NYICIL AYEM

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 3). Praktis, saya tidak mendapatkan apa apa selama acara Bimtek Saksi di SMK Muhammadiyah 1 Sleman itu. Ups, ada ding. Di sana, saya kenal dengan salah satu tim IT DPD. Namanya : Nur Khoirudin. Lebih dikenal dengan nama : EnK@. Mas EnKa lah yang memasukkan saya dalam group tim TPD DPD SQ Sleman. Suatu saat, lewat Group itu, saya mendapatkan undangan. Untuk mengikuti Bimtek lagi. Acara berlangsung di Aula PDM Sleman. Bimtek yang kedua ini lebih difokuskan ke Bimtek Bagian IT. Dalam undangan disebutkan : harap mengutus 1 tenaga IT yang nanti akan memback up IT di TPC masing masing. Saya mencoba berfikir keras. Siapa kira kira tenaga IT yang bisa dikirim ke Aula PDM Sleman. Saya mencoba mencari sosok yang tepat. Lama berfikir. Belum juga menemukan nama yang tepat. Alternatif terakhir, kalau nanti mentok sudah tidak ada nama, saya harus siap untuk mewakili ke PDM. Kendati kemampuan IT saya jauh dari mencukupi. Otak liar saya masih berputar. Tiba-tiba, terbersit sebuah nama. Orang yang sangat saya kenal. Karena begitu dekatnya dengan saya. Namanya : Raihan Widya Ahmad. Ia adalah anak kedua saya. “Ahh…semoga saja cocok”, batin saya. Setelah saya dekati, akhirnya, ia bersedia. Tapi, ia minta ditemani ke PDM. Karena takut merasa terasing. Maka, kami berdua berangkat ke PDM. Yang menyampaikan bimtek, saya sudah kenal : Mas EnKa. Ternyata, bimteknya sama persis dengan bimtek yang pertama itu. Nampak, Raihan langsung bisa mengikuti bimteknya. Alhamdulillah, “nyicil ayem”. Selepas bimtek kedua, saya lebih intens berkontak dengan Mas EnKa. Lewat Mas EmKalah saya mulai dan mencoba membaca. Apa dan bagaimana strategi pemenangan Tim SQ ini. Suatu saat, Mas EnKa meminta semua koordinator TPC SQ untuk mengirim data saksi Syauqi. Yang akan menjaga semua TPS di masing masing Cabang. Segera saya mencari info : berapa jumlah TPS di Minggir. Ternyata jumlahnya 117 TPS. Jadi, saya butuh 117 orang saksi. “Hmmm, pekerjaan yang tidak ringan ini”, pikir saya. Saya berkoordinasi dengan tim koordinator TPC SQ. Ketua TPC akhirnya memutuskan untuk mengadakan rapat koordinasi. Yang diikuti oleh Tim TPC SQ, perwakilan PCA, ketua PRM, ketua PRA, sekoci Aisyiyah, LazisMu dan beberapa relawan. Dalam kesempatan tersebut, saya menyampaikan progres terkait perkembangan TPD Syauqi di Daerah dan Wilayah. Saya sampaikan bahwa tahap pertama kita harus mencari calon saksi Syauqi untuk berjaga di semua TPS yang ada di Minggir. Pak Ketua TPC langsung merespon. Beliau segera meminta ketua PRM se Minggir untuk mengirimkan sejumlah nama calon saksi, sesuai dengan jumlah TPS di masing masing wilayahnya. Dalam rapat koordinasi tersebut didapati bahwa ternyata Ibu Ibu Aisyiyah juga sudah mulai bergerak. Mereka mulai gerilya ke jamaah masing masing. Tapi, sayangnya gerakan itu masih sporadisBelum terkoordinir. Oleh karena itu, saya meminta kepada Mas Antok agar semua yang hadir pada pertemuan rakor itu untuk dibuatkan group WA tersendiri. “Lho, kan wis tak gawekke group. Kuwi lho, Group Tim TPC DPD SQ Minggir 2024. Njenengan rak ya wis mlebu group kuwi. Mengko, njenengan sisan tak dadekke Admin”, kata Mas Antok. “O ngono ya. Oke. Tak tunggu”, balas saya. Setahap demi setahap, langkah demi langkah, TPC SQ Minggir sudah mulai bisa berkoordinasi. Sampai tahap ini, pekerjaan sudah mulai terasa menantang. Saya menemui beragam temuan. Kondisi di ranting yang satu, berbeda dengan ranting yang lain. Ada ranting yang langsung cepat merespon dan memberi jawaban. Ada pula ranting yang lambat memberi jawaban. Ternyata semua itu tergantung juga dari kondisi ranting masing masing. Ada ranting yang hanya punya 13 TPS. Dan ada pula ranting yang punya 33 TPS. Pelan tapi pasti, TPC SQ Minggir sudah mulai mendapat kiriman nama calon saksi. Namanya dikirim via WA. Formatnya : Nama : nomer WA : no TPS : Alamat TPS. Simple sekali. Yang dari Sendangmulyo, Pak Nur Hidayat, menuliskan nama mana saksi pada secarik kertas. Lalu difoto. Kemudian dikirimkan ke saya melalui WA. Tidak butuh waktu lama, akhirnya semua TPS di Minggir sudah terisi nama calon saksi Syauqi. Alhamdulillah, nyicil ayem.(*) Minggir, 20 Februari 2024.Di sela rintik hujan Uwik DS.

