Kunsiroh MPKS PDM Sleman Ke PCM Gamping

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan. Proses menjadi tua jangan dipandang sebagai sesuatu yang buruk, maka hal ini perlu disiapkan. Orang tua yang memiliki pengalaman hidup hendaknya difungsikan dan diberdayakan sebagai guru atau penasehat dalam banyak hal, demikian kata Wahyu Purhantara dalam Kunsiroh  dan Pendampingan Pendirian Panti Lanjut Usia (Muhammadiyah Senior Care) oleh MPKS PDM Sleman ke PCM Gamping. Menurutnya, orang tua tetep memiliki potensi untuk diberdayakan agar ia tetap mandiri dan menjadi contoh bagi generasi muda. Kunsiroh dan pendampingan ini dilaksanakan pada hari Rabu Sore, 8 Mei 2024. Proses penuaan yang ditandai oleh penurunan beberapa fungsi organ dan anggota gerak tubuh dapat dihambat lajunya dengan aktifitas fisik dan olahraga. Maksudnya adalah agar proses penuaan tetap dalam kondisi sehat dan menggembirakan, maka perlu didampingi dan dipantau aktivitas fisik, olah raga ringan, dan kesehatannya. Maka di sini perlu ada cawe-cawe dari Muhammadiya, sebagai ormas yang perduli pada orang tua/ lansia. Muhammadiyah dalam membina dan memberdayakan jamaahnya yang tergolonh lanjut usia ada dua model, yaitu dalam bentuk panti (mukim di asrama) dan bentuk Day Care (perawatan harian ataudatag pagi pulang sore). Di dalam kedua model ini, lembaga tetep dapat memberdayakan kliennya dalam berbagai aktifitas produksi dan keagamaan. Kurikulumnya pun tetep bisa berbasis “sekolah lansia.” Perbedaannya hanya dari sisi layanannya saja, demikian lanjut Wahyu di hadapan Ketua PCM Gamping dan jajarannya bertempat di LKSA Abu Dzar Al Ghifary. Pada kesempatan ini, menurut Ketua PCM Gamping, Muhaimin, sebenarnya PCM Gamping sudah lama berkeinginan untuk mendirikan lembaga kesehateraan lanjut usia (Panti Lansia atau MSC). “Dari sisi piranti SDM, tempat, dana, kami sudah siap,’ demikain kata sambutannya. ‘Hanya model dan kurikulumnya yang kami masih dalam penjajagan.” Dalam kesempatan ini, Wahyu Purhantara selaku Ketua MPKS didampingi oleh Ahmad Suparlan, S.Ag dan Lintang Prabandari dari Difisi MSC, serta Nur Khasanah dan M. Zainal Fanani.

