Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah PDM Sleman “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Launching Muhammadiyah Sleman Expo #1  (MSE #1)  

‎ Sleman, Pdmsleman.Or.id Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 pada Selasa, 18 November, di Sleman City Hall angkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Acara berlangsung meriah dihadiri ratusan Pengurus PDM, Cabang, Ranting, Organisasi otonom dan Amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dengan rangkaian kegiatan, penampilan seni, serta peluncuran program Muhammadiyah Sleman Expo #1 (MSE #1) . ‎‎Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam sambutannya menegaskan kembali prinsip dasar gerakan Muhammadiyah.“Aqidah Muhammadiyah tauhid menuju akhirat serta menekankan pentingnya pemurnian akidah dan penguatan spiritualitas di tengah dinamika masyarakat”. ‎‎Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan. Ia menyebut Muhammadiyah telah berperan nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, dakwah, sosial, dan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Sleman. ‎‎‎‎Rangkaian acara juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dan budaya, antara lain Tari Saman dari SMA Muhammadiyah 1 Sleman, pembacaan puisi oleh siswa SD Muhammadiyah Sleman, tilawah dari santri MBS Prambanan, penampilan paduan suara Gita Aisyiyah Sleman, serta atraksi dari Padepokan Tapak Suci. ‎‎Pada momen tersebut, PDM Sleman resmi meluncurkan Muhammadiyah Sleman Expo (MSE) #1, yang akan digelar pada 9-11 Januari 2026 di Sleman City Hall. Expo ini menjadi bagian dari rangkaian Milad Muhammadiyah dan bertujuan memperkuat sinergi gerakan ekonomi, sosial, dan dakwah serta lebih memperkenalkan Muhammadiyah khususnya di Muhammadiyah Sleman. ‎‎ Acara dilanjutkan dengan Penyerahan Piagam Penghargaan dalam dua kategori utama: pengembangan amal usaha dan pemberdayaan cabang serta ranting. Penerima Penghargaan Kategori Pengembangan Amal Usaha: Penerima Penghargaan Kategori Pemberdayaan Cabang dan Ranting Terbaik: Penyerahan penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras di tingkat bawah yang menjadi vital bagi kelangsungan persyarikatan. H. Cahyono, S.Ag, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, dalam tausiyahnya menekankan bahwa “  pentingnya penguatan ideologi persyarikatan di tengah derasnya arus informasi dan  mengajak hadirin untuk bersyukur atas usia Muhammadiyah yang semakin matang di 113 tahun adalah sebuah angka yang membuktikan kekuatan dan daya tahan persyarikatan dan Muhammadiyah tidak menunjukkan tanda-tanda surut, melainkan terus berkembang, bertambah kuat, dan memberikan manfaat yang semakin luas”. ‎ ‎Rep  Totok Yudho P  Sekretariat Kantor PDM Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Peran MDMC DIY dan FORPAM Sleman Siapkan Dukungan Kesehatan dan Ambulans Antisipasi Pergerakan Massa 1 September 2025