Loading

BANDA NEKAD

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 2) Awalnya, saya babar blas nggak paham. Saya belum pernah sekalipun terlibat dalam urusan kepanitiaan dalam pemilihan umum. Ups, salah ding. Pernah jadi panitia KPPS di TPS 02 di dusun saya, Jetis Depok, Sendangsari, Minggir. Itu sudah lama sekali. Mungkin 10 atau 15 tahun lalu, saya lupa. Sekian tahun kemudian … Bertempat di Masjid Al Umar Parakan Wetan. Ketika itu ada acara Pengukuhan Pengurus dan anggota Majelis PCM Minggir. Selepas acara, bertiga (pak Ngadimin, saya dan Mas Antok), kami ngobrol sambil menunggu selesai totalnya acara. “Ini kita diamanahi pimpinan PDM, untuk segera membentuk TPC (Tim Pemenangan Cabang) DPD Syauqi”, kata pak Ngadimin. “Mangga kita langsung saja pilih dan tentukan”, sambungnya. Akhirnya, langsung ditentukan. TPC Syauqi Minggir, ketuanya : H. Ngadimin, S.Pd. M.Pd. Sekretaris : M. Sugiyanto dan Bendahara : Dwi Sumartono. Maka, dikirimkanlah ketiga nama tersebut ke TPD Sleman. Di atas namakan koordinator TPC SQ Minggir. Belakangan, terjadi pergeseran tugas. Bendahara dipegang Mas Antok. Dan saya, lebih fokus ke administrasi dan kesekretariatan. Beberapa pekan kemudian, TPD meminta perwakilan TPC SQ Minggir untuk mengirim 3 nama sebagai wakil untuk dijadikan saksi SQ. Mas Antok mengirimkan 3 nama : Saya, Fajarudin dan Jemingin. Beberapa hari kemudian, ada undangan dari TPD untuk mengikuti Bimtek Saksi. Bertempat di SMK Muhammadiyah 1 Sleman. Yang bisa hadir : hanya saya seorang. Fajarudin tidak bisa datang. Bersamaan ada kegiatan. Jemingin juga ada kegiatan. Mantenan. Di undangan dituliskan : sebaiknya saksi membawa laptop. Masalahnya, saya gak punya lap top. Pun, waktu itu HP saya juga rusak. Lengkaplah sudah. Apakah saya mundur ? No way ! Pantang ! Bonek !. Saya pinjam HP nya istri saya. Sampai di lokasi, saya clingak ckinguk. Sama sekali tak ada yang saya kenal. Pas giliran bimtek, semua mulai mengeluarkan bawaannya. Lap top dan HP. Ternyata, HP yang saya bawa memorinya terbatas. Tidak bisa untuk menginstal aplikasi Relawan Syauqi. Akhirnya, ya sudah. Saya hanya duduk manis. Sambil bolak balik menyeruput kopi panas. Habis segelas, tambah lagi. Demikian seterusnya. Sampai selesai acara. Esok harinya, ketika ketemu mas Antok. “Piye hasile bimtek wingi ?”, tanyanya. “Panas tur legi. Mantab”, jawab saya. ” Lhah ! …. Apane sing legi ?”, sergahnya. “Kopine !” “Piye ta ?” “Lha bimteknya pakai HP. Atau lap top. HP ku rusak. HP ne bojoku memorine ora mencukupi. Dadi ya ming meneng wae aku “, jelas saya. Salahe milih aku. Wong jelas aku ora nduwe HP. Malah dikon melu Bimtek”. Ancen bonek tenan arek iku. Minggir, 19 Februari 2024. pukul 12.06 WIB. Bertepatan dg selesainya Rekap Suara di Aula Kecamatan Minggir. (Uwik DS)