Loading

Pengajian dan Silaturrahmi Warga Muhammadiyah Ngemplak

Ngemplak, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngemplak menggelar Pengajian Syawal dan Silaturrahmi Warga Muhammadiyah Kapanewon Ngemplak. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis 9 Mei 2024 pukul 10.00 sampai 12.00 WIB bertempat di Pendopo Kantor Kapanewon Ngemplak di Jl. Jangkang, Wedodomartani, Ngemplak Sleman. Acara dihadiri oleh Panewu Ngemplak, Polsek Ngemplak, Koramil Ngemplak, Perwakilan PDM Sleman, Ketua dan pengurus PCM Ngemplak, PCA Ngemplak, PRM/PRA se-Kapanewon Ngemplak, Amal Usaha Muhammadiyah di lingkungan Ngemplak dan Warga Muhammadiyah Ngemplak. Panewu Ngemplak dalam sambutannya menyampaikan bahwa “ kita sebagai salah satu bagian dari organisasi Islam terbesar di Indonesia harus bersyukur karena Agama Islam sangat berperan penting dalam memajukan negara Indonesia ini. Agama Islam terutama organisasi Muhammadiyah sering sekali berkolaborasi dan kerjasama dengan pemerintahan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang menjadi kunci kesuksesan negara ini untuk berkembang”. Maka dari itu Panewu Ngemplajk menghimbau kepada warga Muhammadiyah untuk menjaga hal tersebut dan juga menjaga toleransi dan kerukunan karena sebentar lagi akan ada Pilkada. Pengajian kali ini diisi oleh Ust. Drh. H. Agung Budianto, MP., Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa “  kita sebagai seorang muslim harus menjaga sifat-sifat ke-ghaiban yang ada pada agama Islam, jangan sampai sesuatu ke ghaiban bergeser menjadi sifat syahadah, sebagai contoh mengaitkan sholat dengan kesehatan atau dalam kata lain sholat menyehatkan”.  Kita tdak boleh niat sholat agar sehat, karena tujuan sholat adalah ibadah kepada Allah agar kita mendapat ridha dan pahala kemudian masuk syurga. Dan jika nanti kita diberi kesehatan atau sakit itu kehendak Allah. Ust. Agung juga memberi contoh yang lain tetang shodaqoh, “ Allah dalam fimannya memjelaskan bahwa jila kita menanam padi yang tumbuh menjadi 7 tangkai dan setiap tangakai menghasilkan 100 biji, sehingga pahala kita dapat berlipat ganda menjadi 700 lipat pahala dari apa yang kita shodaqohkan”. Bukan berarti kita niat shodaqoh untuk berlipat harta kita, kalau seperti itu maka niat kita untuk mendapat ridha Allah untuk masuk surga akan bergeser menjadi agar kita kaya (duniawi). Itulah ke-ghaiban yang harus kita jaga, jangan sekali-kali dimana keghaiban di dalam ibadah kita kita kait-kaitkan dengan ilmu pengetahuan dimana ilmu pengetahuan belum pasti dapat menjelaskan atau mengukur ke-ghaiban yang ada di dalam agama Islam. Contoh lain lagi, misalnya babi haram kita tidak usah mengaitkan dengan penyakit dan sebagainya, biarkan itu sebagai ke-ghaiban dari Allah SWT yang disampaikan kepada umat Islam untuk dijalankan dan di yakini. Di akhir pengajian, ust. Drh. Agung juga menghimbau kepada jamaah agar berhati-hati dalam memilih hewan qurban karena sekarang ada kasus endemik antrax. Di Gayamharjo Prambanan ada sapi yang kena bakteri antraks di sembelih dan dimakan satu keluarga, semua masuk RS dan satu meninggal. Bakteri ini sangat berbahaya, mudah sekali menular. Jika kita menyentuhnya dalam hitungan jam bisa menyerang organ tubuh manusia. Ciri-ciri hewan terkena antrak antara lain keluar darah segar dari telinga, anus, ataupun mulut. Jika menemukan seperti itu jangan sekali-kali sentuh dan segeralah lapor ke kecamatan agar kecamatan lapor ke daerah dan daerah lapor ke pusat. Kontributor: Afifuddin PCM Ngemplak, MPI PDM Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pelepasan dan Penyerahkan Kembali 123 Siswa Kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Sleman

Sleman , Pdmsleman.Or.Id SMK Muhammadiyah 1 Sleman atau sering disebut SMK Muhammadiyah Panasan (SMK Munas) sukes melaksanakan Pelepasan dan penyerahkan kembali siswa kelas XII Tahun ajaran 2023/2024. Acara Pelepasan dilaksanakan pada hari Sabtu 4 Mei 2024 di Ballroom Merapi Hotel Prima SR Jl. Magelang Km. 11 Dukuh Tridadi Sleman. Acara dihadiri oleh kurang lebih 350 orang yang terdiri dari siswa-siswi kelas XII, orang tua/wali siswa kelas XII, Guru dan Karyawan SMK Munas, dan tamu undangan. Tamu undangan yang hadir antar lain dari Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY, Komite Sekolah, PCM Sleman, Ibu Panewu Selman, Lurah Triharjo, Dukuh Panggeran/Panasan, Kepala SD Panasan, dan SMP Muhammadiyah Sekitar. SMK Munas pada Tahun Ajaran ini melulusan 123 siswa-siswi yang meliputi 35 siswa program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), 44 siswa-siswi Multimedia (MM), dan 44 siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Rida Alim selaku ketua panaitia dan kesiswaan dalam sambutannya berpesan kepada alumni “Kalian adalah alumni-alumni yang baik. Perlihatkanlah sifat baik dan sopan itu kepada orang-orang di luar sana. Buatlah hal itu menjadi ciri khas bagi alumni sekolah kita. Jagalah nama baik sekolah kita dimana pun kalian berada. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran, niscaya kalian akan menjadi orang-orang yang sukses dan berhasil di masa depan. Selamat menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, memasuki dunia kerja, berwirausaha dan gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Semoga tali silaturahmi ini tetap terjalin dan semoga Allah mempertemukan kita kembali di masa yang akan datang”. Suwarta selaku kepala sekolah dalam sambutannya memberikan motivasi kepada siswa setelah lulus agar menjadi manusia yang bermanfaat, bukan menjadi manusia yang maksiat ataupun bukan menjadi manusia yang sia-sia. Sarjono selaku perwakilan dari Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY mengungkapkan kebanggaannya dengan SMK Muhammadiyah 1 Sleman, dimana 10 tahun terahir ini perkembangan SMK sangat pesat, dimulai dari wajah sekolah yang dulu tidak kelihatan seperti sekolahan, saat ini sudah dibangun megah dan gagah dilanjutkan bangunan-bangunan dan infrastruktur lainnya. “Alhamdulillah SMK Muhammadiyah 1 Sleman saat ini sudah menjadi salah satu sekolah besar dan unggulan di Daerah Sleman. Semoga SMK Muhammadiyah 1 Sleman semakin berkembang dan gedungnya bisa tingkat 10” ujar Sarjono. beliau juga berpesan kepada siswa-siswi agar terus berkembang dan menentukan arah setelah lulus, baik mau kuliah, kerja atau nikah. Agus Nurudin sebagai perwakilan dari PCM Sleman sekaligus komite dan warga sekitar sekolah merasa turut bangga dengan perkembangan SMK Munas, apalagi dengan megahnya gedung sekolah. Ketika ditanya orang alamatnya dimana?, dengan bangga menjawab “Selatan SMK yang bagus itu”. beliau juga berharap agar SMK Munas terus berkembang dan bermanfaat bagi warga sekitar. Reportase M. Afif SMKM 1 Sleman , MPI PDM Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tasyakuran Kelulusan SMK Muhammadiyah 2 Turi, Bersyukur dengan Perbaikan Mutu Pendidikan dan Lulusan