Yogyakarta,  Pdmsleman.or.Id Menyambut aksi damai yang direncanakan berlangsung pada tanggal 1 September 2025, berbagai pihak di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan koordinasi intensif untuk mengantisipasi pergerakan massa. Salah satunya adalah rapat posko dukungan kesehatan yang digelar di kantor Dinas Kesehatan DIY pada 31 Agustus 2025, pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC/  Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) DIY) diminta menyiapkan tim kesehatan yang siap siaga selama aksi berlangsung. Menurut Fauzi salah satu pengurus MDMC menyampaikan dalam rapat tersebut, “MDMC diminta menyiapkan tim kesehatan dengan peran strategis, termasuk rumah sakit rujukan di wilayah kota, Bantul, dan Sleman, serta tim evakuasi dan EMT (Emergency Medical Team) yang lengkap dengan obat-obatan,” ujarnya. Sedangkan Rumah sakit rujukan yang disiapkan meliputi PKU Kota, PKU Gamping, PKU Bantul, dan PKU Sleman. Selain itu, MDMC juga menyiapkan 10 armada ambulans dan 10 personil pengendali operasi posko induk yang berlokasi di Kepatihan. Pos kesehatan akan didirikan di tiga titik strategis, yaitu Hotel Garuda, Hotel Ibis, dan Kepatihan. Apel petugas dijadwalkan pukul 08.00 WIB di Kepatihan. Seluruh kegiatan posko dukungan ini berada di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan Dinkes DIY. Untuk mengoptimalkan koordinasi, Demit SAR Muh selaku koordinator tim MDMC ditunjuk secara resmi. Selain itu, rapat koordinasi juga melibatkan FORPAM Sleman, Ambulancemu, dan MPKU. FORPAM Sleman bertanggung jawab menyiapkan personil dan armada ambulans untuk standby di Polresta Sleman dan sebagai backup di Kepatihan serta DPRD DIY. “Penanggung jawab FORPAM Sleman adalah Darojat NA, dengan Sigit Y sebagai koordinator lapangan,” jelas Komandan FORPAM Sleman, H. Darojat. FORPAM Sleman menginstruksikan seluruh titik layanan (TL) ambulans di Sleman untuk mengikuti arahan dari MDMC PWM DIY dan berkumpul di Puskesmas Sleman bersama Dinkes Sleman. Apel bersama akan dilaksanakan pukul 07.00 WIB di Masjid Gede Sleman. Jalur komunikasi pergerakan TL akan dikoordinasikan  oleh koordinator lapangan. Dalam edaran resmi yang diterima redaksi, FORPAM Sleman menegaskan lima hal mendasar yang harus dipatuhi oleh seluruh petugas ambulans selama bertugas, yaitu Memakai dan membawa identitas diri seperti KTP, SIM, serta seragam FORPAM biru atau identitas TL, mengikuti arahan dari MDMC PWM, posko, kepolisian, dan TNI, menggunakan alat pelindung diri (APD) standar, termasuk helm, sepatu, celana panjang non-jeans, baju panjang, masker, kacamata, dan sarung tangan, membawa logistik dan perbekalan pribadi yang cukup serta memastikan kondisi armada dalam keadaan prima dan siap bertugas. Sigit Gita, korlap Ambulanmu Sleman, menambahkan, “Kami berkomitmen untuk bergerak satu komando dan siap memberikan pelayanan kesehatan serta evakuasi cepat selama aksi berlangsung. Keselamatan peserta aksi dan petugas menjadi prioritas utama kami.” Koordinasi yang matang antara MDMC, FORPAM Sleman, Dinkes DIY, dan BPBD DIY ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi pergerakan massa yang diperkirakan akan berlangsung damai namun tetap membutuhkan pengamanan dan dukungan medis yang optimal. Alhamdulillah antisipasi atas pergerakan massa kali ini tidak ada insiden yang berdampak dan dengan kesiapan yang terorganisir dan sinergi antar lembaga, aksi damai 1 September 2025 di DIY diharapkan berjalan lancar dan aman. #JagaJogja  #Jogjaaman #Aksidamai #JogjaIstimewa #MDMCDIY #Forpam #AmbulanMU

Loading

Stadium General Sekolah Ideologi Muhammadiyah PWM DIY di UAD Yogyakarta, Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan

Yogyakarta, Pdmsleman.Or.id Senin, 11 Agustus 2025 bertempat di Amphitarium Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Rektor UAD Yogyakarta digelar Stadium  General Sekolah Ideologi Muhammadiyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini bertujuan untuk membentuk kader-kader Muhammadiyah yang militan dan tercerahkan dengan mengangat tema “ Dari kelas ke Gerakan :Ideologi Sebagai penjaga Arah Gerak Persyarikatan”. Prof. Dr. Muchlas, M.T. Rektor UAD menyampaikan  dalam sambutan, “ Kegiatan ini dalam rangka membentuk kader kader persyarikatan tentu kami sangat mendukung untuk mengawal persyarikatan Muhammadiyah. Treatment secara formal mungkin Sekolah ideologi angkatan pertama  hendaknya terus dikembangkan tidak hanya bagi kepala sekolah tapi untuk diaspora di Muhammadiyah di masa yang akan datang”. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. juga menyampaikan bahwa “ sekolah Ideologi ini kita upayakan dengan kesungguhan agar kepemimpinan Muhammadiyah di DI Yogyakarta bisa diupayakan meningkat. Selain upaya Yogyakarta sebagai mercusuar Muhammadiyah tetapi juga dalam kuantitas meningkat”. Sekolah Ideologi ini sebagai penguat pilar dan peneguh di Muhammadiyah, angkatan pertama ini sebagai pilot projek yang tidak boleh gagal. Setahun kedepan diharapkan memiliki perwira perwira yang akan menjaga aspek aspek kualitas tapi juga kuantitas. Dengan DPT di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sekitar 400 ribu saja yang ke Muhammadiyah dan masih terus diperjuangkan dan mewujud dalam kehidupan. Maka representasi harus lebih banyak kuantitas. Mampu menghadirkan sosok kader satu tahun kedepan bahwa alumni nanti memiliki kader yang berkarakter kemajuan dan memiliki wajah bagi 5 daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta. “Kepada Prof Haedar Nashir kita punya harapan yang lebih karena beliau tidak hanya dikenal di tingkat nasional tetapi juga internasional. Terimakasih kepada UAD Yogyakarta, kepada MPKSDI atau Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumberdaya Insani PWM Daerah Istimewa Yogyakarta” Prof. Dr. Haedar Nashir sebagai keynote speecs dalam sekolah Ideologi Muhammadiyah ini menyampaikan  beberapa hal diantaranya bahwa “ sekolah Ideologi Muhammadiyah ini tidak hanya penting tetapi sangat penting. Ideologi itu suatu cita-cita dan strategi untuk mencapainya. Didalamnya ada system”. Hal pertama, faham agama,  yakni faham keislaman yakni konstruksi nilai, ajaran yang akan kita amalkan dalam kehidupan. Tarjih memformulasikan agama sebagai suatu pedoman yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai petunjuk untuk keselamatan dunia dan akhirat. Muhammadiyah merespon dinnul Islam bukan hanya sebagai perintah dan larangan tetapi sebagai irsyaddah. Berarti pelajari secara luas Al Quran dan hadist. Pelajari di Tarjih Muhammadiyah dan Tafsir At Tanwir. Sehingga banyak pimpinan Muhammadiyah hanya belajar hitam dan putih saja. Orang Muhammadiyah dalam memahami dengan pendekatan bayanni atau verbal, tarjih memahami tidak hanya satu pendekatan tetapi dengan bayanni, burhani dan irfani. Secara lengkap bisa dipelajari dan dicermati dalam putusan-putusan tarjih Muhammadiyah. Sehingga lahirlah Islam berkemajuan, bukan sebagai mahzab tetapi perspektif atau pandangan keislaman.  Pungkas Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si Dalam stadium general ini disematkan jas bagi peserta Sekolah Ideologi Muhammadiyah angkatan pertama oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Ikhwan Ahada, S.Ag, M.A. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah serta ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Serta dihadiri oleh rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah atau Unisa Yogyakarta serta ratusan undangan perwakilan dari PDM, PDA, serta kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rep  H. Wahdan Ariffudin S.Pd  KS SMPM 2 Godean Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Tryout dan Baksos SMP Muhammadiyah 2 Godean

