78 tahun Kemerdekaan; Membangun Ragat Fisik dan Jiwa Indonesia

Menyambut 78 tahun Indonesia Merdeka, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengajak seluruh komponen bangsa untuk mensyukuri hari kemerdekaan yang dilaksanakan rutin pada 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan menurutnya adalah dengan mensyukuri nikmat termahal dari Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus juga mengenang perjuangan mujahid pejuang bangsa dan negara yang nir-pamrih dengan jiwa dan raga mereka. Perjuangan mereka bagian dari lembar-lembar sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan. “Maka ketika hari ini kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-78, selain kegembiraan kita perlu berrefleksi secara mendalam baik bagi seluruh elit, maupun warga bangsa di struktur pemerintahan, komponen bangsa, dan kekuatan-kekuatan bangsa.” Ungkap Haedar. Agar kemerdekaan menjadi momentum kolektif, bangsa Indonesia menurut Haedar perlu melakukan beberapa hal. Pertama, melakukan refleksi atas segala perjuangan para mujahid pejuang sekaligus pendiri Indonesia yang telah berkorban banyak hal, termasuk nyawa mereka. Bangsa Indonesia saat ini termasuk elite bangsa dan seluruh warga bangsa hendaknya mendalami dan meresapi setiap pengorbanan para pendahulu. Penyerapan semangat tersebut diharapkan menjadi pondasi dalam berjuang dengan tulus untuk membangun, mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara merdeka, adil dan makmur, seperti dalam UUD 45. “UUD 45 sebagai pesan konstitusional untuk generasi pasca kemerdekaan. Itulah tasyakur kita, bentuk kesyukuran kita lebih dari sekadar kegembiraan dan hal-hal simbolik semata.” Imbuhnya. Kedua, merekonstruksi nilai-nilai luhur (UUD 45 dan Pancasila) yang menjadi pondasi, alam pikiran, dan orientasi tindakan dari bangunan dasar Indonesia Merdeka. Tegas Haedar berpesan supaya nilai-nilai luhur tersebut dihayati, dipahami dan tidak kalah penting dijalankan, serta menjadi bingkai dan arah dalam menyelenggarakan kebangsaan dan kenegaraan. “Jangan sampai kita membawa Indonesia maju secara fisik, tetapi keropos rohani dan jiwanya. Kehilangan makna dari pembukaan, batang tubuh, UUD 45 dan Pancasila dengan lima silanya yang mendasar, dan spirit perjuangan para pendiri bangsa. Kita boleh merekonstruksi itu, di saat boleh jadi saat ini kita mengalami distorsi, penyimpangan dan peluruhan.” Ucap Haedar. Meluruskan Arah Pembangunan Indonesia Guru Besar Sosiologi ini menegaskan, supaya jangan sampai perayaan simbolis dan seremonial kemerdekaan tidak dibarengi dengan pemaknaan kembali nilai-nilai mendasar yang menjadi pondasi, bahkan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan itu diharapkan Indonesia jelas arah dan tidak berbelok. Ketiga, melakukan konsolidasi kebangsaan. Nilai-nilai yang didalam Pancasila harus dikonsolidasikan menjadi nilai yang hidup dalam seluruh proses penyelenggaraan berbangsa dan bernegara, termasuk kewajiban konstitusional dari pusat sampai bawah. Bersama melindungi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia. “Melindungi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia, memajukan kehidupan, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia, semuanya harus menjadi kewajiban konstitusional. Jangan sampai ada satu warga bangsa dan tanah air yang kita abaikan hak-haknya.” Kata Haedar. Keempat, melakukan transformasi kehidupan kebangsaan. Tantangan dunia saat ini kedepan yang kian kompleks memerlukan transformasi, termasuk untuk merespon daya saing, perubahan global dengan berbagai masalah seperti perubahan iklim, tata geopolitik ekonomi, budaya yang bersifat kompleks. Dengan segala bentuk tantangan yang dihadapi Indonesia, menurut Haedar, Indonesia harus mampu berdiri tegak dengan yang disampaikan Bung Karno yakni Trisakti; Indonesia punya kepribadian, kemandirian – berdikari, dan dengan nilai agama, Pancasila, dan budaya luhur bangsa, Indonesia bisa menjadi bangsa yang sejati di tengah persaingan yang tinggi. “Bangun fisik, tetapi juga bangun jiwanya. Jangan sampai Indonesia kuat ragat fisiknya, tapi lemah jiwanya. Apalagi fisiknya tidak kuat, fisiknya rapuh. Kita mampu bangkit untuk menjadi negara maju jika kita bersatu, jika kita menyerap nilai-nilai luhur itu sekaligus mentransformasikan Indonesia ke depan, Indonesia Emas yang berdiri tegak di atas konstitusi.” Tuturnya. Selain berpatok pada konstitusi dan nilai-nilai utama bangsa dan negara, Indonesia akan maju dan berjati diri jika disertai dengan teladan kenegarawanan elite di Indonesia tercinta. Kemerdekaan 78 tahun Indonesia, akan menjadi tonggak Indonesia unggul-berkemajuan bersama bangsa dan negara lain, di atas pondasi bangsa Indonesia. “Semoga seluruh rakyat dan elit bangsa di negeri tercinta ini diberi hidayah Allah untuk terus membawa Indonesia sejalan dengan jiwanya, dan membawa Indonesia benar arah dan tujuannya.” tandas Haedar.

