Pengajian Anggota Se-Cabang Tempel Dan Baksos, Peringatan Milad ‘Aisyiyah ke 107

Tempel, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Cabang Aisyiyah Kapanewon Tempel dalam rangka memperingati milad Aisyiyah yang ke-107 tahun dan agenda kajian rutin, pada Ahad Pon, 26 Mei 2024 M 17 Dzulqo’dah 1445. H menggelar serangkaian agenda di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Karanggawang, Mororejo yang dihadiri sekitgar 500 jama’ah. Menurut Ketua Banun Rohyatiningsih, S.Pd.SD didampingi Ervin Iswansyani S.Pd  Sekretaris “ dalam rangaka Milad “Aisyiyah ini juga diadakan pemeriksaan kesehatan, bazar dan penyerahan bantuan sosial dari Majelis Kesejahteraan sosial kepada perwakilan Ranting masing masing 5 orang dengan total sejumlah 45 paket bantuan”. Hal ini sejalan dengan tema “Memperkokoh dan Memperluas Dakwah Kemanusiaan Semesta”  yang jadi tema milad’Aisyiyah tahun ini yang ke 107.  Dalam sejarahnya  ‘Aisyiyah hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan serta akses bagi para perempuan untuk berkiprah di publik. Dra. Retno Endah Sawitri, M.Ag. dari Sekretaris PDA Slernan pada kesempatan itu menyampaikan  “perempuan sholihah salah satu cirinya adalah gemar tholabul Ilmi  dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan dan Insyaa Allah ini akan menjadi kunci dan jalan menuju syurga”. Hadir pula ketua PCM Tempel H. Syamsul Alam dan sejumlah undangan PRM dan tokoh masyarakat dalam kesempatan ini. Sebagaimana disampaikan Ervin Iswandayani kepada Arief Hartanto disela kegiatan berlangsung. Acara ini semakin meriah dengan diselingi grup paduan suara Aisyiah Mororejo “ Mentari Voice” dengan sajian nan merdu dan bermakna dengan nuansa Islami. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan murah dari Majelis kesehatan kerja sama dengan majelis  kesehatan Mororejo, bazar dari Majelis Ekonomi cabang dan Mororejo serta door prize sejumlah 80 buah untuk memeriahkan milad.  ‘Aisyiyah memainkan peran penting dalam penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan perempuan dan anak sebagai bentuk  nilai-nilai kemanusiaan dalam perspektif Islam yang Rahmatan Lil‘alamin.

Loading

Bekali Muballigh Prm Ambar Selatan Sleman Adakan Pelatihan Quranic Arabic

Gamping, Pdmsleman.Or.Id Selasa 14/05 ba’da isya’ bertempat di ruang kelas Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Green School Gamping Sleman Yogyakarta diadakan pelatihan peningkatan pemahaman Islamic Arabic Muballigh Muhammadiyah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut terlaksana atas kerjasama PRM Ambarketawang Selatan dengan ustadz Talqis Nurdianto, Lc. MA selaku dosen Pendidikan Bahasa Arab UMY yang tengah melakukan pengabdian masyarakat di Ambarketawang Selatan. Pelatihan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran PRM Ambarketawang Selatan beserta Majelis-majelis yang ada di dalamnya, Takmir Masjid dan Mushola yang berada di Ambarketawang Selatan dan Angkatan muda Muhammadiyah Ambarketawang. Selama 1,5 jam pelatihan nampak antusias peserta sangat tinggi dikarenakan materi yang diberikan adalah materi dasar materi yang baru didapat oleh para peserta dan sangat dekat akan kebutuhan masyarakat utamanya Muballigh Muhammadiyah saat ini. Kata dalam Al-Qur’an dapat dibedakan menjadi tiga kategori, antara lain isim (kata benda), fiil (kata kerja), dan huruf. Isim mempunyai empat properti yang bisa dibedakan, yakni status, jender, bilangan, dan tipe. Pada kegiatan ini diharapkan peserta dapat memahami keempat properti itu, sehingga dapat lebih paham akan makna suatu kata dalam Al-Qur’an. Sedangkan untuk fiil dan huruf tidak dibedakan menjadi empat properti tersebut. Narasumber memberikan contoh menentukan keempat properti isim pada beberapa kata di Al-Qur’an dan kemudian peserta diminta untuk menentukan juga dari beberapa kata dalam Al-Qur’an. Peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini dan menjadi lebih memahami tentang pemahaman kata dalam Al-Qur’an. Ustadz Talqis Nurdianto selaku pemateri menyampaikan dengan sangat detail, ” kami berusaha menggambarkan dengan sangat mudah dan memberikan contoh yang dekat dengan masyarakat sehingga feedback atas apa yang disampaikan dapat dipahami dan menjadikan antusias peserta lebih tinggi”. Selain itu peserta merasa pelatihan seperti ini penting dan berharap pelatihan ini bisa dilanjutkan ke materi-materi selanjutnya. Di akhir pelatihan ada dua penyerahan bantuan atau dana hibah yang pertama dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang diwakili oleh Ustadz Talqis  beserta tim yang menyerahkan bantuan pembelian barang dakwah digital kebutuhan ranting dengan jumlah nominal 3 juta rupiah dan yang kedua adalah bantuan sosial yang diberikan oleh SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Teruntuk Panti Asuhan Abu Dzar Al Ghifari yang terletak di Ambarketawang Selatan yang diberikan oleh sekolah kepada pihak Panti Asuhan yang diwakili oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan ZIS PRM Ambarketawang Selatan. Reporter: M. Falah dan Erico (Pimpinan Harian PRM Ambar Selatan). 0812 2920 2665 Editor Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Strategi di Balik Lezatnya Bisnis Hewan Kurban