Loading

Segar Ala Musela

Sleman, PDMSleman.Or.Id Dalam rangka Milad 76 SMP Muhammadiyah 1 Sleman (Musela), mengadakan jalan sehat yang merupakan puncak dari serangkaian kegiatan yang diadakan di sekolah. Acara jalan sehat yang berpusat di lapangan olahraga SMP Muhammadiyah 1 Sleman ini mencetak tiket sebanyak 4.000 dan dihadiri sebanyak 3.500 peserta dengan rute 3 Km pada Ahad 18 Februari 2024. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo sekaligus melakukan pelepasan peserta jalan sehat. Dalam sambutannya menyampaikan “selamat milad ke – 76 untuk SMP Muhammadiyah 1 Sleman, semoga tambah berkemajuan dan senantiasa mencetak lulusan–lulusan yang berprestasi dan bertaqwa dan menghimbau masyarakat umum untuk jangan ragu menitipkan anak di SMP Muhammadiyah 1 Sleman karena terbukti banyak lulusan yang dapat dipertanggungjawabkan keagamaannya”. Kustini juga menghimbau untuk warga Sleman bangga menggunakan produk dalam negeri terutama batik Parijoto. Hadir dalam acara tersebut Panewu Anom Kapanewon Sleman, PCM Sleman, Kepala Dukuh Panggeran, Kepala Sekolah SMK/SMA dan SD/MI mitra sekolah, dan seluruh guru, karyawan, peserta didik, wali murid, serta masyarakat umum. Tampak terbersit kegembiraan dan antusias peserta jalan sehat saat MC Devitri Rahmawati dan Irvan Yanuar Arifin mulai membagikan doorprize mulai dari  mesin cuci, televisi, kipas angin, mejikom, dan alat elektronik lainnya serta doorprize utama yaitu sepeda motor Yamaha. Dalam sambutannya kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Sleman Bapak Amin Darojat, S.Pd.I menyampaikan “ dengan slogan “Musela Langkung Sae“ SMP Muhammadiyah 1 Sleman senantiasa melakukan perubahan – perubahan agar tetap menjadi sekolah yang mumpuni dalam mendidik siswa – siswa. “ Alhamdulillah acara jalan sehat ini dapat dilaksanakan dengan baik dan dimeriahkan oleh Damara de dan Fafa Vadesta. Kontributor : Wahyu Jati P  SMP Musela Editor : Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan PCNA Turi Periode 2022-2026

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pengukuhan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Turi digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi pada Ahad  18 Februari 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Turi, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sleman, Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Turi, Mahasiswa UAD serta AUM seKapanewon Turi. Acara pelantikan ini diikuti oleh seluruh calon kepengurusan PCNA Turi yang telah disusun oleh formatur. Perwakilan dari PDNA Sleman yakni Mafrudlatun Nikmah, S.Pd selaku ketua 2 PDNA Sleman dan Meita Fitrianawati, M.Pd. selaku  ketua departeman PITD, secara resmi mengukuhkan seluruh anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Turi dengan terlebih dahulu melakukan pembacaan surat keputusan pengukuhan. Dalam hal ini ditetapkan Dyah Harumming Kinanthi S.IP.,M.A. sebagai ketua Umum, Desy Dwi Susanti, S. Pd. Sebagai Sekretaris Umum, Erni Wulandari sebagai Bendahara Umum, dan para ketua departemen beserta jajaran anggotanya sebagai Struktural dalam PCNA Turi periode 2022-2026. “ Terdapat harapan besar seluruh anggota yang terganti dapat mengembangkan kreatifitas dan inovasi untuk kemaslahatan umat khususnya untuk generasi muda di Kapanewon Turi” kata Dyah selaku ketua. Keanggotaan PCNA Turi periode 2022-2026 yang dikukuhkan saat ini terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu. Kepengurusan kali ini diharapkan dapat bertumbuh kembang dengan lebih baik, berkolaborasi dengan lebih mesra, menjalin komunikasi yang lebih baik lagi, sehingga dari segala keilmuan yang PCNA Turi saat ini miliki dalam saling bekerjasama dan bertukar informasi, saling bantu membantu, ingat mengingatkan untuk mencapai tujuan bersama. Setelah kegiatan pengukuhan selesai dijalankan dilanjutkan dengan serah Terima jabatan dari pengurus terdahulu. Besar harapan semoga para pengurus PCNA Turi periode 2022-2026 dapat mengemban amanah ini dengan baik dan kedepannya akan mengedepankan persatuan dan kekompakan. Ketua PCNA Turi periode sebelumnya Miftahul Janah, S. Pd. Menyampaikan , “ Alhamdulillah kami telah menyelesaikan amanah dan tugas dengan apik, sebelum kegiatan pengukuhan ini dilaksanakan telahmelakukan Laporan Pertanggung Jawaban selama periode yang diemban”. Acara dilanjutkan dengan pembahasan setiap departemen untuk menyusun program kerja selama periode mendatang baik meliputi proker jangka panjang maupun jangka  pendek. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama yang disponsori penuh oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Turi. Reportase  Miftahul Janah, S. Pd. Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