Loading

Pembagian Tugas Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2022 – 2027

Sleman, Pdmsleman.Or.id Pembagian Tugas Anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2022 – 2027 NO NAMA ANGGOTA TUGAS BIDANG 1. H. Harjaka, S.Pd.,S.Ag.,M.Pd.I  Ketua 2. H. Nasirun   1. Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) 2. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) 3. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan    Pembinaan Masjid (LPCR PM) 3. Drs. H. Sukirman, M.A.   1. Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) 2. Majelis Tabligh (MT) 3. Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) 4.  H. Arief Sulistya, S.E.   1. Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) 2. Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) 3. Majelis Lingkungan Hidup (MLH) 5.  Drs. H. Abdul Kasri   1. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) 2. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) 3. Lembaga Seni Budaya (LSB) 6. Drs. H, Irfan Haris   1. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) 2. Lembaga Pemeriksaan Halal dan Kajian Halalal Thayyibah (LPH KHT) 3. Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) 7.   Drs. AS. Ardani, M.A.   1. Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) 2. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) 3. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) 8. Drs. H, Sudarto   1. Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) 2. Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) 3. Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) 9.  Eko Sumardiyanto, S.T.   1. Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) 2. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) 3. Lembaga Pengembangan Olah Raga (LPO) 10.  H. Arif Mahfud, S.Ag.,M.S.I.    Sekretaris 11.  H. Sutriyanta, S.T.,M.M.    Wakil Sekretaris 12. Drs. H. Hadi Supanan    Bendahara 13. H. Darojat Noor Ahmad, S.Ag.    Wakil Bendahara Lembaga Pembantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman Masa Jabatan 2022 – 2027 No  Nama Ketua  Majelis/Lembaga 1. H.R. Agung Nugraha, S.Ag.,M.A. Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) 2. Synta Brata, S.Si Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) 3. Umar Said Prawoto, S.Ag.,M.Km. Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) 4. Drs. H. Hasan Zubaidi Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) 5. M. Wildan Wachid, S.H.I. Majelis Tabligh (MT) 6.  Drs. H. Hasan Fansyuri, M.A. Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) 7. Slamet Suhartono, S.T Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM)   8. Muhamad Iskandar, S.E., M.E. Lembaga Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LP UMKM) 9.  H. Kusno Wibowo, ST.,M.Si Majelis Lingkungan Hidup (MLH) 10.  H. Surahmad, S.Pd. Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) 11.  Hendro Sucipto, S.Th.I.,M.Pd. Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) 12.  Hasanudin Salimi, S.Pd.I., M.Pd. Lembaga Seni Budaya (LSB) 13.  Anton Nugroho, S.E. Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (MEBP) 14.  Dr. Djoko Santoso, M.Si Lembaga Pemeriksaan Halal dan Kajian Halalal Thayyibah (LPH KHT) 15.  Drs. H. Rajendro Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) 16. Ari Wibowo, S.H.I.,S.H.,M.H. Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) 17. Drs. Wahyu Purhantoro, M.M. Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) 18.  Nur Cahyoprobo Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) 19. Siswanto, AMK Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) 20.  Muhammad Muhajir, Lc.,M.A. Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) 21 H. Widodo, S.Ag.M.S.I Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) 22. Arief Hartanto SE Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) 23.  M. Fauzan Yakhsya, S.Hum. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB/MDMC) 24.  Romadon, S.Pd. Lembaga Pengembangan            

Loading

H. Samsul Alam S.Ag MSi dan Hj. Banun Rohyatiningsih S.Pd Sd Pimpin PCM PCA Tempel 2022-2027

Tempel,Pdmsleman.Or.id Musyawarah Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Tempel, baru saja digelar pada Ahad 13 Agustus 2023 bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum, Kompleks SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Musyawarah Cabang  kali ini mengusung Tema “Membumikan Risalah Islam berkemajuan, mencerdaskan Masyarakat se Tempel “ ini berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh pejabat Muspika Tempel, para sesepuh Muhammadiyah di Cabang Tempel dan Organosasi Otonom Muhammadiyah lainnya. Musycab ini diawali dengan penampilan Paduan Suara ibu ibu Aisyiyah Tempel dengan beberapa lagunya, dan dibuka secara resmi oleh pimpinan daerah Muhammadiyah Sleman, Sudarto S.Pd. Musycab ini berisi tentang laporan kegiatan pengurus PCM periode 2015- 2022 di bawah kepemimpinan H. Arief Sulistyo SE. Setelah peserta sidang menerima laporan pertanggung jawaban, dilanjutkan pemilihan pimpinan yang baru. Terdapat 26 calon pimpinan yang muncul. Proses pemilihan cukup singkat karena menggunakan instrument tehnologi sebagai perwujudan Islam yang berkemajuan. H. Syamsul Alam, S.Ag. M.Si mendapatkan suara terbanyak.  Hasil Rapat formatur memutuskan bahwa Syamsul ALam akan memimpin Muhammadiyah di Kapanewon Tempel di damping H. Supardi M.Pd sebagai Sekretaris. 11 Pimpinan baru terpilih antara lain, Samsul Alam, Supardi, Muhammad Ali Akbar, Supriyoto, Ahmad Bisron Irfan, Rohmadi, Sulistyono Atmojo, Juang Mahron, Tri Yoga, Gunawan dan Nur Subkhi. Sementara di Aisyiyah pemilihan juga berlangsung singkat, meski jumlah calon lebih banyak yakni 40 orang. Terpilih dengan suara terbanyak adalah Hj. Banun Rohyatiningsih dengan 39 suara. Rapat formatur memutuskan ketua PCA 2022 – 2027 adalah Ibu Banun Rohyatiningsih didampingi Bu Suyatmi sebagaii sekretaris. Selengkapnya, pimpinan harian PCA Kapanewon Tempel 2022 – 2027 terpilih adalah Banun Rohyatiningsih, Suyatmi, Ervin Iswandari, Siti Rofingah, Sri Arumi, Laily Fatimah dan Nur Kasihati Samsul Alam adalah salah satu tokoh Muhammadiyah terkemuka di Kapanewon Tempel dan menjabat sebagai bendahara pada periode 2015 – 2022. Samsul Alam adalah juga seorang penghulu di lingkungan kementrian agama kapanewon Seyegan. Banun Rohyatiningsih adalah kepala sekolah SD Muhamadiyah Gendol 1.  Kedua tokoh ini diharapkan mampu membawa Muhammadiyah untuk bergerak membumikan risalah Islam berkemajuan di Kapanewon Tempel. Sebagaimana disampaikan DR. Sugeng Riyanto kepada contributor Arief Hartanto pada Ahad Sore ini. Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengajian Ranting Mororejo, Ketua LPCR-PP Muhammadiyah H. Jamaludin Ahmad, Mari Dakwah Beramai-ramai

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Dakwah tidak enak kalau sendirian. Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PP Muhammadiyah, Ustazd H. Muhammad Jamaludin Ahmad, S.Psi. saat menjadi pembicara Pengajian Rutin Ahad Pagi PRM Mororejo Tempel Sleman, Ahad  13 Agustus 2023. “Dengan berdakwah secara bersama-sama sesuatu yang kelihatan berat menjadi ringan, sesuatu yang sulit menjadi mudah,” ungkapnya. Menurutnya itulah yang mendasari KH. Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah.  Dalam mengemban amanah di Muhammadiyah Jamaludin berpesan tiga harus dilakukan. Pertama, melakukan konsolidasi agar kompak. Kedua, Ber-Muhammadiyah dengan gembira. Ketiga, menyiapkan program -program prioritas. LPCR-PM menargetkan pengurus PCM dan PRM bisa diisi kader-kader yang berusia di bawah 40 tahun. “Target kami setidaknya 40 persen pimpinan di tingkat Cabang diisi kader-kader yang berusia di bawah 40 tahun,” terangnya. Pengajian yang berlangsung di Gedung Dakwah PRM Mororejo tersebut turut dihadiri perwakilan PCM se-PDM Sleman serta sekitar 300-jamaah. Reportase   Eko Triyanto , MPI PDM Sleman

Loading

Milad Ke-58 SMP Muhammadiyah 1 Godean Ditandai Launching Perpustakaan Ibnu Khaldun

Godean. Pdmsleman.Or.Id SMP Muhammadiyah 1 Godean, Sleman pada Jumat  11 Agustus 2023 melaksanakan Milad Ke-58 yang ditandai dengan  peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun di Pendopo Sekolah. Selain itu semarak acara milad kali ini juga diisi dengan apel bersama, pemotongan nasi tumpeng, pelepasan burung dara, peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun, kemudian diikuti dengan perlombaan antar siswa dan perlombaan antar guru SMP Muhammadiyah 1 Godean. Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Godean, Kabupaten Sleman, Ovayagori Rahman, S.Pd mengatakan, Alhamdulillah, acara Milad Ke-58 dan peresmian perpustakaan Ibnu Khaldun berjalan lancar. Karena stakeholder pendukung semuanya hadir dalam mengikuti kegiatan kami, mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kapanewon  Godean, Majelis Dikdasmen Kapanewon Godean, Nurwahid Sudarta, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Godean periode sebelumnya dan yang menggagas nama perpustakan kami dengan nama IBNU KHALDUN. ” Yang mana nama perpustakaan itu, hari ini kami launchingkan. Dan Alhamdulillah, berjalan lancar, ” ujar Ovayagori. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA yang dalam sambutannya mengatakan, “ Alhamdulillah, dengan adanya acara ini tentunya untuk bisa memberikan informasi kepada siswa bahwasannya SMP Muhammadiyah 1 Godean ini bukan merupakan SMP yang ecek – ecek, karena SMP Muhammadiyah 1 Godean sudah 58 tahun berdiri dan ternyata perkembangannya semakin maju. Source Gus Jaka

Loading

Dikdasmen PCM Sleman Studi Tiru Dikdasmen PCM Gombong Kebumen

Mengakhiri masa tugas  Dikdasmen PCM Sleman, Jumat, 11 Agustus  2023 mengadakan studi tiru dan banding ke Jajaran Dikdasmen PCM Gombong Kebumen Jateng,  yg pernah dinobatkan sebagai LPCR terbaik Nasional.  Harapannya dapat ditularkan kepada pengurus dikdasmen yg baru, karena beberapa personil masih masuk juga di jajaran pengurus Dikdas.   Ikut membersamai rombongan dari Dikdasmen Sleman, Ketua PCM Sleman. Agus Nurdin BA. Dari Sleman Dikdasmen datang dengan kekuatan penuh. Waka bidang Dikdasmen H Ashari, SIP. Ketua dikdasmen Drs H Muhasdi, sekretaris Nur Wijiyanto, ST, bendahara Drs H Sutejo ST MM, Anggota Broto Purwanto MSi, Tatia Padang MT, Suparyanto SPd. “PCM Gombong terkenal sampai Sleman. Sekelas Cabang sudah memiliki Rumah Sakit tipe B, Universitas Muhammadiyah Gombong dan tentu beberapa AUM lain yang menyertainya. Pasti ada kiat-kiatnya hingga dapat disampaikan kepada kami, siapa tahu Sleman bisa mengadop,” kata Agus Nurdin pimpinan rombongan yang diamini lainnya. Masih banyak pertanyaan lain yang muncul dari teman-teman dikdasmen Sleman. Semuanya mendapatkan jawaban yang memuaskan dari PCM Gombong. Hadir Ketua PCM Gombong dan jajarannya. Ketua Dikdasmen PCM Gombong dan jajarannya pula. Beberapa diantara mereka adalah para Kepala Sekolah AUM di Gombong dari TK, SD, MI hingga SMP.  Ustadz Abah Hery Pramono, SPd-  Sekretaris Dikdasmen PCM Gombong menjelaskan gerak langkah dan kesigapan pengurus Dikdasmen dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah. “Semuanya kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, menggembirakan, semata mengharap Ridha-Nya untuk menuju Surga-nya Allah,” terangnya membuka dialog.       Ketua PCM Gombong,  Widiantoro Tri Atmadji, S.Pd, M.M , mengatakan semuanya dimulai dengan kesungguhan. “Yang tidak kalah pentingnya adalah saling bekerja sama. Dan saya memberikan keleluasaan kepada Kepala Sekolah AUM di Gombong untuk mengembangkan sekolahnya. Yang tidak tidak keluar dari akidah dan garis organisasi. Agak “nakal” sedikit tidak mengapa, yang penting untuk kemajuan.”       Ustadz Heri kemudian menjelaskan progres AUM di PCM Gombong. Dari sisi jumlah (kuantitas) hingga kualitasnya. Dari munculnya TK Kreatif Muhammmadiyah hingga hadirnya Pondok Pesantren untuk siswa kelas SMP-SMA. ” Kita perlu kader Muhammadiyah yang handal, maka kita dirikan pondok pesantren ini,” tandas Heri tegas.       Soalnya pergantian Kepala Sekolah, hal biasa. Namun semuanya dikomunikasikan. Untuk dinamika organisasi pun juga kemajuan sekolah yang bersangkutan. Beberapa KS yang hadir memberikan kiat-nya yang tadinya siswa kelas 1 hanya 7 orang hingga menjadi puluhan. Dari yang sekolahnya seperti kandang ayam hingga kini menjadi bertingkat. Mendapatkan kepercayaan masyarakat. Calon siswa sampai indent.       PCM Gombong terus menggeliat jelang Musycab-nya di hari Ahad, 20 Agustus 2023 ke depan.  Sementara Habis Ashar, rombongan dari Dikdasmen PCM Sleman, pamitan. Reportase H. Hari Ashari SIP, PCM Sleman, MPI PDM Sleman

Loading

Ngopeni AUMSOS Wujud Dari Jihadnya Muhammadiyah

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id “MPKS tidak boleh membeda-bedakan kepada masyarakat. Mereka yang bukan warga Muhammadiyah juga harus dilayani dengan professional, semangat jihadnya MPKS merupakan pembumian semangat Al Maun, yaitu diwujudkan dalam bentuk ngopeni layanan sosial,” demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang PMK dan juga sebagai salah satu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. DR. Muhajir Effendi M.AP pada acara pembukaan Rakernas MPKS PP Muhammadiyah di SM Tower  Yogyakarta, 11 Agustus 2023. Lebih lanjut disampaikan bahwa hal itu bertujuan agar tidak terjadi loss generation atau keterlantaran anak akibat broken home orang tuanya, memberdayakan kaum difabel (pengentasan kemiskinan), membina potensi warga senior (lansia), dan lain-lain. Rakernas kali ini mengambil tema: Tajdid AUMSOS Abad ke-2 : Modernisaai Manajemen menuju AUMSOS yang Profesional, Inklusif, dan Mandiri Pada kesempatan itu Menteri Sosial, Dr. Ir. Hj. Tri Rismaharini, M.T., menyampaikan bahwa memberi kesempatan ke AUM Sos (LKS Lembaga Kesejahteraan Sosial) untuk memberdayakan diri, agar setiap LKS atau panti asuhan bisa mandiri, profesional, dan akuntabel. Untuk tujuan ini, menurut putri ketiga dari Siti Mudjiatun dan Mochammad Chuzaini (Pendiri Panti Asuhan Yatim Aisyiah Kediri), Kementerian Sosial akan : pertama, mempermudah proses akreditasi setiap LKS; kedua,  memandirikan panti asuhan  dengan jalan melibatkan stakeholder dan LKS itu sendiri, seperti bidang pertanian, peternakan, perdagangan, dll. Ketiga, memandirikan klien, dengan cara memotivasi dan memberi waktu untuk berkembang lebih baik. Menurut wanita yang pernah menjadi Wali Kota Surabaya mencontohkan kaum difabel yang bangkit sehingga mandiri secara fisik dan secara ekonomi dengan bantuan alat tertentu.  Ia membuka kesempatan kepada setiap LKS ataupun MPKS untuk mengajukan bantuan sosial dalam bantuan makanan, alat bantu kaum difabel, pelatihan untuk layanan sosial, dll. Reportase                     : Gus Poer, Pegiat LKS, MPKS PDM Sleman Editor                           : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Majelis DikdasmenPnf PDM Sleman Gelar Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk ISMUBA SD / MI

Sabtu, 5 Agustus 2023 bertempat di SD Muhammadiyah Kadisoko Kalasan Majelis DikdasmenPnf PDM Sleman mengadakan Kegiatan Implementasi Kurikulum Merdeka Untuk ISMUBA SD / MI. Di bawah komando Koordinator Bidang Ismuba DR Ridwan Majlis DikdasmenPnf PDM Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan Penyusunan Diktat dan Modul Ajar Mata Pelajaran Ismuba SD/MI Kurikulum Merdeka. Adapun kegiatan ini diikuti 16 guru mapel Ismuba dari 12 SD Muhammadiyah yang ada di Kabupatenupaten Sleman .   Ada dua capaian dalam kegiatan ini yaitu  Pemetaan Capaian Pembelajaran ( CP ) dan Penyusunan Bahan ajar yang meliputi Al Islam , Al Qur’an Hadist, Bahasa Arab dan KeMuhammadiyahan untuk kelas 1,2,4 dan 5 Dalam sambutannya Ketua Majlis DikdasmenPnf PDM Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa “ kegiatan bertujuan agar semua guru ismuba memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan pembelajaran di seluruh sekolah SD Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Sleman”. Reportase        : Tyas Endarto Sekretaris Didasmen PnF Editor              : Arief Hartanto MPI PSM Sleman

Loading

Musycab PCM PCA Kapanewon Sleman Berlangsung di SD Muhammadiyah Sleman

SLEMAN, Musycab PCM dan PCA berlangsung di Komplek SD Muhammadiyah Sleman, Ahad, 30 Juli 2023 lalu . Masa bhakti 1015 – 2022. Mundur 2 tahun karena pandemi Covid-19. Hadir dalam acara pembukaan Ketua PDM Sleman Ust. Harjaka, SPd SAg MA. Juga Ketua PCA Sleman, Hanik Rosyada MPd. Dalam sambutannya Harjaka memberikan apresiasi kepada PCM dan PCA y Sleman yang telah menyelenggarakan Musycab secara bersamaan. Harapannya ke depan, PCM dan PCA Sleman dalam mengemban amanah lebih giat, semangat namun juga tetap dalam suasana menggembirakan.“Tidak boleh warga Muhammadiyah dalam berjuang dan berorganisasi dengan sedih, meski ada kendala, pasti ada solusinya,” tandas Harjaka yang terpilih kembali sebagai ketua PDM Sleman dalam Musyda PDM yang berlangsung beberapa waktu lalu di SMP Muhammadiyah 1 Godean.Dalam Musycab yang dua pekan sebelumnya digembirakan dengan Jalan Sehat Warga Muhammadiyah Sleman, Sabtu, 19 Juli 23.Setelah disampaikan Laporan Pertanggungjawaban oleh PCM Sleman yang dipimpin oleh Agus Nuruddin, BA, dan diterima dengan catatan. Maka acara selanjutnya adalah pemilihan 11 PCM sebagai pimpinan formatur untuk melengkapi kepengurusan PCM selanjutnya. Menggunakan teknologi e-voting seperti yang digunakan layaknya saat Muktamar di Surakarta, maka pemilihan 11 PCM dan PCA Sleman berlangsung relatif singkat. Tidah butuh waktu 1 jam. Selesai. Diback up teknisi dari UAD Yogyakarta. Terpilih Ketua Ir. H.Zahrul Muhrodi, MT. Sedangkan Sekum Drs. H Edy Kadarisman. 9 Anggota PCM lainnya sebagai pimpinan koligial terpilih : Agus Nurdin BA, Mahmudi Kusuma SAg, Broto Purwanto, MSi, Ashari, SIP, Ishak Nur Khozain SIP, Suparyanto SPd, Toto Trikasjono MSi, Kusno Wibowo MSi dan Nur Cahyo Probo. Rencana PCM terpilih, Ahad, 6 Agustus 23 akan mengadakan rapat pertama untuk kelengkapan anggota dan ploting personil. ” Ya lebih cepat lebih baik, dengan tetap mempertimbangan waktu teman2 yang lain, ” kata Zahrul ustadz yang dosen Teknik UAD ini. Sementara dari ‘Aisyiyah PCM Sleman, terpilih ketua Mushabikah, MPd didampingi Sekum Ambar Pratitis SPd.Dalam sambutannya kedua ketua terpilih, mengungkapkan ini adalah amanah perserikatan. “Astaghfirullah, semoga dengan dukungan dari para senior, penasehat PCA Sleman lebih berkembang, ” kata Mushabikah yang praktisi pendidikan ini. Sementara ketua PCA Sleman, Hanik Rosyada dalam sambutan penutupan Musycab mengatakan bahwa ciri Muhammadiyah yang didalamnya ada ‘Aisyiyah adalah bergerak. “Kalau tidak bergerak atau mager ( males gerak ) bukan bukan Muhammadiyah dan Aisyiyah itu namanya.” Kata Hanik. Selamat mengemban amanah baru diperserikatan dengan bekerja sama, yang berat menjadi ringan. Pungkas Hanik, yang murah senyum dan enerjik ini. Reprtase H Ashari SIP PCM Sleman, MPI PDM Sleman

Loading