Turi, Pdmsleman.Or.Id Oleh: H. Akhmad Khairudin, S.S., M.B.A. (Majelis Ekonomi PCM Turi) Idul Kurban atau Hari Raya Kurban merupakan salah satu hari raya besar dalam Islam yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam. Hari raya ini ditandai dengan pemotongan hewan kurban yang dilakukan oleh umat Muslim yang mampu. Dengan adanya momentum tersebut, terdapat fluktuasi yang signifikan antara permintaan hewan kurban dan ketersediaan hewan kurban mendekati hari raya tersebut. Secara makro, equilibrium pada mekanisme pasar hewan kurban dapat tercapai apabila jumlah ketersediaan hewan kurban sebanding dengan jumlah permintaan pada kondisi harga tertentu. Pada tahun 2022, terjadi kelangkaan ketersediaan sapi di Surabaya karena ancaman wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Kelangkaan ini bukan hanya disebabkan oleh banyaknya hewan ternak yang mati akibat wabah tersebut, tetapi juga karena ketatnya distribusi akibat isu PMK. Akibatnya, penjualan sapi di Kota Surabaya mengalami penurunan omzet mencapai 50% dan kenaikan harga sapi di daerah sekitar. Fenomena ini menjadi tantangan bagi peternak, penjual hewan, atau penyedia untuk menyeimbangkan ketersediaan menjelang Idul Adha. Pada tahun 2023, berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, terdapat ketersediaan hewan kurban mencapai 2,7 juta ekor. Ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha dapat dihitung melalui penghitungan jumlah hewan yang tersedia di pasar dan peternakan, proyeksi kebutuhan hewan kurban, dan ketersediaan berdasarkan jenis hewan. Melihat fenomena di atas dengan memperhatikan nilai permintaan (demand) dan ketersediaan (supply), bisnis sapi dan hewan kurban lainnya tampak sangat menggiurkan karena terjadi lonjakan permintaan pada musim kurban. Apakah hal tersebut cukup valid untuk terus bertahan bagi para peternak, blantik, atau penjual sapi untuk berkecimpung dalam bisnis tersebut, atau banyak peternak unggas yang akan beralih ke peternakan hewan kurban? Perlu strategi yang tepat untuk dapat berbisnis secara berkelanjutan. Analisis Struktur Industri Bisnis Hewan Kurban di Indonesia Menurut teori Porterian, yaitu Porter’s Five Forces atau Lima Pilar Porter, kerangka kerja ini digunakan untuk menganalisis tingkat persaingan dalam suatu industri dan membantu memahami struktur pasar. Berikut ini adalah implementasi Teori Porter dalam menganalisis struktur pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia: 1. Kekuatan Persaingan Antar Perusahaan (Rivalry Among Existing Competitors) Pasar hewan kurban, khususnya sapi di Indonesia, terdiri dari banyak peternak kecil hingga perusahaan besar yang menyediakan hewan kurban. Tingkat persaingan di pasar ini cukup tinggi, terutama menjelang Idul Kurban, di mana permintaan melonjak tajam. Harga dan kualitas hewan kurban menjadi faktor utama persaingan. Peternak dan penjual yang mampu menyediakan hewan dengan kualitas baik dan harga kompetitif cenderung lebih unggul dibandingkan yang hanya asal menyediakan hewan dan mematok harga di atas pasar. Agar lebih unggul, peternak dan penjual harus memahami harga sapi saat menjelang Idul Kurban, memberikan layanan tambahan seperti jasa antar, atau menyediakan jasa penyembelihan dan distribusi hewan kurban. 2. Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants) Masuknya pendatang baru ke pasar sapi dan hewan kurban relatif mudah karena tidak memerlukan modal besar untuk memulai peternakan kecil. Namun, beberapa faktor seperti skala ekonomi, reputasi, dan jaringan distribusi yang dimiliki oleh pemain lama bisa menjadi hambatan (barrier) bagi pendatang baru. Selain itu, regulasi pemerintah terkait kesehatan dan kesejahteraan hewan juga menjadi tantangan tersendiri. Pendatang baru biasanya terlalu emosional dalam penyediaan hewan kurban tanpa memahami regulasi dan mekanisme operasional di sekitarnya. Aspek teknis, strategi pemasaran, dan kekuatan finansial juga harus terukur agar dapat bersaing dengan aktor yang sudah lama bermain di dunia perdagangan ini. Seringkali peternak kalah taktik dengan blantik/penjual sapi karena tidak memahami penjualan dan buta terhadap kalkulasi finansial dan operasional. 3. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti (Threat of Substitute Products or Services) Ancaman dari produk pengganti (substitution) di pasar sapi dan hewan kurban relatif rendah karena hewan kurban memiliki nilai religius dan simbolis yang tidak dapat digantikan oleh produk lain. Namun, variasi jenis hewan kurban (kerbau, kambing, domba) dapat menjadi pilihan substitusi bagi konsumen, tergantung pada harga dan preferensi budaya. Di Kudus, Jawa Tengah misalnya, kerbau, kambing, dan domba lebih dominan daripada sapi. Artinya, tidak ada pengganti hewan kurban yang signifikan di pasaran sehingga tidak mengakibatkan sapi tergantikan dan berpengaruh langsung terhadap harga sapi. 4. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers) Pemasok utama di pasar ini adalah peternak yang menyediakan hewan kurban. Kekuatan tawar menawar pemasok tergantung pada jumlah peternak di suatu wilayah dan kemampuan mereka untuk mempengaruhi harga. Di daerah dengan banyak peternak, kekuatan tawar menawar pemasok cenderung rendah karena persaingan yang tinggi. Sebaliknya, di daerah dengan sedikit peternak, kekuatan tawar menawar bisa lebih tinggi. Di sinilah perusahaan transporter atau cargo dan pedagang sapi mendapat keuntungan dengan bermain di daerah yang memiliki ketersediaan rendah namun permintaan tinggi. Seperti di Kalimantan, misalnya, banyak hewan didatangkan dari Sulawesi guna memenuhi permintaan dan banyaknya orang yang mampu menunaikan kurban di daerah tersebut. 5. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Bargaining Power of Buyers) Pembeli dalam pasar sapi dan hewan kurban terdiri dari individu, kelompok masyarakat, dan organisasi ketakmiran masjid. Kekuatan tawar menawar pembeli meningkat menjelang Idul Kurban karena banyaknya pilihan hewan kurban yang tersedia. Pembeli cenderung memilih hewan berdasarkan kualitas, harga, dan layanan tambahan seperti pengiriman dan penyembelihan. Pembeli yang membeli dalam jumlah besar, seperti masjid atau lembaga amal, memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih besar dibandingkan pembeli individu. Seharusnya dengan adanya segmentasi konsumen tersebut, penjual harus lebih sensitif terhadap pembeli. Menjual dengan institusi atau organisasi yang notabene melakukan pembelian secara kolektif akan berpengaruh terhadap kenaikan omzet daripada pembeli individu. Pebisnis harus memahami bagaimana memberikan pelayanan lebih dengan mengorientasikan kepada kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Dengan begitu, kekuatan besar yang dimiliki para pembeli untuk memilih dagangan dan penyedia tidak akan mudah beralih ke lain hati. Implementasi dalam Analisis Struktur Pasar Sapi dan Hewan Kurban di Indonesia Pengimplementasian Teori Porter dalam analisis pasar sapi dan hewan kurban di Indonesia, terdapat beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu: Mengumpulkan data mengenai jumlah peternak, volume penjualan, harga hewan kurban, dan tren permintaan selama beberapa tahun terakhir. Dengan begitu, tidak hanya data permintaan dan supply yang dapat diketahui, tetapi juga dapat melakukan estimasi berdasarkan referensi demografi pula. Mengidentifikasi pemain utama di pasar, strategi yang digunakan, dan tingkat persaingan. Sebagaimana berlayar di lautan bisnis, ukuran kapal kita dan ukuran serta jumlah kapal lainnya harus terukur. Dengan kapal yang …

Loading

BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan”

Ngaglik.Pdmsleman.Or.Id Bidang Pendidikan dan KaderisasiPimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ngaglik, Sleman Mempersembahkan BEDAH KARYA PENELITIAN KADER MUDA MUHAMMADIYAH NGAGLIK“Konsep Pendidikan Berkemajuan K.H. Ahmad Dahlan” Penulis & Pemateri:Iqbal Algifari, M.Pd.(Anggota Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) Host:Ari Wibowo, S.H.I., S.H., M.H.(Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PCPM Ngaglik) 📝 Catat ya waktunya… 🗓️ Hari : Rabu🏷️ Tgl. : 15 Mei 2024⏰ Jam : 19.30 – 21.00 WIB💻 Media : Zoom Meeting Link : https://uii.zoom.us/j/91503606099?pwd=V0NOdktVY2x3TUMwM21GQ3dhZnZqZz09 Meeting ID : 915 0360 6099Passcode : 570631 billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat

Loading