tentang tanggal maka bukan karena kita warga Muhammadiyah namun juga karena disiplin ilmu matematika yakni ada bilangan epsilon, dimana kurang dari nol itu negative tapi lebih dari nol itu positif.” Selanjutnya Drs. H. Sri Purnomo, M.Si yang mewakili sohibul bait karena Ibu Bupati Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo berkegiatan di luar menyampaikan pamit dalam kajian ketarjihan ini. “Selamat datang dan ucapan terimakasih atas kehadiran di pendopo rumah dinas Bupati dan mohon maaf jika suk-sukan”. Sri Purnomo juga pernah belajar dengan H. Basit Wahid tokohMuhammadiyah terkait kalender dan berbagai kalender lain, diantaranya kalender jawa, kalender Sultan Agung dan lainnya. Pada akhirnya ketua Majelis Tarjih PDM Sleman Drs. Achmad Affandi, M.Si menyampaikan bahwa kajian ini nanti rutin dengan materi terkini dan aktual tentang ketarjihan dan bulan Agustus nanti Insya Allah akan dilaksanakan bertempat di Masjid As Syifa PDM Sleman atau PKU Muhammadiyah Sleman. Reportase H. Wahdan Arifudin S.Pd PCM Godean, MPI PDM Sleman. Editor : Arief Hartano SE, MPI PDM
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Nasyiatul Aisyiyah kini sudah berusia 93/96 tahun dan dalam merayakanya Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNA DIY) menyelenggarakan kegiatan semarak milad Nasyiatul ‘Aisyiyah berupa Talkshow dengan mengangkat tema “Assertive Communication To Enhance Family Mental Health”. Talkshow tersebut terselenggara atas kerjasama PWNA DIY, PDNA Sleman, Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupatenupaten Sleman. Acara talkshow ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Juni 2024 di pendopo rumah dinas bupati Sleman. Narasumber kegiatan talkshow semarak milad diisi oleh Dini Melani M, S.KM., S. ST., M. KEB dari Dinas Kesehatan Sleman dengan membahas materi yang berkaitan dengan kesehatan mental pada pemuda, lansia dan disabilitas. Audiens dalam talkshow tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan yaitu Nasyiatul ‘Aisyiyah se Kabupaten sleman, PDNA/PDPM se Diy, dan dukungan dari PDM Sleman yang menghadirkan Guru SMP, SMA, SMK Muhammadiyah se Kabupaten Sleman, para lansia dan rekan rekan disabilitas dari Himpunan wanita disabilitas Kabupaten Sleman. Talkshow dikolaborasi kan dengan ayunda Intan Puspitasari S.Psi., M.A. dari PWNA DIY selaku Sekretaris Departemen Penelitian Dan Publikasi yang menyampaikan pentingnya komunikasi asertif yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan mental dalam keluarga. Selain itu, talkshow dalam semarak milad NA ini dihadiri oleh Bupti Sleman, Hj Kustini Sripurnomo yang dalam keynote speech menyampaikan bahwa “ untuk melakukan penguatan perlu adanya sosialisasi tentang kesehatan mental dan disisi lain, beliau memberikan bantuan bagi para lansia dan disabilitas di Sleman”. Selain itu, Pimpinan wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah DIY juga mensosialisasikan tentang lembaga keluarga sakinah yang dinamai Family Learning Center atau biasa disebut dengan FLC yakni sebuah lembaga baru dibawah naungan PWM DIY yang memiliki program layanan konseling baik daring ataupun luring sebagai pusat pembelajaran dan konsultasi keluarga. Selain layanan konseling, FLC juga membuka layanan bantuan hukum. Pesan ketua umum PPNA Ariati Dina, S.Si M.Pd untuk senantiasa aktif berkegiatan, bersosialisasi untuk menjaga kesehatan mental dan mengapresiasi kegiatan semarak milad yang inklusif melibatkan berbagai kalangan. Reportase Isna fatimah (PDNA Sleman) Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman.