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengumuman Kelulusan tingkat SMA/K di SMK Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah 2 Turi Ngablak dilaksanakan Senin, 06 Mei 2024. Acara ini sekaligus dirangkai dengan tasyakuran purna siswa tahun ajaran 2023/2024. Pada kesempatan ini Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman, PCM Turi, Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Turi, PRM Sidorejo dan Perwakilan dari Kapolsek Turi turut hadir membersamai selama acara berlangsung. Nuansa bermuhammadiyah, kesederhanaan, kidmat, dan berbudaya mewarnai acara tasyakuran. Acara diawali dengan tampilan opening dari Tapak Suci. Kemudian siswa yang purna memasuki ruang aula dengan iringan musik trasional Jawa dan dipandu oleh dua anggota Pasukan Paskibra. Nuansa budaya juga terasa dari tarian tradisional Jawa yang dibawakan oleh siswi kelas XI dan XII. Pembawa acara membawakan rangkaian acara dalam bahasa Jawa, Indonesia dan Jepang yang merupakan salah satu program keunggulan di SMK Muhammadiyah 2 Turi. Pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sleman sekaligus Pengawas Dikpora DIY, Mujiono, S.Pd.M.Hum. berkenan memberikan hasil belajar siswa dan menyampaikan sambutan. “Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anak-anak yang telah lulus. Terapkanlah ilmu yang sudah kalian dapatkan dengan baik dan datanglah kembali ke sekolah untuk memberikan praktik baik sebagai contoh untuk adik-adik kelas, “pesan beliau kepada siswa purna diakhir sambutannya. Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Pamuji Sri Subekti, S.Si. dalam salam sambutannya juga menyampaikan pesan kepada para lulusan. “Bawalah pelajaran apapun yang baik dari sekolah ini dan lanjutkanlah praktik baik dari sekolah di masyarakat agar membawa kebaikan dunia akhirat kalian. Namun tinggalkanlah apa-apa yang menurut kalian buruk di sini agar kami dapat memperbaikinya,”ucapnya. SMK Muhammadiyah 2 Turi terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan. Terbukti lulusan saat ini beberapa siswa sudah bekerja, contoh lulusan Teknik Audio Video, Hafid yang bekerja di bidang multimedia, Aurelia bekerja dibidang pendidikan sebagai guru honor dan Baqir dinyatakan diterima di AMIKOM. Beberapa siswa Keperawatan di terima di Poltekkes dan beberapa juga sedang berjuang untuk dapat masuk universitas. Nilai terbaik 1, 2, dan 3 Keperawatan mendapat beasiswa melanjutkan di  Universitas Permata Indonesia. Bahkan siswa kelas XI Keperawatan tahun 2024 ini, atas nama Erista Pangesti sudah diterima sebagai karyawan di salah satu klinik di swasta Pakem. UNISA juga berkenan memberikan beasiswa pendidikan kepada peserta lomba LKS Keperawatan atas nama Lailatul Hasanah kelas X yang mendapat Juara Harapan 1. Reportase Pamuji Subekti S.Si KS SMKM Muhammadiyah 2 Turi Editor Arief Hartano MPI PDM Sleman

Loading

KADER Catatan kecil.