Godean, Pdmsleman.Or.Id Sabtu Pagi yang cerah 22 Februari 2025 di kampus SMP Muhammadiyah 2 Godean yang beralamat di Sembuh Lor Sidomulyo Godean Sleman telah sukses dan lancar digelar kegiatan pengabdian masyarakat dan sukses SPMB (SistemPenerimaan Murid Baru) 2025 berupa Tryout dan Bakti Sosial. Acara Tryout diikuti oleh 521 siswa kelas 6 SD/MI se Sleman Barat dan sekitarnya.Adapun peringkat tertinggi diraih dengan skor 89, 44 atas nama Surya Prasetya Kusuma Aryanta dari SD N Susukan Margokaton Seyegan. Dalam acara bakti sosial diserahkan secara simbolis kepada 3 orang perwakilan orang tua didampingi siswa dari 27 orang tua/wali kelas 6 yang mendapat undangan khusus untuk menerima paket baksos. Acara digelar mulai jam 07.00 sampai jelang Adzan Dzuhur. Dengan rangkaian setelah siswa mengerjakan soal tryout berbasis literasi numerasi dilanjutkan pentas unjuk siswa dan gelar karya P5 yang menampilkan kreasi cukup menarik yakni kreasi pakaian yang terbuat dari bahan plastik bungkus aneka warna dikombinasi bahan lain yang cukup mendapat aplaous dari hadirin siswa dan orang tua kelas 6 SD/MI, Ditampilkan juga praktek kewirausahaan dari masing-masing perwakilan kelas 7, 8 dan 9 yang menjual produk berbagai olahan dan minuman sehat. Menurut ketua Panitia Khalida Puspita, S.Pd peserta terdiri dari 521 siswa kelas 6 SD/MI melampaui target yang ditetapkan yakni 500. Acara full doorprize dan juga uang pembinaan, sertifikat dan piala bagi 3 peringkat terbaik tryout serta hadiah utama berupa TV dan 2 sepeda. Selanjutnya dalam sambutan Wahdan Arifudin, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan terima kasih atas kerjasama segenap pihak baik guru karyawan, siswa, orang tua, komite sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Godean dan Majelis Dikdasmen dan PNF serta para sponsor yang turut mendukung acara ini. “Ini adalah ajang pengabdian masyarakat terutama bagi siswa SD/MI untuk mengasah dan melatih kemampuan soal berbasis literasi numerasi. Selain itu juga dikemas dengan baksos berupa pemberian paket baksos untuk 27 perwakilan orang tua siswa kelas 6 SD/MI. Semoga dengan sinergi semua pihak dapat bermanfaat bagi kita semua dan mendapat ridho Allah dalam mengemban amanah di sekolah SMP Muhammadiyah 2 Godean ini”. Dalam sambutan ketua PCM Godean Haris Darmawan menyampaikan petikan Surat An Nisa ayat 9, Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. “Bekal yang penting dari kita adalah membekali dengan ilmu. Menjadi tanggung jawab kita adalah membekali bersama-sama anak-anak kita ke depan harus lebih baik. Masa depan bukan soal duniawi tapi ukhrowi untuk menyiapkan masa depan untuk keselamatan akhirat. Karena anak sholih yang mendoakan orang tua itulah yang penting. Untuk itu melalui SMP Muhammadiyah 2 Godean sebagai solusi untuk mendidik anak-anak menjadi sholih dan sholihah bahkan di sekolah ini ada siswa yang sudah hafal juz 30 dan baru saja di wisuda oleh PDM Sleman belum lama ini”. Haris Darmawan mengajak untuk jangan meninggalkan generasi yang lemah serta dengan bakti sosial inipun menjadi sesuatu yang seiring dengan ghiroh Muhammadiyah untuk selalu berbagi dan bertaawun.” pungkasnya “Sukses untuk SMP Muhammadiyah 2 Godean dan barokah selalu. Aamiin. Pengirim : Humas SMP Muhammadiyah 2 Godean Editor Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Profil PRM Wonokerto 2 -Penilaian PRM Wonokerto 2 Turi Oleh Tim Asesor LPCRPM PWM DIY