MARWAH

Catatan kecil. (Spesial SQ bagian 1)Seorang saksi TPS tiba-tiba mengangkat tangan. Dia, seorang ibu muda. “Pak Dwi. Dari penjelasan njenengan tadi, berarti kami juga harus ikut kampanye nggih ?, tanyanya. “Ya betul Ibu. Nanti semua saksi Syauqi akan dibekali dengan 1 berkas DPT (Data Pemilih Tetap) sesuai TPS nya masing masing. Dari DPT itu nanti Njenengan bisa membacanya. Memilih dan kemudian memilah. Kira kira mana yang berpotensi untuk memilih Syauqi”, jelas saya. “Golek tiyang pinten niku Pak ?”, tanya seorang Bapak. “Minggir niku angsal target 5.300 suara. Dibagi 117 TPS. Dados rata rata per TPS niku = 45 suara. Dibulatkan 50 suara”, sambung saya. ” Waduh. Abot niku Pak Dwi !”, sergah Bapak tadi. “Lha kok saget abot Pak ?”, tanya saya. “Lha wong kampunge kula niku kathah sing mboten kenal Muhammadiyah je”, jelasnya. “Tenang mawon Pak. Sami nggen kula. Kampunge kula niku 90 % penduduke Katholik. Tapi, kula yakin Insha Allah angsal. Bismillah”, jelas saya. “Tapi Pak, biasanya orang orang itu akan bertanya : ana amplope ora ? Duwite pira ?”, sergah Ibu yang pertama tadi. “Nggih leres niku Pak”, tambah yang lain. Untuk beberapa saat, saya sempat tercekat. Tapi kemudian, “Sampai sejauh ini, kami di TPC SQ Minggir belum bisa menjawab hal tersebut nggih Bu”, jelas saya. Saya lalu mempersilakan Bapak Ketua TPC SQ Minggir untuk memberikan penjelasan. Pak H. Ngadimin dengan lugas lalu berkata : “Ibu bapak, Mbak dan Mas saksi Syauqi semua. Bismillah, kita niatkan semua ini sebagai ibadah karena Allah SWT. Dan ini adalah ikhtiar kita sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah. Ini adalah jihad Muhammadiyah”, terangnya. “Kita ini mengajak untuk mencari wakil kita. Wakil dari Muhammadiyah untuk duduk di DPD RI. Dan kita tidak pakai amplop ataupun duit”, jelas pak Ketua. “Bilang saja terus terang. Kalau ada yang tanya : endi amplope ? Atau, pira duite ?. Jawab saja : ora ana amplope. Ora ana duite”, sambungnya. “Saya kembali mengingatkan. Bahwa amplop itu adalah termasuk suap. Dalam ajaran agama kita, yang menyuap dan yang menerima suap nanti sama sama masuk neraka”, pungkasnya. “Begitu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?” tanya pak ketua. Sejenak ruangan hening. Saya menangkap ada nuansa ragu di antara mereka. “Bapak Ibu, Mas Mbak. Anda semua gak perlu bimbang. Njenengan sedaya pede mawon”, jelas saya. “Kula yakin. Panjenengan sedaya niki rak nggih asline Minggir ta nggih ?. Lahir, alit, ageng, ngantos sak niki rak nggih teng Minggir ta. Dados panjenengan sedaya tamtu sampun kenal kalih tangga kiwa tengene. Njenengan mestine saget metani si A, si B, si C dan seterusnya”, jelas saya. “Lha nanti kalau tidak ada amplopnya, terus senjata kita apa Pak Dwi ?”, tanya seorang pemudi. “Begini. “Pertama”, Anda semua nanti akan kami beri berkas DPT, sesuai TPS masing masing. “Kedua”, Anda akan disangoni Alat Peraga Kampanye (APK). Bentuknya : kalender, stiker, fotonya Pak Syauqi dan ada beberapa yang lain. Nanti APK itu bisa Anda bawa. Lalu kasihkan ke orang orang yang dijadikan target”, jelas saya. “APK itu boleh Anda bawa. Stok APK sangat cukup untuk kebutuhan Anda semua. Jadi Anda tidak usah ragu nggih Bapak Ibu, Mas Mbak ?”, tanya saya. Tiba tiba, seorang Ibu perwakilan dari Aisyiyah mengangkat tangan. ” Insha Allah nanti sekoci Aisyiah juga akan ambil peran Pak Dwi. Dan perlu diketahui dari sekian banyak saksi Syauqi ini beberapa adalah juga Tim Sekoci Aisyiyah. Jadi nanti kita akan bantu untuk kampanye ke jamaah kita”, jelasnya. “Matur nuwun sanget Ibu. Atas bantuan dan dukungannya”, jelas saya.* Itu adalah gambaran suasana sebelum bimtek saksi Syauqi di Wisma Ngloji, sepekan sebelum Pemilu. Alhamdulillah. Di saat saat yang genting, selalu saja ada jalan keluar. Di banyak kesempatan, peran Ibu memang tidak bisa dianggap kecil. Barangkali, perannya tidak nampak. Tapi keberadaanya sungguh dirasakan. Inilah ikhtiar kita bersama. Untuk menunjukkan Marwah Muhammadiyah.(*) Minggir, 18 Februari 2024.Uwik DS.