Minggir, Pdmsleman.Or.Id “Nasyiah yang bersimbol padi”“Terdidik tiap hari”“Kemuliaan Islam dicari”“Bekerja digemari”. “Nasyiah yang bersimbol padi”“Simbol kumpulan putri”“Hidup berdiri”“Rahmat Tuhanku memberi”. “Bersatu di dalam Nasyiah”“Dari putri ‘Aisyiyah”“Simbolnya padi berbahagia”“Umat seluruh dunia”.* Tepat jam 09.00. Acara Musycab NA Minggir resmi dibuka. Mas Basyori, selaku Wakil Ketua yang membidangi Majelis Kader dan Sumber Daya Insani, hadir mewakili Ketua PCM MInggir. Dalam sambutannya, Mas Basyori sempat bercerita tentang keadaan di tahun 1990 an.Dimana, era tahun 90 an itu adalah masa keemasan kegiatan NA, pun PM Minggir. Lebih lanjut, ia mengajak untuk melompat ke belakang. Ia mengingatkan kembali kepada keadaan pada era itu. “Pada tahun 90 an itu, sangat terasa. Bagaimana kompakmya gerak dan langkah antara PM dan NA Minggir”, sambungnya. “Semoga acara Musycab NA Minggir ini bisa terlaksana dg baik. Harapannya, nanti bisa memilih Pimpinan NA yang baru. Dan terakhir, semoga periode kepemimpinan yang baru ini nanti bisa momentum, kembalinya masa keemasan NA dan PM”, imbuhnya. Pembukaan Musycab NA Minggir ini juga dihadiri oleh Sofi Nuria Melati, Ketua PDNA Sleman. Dalam sambutannya, Mbak Sofi menerangkan bahwa ada 2 isu penting yang dicanangkan oleh Pimpinan Pusat NA. Kedua isu penting itu adalah : Dalam kesempatan itu, Mbak Sofi lebih menekankan bahwa program kerja NA Minggir diharapkan lebih menjadi wadah yang kondusif bagi seluruh anggota NA. Seluruh kegiatan yang nanti akan dilakukan hendaknya membuat kegiatan yang gembira dan menggembirakan.* Di tengah acara Musycab NA, saya berniatmencari hal hal unik. Sampai hampir satu jam berada di lokasi, saya masih belum menemukan apa yang saya cari. Sampaipun ketika masuk di acara pembukaan, saya masih “blank”. Round down acara terus berjalan. Lagu Indonesia Raya telah selesai dinyanyikan. Dengan sikap tegap, saya lantang ikut bernyanyi. Pun, ketika masuk di Mars Muhammadiyah. Dengan posisi masih tegap berdiri, saya larut dalam kesyahduan. Menyanyikan lirik demi lirik. Bait demi bait. Sampai akhirnya, Sang Dirigent mengajak untuk menyanyikan Mars Nasyiatul Aisyiyah. Tentu, saya sudah bersiap. Maksudnya : saya harus siap berdiam diri. Karena memang saya “babar blas” tidak atau bahkan belum pernah kenal dengan Mars NA itu. Sampai menjelang dimulainya Mars NA, masih tidak ada apa apa. Tapi, beberapa detik kemudian, saya kaget. Yakni, justru ketika baru masuk di bait awal. “Nasyiah yang bersimbol padi”“Terdidik tiap hari”“Kemuliaan Islam dicari”“Bekerja digemari”. Saya terpaku kepada kalimat : “bersimbol padi”. Ternyata, kalimat : “simbol padi” ini diulang sampai tiga kali. Otak liar saya berputar. Saya seperti ingin mencari tahu : “Apa sebab simbol NA itu adalah padi ?”.“Apakah ada kaitannya dengan sawah ?”. Otak liar saya kembali berputar.Tinggi, melayang terbang. Tiba tiba, saya membayangkan. Ada banyak anggota NA itu masuk anggota JATAM. Lalu, gadis gadis NA itu ramai ramai masuk sawah. Ikut nandur pari.(*) Ngloji, Ahad, 5 Mei 2024.Di sela sela pemilihan formatur. Uwik DS.

