Muhammadiyah Turi
![]()
Muhammadiyah Turi
![]()
Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Konsumsi minuman keras merupakan tradisi masyarakat jahiliyah, dan secara tegas diharamkan oleh Allah Swt. dalam beberapa ayat Al-Qur’an, misalnya QS. Al-Maidah ayat 90 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar (minuman keras), berjudi, berkurban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” Dalam hadits riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Apabila umatku telah menghalalkan lima perkara maka wajib atas mereka kebinasaan, yaitu apabila telah muncul saling laknat-melaknati, mereka telah meminum berbagai khamar, memakai sutera, mendatangkan biduan, dan laki-laki merasa cukup dengan laki-laki (gay) dan wanita dengan wanita (lesbian). Saat ini peredaran minuman keras di Yogyakarta sudah semakin masif, toko yang memperjualbelikan minuman keras menjamur di mana-mana bahkan sampai ke polosok desa, dan anak-anak muda sebagai generasi penerus umat tak luput dari sasaran peredaran minuman keras. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan karena terjadi di Kota Pelajar yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Berkaitan dengan hal itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapanewon Ngaglik dengan mengatasnamakan Keluarga Besar Muhammadiyah Kapanewon Ngaglik secara tegas menyatakan sikap: Demikian pernyataan sikap ini dibuat semata-mata untuk meraih ridha Allah dan bentuk kepedulian terhadap kemaslahatan umat. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH KAPANEWON NGAGLIK Ngaglik, 15 Muharram 1446 H 21 Juli 2024 M Ketua, Prof. Dr. Ir. H. Sukamta, S.T., M.T., IPU., ASEAN. ENG.NBM. 779 033 Sekretaris, Maman Sulaeman, S.HutNBM. 1 418 425
![]()
Tempel, Pdmsleman.Or.Id Senin 15 Juli 2024 merupakan hari “Pertama Sekolah” bagi para siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Tempel, dengan agenda rutin sekolah setiap tahun ajaran baru yaitu FORTASI (Forum Taaruf dan Orientasi) bagi siswa siswi kelas VII dan Penguatan Pendidikan Karakter bagi siswa siswi kelas VIII dan IX. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, hari Senin, 15 Juli 2024 – Kamis, 18 Juli 2024. Acara ini dikemas secara Istimewa dalam bentuk kegiatan FORTASI (Forum Taaruf dan Orientasi) dan Penguatan Pendidikan Karakter yang didukung oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Dalam kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter Peserta Didik kali ini mengusung tema “Membangun Pelajar Islami, Mandiri, dan Kreatif”, kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Menurut H. Wahdan A KS SMPM 1 Tempel “ Harapannya seluruh siswa siswi dapat mewujudkan nilai seorang pelajar Islami yang memiliki semangat juang Muhammadiyah dengan mandiri dan kreatif, dalam memajukan kehidupan bangsa tentunya sesuai dengaan visi misi SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Berbagai bentuk kegiatan akan dilaksanakan dalam FORTASI ini seperti penyampaian materi, penataran, mentoring, stimulasi, diskusi, brainstorming, dan dinamika berkelompok”. Hari pertama, pada hari pertama kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter ini diawali dengan kegiatan Upacara Pembukaan Fortasi dan Penguatan Pendidikan Karkter sekaligus simbolis serah terima peserta didik baru dengan penyematan tanda pengenal peserta didik baru oleh Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Setelah Upacara selesai dilanjutkan kegiatan sholat dhuha, Perkenalan Panitia, Games Taaruf, Hak dan Kewajiban (Tata Krama & dan Tata Tertib sehari-hari di sekolah) yang disampaikan oleh Guru BK, mentoring dan stimulasi bahaya rokok dan narkoba yang disampaikan oleh BNN Kabupaten Sleman, Penataran Ibadah Praktis dan Pentingnya Akhlaq serta Karakter Islami yang disampaikan oleh guru Ismuba. Hari kedua, pada hari kedua kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter diawali dengan sholat dhuha dan doa, penguatan bacaan sholat dan surat-surat pendek oleh