Turi, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka memupuk kebersamaan dan menjaga kesehatan, Keluarga Besar Muhammadiyah Turi melalui Majelis Tabligh, SB, POR, RB, dan Kader PCM Turi mengadakan kegiatan GowesMu. Acara yang diadakan pada Ahad, 23 Juni 2024 ini mengundang antusiasme masyarakat setempat. GowesMu bukan hanya sekadar kegiatan bersepeda biasa, melainkan juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi di antara anggota Muhammadiyah dan masyarakat Turi. Dengan titik kumpul di Masjid Baiturrahim Turi, acara ini dimulai tepat pukul 06.00 WIB, yang dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Para peserta mengayuh sepedanya melalui rute yang menantang namun penuh dengan pemandangan indah. Dimulai dari Perempatan Turi, rute berlanjut ke Watuadeg, Pulowatu, Pakem, Degolan, Balong, Karanggeneng, Dukuh, hingga Kembangarum, sebelum akhirnya kembali ke Turi. “Rutenya cukup menantang, tetapi pemandangan di sepanjang jalan sangat memanjakan mata. Selain itu, bersepeda bersama seperti ini sangat menyenangkan,” Koordinator POR, Suharyadi, menyampaikan kepada Arief Hartanto pada Ahad pagi. “Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Selain sehat, kita juga bisa saling mengenal lebih dekat,” kata Tri Hartanto, salah satu peserta yang ikut gowes kali ini dan harapannya ini bisa berlanjut. Kesuksesan GowesMu ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk panitia penyelenggara dari Majelis Tabligh, SB, POR, RB, dan Kader PCM Turi. “Kami sangat berterima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terlaksananya GowesMu. Semoga kegiatan ini bisa rutin diadakan setiap tahun,” ungkap Suharyadi. Dalam kesempatan ini, panitia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan untuk menjaga kesehatan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Mereka berharap, melalui kegiatan seperti GowesMu, semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga dapat terus terjaga. “Kami berharap, kegiatan GowesMu ini bisa menjadi contoh untuk kegiatan-kegiatan positif lainnya. Mari kita jaga kesehatan dan kebersamaan,” pesan Suharyadi. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi di antara anggota Muhammadiyah dan masyarakat Turi. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, GowesMu diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang selalu dinantikan.
Pakem, Pdmsleman.Or.Id Wisuda Purna Siswa merupakan agenda rutin SD Muhammadiyah Pakem yang dilaksanakan setiap tahun setelah semua proses pembelajaran siswa-siswi kelas VI selesai atau setelah siswa mendapatkan hasil ASPDBK. Kegiatan wisuda tahun ini dilkasanakan Sabtu, 15 Juni 2024, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Universitas Islam Indonesia dengan dipenuhi suasana haru dan dihadiri oleh siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan. Tamu undangan yang hadir antara lain Koordinator Wilayah Kapanewon Pakem Hatri Andari, S.Pd.SD., Majelis Dikdasmen PCM Pakem, Drs. H. Warjono, Kasi Kurikulum Ahmad Ritaudin, M.Pd. Perwakilan dari PDM Sleman yaitu Drs. H. Sudarto. Serta tamu undangan lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu. SD Muhammadiyah Pakem tahun ini meluluskan sebanyak 93 siswa, serta tahun ini adalah Angkatan lulusan ke XVII SD Muhammadiyah Pakem. Untuk itu acara kali ini diberi tema “Happy Graduation Day Sixth Grade Of SD Muhammadiyah Pakem Elementary School Angkatan XVII”. Acara wisuda berlangsung pukul 07.00-11.30. Sebelum acara dimulai, untuk menghibur para tamu undangan yang sudah hadir ditampilkan Tim Tari siswi SD Muhammadiyah Pakem yang beranggotakan Aerilyn kelas 1B, Mehrunisa kelas 3B, Kirana kelas 3C, Annasya kelas 4B, dan Amira kelas 4B di bawah asuhan Bapak Alex Mulya dengan menarikan tari Gembira karya Untung. Tepat pukul 07.00 acara dimulai. Acara dimulai dengan kirab para calon wisudawan wisudawati. Barisan pertama terdapat penari Wanara Arga siswa kelas 4 yang berkostum dan berdandan seperti kera dan dua anak siswa kelas 4 yang membawa bendera merah putih serta bendera Muhammadiyah. Diikuti pemain drumband siswa kelas 5, kepala sekolah, wali kelas, calon wisudawan wisudawati, dan dibarisan terakhir ditutup oleh peserta Tapak Suci siswa kelas 4 dan 5. Mereka berjalan dari depan gedung sampai memasuki gedung dengan diiringi musik drumband, hingga wisudawan wisudawati menempati tempat duduknya masing-masing. Dilanjutkan penari Wanara Arga yaitu Kezha siswa kelas 4C menunjukkan kebolehannya di atas panggung. Acara berikutnya yaitu Kalam Illahi yang dibacakan oleh Evan dan Nisa siswa kelas 5C. Kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah oleh Gema Nada Smupa siswa-siswi SD Muhammadiyah Pakem. Acara berikutnya adalah sambutan. Sambutan yang pertama dari persyarikatan diwakili oleh Drs. H. Sudarto yang menyapaikan bangga atas prestasi yang diperoleh SD Muhammadiyah Pakem, yaitu tahun ini memperoleh peringat ke-4 ujian sekolah Ismuba se-Kabupaten Sleman dari 79 Sekolah Dasar Muhammadiyah. Semoga prestasi SD Muhammadiyah Pakem dapat terus bertahan bahkan meningkat dari tahun ke tahun. Sambutan kedua dari kedinasan yang diwakili oleh Kasi Kurikulum yaitu Ahmad Ritaudin, M.Pd. menyampaikan bahwa beliau bangga dan mengapresiasi atas prestasi yang diperoleh SD Muhammadiyah Pakem karena hasil ASPDBK tahun ini SD Muhammadiyah Pakem memperoleh peringkan 1 di Kapanewon Pakem dan peringkat 10 di Kabupaten Sleman. Beliau juga berharap semoga kelak SD Muhammadiyah Pakem bisa mewarnai sampai tingkat provinsi maupun nasional. Sebelum prosesi wisuda dilaksanakan, di tampilkan terlebih dulu menyanyi solo dari Arsyilla kelas 1B yang menyanyikan Lagu Bahagia. Sesuai dengan suasana hati para wisudawan wisudawati yang sebentar lagi akan di wisuda. Berikutnya tampilan Tim Tapak Suci dari siswa kelas 4 dan 5, dilanjutkan penampilan pantomin dari Fahira kelas 5A dan Bilqis kelas 4C. Acara yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu prosesi wisuda. Sebanyak 93 siswa akan di wisuda oleh Kepala Sekolah yaitu Rr. Afiati Fatimah, M.Pd. Setelah prosesi wisuda selesai dilanjutkan pisah sambut dari pihak sekolah kepada wali murid. Perwakilan dari wali murid yaitu Ir. Soetanto, M.M. sekaligus menyampaikan rasa bangga dan haru atas keberhasilan para siswa-siswi menyelesaikan pendidikan di SD Muhammadiyah Pakem. “Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semua. Enam tahun sudah putra putri kita berupaya menjadi putra putri terbaik. Pada kesempatan kali ini, ibu Kepala SD Muhammadiyah Pakem menyerahkan kembali siswa-siswi kepada bapak/ ibu orang tua, mudah-mudahan menjadi amal jariyah bagi bapak/ ibu guru semua. Dan kami memohon maaf jika selama enam tahun mendidik dan membimbing putra putri kami, banyak salah dan khilaf yang dilakukan anak-anak kami, kami sebagai orang tua memohonkan maaf yang setulus-tulusnya. Setelah acara pisah sambut selesai dilanjutkan persembahan dari wisudawan dan wisudawati yang menyanyikan lagu Terima Kasihku, Selamat Tinggal Kawanku, Restumu Kunanti, serta pembacaan puisi oleh Azka dan Nabila. Dilanjutkan penampilan tari Caping oleh Rahma kelas 3B dan Kayla kelas 3C. Acara berikutnya yaitu pembacaan prestasi Akademik maupun Non-akademik yang telah dicapai oleh para wisudawan wisudawati, antara lain peraih hafalan terbaik, nilai sempurna pada ujian sekolah Ismuba, prestasi di bidang olahraga, serta perolehan nilai tertinggi ASPDBK mata Pelajaran Literasi Membaca, Literasi Numerasi, Literasi Sains. Untuk perolehan nilai ASPDBK tertinggi diraih oleh Nafrida Filza Nafi’a dengan jumlah nilai 281,67. Peringkat kedua diraih oleh Kanz Aufar Agriza Ghany dengan jumlah nilai 276, 31, serta peringkat ketiga diraih oleh Naila Nada Asyifa dengan jumlah nilai 275, 60. Setelah pembacaan prestasi selesai dilanjutkan unjuk kebolehan dari wisudawan wisudawati seperti hafalan surat An-Naziat oleh Jawza, Hanif, Zakia, Dilla, Elma, Azka, Aufar, Daffa. Menyanyi lagu Monokrom dari Tulus oleh Naaqila dan Bilqis, Solo drum oleh Sabian, dan terakhir penampilah flashmop dari seluruh wisudawan wisudawati membawakan lagu Guru dan Murid. Acara terakhir yaitu penutup yang ditutup dengan pembacaan doa oleh Sarjono, S.Ag. dilanjutkan dengan berjabat tangan wisudawan wisudawati dengan para guru. Demikianlah serangkaian acara Wisuda Purna Siswa SD Muhammadiyah Pakem yang telah berjalan dengan lancar. Semua itu berkat Tim Acara SD Muhammadiyah Pakem, guru dan karyawan, serta seluruh wali murid SD Muhammadiyah Pakem. Sekali selamat dan suksen kepada para wisudawan wisudawati, semoga kesuksesan selalu menyertai kalian semua dan tentunya dapat melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya sesuai harapan dan keinginan masing-masing. “Smupa Sekolah Ndeso Prestasi Kutho”.