Loading

Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu PDM Sleman, Gandeng Produsen Produk Homecare PRM Purwomartani

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi Muhammadiyah Sleman adalah dengan menggandeng PT.Sang Surya Bersinar (SSB) adalah perusahaan yang bergerak di bidang Distribusi Produk  Homecare, Bodycare merupakan Mitra Pemberdayaan Ekonomi Lazismu Daerah Sleman yang berada di Ranting Purwomartani Selatan masuk di bawah Majelis Ekonomi PCM Kalasan, PDM Sleman, DI Yogyakarta. Beberapa produknya mendapatkan apresiasi dari Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo dan DR. Yayan Suryana PWM DIY ketika mendapatkan bingkisan dari PDM Sleman dalam acara halal bil halal PDM Sleman beberapa waktu lalu. Saat ini PT Sang Surya Bersinar mulai mendistribusikan produk-produk  Bodycare seperti BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU. BodywashMU adalah Sabun Mandi cair dengan Volume 250 mL dan 1000 mL, merupakan sabun mandi cair yang memiliki tingkat hyangiene yang tinggi ,keharuman Aromatic Tropis yang khas  dan memiliki keampuhan yang sangat optimal dalam melindungi kulit dari kuman yang berbahaya dan kemampuanya menutrisi kulit dan memberi kelembaban yang optimal. Produk ini memiliki keunggulan : Kualitas lebih bagus, Melindungi tubuh dari kuman lebih dari 18 Jam, Isi lebih banyak dan harga lebih hemat. ShampooMU merupakan Shampoo dengan volume 250 mL dan 1000 mL merupakan Shampoo untuk semua jenis kulit yang akan menutrisi rambut dan kulit kepala sehingga rambut akan lebih lembut, mengembang dan lebih berkilau. ShampooMU memiliki harga yang sangat kompetitif dengan kemasannya yang 1,000 mL menjadikanya lebih hemat. PastaMU adalah pasta Gigi MU dengan kemasan 225gr dengan harga Rp.30.000 merupakan pasta gigi dengan harga yang kompetitif di kelasnya dengan keunggulan lebih fresh and cool, membuat nafas menjadi lebih segar dan mencegah pertumbuhan kuman penyebab bau mulut. PastaMU juga efektif membersihkan mulut dan gigi sehingga lebih bersih sekaligus membantu perawatan mulut dan gigi. Secara keseluruhan produk-produk MU Series telah memiliki legalitas yang komplit seperti merk terdaftar dalam  PDKI, BPOM dan Sertifikat Halal MUI. Dimana untuk mendapatkan Produk MU Series adalah di setiap PCM/PCA yang bermitra dengan PT.Sang Surya Bersinar selanjutnya lewat MEBP ataupun KLL PCM,PCA setempat sebagai agen pendistribusian ke masing-masing jamaah atau warga Muhammadiyah. Dengan demikian MEBP ataupun KLL akan mendapatkan profit share dan PDM akan mendapatkan royalty dari peredaran Produk di Daerahnya. Sehingga ini bisa menjadi tambahan pendapatan untuk mengembangkan dakwah di daerahnya masing-masing mengingat potensi warga jama’ah Muhammadiyah yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Jika disetiap PCM/PCA diasumsikan ada penjualan 1000 set BodywashMU, ShampooMU dan PastaMU setiap bulan, maka PCM/PCA lewat MEBP ataupun KLL akan dapat pembagian keuntungan Rp 15.000.000 setiap bulan atau Rp.180,000,000 setahun. PDM akan mendapatkan Rp.1000 untuk setiap produk yang terdistribusi ke Jama’ah atau warga Muhammadiyah dari PT. Sang Surya Bersinar tanpa mengurangi profit di setiap PCM /PCA. Sebagaimana disampaikan Syinta Brata Ketua LAZISMU PDM Sleman kepada Arief Hartanto dari MPI PDM Sleman pada Ahad 6 Mei 2024 bahwa semangat pemberdayaan ekonomi ini dengan Motto “Belanja Sekaligus Beramal” dengan Tagline “ Dari Umat Oleh Umat Untuk Umat” dan spirit “Menjaga Ekonomi Umat”, kami ingin agar jihad ekonomi ini mendapat support atau dukungan dari kalangan Warga Muhammadiyah. Untuk info lebih lanjut bisa kontak : Ustadz Sumadi 08121547943. Reportase Syinta Brata S.SI  LAZISMU PDM Sleman Editor Arief Hartanto SE MPI PDM Sleman

Loading

Upaya Melenturkan Dakwah Muhammadiyah yang Berkemajuan di PCM Kalasan Dengan Diplomasi Makanan

Kalasan, Pdmsleman.Or.Id Sabtu, 4 Mei 2024 PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Kapanewon Kalasan menggelar Pengajian Akbar sekaligus Syawalan bertempat di Lapangan Bayen, Purwomartani, Kalasan, tepatnya di depan SMP Muhammadiyah 2 Kalasan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh segenap Forkompim Kalasan (Panewu, Danramil, dan Kapolsek), PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kabupaten Sleman, jajaran pengurus PCM, PCA, PRM, PRA, Kepala dan segenap jajaran AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) di Kalasan, baik tingkat PAUD, SD Muhammadiyah, SMP Muh, SMA/SMK Muhammadiyah, Wali Murid, dan warga/ simpatisan  Muhammadiyah Kapanewon Kalasan. Pengajian Akbar yang dimulai pkl. 05.45 itu menghadirkan ustadz kondang yang juga Dosen Fak Kedokteran Hewan UGM, drh. H. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D. Ustadz Agung memaparkan bahwa dakwah Islam hendaknya peka dan menyentuh kebutuhan dasar umat. Di tengah-tengah kondisi meroketnya harga kebutuhan pokok, terutama pangan, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi adalah soal makan. Karena itu, dakwah Muhammadiyah hendaknya menyasar pada upaya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yaitu persoalan makan. Ustadz Agung menegaskan bahwa diplomasi makan merupakan gerakan dakwah yang mendesak dilakukan agar memberi kenyamanan dan kesejahteraan umat. Gerakan dakwah yang cenderung menakut-nakuti umat, selalu menyalahkan dengan ancaman haram dan neraka tidak relevan dengan kebutuhan umat. Kepemimpinan dalam persyarikatan Muhammadiyah itu bersifat kolugium, otaknya banyak sehingga seharusnya lentur, tidak kaku. Muhammadiyah hendaknya tampil dan berada di garis depan dalam melakukan gerakan dakwah yang solutif, lentur, dan tidak kaku. Salah satunya adalah Gerakan Diplomasi Makan, yaitu gerakan dakwah yang membantu pemenuhan kebutuhan makan umat. Contoh sederhana yang merupakan praktik baik umat, misalnya membayar zakat fitrah dengan beras yang disertai telor, mie, atau bahan makanan lain agar masyarakat miskin sebagai penerima zakat menerima beras dan lauknya untuk keperluan makan. Praktik baik lainnya misalnya, kajian bakda Subuh yang dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama, Jumat berkah selepas Sholat Jumat disediakan makan siang, Gerakan ATM Beras, yakni penyediaan beras dan sembako lain bagi masyarakat miskin yang membutuhkan. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar makan tersebut, umat akan merasa aman dan nyaman dalam beribadah. Ustadz Agung juga mengingatkan perlunya mewaspadai tipu daya syetan yang senantiasa akan membelokkan niat  baik umat, sebagaimana dia telah melakukan tipu daya kepada Adam dan Hawa sehingga Adam tergelincir ke dalam godaannya hingga terusir dari surga dan diturunkan ke dunia, terpisah dari istrinya, Hawa. Syetan akan selalu menempel dan menjerumuskan setiap amal baik manusia. Akan tetapi, bagi orang yang beriman dan bertawakal, tipu daya syetan itu tidak akan berpengaruh, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat An-Nahl: 99, yang artinya Sungguh setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakan kepada Alloh.  Hendaknya kita tutup rapat-rapat pintu-pintu masuk pengaruh setan terhadap ibadah kita, antara lain: pintu amarah, putus asa, cinta dunia, dan makan atau minum secara berlebihan. Sementara itu, Ketua PCM Kalasan, H. Sunandar, S.Psi., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PCM Kalasan berkomitmen untuk menguatkan misi Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan. Oleh karena itu, beliau berharap seluruh komponen PCM, PRM, PCA, PRA, dan jajaran AUM hendaknya saling berkolaborasi  untuk menguatkan gerakan dakwah yang lebih baik. Salah satu gerakan yang dirintis PCM Kalasan adalah gerakan berbelanja sambil bershodaqoh, bermitra dengan PT SSB (Sang Surya Bersinar) Kalasan. Dengan berbelanja produk SSB, umat akan mendapatkan produk terbaik, sekaligus bershodaqoh untuk membiayai gerakan dakwah melalui PCM Kalasan. PRM dan PCM di seluruh Indonesia yang berminat untuk mendistribusikan, sekaligus sebagai kegiatan pemberdayaan ekonomi umat akan mendapatkan sharing dana dari laba hasil penjualan yang bisa digunakan untuk membiayai gerakan dakwah Muhammadiyah di wilayahnya. Untuk komunikasi lebih lanjut terhadap produk ini, Anda bisa menghubungi Pak Agus dengan melalui nomor HP 0819 3172 0528. (Sarno R Sudibyo, MPI PCM Kalasan)