Guru, Penataran mengenai Kemuhammadiyahan oleh Guru Kemuhammadiyahan, Mentoring materi IPM 1 dan materi IPM 2 oleh PD IPM Sleman. Hari ketiga, pada hari ketiga kegiatan diawali dengan sholat dhuha dan doa, penguatan bacaan sholat dan surat-surat pendek, mentoring Perilku Hidup Sehat yang disampaikan oleh dr Agus dari Puskesmas Tempel II, brainstorming mengenai Issu Perundungan, Kekerasan dan Pencegahan yang disampaikan oleh Guru BK, Penataran mentaati aturan dan kedisiplinan yang disampaikan oleh Babinkamtibmas Muhyudi dari Polsek Tempel, dan Stimulasi lagu-lagu nasional dan lagu daerah yang dibimbing oleh guru. Hari keempat, pada hari keempat merupakan hari terakhir kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter yang ditutup dengan kegiatan Outing Class atau Outbond yang diikuti oleh seluruh siswa siswi, guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 1 Tempel. Outing Class dilaksanakan di Desa Wisata Pulesari Turi Sleman Yogyakarta. Dengan rangkaian kegiatan siswa datang ke sekolah pukul 06.45 dilanjutkan sholat dhuha dan doa, lalu presensi untuk masuk bus menuju Desa Wisata. Kegiatan Outing Class ini memuat acara games, susur sungai, melatih kekompakan, semangat, konsentrasi, kebersamaan dan lain sebagainya. Setelah mengikuti kegiatan outbond siswa siswi sholat Dzuhur berjamaah di Masjid, kembali ke pendopo 7 untuk makan siang dan penutupan kegiatan FORTASI dan Penguatan Pendidikan Karakter serta pembubaran panitia fortasi dengan pelepasan tanda peserta fortasi dan pelepasan tanda peserta panitia serta hikmah kegiatan oleh Ustadz Wahyu Rahmadi dari guru Ismuba. Mudah-mudahan dengan mengikuti serangkaian kegiatan tersebut siswa siswi SMP Muhammadiyah 1 Tempel, dapat menjadi pondasi untuk mewujudkan Impian mereka yang tidak akan terlepas dari karakter seorang muslim yang memiliki wawasan keilmuan yang luas, baik dalam agama mupun lainnya dengan Islami, mandiri dan kreatif. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal pada tahun ajaran baru ini dalam mewujudkan SMP Muhammadiyah 1 Tempel berkemajuan dan Jaya kedepannya. Salam MUTESA JAYA. Reprotase Ayu Tri Utami, S.Pd. Guru SMP Muhammadiyah 1 Tempel Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Turi,Pdmsleman.Or.Id Tahun Pelajaran Baru 2024/2025 di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman diawali dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Taaruf (Mataf) pada Senin – Jumat, 15 – 19 Juli 2024 dengan konsep acara dibuat tidak membosankan, menyenangkan tapi mengena atau tertanam dalam diri peserta didik. Menurut Kepala Sekolah SMKM 2 Turi Pamuji Subekti S.Si “ MPLS dan Mataf diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan IPM sebagai panitia kegiatan. IPM SMK Muhammadiyah 2 Turi merumuskan kegiatan bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan. Sesuai dengan hasil diskusi dan pertimbangan masukan dari Kepala Sekolah, Guru Karyaman, dan IPM maka MPLS tahun ini dikemas dengan konsep yang menyenangkan dan berbeda dari tahun lalu”. Hari pertama, kegiatan disi dengan pembukaan MPLS dan Mataf secara resmi, perkenalan seluruh guru dan karyaman SMK Muhammadiyah 2 Turi, Kurikulum Jurusan Keperawatan dan Kurikulum Bidang Teknik Elektronika, Screening Kesehatan dan penyampaian materi tentang kesehatan reproduksi serta menjauhi pergaulan bebas dari Puskesmas Turi, lalu dilanjutkan dengan mengenal intern lingkungan sekolah. Hari Kedua, diisi dengan mengenal instansi yang berhubungan dengan siswa. Siswa didampingi guru berkunjung ke Polsek Turi untuk mengenal langsung tugas dan fungsi Kepolisian dan menyimak materi tentang tertib berlalu lintas, menghindari Narkoba dan Kejahatan Jalanan. Setelah itu dilanjutkan berkunjung ke KODIM 03 Kapanewon Turi. Di KODIM anak-anak mendapat pembelajaran lansung tentang tugas dan fungsi TNI, struktur di TNI, dan materi Tentang Dampak dan Pidana Pelaku Bullying. Dari KODIM 03 Turi, siswa melanjutkan perjalanan ke Galeri GKBI Sleman, di sana siswa mengenal secara