Turi, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Wonokerto 2 Turi menyambut kunjungan Tim Asesor LPCRPM PWM DIY pada Ahad, 01 September 2024. Tim Asesor yang hadir terdiri dari Rahmad Khairul dari LPCRPM PMW DIY, Dwi Bagus Irawan dari MPKS PWM DIY, dan Afia Nuriska dari PWA DIY yang akan melakukan penilaian Ranting Unggul tahun 2024. Penilaian Cabang dan Ranting unggul merupakan upaya untuk memastikan bahwa semua Cabang dan Ranting memiliki dokumentasi yang lengkap dan akurat, sehingga dapat memudahkan penilaian dan evaluasi di masa depan. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars ‘Aisyiyah. Dilanjutkan dengan sambutan, pemaparan profil PRM Wonokerto 2 dan pemeriksaan borang dengan kriteria penilaian meliputi aspek organisasi, administrasi, fisik, pelaksanaan program dan portofolio/ pilot project. Selain aspek tersebut, turut dinilai program yang diunggulkan atau keunikan dari sebuah Ranting yang dapat ditiru, dimodifikasi atau diterapkan di Ranting-Ranting lain. Sarno, Ketua PRM Wonokerto 2, menyampaikan bahwa “ bersyukur bahwa PRM Wonokerto 2 diajukan menjadi salah satu Ranting yang dinilai serta berharap adanya penilaian dapat mengetahui sejauh mana tingkat kesesuaian Ranting dengan kaidah Persyarikatan”.   Hal tersebut diamini oleh Rahmad Khairul selaku perwakilan dari Tim Asesor, yang menyampaikan bahwa “ adanya berbagai macam persiapan administrasi dan dokumentasi tidak hanya dilakukan untuk menghadapi penilaian Ranting Unggul atau hanya untuk mencari juara dan lebih dari itu adalah untuk menyesuaikan dengan kaidah Persyarikatan kemudian menerapkannya secara berkelanjutan” tutupnya. Reportase Anton Kurniawan PRM Wonokerto 2 Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman

Loading

Wakaf Uang Dan Wakaf Melalui Uang

Pakem, Pdmsleman.Or.Id Wakaf uang adalah perbuatan mewakafkan harta berupa uang yang disetorkan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang. (LKS-PWU) dimana dananya tetap di bank sebagai dana abadi. Uang tersebut dikembangkan oleh Bank (bersama Nadzir) dan hasilnya yang ditasharufkan untuk kemaslahatan umat baik bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun sosial. “ Disamping itu, ada juga nomenklatur wakaf melalui uang, dimana seseorang mewakafkan uang kepada Nadzir untuk langsung dimanfaatkan untuk keperluan wakaf, seperti pembelian tanah, pembelian material untuk bangunan dan semacamnya yang bersifat jangka panjang” . Hal tersebut disampaikan oleh R. Agung Nugraha ketika mensosialisasikan platform WAKAFMU, salah satu program Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Sleman dalam rangkaian kunsiroh bertempat di SMP Muhammadiyah Pakem. Untuk memasifkan WAKAFMU tersebut, pada kesempatan ini secara simbolis diserahkan poster peraga sosialisasi oleh PDM Sleman kepada tiga cabang. PDM Sleman melaksanakan Kunjungan Silaturahmi (Kunsiroh) pada tanggal 31 Agustus 2024 dengan sasaran dan audien PCM Pakem, PCM Ngaglik dan PCM Turi lengkap dengan organisasi otonom dan Amal Usaha yang ada di tiga cabang tersebut.  Sebagai pemateri, H. Nasirun, selaku wakil ketua PDM yang membidangi Majelis Pendayagunaan Wakaf, LazisMu dan LPCRM, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kunjungan ke 6 dari tujuh putaran yang direncanakan. Titik tekan yang disampakan antara lain : Optimalisasi dan penguatan Cabang, ranting dan ortom,  Pengamanan asset wakaf Muhammadiyah termasuk masjid Muhammadiyah didalamnya, Pengadaan tanah dan pembangunan gedung PDM, Pembentukan Korp Muballigh Mujammadiyah di setiap cabang, Sikap Muhammadiyah Sleman terkait maraknya Minuman keras, hingga posisi Muhammadiyah Sleman dalam Pemilihan Kepala Daerah. Reportase  (RAN) Editor  Arief Hartanto MPI PDM SLeman

Loading

Muhammadiyah Ranting UGM Siap Gelar Pengukuhan

Depok, Pdmsleman.Or.Id Pimpinan Ranting Muhammadiyah Universitas Gadjah Mada (PRM UGM) bersiap untuk segera dibentuk dan dikukuhkan. Hal ini merupakan respon cepat setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Pendirian PRM UGM dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman pada Ahad (25/8). Diterbitkannya SK ini tentunya sangat disyukuri oleh PRM UGM sendiri, mengingat panjangnya proses yang dilalui agar PRM UGM dapat berdiri. Maka, tak butuh waktu lama bagi PRM UGM untuk segera konsolidasi internal maupun dengan pihak-pihak lain, terutama di lingkungan Muhammadiyah Salah satunya dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Depok, Sleman, pada Rabu (28/8). Pada pertemuan ini, perwakilan PRM UGM mendiskusikan banyak hal terkait persiapan pengukuhan yang akan dilaksanakan segera. “Langkah pertama kami konsolidasi organisasi, tentu dengan melengkapi struktur kepengurusan dan menambahkan anggota yang selama ini sebenarnya sudah ada di UGM melalui grup WA, tapi belum ada wadah secara resmi,” kata Sekretaris Embrio PRM UGM, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D. PRM UGM juga sudah menyusun rencana-rencana program yang akan dikonsultasikan terlebih dahulu untuk dapat dijalankan. Namun, di luar itu, misi besar dari dibentuknya PRM UGM adalah bagaimana Muhammadiyah ini bisa punya nama secara formal di UGM. “Karena kita tahu UGM ini punya potensi yang besar untuk kemajuan bangsa maupun umat. Banyak (dosen dan tendik kader Muhammadiyah) yang dari UGM bisa memajukan Muhammadiyah sekaligus umat,” ujar Nurhadi. Ke depannya, jika sudah resmi berdiri, PRM UGM mewacanakan anggota dari representasi 20 fakultas di UGM. Selain dosen dan tendik, PRM UGM juga mengakomodasi semua mahasiswa di UGM, sehingga diharapkan bisa sekitar 40 orang yang masuk dalam pimpinan. Kemudian, Ketua PCM Depok, H. M. Ichsan, M.M. turut menyambut gembira bangga atas berdirinya PRM UGM yang ditandai dengan terbitnya SK Pendirian dari PDM Sleman. “Selanjutnya, kami berharap untuk acara pengukuhan ini nanti bisa semakin semarak dan juga setelah pengukuhan, tentunya akan dilanjutkan dengan rapat kerja menyusun program-program sesuai dengan apa yang sudah disepakati,” kata Ichsan. Ichsan juga berharap setelah PRM UGM berdiri, akan berlanjut pendirian Ranting Muhammadiyah berbasis Perguruan Tinggi Negeri lainnya, seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), UIN Sunan Kalijaga, dan lain-lain. “Tentunya dari PRM UGM, mudah-mudahan untuk universitas-universitas yang lain segera bisa menyusul berdirinya PRM, seperti UNY dan UIN Sunan Kalijaga,” harap Ichsan. Pendirian PRM UGM ini merupakan bagian dari program LPCR PM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yaitu pembentukan ranting berbasis komunitas. Hal ini ditujukan untuk memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah sampai kepada komunitas – komunitas masyarakat.

Loading

PDM -PDA Sleman terima Kunjungan silaturahim  PDM-PDA Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

Sleman, Pdmsleman.Or.D Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kab Sleman bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman pada Jum’at 9 Agustus 2024 menerima kunjungan silaturahim Pimpinan Daerah Muhammadiyah – ‘Aisyiyah Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Sebanyak 25 orang terdiri dari PDM/A Tanah Bumbu beserta Ketua PCM/PCA, Majelis Dikdasmen, dan perwakilan guru SD, SMP, dan SMK di PDM Tanah Bumbu. Kegiatan ini dalam rangka studi inspirasi untuk menggerakkan dakwah melalui pendidikan di Tanah Bumbu. PDM Sleman diwakili Wakil Ketua PDM Sleman Drs H.Sudarto  menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahim dari PDM Tanah Bumbu. Dalam kesempatan ini  Sudarto  juga menyampaikan kondisi PDM Sleman dengan program unggulannya. “ Setelah RS PKU Sleman dilaunching, yang menempati gedung PDM dengan pembangunan lebih lengkap sebagai indikator akreditasi RS. Saat ini PDM berusaha melunasi lahan disamping RS dengan nilai 3.5 M”. Program unggulan digitalizing melalui SIMPEGMU dan SIPPMU di Sleman menjadi terobosan baru untuk pendataan dan perhitungan insentif pendidik dan tenaga kependidikan termasuk program ta’awun insentif kepala sekolah dan waka. Sementara PDA Sleman, Hj. Hanik Rosyada menyampaikan bahwa “mdengan 198 amal usaha Aisyiyah berusaha mencerdaskan dan mengantarkan kader pilihannya menjadi generasi unggul berakhlakul karimah. Sedangkan program Day Care Aisyiyah untuk melayani kebutuhan lansia SETAMAN. Sehat Tangguh Mandiri bersama Aisyiyah Sleman. Sementara Faurazi Akbar, S.P Ketua PDM dan Tati Maisarah Ketua PDA Kabupaten Tanah Bumbu merupakan pemekaran Muara Kapuas Kota Baru Kalimantan Selatan. “ saat ini kami memiliki beberapa amal usaha antara lain 5 TK, 3 SD, 3 SMP dan 1 SMK, dengan silaturahmi ini Muhammadiyah Aisyiyah Tanah Bumbu berharap bisa belajar di Sleman untuk menggerakkan dakwah Muhammadiyah”. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang hangat untuk pengembangan Islam Berkemajuan dalam suasana penuh persaudaraan dalam Iman dan Islam dan dilanjutkan dengan tukar cinderamata serta foto bersama. Reportase  Hj. Hanik Rosyada PDA Sleman Editor  Arief Hartanto MPI PDM Sleman.

Loading

Khotbah Jumat, MIRAS INDUK SEGALA KEJAHATAN

Sleman, Pdmsleman.Or.Id إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ, وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ وَمُبَلِّغُ النَّاسِ شَرْعِهِ. فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.: مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ: اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ. وَتَقْوَى اللهِ جَلَّ وَعَلَا عَمَلٌ بِطَاعَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ رَجَاءَ رَحْمَةِ اللهِ. وَبُعْدٌ عَنْ مَعْصِيَةِ اللهِ عَلَى نُوْرٍ مِنَ اللهِ خِيْفَةَ عَذَابِ اللهِ Kaum muslimin, Sidang Sholat Jum’at yang Allah rahmati, Islam memberikan perhatian pada setiap persoalan hidup, tidak terkecuali pada permasalahan akal. Untuk menjaga akal dari kerusakan, Islam memberi larangan seputar minuman keras. Allah Ta’ala secara tegas melarang kita semua meminum minuman keras: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kalian beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian, dan menghalang-halangi kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kalian mau berhenti?” [Qs Al-Ma’idah 90 – 91]. Bukan hanya meminumnya yang dilarang, bahkan termasuk siapapun yang ikut andil di dalamnya. Dalam sebuah hadits disebutkan: لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ “Rasulullah r melaknat sepuluh perkara dalam khamr: (1) Yang membuatnya,(2) Yang minta dibuatkan,(3) Peminumnya, (4) Pembawanya, (5) Yang minta dibawakan, (6) Yang menuangkannya, (7) Penjualnya, (8). Pemakan hasilnya, 9. Pembelinya, 10. Yang minta dibelikan”. (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dalam hadits tersebut terdapat konsekuensi bahwa segala perbuatan yang mendukung keberadaan miras adalah haram. Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Ingatlah bahwasannya khamr atau miras adalah induk dari segala kejahatan dan kerusakan. Diriwayatkan, dalam khutbahnya, khalifah Utsman bin Affan menyerukan: “Waspadalah terhadap minuman keras (miras) karena sesungguhnya miras merupakan induk segala perbuatan keji. Sungguh, pernah terjadi pada seorang pria saleh sebelum kalian dari kalangan ahli ibadah. Dia rajin beribadah ke masjid. Suatu ketika dia bertemu dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut memerintahkan pelayannya untuk mempersilakan lelaki tersebut masuk ke dalam rumahnya. Kemudian pintunya dikunci rapat-rapat. Di sisi perempuan tersebut terdapat miras dan seorang anak kecil. Kemudian perempuan tadi berkata, “Kamu tidak bisa keluar dari rumah ini sebelum engkau memilih minum segelas arak ini atau engkau berzina denganku, atau engkau membunuh anak kecil ini. Jika kamu tidak mau, maka saya akan berteriak dan saya katakan bahwa kamu ini memasuki rumahku tanpa izin. Siapa yang akan percaya kepadamu?”. Lelaki tersebut menjawab, “Saya tidak mau melakukan perbuatan keji (berzina) atau pun membunuh manusia.” Akhirnya dia minum segelas miras. Demi Allah, dia menjadi mabuk sehingga dia pun  berbuat zina dengan perempuan tersebut dan membunuh si anak kecil. Khalifah Utsman bin Affan lantas berpesan, “Maka jauhilah minuman keras, karena minuman keras merupakan induk segala perbuatan keji. Demi Allah, sungguh, iman dan minuman keras tidak akan bersatu di dalam hati seseorang melainkan hampir pasti salah satu di antaranya melenyapkan yang lain.” Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah … Kisah di atas memberi pelajaran yang teramat berharga. Pesannya jelas, bahwa menenggak miras, sedikit atau banyak, menguntungkan pengusaha atau tidak, gratis atau membayar, dapat menghangatkan badan atau tidak, ia tetap sebuah sumber malapetaka. Kerusakan yang ditimbulkan akibat khamr sangatlah banyak, seperti tindak kriminal maupun efek buruk bagi kesehatan, sebagaimana telah kita ketahui bersama. Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah Bukan hanya menimbulkan kerugian dan kesengsaraan di dunia saja, miras juga menimbulkan dosa besar dan siksa yang berat di akhirat. Sebabnya adalah: Pertama, pecandu khamar disamakan dengan para penyembah berhala. Rasulullah r bersabda: مُدْمِنُ الْخَمْرِ كَعَابِدِ وَثَنٍ “Pecandu khamar seperti penyembah berhala.” (HR. Ibnu Majah). Kedua, pecandu khamar diancam tidak masuk surga. Rasulullah r bersabda: لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُدْمِنُ خَمْرٍ “Pecandu khamar tidak akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah). Ketiga, shalat peminum khamar tidak diterima selama 40 hari. Rasulullah ﷺ bersabda: الخَمْرُ أُمُّ الخَبَائِثِ. فَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ تُقْبَلْ صَلاَتُهُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا. فَإِنْ مَاتَ وَهِيَ فِي بَطْنِهِ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً “Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang jahiliah.” (HR. Ath-Thabrani). Makna tidak diterima shalatnya maksudnya adalah tidak diberi pahala, walaupun ia tetap diperintahkan untuk shalat. Itulah diantara akibat minum khamr. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ Khutbah Kedua: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آِلهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعدُ: Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah, Sangat disayangkan, Ada sebuah fatwa nyeleneh yang mendorong merebaknya miras, yaitu pendapat bahwa pelegalan miras adalah untuk kemashlahatan. Padahal sangat jelas di dalam Al-Quran, Allah Ta’ala berfirman : يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَا “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” (Qs Al-Baqarah 219). Ayat ini sudah jelas menerangkan bahwa meskipun ada manfaat dari miras, namun tetaplah berdosa. Mafsadat dan bahaya yang ditimbulkan lebih besar dan lebih dahsyat. Dari sini kita melihat, bahwa kebijakan pihak berwenang seharusnya tidak mendatangkan mudharat dan mafsadat bagi masyarakat. Keputusan atau peraturan yang dibuat untuk usaha serta investasi tidak boleh mengedepankan kepentingan pengusaha daripada kepentingan masyarakat luas. Tidak sepatutnya pihak berwenang memberikan izin kepada usaha-usaha yang berpotensi merusak dan menimbulkan kehancuran bagi rakyat, seperti investasi di bidang minuman keras. Apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, harus kita jadikan sebagai patokan untuk melarang segala usaha yang menimbulkan kekacauan dalam kehidupan umat manusia. Jauh sebelum sains membuktikan kebenaran ilmiah dari kerusakan yang ditimbulkan oleh miras, …

Loading