Loading

Syawalan dan Halal Bil Halal (PRM), (PRA), dan AMM Wonokerto II Turi

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA), dan AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) Wonokerto II menggelar acara Syawalan dan Halal Bil Halal pada hari Sabtu, 4 Mei 2024 pada waktu ba’da Isya di Masjid As Sholeh Dusun Garongan Kembang, Wonokerto, Turi, Sleman. Acara tersebut dihadiri H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. selaku perwakilan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Yogyakarta. Dihadiri ratusan jama’ah yang berasal dari Mushola Al Hidayah Ledok Garongan Timur, Masjid As Sholeh Pusung, Masjid Al Huda Pojok, dan Mushola Al Hidaya Projayan, acara tersebut berlangsung dengan lancar dan kepanitian kegiatan sangat rapih yang pelaksanaannya dilakukan sepenuhnya oleh seluruh AMM Wonokerto II. Menurut Anton Kurniawan,S.Farm., Apt. selaku Pembina/penggerak AMM dan juga Sekertaris PRM Wonokerto II, “ keterlibatan langsung pemuda-pemudi dalam acara tersebut sangat penting dikarenakan selain mendidik kader muda-mudi Muhammadiyah, masih banyak program-program PRM dan PRA Wonokerto II yang membutuhkan kepiawaian dan kelincahan generasi milenial untuk menunjang operasional maupun menghidupkan semangat muda saat Ramadhan di bulan berikutnya”. Acara tersebut dibuka oleh dua pembawa acara yaitu sdr. Tofa dan Triatmojo yang terlihat piawai di depan publik karena pemuda tersebut saat Ramadhan maupun di hari-hari biasa sudah terbiasa membawakan kultum di mushola maupun masjid. Acara diawali dengan Sambutan oleh Drs. Suwanto selaku perwakilan PRM Muhammadiyah Wonokerto II, dilanjutkan pembacaan tilawah ayat suci Alquran QS. Ali ‘imran 133 dari AMM Wonokerto II pula. H. Muhammad Isnawan, SE., MPH. berpesan kepada jamaah untuk terus menjaga keistiqomahan untuk terus beribadah bukan hanya di bulan Ramadhan saja akan tetapi juga di bulan-bulan berikutnya. “ Menurutnya, Istiqomah dengan bilangan yang sedikit namun stabil itu lebih baik daripada hanya sekali dengen bilangan banyak namun tak nampak lagi atau berhenti” imbuhnya. Pengalamannya sebagai direktur di RS. PKU Yogyakarta berpesan jika kita mengkalkulasikan nikmat kesehatan, tentunya Allah SWT telah berfirman secara berulang-ulang dalam surat Ar Rahman: فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ Artinya: Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. Ayat ini diulang 31x di dalam surat tersebut dengan maksud sindiran Allah SWT kepada kita untuk bisa bersyukur atas nikmat yang tidak terhitung tersebut. Jika nikmat kesehatan dianalogikan selayaknya pasien yang sakit dan membutuhkan Oksigen (O2) beserta perawatan secara intensif di ICU, maka apabila pasien membutuhkan biaya perawatan rata-rata Rp 500.000 perhari termasuk kebutuhan Oksigen, maka pengeluaran per bulannya sudah mencapai Rp15.000.000. Pertanyaannya berapa nominalnya jika kita diberi hidup selama 60 tahun? Tanya beliau kepada jamaah. Artinya, apabila kita diberikan kesehatan dan nikmat atas gratisnya Oksigen (O2) Allah SWT, cara yang terbaik bagi kita adalah mensyukurinya. Bentuk Syukur itu harus kita wujudkan dengan bentuk amal sholeh diantaranya melakukan ibadah-ibadah wajib dan meningkatkan ibadah sunnah seperti puasa sunnah Syawal 6 hari, Senin dan Kamis, Daud, Ayyamul Bidh, dan Puasa 10 Assyura. Bentuk ibadah lainnya juga harus kita pelihara seperti pentingnya