langsung batik sebagai warisan budaya Indonesia dan melaksanakan praktik membatik. Hal ini sebagai bagian dari komitmen sebagai sekolah berbasis budaya untuk melestarikan kearifan budaya lokal dan nasional. Hari ketiga, siswa mengenal organisasi siswa yang berada di bawah Muhammadiyah yaitu Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hisbul Wathan dan Tapak Suci bersama PD IPM Sleman. Kemudian sebagai sekolah SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana), maka sekolah menyelenggaran edukasi tentang kebencanaan dan melakukan simulasi kebencanaan. Hari keempat dan kelima atau hari terakhir, MPLS mengenalkan materi ISMUBA dan membangun kedekatan guru, karyawan dengan peserta didik melalui kegiatan MABIT dan Makrab. Kegiatan diisi dengan praktik keagamaan seperti tadarus, ceramah Islam, dan sholat berjamaah. Pada kegiatan Makrab, seluruh peserta menampilkan bakat masing-masing regu di acara api unggun. Selanjutnya memasuki hari kelima, siswa mengawali hari dengan sholat tahajut, sholat subuh berjamah, tadarus dan kultum setelah subuh. Kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat di sekeliling lingkungan sekolah. Pukul 08.30 seluruh peserta MABIT menuju masjid Al Husna untuk melaksanakan Bakti Sosial dengan memberikan 10 mukena untuk menambah sarana ibadah di masjid tersebut. Lalu pukul 09.00 rangkaian acara MPLS dan Mataf ditutup secara resmi oleh Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi. Reportase Pamuji S, S.Si, KS SMKM 2 Turi, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
Minggir, Pdmsleman.or.Id SMK Muhammadiyah Minggir sukses menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan FORTASI (Forum Ta’aruf Siswa) bagi siswa baru dengan serangkaian kegiatan yang bermanfaat dan berkesan. MPLS yang berlangsung selama satu minggu ini bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Kegiatan MPLS dibuka dengan Tadarus Al-Quran yang melibatkan seluruh siswa baru dan para guru. Tadarus ini dilaksanakan setiap pagi sebelum memulai kegiatan lainnya, dengan tujuan membiasakan siswa untuk memulai hari dengan membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah tadarus, seluruh siswa bersama-sama melaksanakan shalat berjamaah di masjid sekolah. Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi antar siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat sejak dini. Selain kegiatan keagamaan, siswa juga mengikuti berbagai materi kelas yang diberikan oleh para guru da pemateri dari eragai istitusi seperti puskesmas, Polsek dan juga KUA. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, kurikulum, Kenakalan remaja,kesehatan dan pentingnya kedisiplinan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi materi, menunjukkan semangat mereka untuk belajar dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Tidak hanya kegiatan di dalam ruangan, MPLS juga diisi dengan kegiatan olahraga. Berbagai jenis olahraga seperti senam, jalan sehat digelar untuk menjaga kebugaran tubuh siswa serta menumbuhkan semangat Sebagai bentuk kepedulian sosial, SMK Muhammadiyah Minggir juga mengadakan kegiatan sedekah sayuran. Setiap siswa membawa sayuran untuk disumbangkan kepada warga sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk berbagi dan peduli terhadap sesama, serta menanamkan nilai-nilai kedermawanan sejak dini. Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Minggir, Edy Purwanto S.Pd, menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif siswa baru dalam setiap kegiatan MPLS. “Kegiatan MPLS tahun ini sangat luar biasa. Siswa baru sangat antusias dan bersemangat mengikuti setiap kegiatan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan bekal positif bagi mereka untuk menjalani masa studi di SMK Muhammadiyah Minggir,” ujarnya pada Jum’at 19 Juli 2024 siang. Dengan berakhirnya MPLS, diharapkan siswa baru SMK Muhammadiyah Minggir dapat lebih siap dan semangat dalam memulai perjalanan pendidikan mereka, serta mampu menerapkan nilai-nilai positif yang telah ditanamkan selama MPLS dalam kehidupan sehari-hari. Reportase Edy P SMKM 1 Minggir Editor Arief Hartanto SE, MPI PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam upaya mengurangi sampah botol plastik sekali pakai, PDPM Sleman melakukan kegiatan yang sangat positif dengan membagikan tumbler kepada siswa sekolah dasar dan SMP. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kampanye Go Green di lingkungan sekolah. Pada Rabu, 17 Juli 2024, Ketua PDPM Sleman, Prakasa Radya Sulendra, menyerahkan tumbler secara simbolis kepada siswa di SMP Muhammadiyah 1 Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh Eko Sumardiyanto, senior PDPM Sleman yang saat ini menjadi Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman, dan Kepala Sekolah SMP Musela Amin Darojat. “Kami berharap dengan membagikan tumbler ini, siswa dapat membawa bekal minum saat ke sekolah dan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” kata Prakasa Radya Sulendra. “InsyaAllah, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya yang berkelanjutan dalam mendukung kampanye Go Green dan gerakan berbagi.” Selain membagikan tumbler, kegiatan ini juga diisi dengan materi tentang organisasi oleh Eko Sumardiyanto, kewirausahaan oleh Prakasa Radya Sulendra, serta motivasi oleh Irfan Yanuar Arifin. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah. Dengan demikian, PDPM Sleman telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kampanye Go Green dan mengurangi sampah botol plastik sekali pakai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama.
![]()
Mlati, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Mlati sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada tanggal 12-13 Juli 2024 di Hotel Kana Kaliurang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pimpinan serta anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, memperkuat ideologi organisasi, dan menyelaraskan visi dan misi gerakan persyarikatan. Dasar pemikiran kegiatan ini merujuk pada Al-Qur’an dan Hadits, Tanfidz Musyda Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Sleman 2022, Tanfidz Musycab Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Mlati 2022, serta program kerja MPKSDI PCM dan MPK PCA Mlati periode 2022-2027. Ketua kegiatan, Didik Sugiharto menyampaikan “ Baitul Arqam PCM dan PCA Mlati 2024 diikuti oleh pimpinan dan majelis Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah Mlati periode 2022-2027, serta guru IGABA dengan total peserta sebanyak 120 orang “. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pimpinan serta anggota Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, memantapkan dan meningkatkan ideologi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di kalangan pimpinan dan anggota serta menyelaraskan visi dan misi gerakan persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Acara ini dimulai pada hari Jum’at, 12 Juli 2024 dengan pembukaan oleh H. Sukirman MA Pimpinan PDM Sleman harapannya dengan kegiatan yang mengangkat tema ini akan melahirkan kader hebat Mlati yang kuat dan Muhammadiyah berkembang pesat. Dilanjutkan dengan orientasi materi, dan sesi pre-test. Materi-materi inti disampaikan oleh para ahli dalam bidangnya, seperti M. Wildan Wachid, S.H.I., Hendro Sucipto, S.Thi., M.Pd., dan Achmad Afandi, S.Ag., M.S.I. Kegiatan ini terbagi dalam beberapa sesi materi, antara lain: Tauhidan dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Risalah Islam Berkemajuan dan Keaisyiyahan, Tuntunan Ibadah Sesuai HPT, Pengelolaan Cabang dan Ranting Berkemajuan, FGD , Qiyamullail, Kajian Ayat (Fathul Qulub & Thaharatul Qulub), Outbound, Postes serta RTL. Hari kedua, Sabtu, 13 Juli 2024, dimulai dengan Qiyamullail dan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kultum dan praktik ibadah. Sesi outbound fun game juga menjadi bagian menarik dari kegiatan ini. Materi lanjutan disampaikan oleh Kasyadi, M.S.I., Dra. Hanik Rosyada, M.Ag., serta sesi FGD yang membahas implementasi PHIWM dalam mengelola amal usaha dan etos kerja dalam mengemban amanah. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mengoptimalkan program pimpinan dan majelis Muhammadiyah tingkat cabang dari kegiatan ini diharapkan program ke depan dapat berjalan lebih optimal dan bermanfaat bagi kemajuan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Mlati. Reportase Huda Cholis PCPM Mlati Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()
NGAGLIK BERKEMAJUAN
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Dalam rangka menyongsong Hari Anak Nasional 2024, Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Sleman mengadakan kegiatan Dongeng Bahagiakan Yatim Piatu dan Dhuafa dengan tema Tahun Baru, Semangat Baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Ahad, 14 Juli 2024 jam 09.00 WIB sampai jam 11.15 WIB di Masjid Besar Sleman Kota. Sejumlah 90 anak dari 8 PRA se-kapanewon Sleman senang bergembira mengikuti kegiatan ini. Yuli Kuswandari, S. Pd., M. Hum. selaku ketua Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman dan memberikan sambutan. Dan ketua Lazismu KLL PCM Sleman, Arief Eko Wahyudi, S. Sos. memberikan sambutan dan menyampaikan bingkisan peralatan sekolah kepada 10 anak yatim piatu dan dhuafa. Setelah acara pembukaan dan sambutan-sambutan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Dongeng yang dibawakan oleh Bemantiyo S. Pd. AUD. (kakTio). Dalam dongeng, Kak Tio menyampaikan “ mari kita teladani kisah sahabat Nabi dan memberikan pesan kepada anak-anak untuk menjadi anak yang Sholeh/khah”. Selain memberikan dongeng, kak Tio memberikan sulap dan berbagi Doorprize. Anak – anak pulang dengan bahagia dan ruang gembira. Kegiatan ini terlaksana atas donasi dari Lazismu KLL PCM Sleman dan bantuan dari para muhsinin. Reporter : Dewi Novitasari (Majelis Kesejahteraan Sosial PCA Sleman) Editor Arief Hartanto SE MP PDM Sleman
![]()
Sleman, Pdmsleman.Or.Id Ahad 14 Juli 2024 Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PCA Sleman, yang diketuai oleh Siti Badriyah, menyelenggarakan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko di rumah Ibu Martini, Jaban Tridadi, Sleman. Kegiatan ini dihadiri oleh lima anggota MEK PCA Sleman sebagai uji coba sebelum pelatihan ini diberikan kepada ranting-ranting di wilayah Sleman. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru kepada anggota MEK dalam seni batik Sibori Kanoko, sebuah teknik pewarnaan kain yang berasal dari Jepang dan dikenal dengan motif-motif unik yang dihasilkan dari teknik ikat celup. Para peserta diajarkan cara membuat motif-motif tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar. Selain pelatihan batik Sibori Kanoko, acara ini juga dilengkapi dengan praktik pembuatan jus buah oleh Bapak Darto dari Jaban, yang selama ini telah memproduksi dan menjual jus buah sebagai minuman sehat. Peserta pelatihan diajarkan cara membuat jus buah yang segar dan sehat, serta tips-tips untuk menjadikannya sebagai peluang usaha. Siti Badriyah, Ketua MEK PCA Sleman, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para anggota dan menjadi inspirasi untuk mengembangkan keterampilan baru yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga. “Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, anggota MEK dapat memiliki keterampilan tambahan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk membuka peluang usaha baru,” ujarnya. Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka merasa senang bisa belajar teknik baru dan mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pembuatan jus buah yang sehat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para anggota MEK PCA Sleman dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar. Kegiatan pelatihan pembuatan Sibori Kanoko dan jus buah ini menunjukkan komitmen MEK PCA Sleman dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sleman. Reportase H. Ashari SIP PCM Sleman, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman
![]()