Loading

Pemimpin dalam Islam

Nur Rohman سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُوْنِيْ وَكِيْلًاۗ Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya matahari tak pernah ditahan untuk seorang manusia pun, selain untuk Yusya’ di hari ketika ia hendak menaklukan Baitul Maqdis”. [H.r. Ahmad]. Setalah kita pelajari, Yusa’ merupakan murid dari nabi Musa As. Namanya adalah Yusya’ bin Nun bin Ifrosun bin Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim As. Ia melanjutkan perjuangan Nabi Musa dan Nabi Harun As dalam pembebasan Baitul Maqdis dari kelompok dzalim. Waktu itu, peperangan tidak bisa terelakkan, dan peperangan pun terjadi. Tepatnya hari jum’at, kita tahu bahwa Yusa’ bin Nun dan pengikutnya berasal dari Bani Israil, maka sesuai syariat yang diturnkan melalui Nabi Musa As, Bani Isral diperintahkan untuk berhenti beraktivas pada hari sabat (Sabtu). Karena peperangan yang tidak kunjung berakhir, maka dipastikan bahwa pasukan Yusya’ bin Nun akan kalah. Hingga waktu Ahsar pun tiba, lalu Yusya’ bin Nun berkata kepada Matahari. ‘Hai matahari, engkau tengah menjalankan tugasmu dan aku pun sedang menjalankan tugas dari Allah. Maka, wahai Tuhanku, hentikanlah matahari!’ Dan matahari pun berhenti sejenak hingga Allah mengaruniakan kemenangan kepadanya.” [H.r. Muslim] Terdapat beberapa hal yang perlu kita ketahui dari pembentukan pasukan Yusya’ bin Nun dalam pembebasan Baitul Maqdis. Di sana terdapat tiga syarat utama untuk menjadi pasukan Yusya’ bin Nun. Ini kita ambilkan dari H. r. Muslim: Salah satu dari nabi telah melakukan perang suci. Ia berkata kepada kaumnya: “ Barangsiapa yang telah menikahi seorang perempuan dan berkehendak untuk bercampur dengannya namun belum terlaksana; lalu mereka yang sedang membangun rumah namun belum menegakkan atap rumahnya; juga mereka yang telah membeli kambing-kambing dan unta-unta yang hamil dan menunggu kelahirannya, mereka itu tidak akan ikut (untuk berperang) bersamaku.” [H.r. Muslim] Dapat kita petik pelajaran dari keempat hadits dan kitab Ibnu Kathir serta kitab as-Sa’di, bahwa untuk mendapatkkan sesuatu yang besar hati kita tidak boleh tertawan pada kecintaan hidup di dunia. Hal ini juga terbukti dari banyak sejarah, salah satunya adalah pembebasan Konstantinopel oleh Muhammad Al-Fatih. Rasulullah SAW bersabda: “Konstaninopel itu pasti dibebaskan, sebaik-baik pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya.” [H.r. Bukhari] Konstantinopel itu merupakan kota yang luar biasa. Kota ini di ujung pulau dikelilingi tiga sisi lautan; selat Bosphorus, laut Marmara, dan selat Tanduk. Daratannya, dikelilingi oleh dinding yang tingginya 30 meter, lebarnya 9 meter, dan dilindungi parit sepanjang 7 meter. Begitu luar biasanya Konstaninopel ini, hingga Napoleon Bonaparte -seorang pemimpin militer dan kaisar Prancis- pernah mengatakan; “Andaikata dunia ini merupakan suatu negara, maka Konstaninopel inilah yang layak menjadi ibukotanya. Banyak pemimpin yang mendengar hadits Rasulullah di awal, maka banyak pemimpin yang tergoda untuk membebaskan Konstantinopel dan membawa Islam masuk ke Konstaninopel. Tercatat dalam sejarah, Sulaiman bin Abdul Malik gagal, Abu Ayub al-Anshari gagal, Harun al-Rasyid gagal, Sultan Yazid I gagal, dan Sultan Murad II gagal. Lalu lahirlah seorang anak, namanya Muhammad. Dia mengazamkan dalam hatinya, bahwa dia ingin membebaskan Konstaninopel. Dia kumpulkan 40.000 anak untuk dilatih ilmu fisik, agama, dan perang dalam upaya penaklukan konstantinopel. Untuk meruntuhkan dinding Konstantinopel, dia menciptakan sebuah senjata yang mampu melemparkan sebuah peluru yang beratnya 700 kg. 21 tahun dia menjadi pemimpin negara Islam waktu itu. Ketika dia menjadi khalifah, tahun 1453, Muhammad al-Fatih membawa 250.000an pasukan dan 400 kapal perang di usianya yang masih 21 tahun untuk membebaskan Konstantinopel. Dari sebelah Barat, Selatan, Utara pasukan Muhammad al-Fatih harus melawan pasukan darat dan laut Konstantinopel. 14 hari perang tidak ada tanda-tanda kemenangan, kemudian sebagian dari pasukannya berkata: “Sudahlah Muhammad al-Fatih, kita menyerah saja, kita pulang saja, dan kita serang di lain waktu”. Namun apakah Muhammad al-fatih menyerah? Tidak. Jadi, kunci pertahanan Konstantinopel itu karena lautannya dikelilingi oleh rantai, sehingga kapal-kapal Muhammad al-Fatih tidak bisa melewatinya. Apa yang dilakukan oleh pemuda usia 21 tahun ini? Muhammad al-Fatih memerintahkan pasukannya untuk memindahkan 70 kapal perang dari selat Borphorus menuju selat Tanduk melalui gunung Galatai yang panjangnya 3 mil. Jadi bayangkan! 70 kapal perang ditarik dengan tenaga manusia, menaiki sebuah gunung dalam waktu satu malam, hingga Umar Ostuna dalam kitabnya Ustmani Tarikhi mengatakan: “Kalian tidak pernah melihat, dan tidak pernah mendengar sesuatu yang luar biasa seperti ini. Muhammad al-Fatih telah membuat bumi menjadi lautan, dan dia telah menyeberangkan kapal-kapalnya di puncak gunung sebagai pengganti gelombang lautan. Sungguh, kehebatannya jauh melebihi apa yang dilakukan Alexander Agung. 29 Mei 1453, akhirnya takbir pun membahana dilangit Konstantinopel. Kesokan harinya, Muhammad al-Fatih mengumpulkan pasukannya untuk persiapan sholat Jum’at. Salah satu sholat Jum’at yang panjang panjang dalam sejarah, 6 KM. Dia ingin memilih pasukan terbaik untuk menjadi imam sholat. Dia meminta seluruh pasukannya untuk berdiri, kemudian bertanya; “wahai pasukanku, siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat wajib semenjak akil baligh silahkan duduk.” Tidak satu pun pasukannya duduk. Pertanyaan kedua; ”wahai pasukanku siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat rawatib semenjak akil baligh silahkan duduk.” Sebagian pasukannya mulai duduk. Dan pertanyaan terakhir: ”wahai pasukanku siapa di antara kalian yang pernah meninggalkan sholat malam semenjak akil baligh silahkan duduk.” Seluruh pasukan duduk, kecuali Muhammad al-Fatih. Tidak sulit bagi Allah untuk memenangkan pemimpin sebelumnya, tapi mengapa Allah memilih Muhammad al-Fatih? Mungkin Allah ingin menunjukan kepada kita, dulu pernah hidup seorang pemuda, yang dia menjaga kedekatannya dengan Allah. Dan dia membuktikan Q.S Muhammad ayat 7. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ Semoga pelajaran dari dua sosok di atas menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT dan memberikan gambaran bagaimana seharusnya kita membekali generasi kita dan juga generasi selanjutnya. Penulis Nur Rohman, Guru produktif SMKMUH2Turi Peserta DIklat Jurnalistik MPI 2024

Loading

Aisyiyah Minggir, Membangun Organisasi Perempuan Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan Melalui Pelatihan Administrasi

Minggir, Pdmsleman.Or.Id Organisasi Aisyiyah, yang dikenal sebagai sebuah wadah perempuan berkemajuan, menegaskan tekadnya untuk menggerakkan organisasi melalui berbagai kegiatan sesuai dengan hasil musyawarah program Rapat kerja. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menggelar Pelatihan Administrasi Organisasi untuk Mewujudkan Risalah Perempuan Berkemajuan pada hari Jumat, 28 Rajab 1445 H, bertepatan dengan 9 Februari 2024, di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Hj. Ras Haryani, dalam laporan panitia, menyatakan bahwa “ acara ini diikuti oleh 52 anggota pimpinan dari cabang dan ranting. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar anggota memahami tata aturan yang berlaku dalam organisasi Aisyiyah dan mengimplementasikannya dalam kegiatan organisasi”. Selanjutnya, Hj. Hanik Rosyada M.Pd Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sleman, memberikan motivasi kepada peserta bahwa anggota pimpinan Aisyiyah memiliki tugas dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui laporan. “ Mari kira bersama-sama membangun frekuensi dan persepsi yang sama dalam menjalankan administrasi organisasi sebagai salah satu indikator dari keteraturan organisasi”. Atika Nalattamma, wakil sekretaris Aisyiyah Sleman, menjelaskan secara rinci materi Kesekretariatan, termasuk tata aturan persuratan, logo, stempel, pengkodean, dan pengarsipan. Sementara itu, Dwi Putriyanti, Bendahara Aisyiyah Sleman, memaparkan materi Keuangan dengan cermat, termasuk contoh lembar keuangan dan cara membukukan serta melaporkan keuangan harian, bulanan, dan tahunan. Peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi, sehingga dialog dan interaksi berlangsung aktif hingga menjelang waktu Dhuhur. Kontributor  Hj. Hanik R M.Pd, PDA Sleman  Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Gebyar Milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Dan Strategi Memperkenalkan Sekolah Secara Luas

Tempel, Pdmsleman.Or.id Kamis, 8 Februari 2024 yang merupakan puncak acara milad SMK Muhammadiyah 1 Tempel dan bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diselenggarakan beberapa kegiatan di sekolah. Dihadiri oleh 250 tamu undangan dari berbagai kalangan di sekitar lingkungan SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Acara diawali dengan pengajian Akbar oleh Drh. H Agung Budiyanto MP. Ph. D, Dosen S1 Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada. Disampaikan oleh ustad Agung, “kalau ingin menjadi orang sukses, harus punya mimpi, cita-cita, motivasi, serta yang paling penting yaitu doa restu orang tua,” Pada pra acara juga disampaikan pentasyarufan dana bantuan kepada siswa kurang mampu di SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Salah satu program terbaik sekolah yaitu one day one coin, dimana setiap pagi siswa mengumpulkan koin untuk nantinya setiap tahunnya ditasyarufkan kembali kepada siswa. “Jangan sepelekan sedikitnya koin yang dikumpulkan, lama lama akan banyak dan menjadi bantuan untuk mereka yang membutuhkan,” jelas Ahmad Maftuhin, S.H.I, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Selanjutnya diadakan bazar 80 paket sembako murah dengan sasaran wali murid SMK Muhammadiyah 1 Tempel serta warga sekitar. Yang menarik dari kegiatan ini, diadakan juga market day oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 1 Tempel. Siswa siswi mempraktekkan langsung hasil dari kelas kewirausahaan yang dipelajari setiap hari Jum’at dengan menghasilkan produk untuk dijual kepada seluruh pengunjung acara hari ini. SMK Muhammadiyah 1 Tempel dengan 4 program keahlian (Perkantoran, Akuntansi, Tata Busana, dan Perhotelan) saat ini membuka pendaftaran Peserta Didik Baru dalam Gelombang Istimewa, dimana siswa siswi kelas IX SMP yang mendaftar sampai dengan tanggal 23 Februari 2023 akan mendapatkan potongan biaya sebesar 4.2 juta rupiah. Kontributor : Errista Dewanti, S. Pd. SMK Muhammadiyah 1 Tempel Peserta Pelatihan Jurnaistik MPI PDM Sleman 2024 Editor  : Arief Hartanto, MPI PDM Sleman Info PPDB : 1. 0811-2650-222 (admin) 2. link pendaftaran: bit.ly/mutemsa_ppdb2024

Loading

Pelatihan Jurnalistik: Bekal Menghadapi Perubahan Era Literasi Menuju Digitalisasi

Sleman, Pdmsleman.Or.Id Majelis Pustaka dan Informasi atau MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman menggelar pelatihan jurnalistik pada Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan pelatihan bertempat di Aula PDM Sleman yang menjadi satu area dengan gedung RS PKU Muhammadiyah Sleman. Para peserta yang hadir merupakan perwakilan dari SD, SMP, maupun instansi Muhammadiyah lainnya. Kegiatan dibuka dengan launching novel karya H. Ashari, S.IP yang berjudul “Rembulan di atas Bukit Khayangan”. Menariknya, novel tersebut dijadikan sebagai doorprize bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari materi pelatihan. Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan dua pemateri yang sudah ahli di bidangnya. Sebagai pemateri pertama ada Fajar Dwi Putra, S.PT., M.Si, selaku Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta yang menyampaikan materi tentang ‘Kuatnya Arus Informasi dan Dasar-dasar Jurnalistik Berkemajuan’. Konsep mundur ke depan yang diadaptasi dari Jepang menjadi pembuka pada pelatihan jurnalistik berkemajuan 2024. “Jurnalistik adalah kegiatan yang terdiri dari berpikir, aktivitas, dan evaluasi,” paparnya ketika menerangkan pengertian jurnalistik kepada para peserta. Selain itu, juga mengajak para peserta untuk aktif. Tak jarang melontarkan pertanyaan dan beberapa peserta pun saling menimpali jawaban. Termasuk memberikan praktik langsung untuk menulis naskah menggunakan pointer, sehingga lebih terstruktur dan runtut dalam menulisnya. Ada tiga jenis berita yang dibedakan berdasarkan sifat dan jam tayangnya. Pertama, Hard News merupakan berita yang bersifat keras dan harus segera tayang. Kedua, Straight News berupa berita yang sifatnya berdasarkan waktu dan update karena jika tidak segera dipublikasi, maka beritanya menjadi basi. Ketiga, Soft News yang bersifat informatif dan bisa tayang kapan saja. Kegiatan jurnalistik tak lagi hanya berupa naskah cetak seperti koran. Namun, telah berkembang dalam bentuk tulisan di media online seperti website. Untuk itu, kode etik jurnalistik tetap harus diperhatikan dalam menulis naskah. Lanjut sebagai pemateri kedua, Mu’arif, S.Pd.I., M.Pd., selaku anggota MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah/ Manager Pusat Data, Penelitian, dan Jurnal Suara Muhammadiyah. Beliau memaparkan materi yang bertema ‘Membentuk Opini Melalui Media Web’. Sebagai pembuka, menampilkan jurnal video Trik Menulis di Website. Memasuki perubahan literasi ke digitalisasi tidak bisa dipungkiri masyarakat lebih dominan pada sumber berita yang disajikan dalam bentuk video. Hal itu ditandai dengan kemunculan kreator konten yang semakin bertambah jumlahnya. Tak hanya itu, media online yang update menyajikan berita di kanal YouTube pun banyak dinantikan. Artinya, perubahan perilaku masyarakat ini mengajak pegiat literasi untuk lebih kreatif dan menyajikan tampilan website yang disertai dengan video agar lebih menarik. Sebagai penutup dalam pelatihan jurnalistik, poin penting dalam menulis naskah/ berita adalah menerapkan kaidah Search Engine Optimization (SEO). Sebuah tulisan yang memperhatikan aturan ini, maka akan lebih besar membuka peluang kanal website berada di laman pertama mesin pencari Google. *YS* Kontributor: Yunia Susanti, S.T.P dari SMP MBS Sleman Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Tingkatkan Syiar Melalui Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan

Sleman, Pdmsleman.or.Id Sabtu 3 Pebruari 2024 MPI PDM ( Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah ) Sleman bertempat di Aula gedung PDM Sleman menggelar Pelatihan Jurnalistik Berkemajuan. Awal kegiatan yang inovatif untuk majlis di PDM Sleman yang baru saja melaksanakan Rakerpim bulan Januari 2024 di SD M Condongcatur. Pelatihan Jurnalisrik Berkemajuan dilaksanakan atas Kerja sama MPI PDM Sleman dengan TIM PKM UAD yang di ketua oleh Sutipyo R., S.Ag., M.Si. Acara ini mendapat respon positif dari ORTOM dan AUM  terbukti diikuti oleh sekitar 75 peserta. Nara sumber dari pelatihan ini juga expert sesuai bidang yang dikaji. Fajar Dwi Putra,S.PT, M.Psi dari UAD menggelorakan semangat Kuatnya Arus Informasi dan  Dasar Jurnalistik, Muarif,S.Pd.I,  M.Pd membedah upaya untuk Membentuk Opini melalui Media. Pelatihan secara resmi di buka oleh Eko Sumardianto, M.Pd selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sleman. Setelah resmi dibuka dilanjutkan dengan launching buku Rembulan diatas Bukit Kahyangan karya H. Ashari, M.Pd pendidik aktif dari SMP Muhammadiyah Turi. H.Surahmat, M.Pd selaku ketua Majlis Pendidikan PDM berharap “ acara ini menginspirasi peserta untuk menggiatkan Literasi setiap hari. Saling memotivasi untuk gemar menulis dan kegiatan di lembaga pendidikan di wilayah Sleman saatnya untuk dipublikasikan” Kontributor   : Hj. Hanik Rosyada M.Pd  PDA Sleman

Loading