sholat berjamaah dan mengajak kebaikan dimulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Secara rasional, Ustad H. Muhammad Isnawan menegaskan jika kita sebagai umat Muslim menginginkan surga, maka mulai sekarang harus dipersiapkan. Selain menjelaskan pentingnya ibadah-ibadah tersebut, kita harus cerdas dalam menjalankannya. Artinya, butuh ilmu untuk mengetahui tatacara ataupun Fiqih dalam sholat, berpuasa, dan amalan-amalan lainnya agar ibadah kitab isa optimal dan tidak rugi waktu dan tenaga. Sebagai contoh, bacaan Basmallah sendiri jika dihitung pahalanya berjumlah 180, sangat rugi apabila kita melafalkannya dalam kondisi munfarid (sendiri). Di sinilah pentingnya sholat berjamaah di masjid yang pahalanya lebih banyak daripada sholat sendirian di rumah. Imbuhnya, terlebih lagi apabila surat yang dibaca dalam sholatnya Panjang maka berlipat-lipat pula pahala amalan sholat berjamaah kita. Pengajian tersebut berjalan dengan lancar meskipun jumlah peserta melebihi kapasitas masjid yang sudah disediakan. Panitia mengantisipasinya dengan menyediakan tenda tambahan apabila terjadi luapan peserta atau situasi hujan. Menurut Drs. Suwanto, Masjid ini inshaAllah akan direnovasi secepatnya di bulan ini karena selain dapat menampung jamaah gabungan yang lebih banyak dari Garongan Ledok, Pojok, dan Projayan dalam acara serupa, kita juga berupaya memaksimalkan untuk dapat memfasilitasi bukan hanya jamah kita sendiri saja, namun juga jamaah musafir ataupun kunjungan wisatawan dari Desa Wisata Garongan misalnya yang ingin mengikuti sholat jumat di masjid As Sholeh Garongan atau kajian Minggu Pagi yang dihadiri jamaah se Wonokerto. Syawalan dan halal bil halal yang pada hakikatnya adalah menjalin silaturahmi sesama muslim, sebagai bentuk ibadah “hablu minannas” sudah selayaknya kita harus pula berkomunikasi untuk mentransfer semangat ibadah-ibadah kepada muslim yang lain. Inilah esensi kepengurusan PRM/PRA Wonokerto II beserta Ortomnya untuk berkiprah lebih intensif dalam upaya peningkatan pelayanan jamaah masjid melalui program-programnya. Seluruh pengurus PRM dan PCA, beserta ortomnya saat ini ingin terus melakukan meningkatkan pelayanan terhadap jamaah khususnya di lingkup Wonokerto II bukan hanya sebatas acara seremonial seperti pengajian akbar, namun kita memfasilitasi pula sebagai contoh dalam pelaksanaan qurban, yaitu dengan program Tabungan Qurban. Dengan program tersebut jamaah bisa melakukan perencanaan qurban 1(satu) tahun sebelumnya dengan cara menabung setiap bulannya dengan nominal yang sudah ditetapkan. Hasil Tabungan Qurban tersebut kemudian diakumulasikan dan digabungkan dengan sohibul qurban lainnya untuk memenuhi pembelian hewan Qurban. Menurut Arwan Arifin, selaku pengurus PRM Wonokerto II yang puluhan tahun berkecimpung dalam pelaksanaan program-program PRM dan kegiatan masjid, evaluasi setelah pelaksanaan program itu penting bagi kami sebagai bentuk perbaikan yang terus-menerus untuk menyempurnakan dalam kegiatan berikutnya. Kaderisasi AMM ini juga perlu dilibatkan karena membawa dampak positif yang signifikan atas kelancaran pelaksanaan kegiatan PRM/PRA Wonokerto II. Dengan begitu semangat “fastabiqul qairat” bisa kita tanamkan pada pemuda-pemudi untuk lebih terarah. Reportase  H. Ahmad Khaorudin MBA  PRA Wonokerto 2, MPI PDM Sleman Editor  : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading