Yogyakarta,Pdmsleman.Or.Id Ahad 7 Juli 2024 bertepatan dengan 1 Muharram 1446 H, momentum yang sangat berarti bagi umat Muslim ini disambut dengan gelaran kegiatan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY di Lab Komputer Ilmu Komunikasi Kampus 5 UAD, Jl Ki Ageng Pemanahan, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. Acara ini diikuti 40 orang peserta perwakilan Pimpinan Daerah, Cabang Muhammadiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah se DIY. Dalam laporannya Ketua MPI DIY Afan Kurniawan, S.T., M.T. menegaskan bahwa” Pelatihan Dakwah Melalui Berita dan Media diharapkan agar peserta dapat dibekali dengan kemampuan menghasilkan tulisan berkualitas, menarik dan baik untuk ditampilkan di media, mampu mempublikasikan karya jurnalistik di berbagai media serta membentuk kelompok jaringan kader jurnalis dan pengembang web bagi kalangan PCM dan PCA se DIY”. Sementara Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang membidangi MPI , Prof Dr Ariswan, DEA, M.Si, usai membuka Pelatihan Jurnalistik dan Pengelolaan Website mu.or.id juga melakukan launching Modul Sekolah Kader Jurnalistik (Serial Buku Saku Jurnalistik) terbitan MPI PWM DIY. “ Bertemu dengan insan dari segenap penjuru Yogyakarta yang aktif dan bersemangat dalam dakwah Islam di ranah digital ini serasa semangat muda kembali menggelora untuk untuk meluaskan jaringan Syiar Berkemajuan”. Berbagai materi yang disampaikan dalam pelatihan kali ini antara lain tentang Kode Etik Jurnalistik dan Teknik penulisan Berita oleh wartawan senior Drs. Heru Prasetya, Praktik Penulisan Berita Bersama Dzikril Firmansyah Mediamu serta pengelolaan Subdomain Mu.or.id (PT. SMS) Fatan Asshidq. Arief Hartanto dan Imam Santoso perwakilan MPI PDM Sleman sekaligus pengelola Web Pdmsleman.Or.Id turut hadir dalam pelatihan ini untuk bisa mengembangkan semangat literasi untuk syiar berkemajuan ini khususnya di Sleman.
Turi, Pdmsleman.Or.Id Oleh: H. Akhmad Khairudin, S.S., M.B.A. (Majelis Ekonomi PCM Turi) Idul Kurban atau Hari Raya Kurban merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam. Hari raya ini ditandai dengan pemotongan hewan kurban yang dilakukan oleh umat Muslim yang mampu. Dengan adanya momentum tersebut, terdapat fluktuasi yang signifikan antara permintaan hewan kurban dan ketersediaan hewan kurban mendekati hari raya tersebut. Secara makro, equilibrium pada mekanisme pasar hewan kurban dapat tercapai apabila jumlah ketersediaan hewan kurban sebanding dengan jumlah permintaan pada kondisi harga tertentu. Pada tahun 2022, terjadi kelangkaan ketersediaan sapi di Surabaya karena ancaman wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kelangkaan ini bukan hanya disebabkan oleh banyaknya hewan ternak yang mati akibat wabah tersebut, tetapi juga karena ketatnya distribusi akibat isu PMK. Akibatnya, penjualan sapi di Kota Surabaya mengalami penurunan omzet mencapai 50% dan kenaikan harga sapi di daerah sekitar. Fenomena ini menjadi tantangan bagi peternak, penjual hewan, atau penyedia untuk menyeimbangkan ketersediaan menjelang Idul Adha. Pada tahun 2023, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, terdapat ketersediaan hewan kurban mencapai 2,7 juta ekor. Ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha dapat dihitung melalui penghitungan jumlah hewan yang tersedia di pasar dan peternakan, proyeksi kebutuhan hewan kurban, dan ketersediaan berdasarkan jenis hewan. Melihat fenomena di atas dengan memperhatikan nilai permintaan (demand) dan ketersediaan (supply), bisnis sapi dan hewan kurban lainnya tampak sangat menggiurkan karena terjadi lonjakan permintaan pada musim kurban. Apakah hal tersebut cukup valid untuk terus bertahan bagi para peternak, blantik, atau penjual sapi untuk berkecimpung dalam bisnis tersebut, atau banyak peternak unggas yang akan beralih ke peternakan hewan kurban? Perlu strategi yang tepat untuk dapat berbisnis secara berkelanjutan. Analisis Struktur Industri Bisnis Hewan Kurban di Indonesia Menurut teori Porterian, yaitu Porter’s Five Forces atau Lima Pilar Porter, kerangka kerja ini digunakan untuk menganalisis tingkat persaingan dalam suatu industri dan membantu memahami struktur pasar. Berikut ini adalah implementasi Teori Porter dalam menganalisis struktur pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia: 1. Kekuatan Persaingan Antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Competitors) Pasar hewan kurban, khususnya sapi di Indonesia, terdiri dari banyak peternak kecil hingga perusahaan besar yang menyediakan hewan kurban. Tingkat persaingan di pasar ini cukup tinggi, terutama menjelang Idul Kurban, di mana permintaan melonjak tajam. Harga dan kualitas hewan kurban menjadi faktor utama persaingan. Peternak dan penjual yang mampu menyediakan hewan dengan kualitas baik dan harga kompetitif cenderung lebih unggul dibandingkan yang hanya asal menyediakan hewan dan mematok harga di atas pasar. Agar lebih unggul, peternak dan penjual harus memahami harga sapi saat menjelang Idul Kurban, memberikan layanan tambahan seperti jasa antar, atau menyediakan jasa penyembelihan dan distribusi hewan kurban. 2. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants) Masuknya pendatang baru ke pasar sapi dan hewan kurban relatif mudah karena tidak memerlukan modal besar untuk memulai peternakan kecil. Namun, beberapa faktor seperti skala ekonomi, reputasi, dan jaringan distribusi yang dimiliki oleh pemain lama bisa menjadi hambatan (barrier) bagi pendatang baru. Selain itu, regulasi pemerintah terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan juga menjadi tantangan tersendiri. Pendatang baru biasanya terlalu emosional dalam penyediaan hewan kurban tanpa memahami regulasi dan mekanisme operasional di sekitarnya. Aspek teknis, strategi pemasaran, dan kekuatan finansial juga harus terukur agar dapat bersaing dengan aktor yang sudah lama bermain di dunia perdagangan ini. Seringkali peternak kalah taktik dengan blantik/penjual sapi karena tidak memahami penjualan dan buta terhadap kalkulasi finansial dan operasional. 3. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti (Threat of Substitute Products or Services) Ancaman dari produk pengganti (substitution) di pasar sapi dan hewan kurban relatif rendah karena hewan kurban memiliki nilai religius dan simbolis yang tidak dapat digantikan oleh produk lain. Namun, variasi jenis hewan kurban (kerbau, kambing, domba) dapat menjadi pilihan substitusi bagi konsumen, tergantung pada harga dan preferensi budaya. Di Kudus, Jawa Tengah misalnya, kerbau, kambing, dan domba lebih dominan daripada sapi. Artinya, tidak ada pengganti hewan kurban yang signifikan di pasaran sehingga tidak mengakibatkan sapi tergantikan dan berpengaruh langsung terhadap harga sapi. 4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers) Pemasok utama di pasar ini adalah peternak yang menyediakan hewan kurban. Kekuatan tawar menawar pemasok tergantung pada jumlah peternak di suatu wilayah dan kemampuan mereka untuk mempengaruhi harga. Di daerah dengan banyak peternak, kekuatan tawar menawar pemasok cenderung rendah karena persaingan yang tinggi. Sebaliknya, di daerah dengan sedikit peternak, kekuatan tawar menawar bisa lebih tinggi. Di sinilah perusahaan transporter atau cargo dan pedagang sapi mendapat keuntungan dengan bermain di daerah yang memiliki ketersediaan rendah namun permintaan tinggi. Seperti di Kalimantan, misalnya, banyak hewan didatangkan dari Sulawesi guna memenuhi permintaan dan banyaknya orang yang mampu menunaikan kurban di daerah tersebut. 5. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers) Pembeli dalam pasar sapi dan hewan kurban terdiri dari individu, kelompok masyarakat, dan organisasi ketakmiran masjid. Kekuatan tawar menawar pembeli meningkat menjelang Idul Kurban karena banyaknya pilihan hewan kurban yang tersedia. Pembeli cenderung memilih hewan berdasarkan kualitas, harga, dan layanan tambahan seperti pengiriman dan penyembelihan. Pembeli yang membeli dalam jumlah besar, seperti masjid atau lembaga amal, memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih besar dibandingkan pembeli individu. Seharusnya dengan adanya segmentasi konsumen tersebut, penjual harus lebih sensitif terhadap pembeli. Menjual dengan institusi atau organisasi yang notabene melakukan pembelian secara kolektif akan berpengaruh terhadap kenaikan omzet daripada pembeli individu. Pebisnis harus memahami bagaimana memberikan pelayanan lebih dengan mengorientasikan kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dengan begitu, kekuatan besar yang dimiliki para pembeli untuk memilih dagangan dan penyedia tidak akan mudah beralih ke lain hati. Implementasi dalam Analisis Struktur Pasar Sapi dan Hewan Kurban di Indonesia Pengimplementasian Teori Porter dalam analisis pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu: Mengumpulkan data mengenai jumlah peternak, volume penjualan, harga hewan kurban, dan tren permintaan selama beberapa tahun terakhir. Dengan begitu, tidak hanya data permintaan dan supply yang dapat diketahui, tetapi juga dapat melakukan estimasi berdasarkan referensi demografi pula. Mengidentifikasi pemain utama di pasar, strategi yang digunakan, dan tingkat persaingan. Sebagaimana berlayar di lautan bisnis, ukuran kapal kita dan ukuran serta jumlah kapal lainnya harus terukur. Dengan kapal yang …
Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 11 Mei 2024 bertempat di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Beran Sleman berlangsung acara Syawalan dan Silaturahmi warga penyandang disabilitas Muhammadiyah yang tergabung dalam HIDIMU Kab. Sleman. Ketua PDM Sleman Harjaka, S.Pd, S.Ag, MA, pada kali itu mengungkapkan tentang Dalam konsep Jawa, setiap manusia itu harus urip, arep, urup, dan urup. Konsep filisofi Sunan Kalijaga ini berangkat dari intisari Al Qur’an. Urip dalam bahasa Indonesia berarti hidup. Ya, hidup yang kita kenal sekarang. Hidup di dunia, bernafas, butuh makan, butuh teman, dan lain sebagainya. Artinya, urip harus menjadi mahluk sosial yang dilandasi oleh akhlakul karimah, sehingga hidupnya menjadi bermanfaat bagi orang lain (hablum minannas). Arep “berarti setiap manusia memiliki kemauan. Manusia itu selalu punya kemauan dan kehendak. Mau sukses, mau kaya, mau dapat nilai bagus, mau sukses dunia – akhirat, dan lain-lain. Intinya semua kemauan itu adalah ego dan nafsu. Nafsu manusia akan dunia yang begitu menyilaukan.” Selanjutnya, kata Gus Jaka, adalah urap. Urap adalah makanan yang terdiri dari berbagai macam rebusan sayur yang dicampur dan ditambahkan sambal kelapa. Urap merupakan analogi kehidupan. Dalam hidup, kita akan bertemu, bercampur, bergesekan, berinteraksi dengan berbagai jenis manusia. Berjodoh dengan berbagai macam takdir kehidupan. Berkreasi dalam mengolah rasa menanggapi itu semua. Kita akan lancar menghadapi urap manakala kita telah bisa menakhlukkan arep yang ada pada diri kita. Semakin cerdas kita mengelola kekarepan atau ego kita, semakin bijak kita dalam menghadapi urap. Nah, ketika kita beres dengan urusan urip, arep dan urap, saatnya kita beralih pada urup. Urup berarti nyala. Menyalakan hati kita untuk melihat cahayaNya. Mengganti segala orientasi hidup kita akan dunia menjadi orientasi akhirat. Menyalakan kesadaran akan singkatnya hidup dan adanya pertanggugjawaban atas polah tingkah kita. Sadar betul bahwa tujuan pengembaraan hidup ini hanya untuk pulang ke kampung akhirat. Pulang pada Sang Pemilik Hidup, pencipta segala macam rasa dan rupa, tempat menggantungkan segala macam urusan dan perkara. Sementara itu, Ketua DPW HIDIMU Prop. DIY, “sudah saatnya, kaum disabilitas menunjukkan potensi yang dimilikinya.” Warga difabel harus mampu dan berdaya, seperti manusia yang lain. Kalau mereka bisa melakukan sesuatu, maka kita pun harus bisa. “Kita jangan menunjukkan kalau kita perlu dikasihani, tapi kita bisa dan mampu berdaya,’ demikian kata Pak Jati. Menurut Ketua MPKS PDM Sleman, Wahyu Purhantara, warga disabilitas yang tergabung dalam HIDIMU Sleman harus gumregah untuk membuktikan dirinya itu mampu mandiri, berdaya dan bisa hidup berdampingan dengan orang lain yang memili potensi. Pada acara silaturahmi ini dihadiri oleh sekitar 70an warga disabilitas yang datang dari berbagai penjuru kapanewon di Sleman. Ada yang istimewa pada silaturahmi kali ini, yakni menghadirkan Juru Bicara untuk penyandang tuna wicara. Reportase Drs. Wahyu Purhantara Ketua MPKS PDM Sleman, Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
Yogyakarta, Pdmsleman.Or.Id Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ajak masyarakat ber-tabayyun dalam menanggapi isu gelombang panas (heatwaves) akibat kenaikan suhu bumi mencapai maksimal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Melalui webinar “Pencegahan dan Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Gelombang Panas di Indonesia” yang dilaksanakan pada siang ini (7/5), MDMC mengundang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tenaga kesehatan untuk menjawab fenonema heatwaves secara ilmiah. Dr. Siswanto, M.Sc., Sub Koordinator Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, menyebutkan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia saat ini tidak termasuk dalam fenomena heatwaves, akan tetapi sebagai akibat dari perubahan iklim. Sebagaimana pernyataan resmi yang telah diinfokan oleh BMKG bahwa Indonesia tidak termasuk dalam wilayah gelombang panas karena geografi Indonesia berada pada titik evakuator dan terdiri dari lautan dan kepulauan. Adapun salah satu tanda untuk dapat dikatakan sebagai fenomena gelombang panas adalah terjadinya kenaikan suhu panas yang tidak normal dan terjadi selama 5 hari berturut-turut, sedangkan Indonesia tidak mengalami hal tersebut. Di sisi lain, cuaca ekstrem yang saat ini terjadi tetap harus dikaji penyebab dan dampaknya. Maka dari itu Budi Setiawa, Ketua MDMC menghimbau seluruh wilayah untuk menyiapkan diri hadapi perubahan iklim saat ini. Sebagaimana release yang diterima redaksi petang ini. “Fenomena ini mengajak kita (MDMC) untuk berpikir serta bersiap-siap, tentu kesiapan membutuhkan pemahaman yang serius tentang heatwaves. Jangan sampai kita mengabaikan peringatan dari lembaga resmi” ujarnya Menurut Budi, apapun kondisinya (fenomena iklim) jika berdampak pada keberlangsungan hidup seseorang maka antisipasi adalah kewajiban bagi MDMC dengan memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Jika dipandang secara kesehatan, fenomena cuaca ekstrem saat ini memang memiliki dampak cukup serius terutama bagi anak-anak, lansia dan penyandang komorbid. dr. Nurmila Sari, Sp.PD., dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, menyampaikan bahwa tekanan panas yang berlebih dapat menimbulkan terjadinya penyakit heat stress. Maka dari itu, selain dengan pemahaman mengenai perubahan iklim yang baik, tindakan preventif untuk mengurangi risiko dampak kesehatan perlu dipersiapkan. Seperti pemenuhan kebutuhan air dalam tubuh, menghindari kontak langsung dengan matahari dan penggunaan bahan pakaian yang menyerap keringat.
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah Sleman adalah dengan menggandeng PT.Sang Surya Bersinar (SSB) adalah perusahaan yang bergerak di bidang Distribusi Produk Homecare, Bodycare merupakan Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu Daerah Sleman yang berada di Ranting Purwomartani Selatan masuk di bawah Majelis Ekonomi PCM Kalasan, PDM Sleman, DI Yogyakarta. Beberapa produknya mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo dan DR. Yayan Suryana PWM DIY ketika mendapatkan bingkisan dari PDM Sleman dalam acara halal bil halal PDM Sleman beberapa waktu lalu. Saat ini PT Sang Surya Bersinar mulai mendistribusikan produk-produk Bodycare seperti BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU. BodywashMU adalah Sabun Mandi cair dengan Volume 250 mL dan 1000 mL, merupakan sabun mandi cair yang memiliki tingkat hyangiene yang tinggi ,keharuman Aromatic Tropis yang khas dan memiliki keampuhan yang sangat optimal dalam melindungi kulit dari kuman yang berbahaya dan kemampuanya menutrisi kulit dan memberi kelembaban yang optimal. Produk ini memiliki keunggulan : Kualitas lebih bagus, Melindungi tubuh dari kuman lebih dari 18 Jam, Isi lebih banyak dan harga lebih hemat. ShampooMU merupakan Shampoo dengan volume 250 mL dan 1000 mL merupakan Shampoo untuk semua jenis kulit yang akan menutrisi rambut dan kulit kepala sehingga rambut akan lebih lembut, mengembang dan lebih berkilau. ShampooMU memiliki harga yang sangat kompetitif dengan kemasannya yang 1,000 mL menjadikanya lebih hemat. PastaMU adalah pasta Gigi MU dengan kemasan 225gr dengan harga Rp.30.000 merupakan pasta gigi dengan harga yang kompetitif di kelasnya dengan keunggulan lebih fresh and cool, membuat nafas menjadi lebih segar dan mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau mulut. PastaMU juga efektif membersihkan mulut dan gigi sehingga lebih bersih sekaligus membantu perawatan mulut dan gigi. Secara keseluruhan produk-produk MU Series telah memiliki legalitas yang komplit seperti merk terdaftar dalam PDKI, BPOM dan Sertifikat Halal MUI. Dimana untuk mendapatkan Produk MU Series adalah di setiap PCM/PCA yang bermitra dengan PT.Sang Surya Bersinar selanjutnya lewat MEBP ataupun KLL PCM,PCA setempat sebagai agen pendistribusian ke masing-masing jamaah atau warga Muhammadiyah. Dengan demikian MEBP ataupun KLL akan mendapatkan profit share dan PDM akan mendapatkan royalty dari peredaran Produk di Daerahnya. Sehingga ini bisa menjadi tambahan pendapatan untuk mengembangkan dakwah di daerahnya masing-masing mengingat potensi warga jama’ah Muhammadiyah yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Jika disetiap PCM/PCA diasumsikan ada penjualan 1000 set BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU setiap bulan, maka PCM/PCA lewat MEBP ataupun KLL akan dapat pembagian keuntungan Rp 15.000.000 setiap bulan atau Rp.180,000,000 setahun. PDM akan mendapatkan Rp.1000 untuk setiap produk yang terdistribusi ke Jama’ah atau warga Muhammadiyah dari PT. Sang Surya Bersinar tanpa mengurangi profit di setiap PCM /PCA. Sebagaimana disampaikan Syinta Brata Ketua LAZISMU PDM Sleman kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Ahad 6 Mei 2024 bahwa semangat pemberdayaan ekonomi ini dengan Motto “Belanja Sekaligus Beramal” dengan Tagline “ Dari Umat Oleh Umat Untuk Umat” dan spirit “Menjaga Ekonomi Umat”, kami ingin agar jihad ekonomi ini mendapat support atau dukungan dari kalangan Warga Muhammadiyah. Untuk info lebih lanjut bisa kontak : Ustadz Sumadi 08121547943. Reportase Syinta Brata S.SI LAZISMU PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman